SELEBRITI BUKAN ARTIS

SELEBRITI BUKAN ARTIS
MENOLAK


__ADS_3

Pintu ruangan terbuka, Black masuk setelah menatap Imel dan seorang pria duduk di sampingnya.


"Kak, apa kabar?" Imel memeluk erat Kakaknya dengan penuh rasa rindu.


"Apa ini kamu Anggrek? kenapa tidak pernah menemui Kakak?" melihat penampilan Anggrek sangat mengejutkan Black, adiknya yang dulu sederhana sekarang berubah sangat glamor.


Kepala Imel tertunduk, mempersilahkan Black duduk. Imel menceritakan jika dia mengalami koma beberapa tahun, dan saat bangun keluarga Taher yang menjaganya.


"Siapa dia?"


"Perkenalkan saya Dokter Kevin Taher Kakaknya Imel." Senyuman pria di samping Blackat terlihat.


"Kenapa aku merasa kalian begitu jahat kepada aku dan Lea? kalian pasti tahu jika kami sangat berduka saat itu. Bukannya ini bisa dikatakan kejahatan?" Blackat menatap Kevin yang terdiam.


Jika Kevin dan keluarganya orang baik, seharusnya memberitahu Black yang saat itu menjadi satu-satunya keluarga.


Tubuh Anggrek ditukar dengan orang lain, selama ini Black berpikir Adiknya sudah meninggal, tapi kenyataannya keluarga Taher yang menyembunyikan.


"Kak, kenapa bicara seperti itu? seharusnya mengucapkan terima kasih kepada keluarga Kak Kevin,"


"Terima kasih untuk apa? kenapa harus mengucapkan terima kasih? bertahun-tahun Dek." Blackat menatap tajam Kevin yang tersenyum kecil.


Kepala Kevin terangkat, meminta Black mengingat alasan Anggrek terluka juga kasus kematian Ibunya. Dia hampir dibunuh, Papa Kelvin menyembunyikan Anggrek demi keselamatan nyawanya.


Membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menangkap pelaku penganiaya, bahkan bertahun-tahun Blackat juga diam saja tanpa tindakan.


"Kamu tahu jika Anggrek kembar? dan kamu juga tahu jika saudaranya Lea hidup sampai sekarang. Dia tidak terbunuh, jika mereka menginginkannya mungkin Lea juga dalam bahaya." Logika Blackat masih tidak bisa terima dengan sikap keluarga Taher yang menyembunyikan Adiknya bertahun-tahun.


Pukulan di atas meja kuat, Imel tidak ingin membahas soal Anggrek lagi. Dia sudah menganggap Anggrek mati, orang yang ada di hadapan Black sekarang bukan Anggrek, tapi Imelda.


"Baiklah, aku akan anggap mereka baik, tapi kamu kembali kepada Kak Black. Aku yang akan menjaga kamu,"


"Tidak akan pernah. Kenapa Imel harus ikut Kak Black? Imel mempunyai kedua orangtua dan keluarga." Mata Imel tajam membentak Black.

__ADS_1


"Berarti aku bukan keluarga lagi bagi kamu?"


"Kenapa Kak Black begini? kita masih bisa bertemu dan menjadi Adik Kakak, lagian kita juga tidak sedarah." Ucapan Imel menyakiti hati Black, tapi tidak ditunjukkan.


Senyuman Black terlihat, menerima keputusan Adiknya. Baginya keluarga Taher yang terbaik, sehingga memilih mengikuti perintah mereka.


"Kak, ini surat kontrak terbaru, kita ingin memperpanjang kontrak." Imel memberikan surat kontrak terbaru.


Black menutup map, mengembalikan kepada Imel. Black tidak ingin lari, tapi bukan berarti dia akan seperti sebelumnya yang sangat aktif.


Secara langsung Black menolak kerjasama dengan perusahaan lama, Black sudah memutuskan sejak awal untuk pindah agensi.


"Baik YN entertainment maupun AN entertainment sama saja, Kak Black sudah memutuskan untuk ikut AN karena ingin suasana baru. Aku harap kamu tidak kecewa, dan hubungan kita tetap baik." Tangan Black mengenggam tangan Imel, berharap Adiknya yang dulu lembut dan penuh kasih sayang masih orang yang sama.


Kedua tangan Imel tergempal kuat, pamitan kepada Imel dan Kevin untuk pergi lebih dulu karena ada urusan.


