SELEBRITI BUKAN ARTIS

SELEBRITI BUKAN ARTIS
KEJUJURAN


__ADS_3

Lelah mengamuk, Lea tertidur. Rencananya ingin pergi batal dan ketiduran di sofa kelelahan bertengkar tanpa lawan.


"Maafkan ucapan kasar aku Kak Black,"


Senyuman Blackat terlihat menepuk pundak Juan yang masih merasa tidak enak karena sudah membuat Lea mengamuk.


"Aku tidak tersinggung sama sekali Juan, ada banyak hal yang menyakiti melebihi ucapan kamu. Lea mungkin sedang sensitif saja,",


"Perempuan memang seperti itu, dia mencari kesalahan laki-laki hanya untuk mengamuk. Salah siapa marah kepada siapa?" Maka Dean selalu memperingati Juan agar menjaga ucapannya, jika wanita sakit hati hancur sudah.


Helaan napas Juan masih terdengar, dia merasa tidak enak kepada Black. Dari lubuk hati paling dalam Juan tidak pernah menilai pekerjaan siapapun hanya saja dia tidak bisa menerima Black dan Dean menyelesaikan kasus di tempat istirahatnya.


"Kami akan pergi setelah Lea bangun,"


"Sudah terlanjur di sini maka lanjutkan saja di sini." Harapan Juan Black tidak membencinya.


Aira duduk di depan para lelaki, Lea dan Isel sudah tertidur. Ai tahu kekhwatiran Juan jika Isel terlibat.


Tidak ada yang membawa Isel, tapi dia sendiri yang datang bahkan melacak secara pribadi.


"Aku yakin, jika Isel tahu siapa keluarga Lea?" perhatian Dean tajam ke depan


"Saat ini aku kasihan kepada Lea, dia juga pasti sulit sekali bertahan." Ai mengambil ponselnya menunjukkan kedua orang tua angkat Lea.


Kepala Juan ikut mendekat, melihat foto masa kecil Lea yang penuh kebahagiaan tidak mungkin mudah baginya kehilangan kedua orang tua yang sangat menyayanginya dan memprioritaskan dirinya.


"Bukannya saat kecil Lea sering sakit?" Wajah juan langsung berpaling ke arah lain.


Semua kepala menoleh ke arahnya, Black membenarkan alasan Anggrek dan Anggia dipisahkan karena keduanya sering sakit.


Ibu Black asisten rumah tangga di keluarga angkat Lea, dan Lea tidak bisa dipisahkan dari maminya yang seperti lem dan prangko.


Hingga Lea besar juga selalu dijaga bagaikan telur emas. Sampai Lea sembuh barulah kedua orangtuanya membiarkan Lea mandiri.

__ADS_1


Baiknya kedua orang tua Lea, mereka memberitahu Lea soal keluarga kandung tanpa mengurangi perasaan cinta kepada Lea sehingga Lea mencintai kedua keluarganya.


Tragedi yang menimpa ibu dan saudara kembarnya membuat Lea jatuh kembali hingga tiga bulan di rumah sakit.


Kedua orang tua Lea melakukan segala cara agar putri mereka bisa pulih, rela mengorbankan segalanya.


"Aku rasa orangtua Lea tidak tahu soal Elo dan Ira?" Black yakin meskipun Papi Lea memiliki pengaruh, dia tidak menggunakan kekuasan.


Aira sependapat dengan Black tidak mungkin orang yang begitu mencintai Lea bisa tega menyakitinya.


"Sekarang aku ingat siapa Anggia, dia dulu dipanggil Gia salah satu siswa berprestasi sejak usia delapan tahun, tetapi dia selalu sakit." Kepala Dean melihat ke arah Juan yang pasti juga tahu siapa Lea, dulu Juan begitu baik kepadanya.


Anggi mengalami sesak napas saat mereka kecil, Juan menggendongnya berlari kencang ke ruang rawat.


"Kakak kenal Lea?" Ai menatap Juan yang menggeleng dia lupa dan tidak terlalu memikirkannya.


"Kamu yakin tidak ingat, penipuan yang sellau menggunakan kunci kuda, giginya ompong hanya sisa taring" Tawa Dean terdengar merasa lucu jika mengingat Lea saat kecil.


