
Semuanya terkejut mendengar cerita Blackat Jika dia bertemu dengan Gilang, keluarga Gilang hancur karena Imel. Dia menyebabkan kebangkrutan sampai Papanya Gilang bunuh diri.
Keluarga Taher sangat kejam, begitupun dengan Imel yang hatinya sudah diselimuti kemewahan.
"Bagaimana dengan mamanya Gilang?"
"Entahlah Lea, kabarnya ada di rumah sakit jiwa. Apa ini awal balas dendam Anggrek, kita semua tahu keterlibatan Gilang." Black juga sudah mendapatkan kabar, beberapa anak muda yang ada di rekaman tidak punya kejelasan keberadaannya.
"Sejak kapan mereka menghilang?" tatapan mata Aira tajam, dia yakin satu-persatu sudah mendapatkan hukumnya sehingga yang terakhir orang terkuat yang terlibat.
"Jangan mengambil kesimpulan terlebih dahulu, Anggrek hanya salah paham kepada kita." Sepenuh hatinya Lea percaya masih ada kebaikan di hati adiknya.
"Aku tidak yakin, seseorang yang dibutakan oleh harta akan melakukan segala cara untuk mempertahankannya. Lea, jangan membodohi diri kamu, lawan kita keluarga Taher. Dia mengenal keluarga besar kami." Kedua alis Dean terangkat meminta Aira membuka kepala Lea, untuk mengenal siapa keluarga Taher.
Juan membenarkan ucapan Dean, jika sampai nama keluarga disebut, pasti keluarga Taher akan tahu.
"Aira sejauh apa kamu memperkenalkan keluarga kita kepada Anggrek?"
"Lupa, aku pernah membawanya ke tempat pesta kapal pernikahan Kak Juna Shin, Tika Genta. Dan memperkenalkan kepada seluruh keluarga. Dia pasti tahu soal keluarga Leondra dan Dirgantara." Ai sangat yakin jika ada masalah lain dengan keluarga Taher.
Suara Dean makan terdengar, dia tidak ingin mencari tahu apa yang terjadi kepada Imel karena ada kasus baru yang harus dia selesaikan.
"Kak Dean harus bantu Papi, meksipun Papi salah setidaknya diringankan." Kedua tangan Lea memohon agar Dean sekali lagi menolongnya.
"Kamu tadi memanggil apa? Kakak, sadar perempuan penjilat ada maunya saja kamu sopan, jika tidak ada maunya pasti manggilnya anjing, babi, monyet." Kepala Dean menggeleng, tetap pada pendiriannya untuk tidak ikut campur.
Handphone Blackat bunyi, panggilan dari Gilang masuk. Ada konfirmasi jika Blackat akan melanjutkan kontrak dengan YN entertainment.
Black langsung kaget, dia tidak menerima pemberitahuan apapun, pihak YN harus menemuinya terlebih dahulu untuk konfirmasi, jika tidak Blackat akan menuntut perusahaan.
Aira menatap Lea yang menghela napasnya, menjelaskan kepada Blackat jika itu keinginan Amel. Dia ingin Black ada di pihak mereka, dan menghacurkan Lea juga perusahaannya.
"Aku tidak berada di pihak manapun, tidak ada yang bisa mengatur aku. Tidak peduli sebenarnya Imel inginkan, dia tidak akan bisa mengendalikan aku. Termasuk kamu Lea." Black terang-terangan tujuan dia hanya mengungkap kematian ibu dan Anggrek meskipun pada akhirnya mereka Anggrek dinyatakan masih hidup.
__ADS_1
Tangan Dean menepuk pundak Juan, memintanya mendekati Imel yang pastinya langsung terpesona.
"Jangan jadikan aku tumbal, dia hanya ingin membuktikan kepada Aira jika dirinya hebat, dan menunjukan kepada Lea jika dia tidak membutuhkan keluarga kandung. Itu masalah Lea dan Aira." Kedua tangan Juan terangkat berjalan ke kamarnya untuk mandi.
Senyuman Aira terlihat ucapan kakaknya ada benarnya, sebenarnya Ai tidak memiliki salah hanya karena dirinya memiliki segalanya Imel ingin memperlihatkan jika dia juga punya kuasa.
"Kamu ingin mengalahkan aku. Oh tidak bisa." Ai tertawa menatap Lea yang mengerutkan keningnya dengan tatapan sinis.