Setelah kepergian Black, Imel menghamburkan makanan yang ada di meja. Bahkan Kakaknya sendiri lebih memilih Lea.


"Kamu bahkan tidak mampu menaklukkan Blackat,"


Kepala Kevin menggeleng, menghancurkan Aira paling mudah melalui Blackat. Mereka berdua sama-sama memiliki penggemar yang kuat juga setia.


Buktinya, saat Black tersandung kasus. Seperti apapun media menjelekkan tidak mengubah kesetiaan fans Black. Perusahan saja tidak melakukan apapun, tapi penggemar Blackat yang bertindak menuntut keadilan.


"Meksipun Black sendiri, dia cukup kuat menguasai publik." Tatapan Kevin tenang, meminta Anggrek membawa Black dengan cara apapun.


"Kita bisa menggunakan aktris yang lain, aku tetap akan membuat Aira kehilangan reputasinya." Imel berdiri langsung beranjak pergi, dia akan melakukan segala cara untuk membuktikan kepada Ai, jika dia tidak pantas dicintai.


Kepala Kevin menggeleng, keluarga Rahendra tidak mudah dijatuhkan. Dia memiliki orang-orang hebat di sisinya.


***


Ketukan Black pelan, pintu terbuka menatap Gilang yang terlihat berantakan. Blackat masuk ke dalam rumah kecil yang menjadi tempat tinggal sementara Gilang.

__ADS_1


"Ada apa Black?" Gilang menatap makanan yang Black bawa.


"Makan dulu, jangan seperti orang gila." Black mengunyah makanan mempersilahkan Gilang juga makan.


Kepala Gilang mengangguk, langsung makan karena dia sudah dua hari tidak makan hanya minum air putih. Gilang sudah berkeliling mencari pekerjaan, tapi tidak ada yang memberikannya kesempatan.


Sambil makan, air mata Gilang menetes meminta maaf kepada Black karena dia menjadi saksi, tapi tutup mulut, mata dan telinga.


Gilang tidak punya kuasa untuk melawan Elo, dia terlalu takut jika keluarganya tahu. Sekarang keluarganya dihancurkan oleh Anggrek sebagai balasan rasa sakitnya di masa lalu.


"Bukan hanya kamu yang hancur, semua yang ada di bangunan itu juga hancur. Aku bisa memahami kondisi kamu, dan kita sudahi semuanya. Kamu bisa bekerja denganku sebagai manager, dan jangan pernah menyimpan kebohongan apapun lagi." Black menatap tulus, dia tahu jika Gilang tidak pernah ingin menyakitinya.


Gilang memeluk Black bersyukur karena Black baik-baik saja, Gilang sangat mengkhawatirkannya karena kecelakaan juga kasus obat yang digunakan.


Sejak Gilang tidak pernah percaya jika Blackat jahat, apalagi menggunakan obat terlarang. Gilang percaya sepenuhnya kepada Black.


"Sudah, jangan menangis lagi. Besok ada acara besar, dan aku akan muncul perdana di sana. Dampingi aku, tidak ada orang yang bisa aku percaya selain kamu." Bekerja bersama Gilang bertahun-tahun membuat Black nyaman sehingga memberikan kesempatan kedua.


Keduanya makan dengan lahap, mereka membutuhkan tenaga untuk kembali ke tengah publik, juga para penggemar.


"Bagaimana kondisi Ibu kamu? sudah menemui dia belum? jika belum kita temuin sama-sama." Black menatap Gilang yang mengusap matanya.


"Sudah, aku menemui Mama, tapi Mama tidak mengenali aku lagi." Dada Gilang terasa sesak.


"Sabar, segala sesuatu membutuhkan proses. Biarkan Mama diobati oleh dokter terbaik, kita tunggu Mama sampai sembuh. Soal biaya, kita cari uangnya bersama. Haruskah aku bekerja siang makan?"


Tawa kecil Gilang terdengar, Black mulai sombong, padahal dia sangat teratur antara bekerja dan istirahat.


"Bereskan barang kamu, kita pindah apartemen. Meksipun apartemen lama dijual, beberapa mobil juga terjual demi membayar kerugian. Tenang saja aku belum jatuh sepenuhnya." Black hanya ingin pindah suasana baru sehingga menjual beberapa asetnya.


"Terimakasih Black, kamu memberikan aku kesempatan. Aku akan berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras." Gilang tersenyum menatap Blackat yang mengangguk.


***

__ADS_1


follow Ig Vhiaazaira


__ADS_2