Mereka hanya satu kelas selama dua tahun, Juan naik kelas dengan cara melangkah sedangkan Lea harusnya dirawat, kemudian Dean dan juan naik tingkat tengah akhir semesta Lea baru masuk.


Kenapa aira tidak tahu?"


"Sejak kapan kamu dan kita satu kelas? otak kamu di dengkul hobinya naik pohon seperti monyet. Enam bulan sekali pindah sekolah, lebih parah Isel tiga bulan sekali." Kepala Dean menggeleng pusing jika memikirkan soal Ai dan Isel yang tidak jelas.


Senyuman Juan terlihat, mungkin sejak kecil mereka semua terikat namin tidak menyadari setiap pertemuan.


Saat Aira kecelakaan bersama Anggrek tidak ada yang mengenali Lea dan Anggrek kembar, mungkin juga penampilan yang berbeda.


Anggrek hanya wanita biasa sedangkan Lea putri tunggal penjabat.Cara berpakaian pasti berbeda.


Kepala Black juga mengangguk, ucapan Juan ada benarnya jika mereka sejak lama sudah dipertemukan satu sama lain namun tidak menyadarinya.


Pertemuan Black dan Shin hingga membantu menjadi orang hebat, juga musibah yang menimpa keluarga hingga melibatkan Aira, Dean dan Juan.

__ADS_1


"Kita juga melibatkan Isel yang selalu muncul secara tidak terduga,"


"Bisa kita kompak menyelesaikan masalah ini?" Ai tersenyum memohon kepada kakaknya agar bekerja bersama mereka.


Akhirnya Juan menganggukkan kepalanya, dia hanya akan membantu sedikit namun tidak terlibat perkelahian.


"Kak Black, Juan obati dulu luka di tubuh yang dari tadi Kak Black tutupi." Juan langsung berdiri melangkah ke kamarnya dan tidak sengaja melihat mata lea yang terbuka dan ada buliran air mata.


Mata keduanya bertemu, Juan langsung melewati Lea menuju ke kamarnya untuk ngambil obat.


Melalui diskusi panjang akhirnya Dean bisa menghidupkan komputernya dan mendapatkan raung khusus untuk mereka melanjutkan misi selanjutnya.


"Kak Black, kira-kira kapan akan kembali? Aku perhatikan sudah banyak tawaran." Dean menunjukkan berita yang terus naik mengatasnamakan Black.


"Belum tahu, aku masih belum puas untuk bermalas-malasan." Senyuman Black terlihat duduk di samping Dean menatap memori yang Dean dapatkan dari Ira.


"Apa itu alasan Elo menginginkan Ira bebas?"


Kepala Dean mengangguk, perasaan Dean masih ragu untuk membuka video dan khawatir juga jika isinya sama seperti sebelumnya.


"Pekerjaan kalian banyak sekali, bukan hanya menangkap Elo, mengungkap siapa ayah angkat Black, lanjut lagi kematian Anggrek, bahkan siapa ayah kandung lea juga belum ada titik terang. Menambah lagi kasus baru soal perusahaan yang harus dihancurkan, belum lagi keterlibatan Gilang, mengungkap kasus penjualan remaja juga pelecehan banyak selebriti. Tidak bisakah diselesaikan satu-satu. Aku pusing melihatnya karena dalam satu tim ini tidak ada kepercayaan." Tablet Juan diserahkan kepada Dean yang menatapnya sinis.


Juan mengatakan tidak ingin ikut campur, tapi dia bisa tahu segalanya. Diamnya sama seperti Aira sekali turun lenyap semua.


"Itu memang milik Aira, dia mengumpulkan semuanya karena ada hubungannya satu saja yang terbongkar maka semua kasus itu selesai." Kedua pundak Juan terangkat.


Sikap tidak percaya juga rasa khawatir menyakiti membuat Dean, Blackat, Aira, Lea menyembunyikan rahasia masing-masing." Kepala Juan menggeleng karena semuanya saling menunggu.


Semuanya kumpul untuk membahas soal rahasia mereka dan Juan yang akan menjadi penengah juga menyimpulkan.


"Lea, apa kamu bai-baik saja?"


"Bukan urusan kamu, kita mulai dari siapa yang jujur duluan?"

__ADS_1


***


follow Ig Vhiaazaira


__ADS_2