SELEBRITI BUKAN ARTIS

SELEBRITI BUKAN ARTIS
PEMEGANG SAHAM


__ADS_3

Pagi-pagi Lea sudah bersiap ke kantor, dia harus melakukan banyak hal setelah Elo dan Ira menyebabkan masalah. Mengembalikan nama baik perusahaan dan menenangkan keadaan.


"Mami, bagaimana kondisi Papi?"


"Nak, jangan khawatirkan Papi. Tidak peduli apapun resikonya kebenaran harus terungkap, Papi memang salah sudah menutupi kebenaran." Pelukan lembut Papi kepada Lea terasa, memintanya untuk kuat.


Papi akan berusaha membereskan masalah Elo, dan meminta Lea tetap mempertahankan perusahaan.


Lea berangkat bekerja, sepanjang jalan sudah mendengarkan laporan soal perusahaan dan rapat yang akan mereka adakan.


Suara Lea menghela napas terdengar, bersyukur karena masih ada sedikit kebahagiaan di dalam hidupnya.


"Selamat pagi semuanya,"


"Pagi Bu, ada kabar buruk yang baru saja terdengar soal perusahaan sebelah." Asisten Lea berjalan di belakangnya dengan perasaan tidak nyaman.


"Ada apa?"


Langka Lea langsung terhenti, asisten pribadinya mengabarkan ada seseorang yang mirip Lea sedang melakukan wawancara, hal yang mengejutkan dia mengambil ahli perusahaan lama milik keluarga Gilang.


Mata Lea terpejam, dia tidak mengerti apa yang di rencanakan oleh Imel. Alasan kemarahan juga tidak jelas, dan tidak seharusnya memojokkan dirinya.


"Kalian tunggu aku di ruangan meeting." Lea ingin ke ruangannya terlebih dahulu karena ada berkas yang harus dia ambil.


Pintu ruangan Lea terbuka, ada seorang wanita yang sudah duduk di tempat kerjanya melihat sebuah berkas untuk meeting.


"Imel, kenapa kamu ada di sini?"


"Kenapa? aku tidak boleh ke sini. Oh iya, aku luka jika kamu anak satu-satunya." Senyuman Imel terlihat, mempersilahkan Lea untuk duduk.


Surat kontrak Blackat disobek oleh Imel, dia meminta Lea membatalkan kontrak dengan Black karena perusahaan YN entertainment yang akan meneruskan kontrak bersama Blackat.


"Apa yang sebenarnya kamu inginkan Imel? bicara baik-baik dengan Kakak." Senyuman Lea tulus meminta Imel duduk.


"Tidak perlu berprilaku manis, kamu pikir aku akan menganggap kakak. Jangan berharap Lea!" Mata Imel menunjukkan kebencian.

__ADS_1


Kepala Lea menggeleng, sebesar apapun yang Imel rasakan, Lea masih berharap mereka bisa bersama mengisi sedikit waktu yang sudah lama terbuang.


"Apapun kesalahan Kak, cobalah dimaafkan. Kita bersaudara, Mami dan Papi pasti bahagia jika kita bersama." Tangan Lea mengusap rambut Anggrek, tapi langsung ditepis dengan kasar.


Kedatangan Imelda bukan untuk berdamai, dia menginginkan Blackat kembali ke perusahaan YN entertainment. Imel akan menghacurkan agensi AN yang dipimpin oleh Lea.


Imel juga terang-terangan akan menghacurkan karir Aira yang penuh kepalsuan. Putri orang kaya yang sudah menipu publik.


"Kenapa kamu melibatkan Aira? kalian bersahabat, ingat itu." Wajah Lea tegang karena dia tidak ingin melibatkan siapapun dalam masalah mereka.


"Aira tidak sebaik yang kamu pikirkan, dia wanita munafik. Aku sangat menyesal sudah menolong dia." Pintu terbuka, Imel keluar sambil membanting pintu dengan sangat kuat.


Kedua tangan Lea meremas rambutnya merasa frustasi harus bersaing dengan Adiknya sendiri.


Di lift Imel bertemu dengan Aira yang baru saja tiba, Ai keluar berdiri di hadapan Imel. Mata keduanya saling tatap tajam.


"Aku tidak melihat mata Anggrek lagi, kamu orang lain yang memiliki wajah sama." Ai melewati Amel dengan gayanya yang angkuh.


"Kamu lupa jika dia sudah mati beberapa tahun yang lalu, aku dan dia berbeda. Apa selain bodoh, kamu juga pikun." Senyuman mengejek terlihat membuat Aira juga tersenyum.