Ucapan Juan tidak ada yang salah, kebencian Imel karena dia ingin membuktikan jika dirinya yang terbaik. Lea tidak akan mundur, dan menunjukkan kepada Amel jika dirinya tidak lemah.
"Aku akan membawa kamu kembali Dek, kita akan bersama." Senyuman Lea terlihat, menarik tangan Aira untuk mengikutinya.
Di balkon Lea menanyakan makanan kesukaan adiknya, semua hal yang Aira tahu tentang Adiknya. Lea akan mencoba memahami dia.
Lama Aira diam, Lea yang menunggu juga terheran-heran tidak sadar apa yang sedang Aira pikirkan.
"Sekarang aku sadar sesuatu,"
"Apa selama ini kamu pingsan?" Lea melipat tangannya di dada melihat Aira sinis.
Ai menepuk keningnya sendiri karena bodoh, dia sampai gagal kuliah karena merasa bersalah, tapi kenyataannya Ai tidak memiliki hubungan begitu baik dengan Anggrek karena tidak tahu apapun soal dia.
"Aku bahkan tidak tahu nama asli dia, hanya tahu wanita tomboi, miskin, juga beban. Dia berteman dengan Ai karena memanfaatkan aku." Aira menendang kursi kuat baru menyadari jika Anggrek dari dulu sebenarnya licik.
Keluarga Aira memberikan pengobatan secara gratis, bersama Aira, dia bisa makan sepuasnya dan dibelikan apapun. Bahkan Aira membayarkan uang sekolah, dan memberikan uang jajan.
"Ai, kamu kenapa jadi ungkit mengungkit?"
"Selama ini aku yang dimanfaatkan, kebaikan aku dijadikan ladang uang. Elo selalu menemui dia, dan dia menjual informasi soal Ai." Teriakan Aira terdengar meremas rambutnya kesal.
Kepala Lea menggeleng, merasakan Aira gila mulai menyimpulkan sendiri. Awalnya dia mati-matian membela Anggrek dan sekarang memutuskan persahabatan, dan mengoceh sendiri.
Lea melangkah mundur, tidak sengaja menabrak Juan yang baru sudah mandi. Lea langsung memalingkan wajahnya menatap Aira mengamuk sendiri.
__ADS_1
"Kenapa Aira?"
"Mana aku tahu, tanya sendiri dia Adik kamu,"
Alis atas Juan terangkat, melihat Lea yang masih terlihat kesal dengannya hanya karena Juan pernah melarang mereka datang.
"Maaf soal kejadian hati itu, aku tidak menghina kamu." Permintaan Juan tidak diterima, Lea masih sakit hati.
Senyuman Lea terlihat, menahan lengan Juan yang ingin pergi. Pandangan Juan melihat ke tempat lain tidak ingin melihat mata Lea.
"Kak Juan, tolong bantu Lea sekali saja." Kedua tangan Lea memohon.
"Bantuan apa? aku harus tahu dulu hal apa, tidak ingin menjadi korban kejahilan kamu." Wajah Juan langsung kaget mendengar permintaan Lea.
Suara Aira memanggil terdengar, menatap keduanya. Lea masih memohon, sedang Juan langsung menggeleng.
"Ada apa?"
"Aku meminta Juan menjadi pacar bohongan, hanya partner. Dua hari lagi ada pameran yang melibatkan banyak artis, Black akan muncul di sana secara perdana." Lea yakin Taher dan keluarga besarnya muncul begitupun dengan Imel.
Ada beberapa perusahaan besar bergabung, itu menjadi kesempatan emas untuk Aira dan Blackat.
"Tunggu sangkut pautnya dengan aku?"
"Lea butuh teman,"
"Minta bantuan Dean saja,"
"Takut, nanti aku dijambak-jambak sama pacarnya. Ayolah Kak Juan, sekali saja." Lea dan Aira bergantung di lengan Juan.
Kepala Juan tertunduk, Maminya juga akan ada di sana, kemungkinan seluruh keluarga di sana. Tidak mungkin secara terang-terangan Juan bersama wanita.
"Kak ambil saja, lagian Kak Juan tidak bisa masuk karena Mami mengeluarkan secara tidak terhormat, hanya Lea yang bisa membawa ke sana." Ai berbisik pelan meyakinkan Kakaknya.
__ADS_1
***
follow Ig Vhiaazaira