"Aku tidak percaya jika ada orang baik berubah jahat, tapi ternyata itu benar. Hati manusia bisa bolak-balik, dan menjadi sesuatu yang tidak pernah terbayangkan. Aku lebih suka Anggrek mati daripada hidup seperti ini." Ai menepis rambutnya ke belakang langsung berjalan pergi.


"Aku akan menghancurkan kamu Aira, kita lihat saja sekuat apa kamu." Kedua tangan Imel tergempal, dia akan membuat Aira kesepian seperti dahulu yang tidak memiliki teman.


Membuat penggemar membencinya jalan satu-satunya melihat Aira hancur, dia mendapatkan banyak dukungan dari penggemar sehingga tidak pernah kesepian.


Suara high heels Aira menggema, suara yang terdengar membuat Ai berpikir apa salahnya sehingga Anggrek terlihat membencinya. Dulu Ai ingin meyelamatkan, tapi dia sendiri yang meminta pergi.


"Aneh sekali,"


Beberapa Staf melewati Aira langsung terkagum-kagum dengan kecantikannya, apalagi dengan pakaiannya yang sangat mahal.


Tanpa mengetuk Ai masuk ruangan Lea, meletakkan tasnya di atas meja menatap Lea yang sedang melamun.


"Kenapa kamu ada di sini? bukannya kamu ada pemotretan." Lea berdiri mengambil tas Ai memintanya untuk pergi.

__ADS_1


"Kenapa aku harus pergi sedangkan managernya ada di sini?" Ai tersenyum dia ingin ikut meeting.


"Ai kamu jangan membuat aku pusing, staf yang aku berikan untuk mengawal dan melayani kamu sangat banyak." Lea menatap tajam Ai yang mulai berulah.


"Apa yang dia inginkan sampai datang ke sini?"


Lea menunjukkan kertas yang disobek, perusahaan YN akan memperpanjang kontrak bersama Blackat.


Tidak ingin urusan panjang, Blackat akan dikembalikan kepada YN. Demi mendinginkan kesalahpahaman Imel, Lea tidak masalah jika menanggung kerugian.


Aira terdiam, secara langsung Imel ingin mempublikasikan jika hubungannya dengan Blackat hanya sensasi untuk menaikan nama Aira.


"Kenapa kamu harus mengalah, pertahanan saja Blackat." Ai meminta Lea tidak melemah.


Kondisi Lea sedang dalam keadaan sulit, banyak pemegang saham yang menarik uang dan memutuskan kerja sama. Papi Lea juga sedang diselidikinya polisi dan kemungkinan akan ditahan juga kehilangan jabatannya.


"Masalah aku sudah banyak Ai, berikan aku napas untuk menyelesaikan satu-persatu." Lea berteriak karena Aira ingin mencium bibirnya memberikan napasnya.


Tawa Aira terdengar, merasa lucu dengan Lea yang sedang pusing tujuh keliling. Dia bisa cepat tumbuh uban karena terlalu banyak pikiran.


"Iya jangan marah-marah, tarik napas hembusan. Keriput sudah terlihat di wajah kamu." Ai menghibur Lea yang memukulnya langsung berjalan ke ruangan meeting.


Aira mengikuti Lea tanpa peduli dengan kemarahan managernya, kedatangan Ai juga disambut baik.


Lea terkejut melihat peningkatan saham, ada tiga empat orang yang bergabung memberikan jumlah besar. Hanya Aira yang terang-terangan menggunakan namanya.


"Siapa B , D dan R?" Lea menatap Aira yang tersenyum manis.


"Blackat, Dirgantara dan Rahendra. Mereka tiga lelaki yang sangat berarti dalam hidupku. Satunya saudara kandung, satunya kekasih, dan satunya lagi calon suami. Bisa kamu bayangkan betapa enaknya menjadi aku." Ai tersenyum manis, memberikan ciuman, tapi Lea langsung menjauh.


Aira memang wanita sinting, meskipun begitu Lea tidak harus mencemaskan para aktris lain yang sudah mulai melakukan aktivitas lagi. Meskipun nama perusahaan sempat tercemar karena Ira, sekarang Lea hanya perlu membereskan masalah baru.


"Terimakasih Aira, maaf jika aku belum bisa mengatakan secara langsung." Batin Lea didalam hatinya.


***

__ADS_1


follow Ig Vhiaazaira


__ADS_2