SELEBRITI BUKAN ARTIS

SELEBRITI BUKAN ARTIS
BUKTI VIDEO


__ADS_3

Di kantor polisi heboh, Ira teriak-teriak meminta dibebaskan. Sampai Elo datang mendekatinya barulah Ira diam memeluk erat suaminya.


Demi penyelidikan, Ira akan tetap ditahan apalagi pengemar Aira menutup bahkan mengeluarkan pengacara masing-masing.


"Aku akan membawa istriku ke paviliun pribadi, dia juga dalam proses pengobatan." Elo menunjukkan surat pernyataan jika istrinya mengalami sakit jiwa.


Kepolisian berada dalam kebingungan, pesan singkat dari pengacara terkenal memberikan mereka pilihan


"Tidak bisa Pak, harus tetap ditahan di sini." Polisi tidak bisa menerima surat yang Elo berikan karena kasus Ira penyerangan kepada publik figur.


Banyak yang menentang, pada kenyataannya Ira memang sudah menjadi pemakai hingga candu.


Kedua tangan Elo tergempal, tidak ada yang bisa dia lakukan kecuali membiarkan Ira ditahan sementara waktu.


"Elo, aku tidak ingin ditahan, ini semua rencana Lea." Tatapan mata Ira tajam, membisikkan sesuatu kepada Elo sebagai ancaman jika dia akan membuat Elo hancur jika sampai di penjara.


Terpaksa Elo meminta Ira tenang dan mengikuti kepolisian, dia akan mencari cara agar ira segera dibebaskan.


"Jika kamu gagal, aku akan membuat kamu juga membusuk di penjara." Senyuman licik Ira terlihat, jika dirinya hancur maka Elo juga harus hancur.


Tangan Ira ditarik dibawa masuk ke dalam jeruji besi, dan akan dilakukan penyelidikan khusus.


Elo mengerahkan banyak pengacara kepercayaannya. Secepat mungkin Ira harus dibebaskan dan disingkirkan, Elo tidak ingin kejahatannya di masa lalu terbuka.


Kasus Blackat boleh saja dibersihkan, menyalahkan perusahaan yang membuat artisnya terlibat masalah. Elo akan menyudutkan agensi lama Black dan menghancurkannya.


Dari pihak Blackat tidak mengeluarkan banyak serangan, Black memberikan keputusan kepada Lea. JIka memang dia tidak ingin nama baik keluarganya tercoreng, Black juga akan merelakan kepergian ibu dan adiknya, juga rela melepaskan karirnya.


Black tidak tertarik tetap bertahan di dunia hiburan, hatinya masih berat dan merasa bersalah. Black akan memulai kembali semuanya dari nol, sekalipun Black tidak tahu bakatnya apa selain menjadi aktor.


"Sia-sia kita berjuang, jika berhenti di tengah jalan." Ai menatap sinis Blackat yang hanya mementingkan perasaan Lea.


"Lakuakn saja Kak yang salah memang sudah seharusnya mendapatkan hukuman." Lea harus menerima kenyataannya jika kakaknya memang bukan orang baik.


Seharusnya Lea sadar, mereka dibedakaan dalam banyak hal. Lea merasa menjadi seseorang yang sagat beruntung memiliki ibu ayah daan Kakak angkat yang luar biasa baiknya.

__ADS_1


"Baiklah karena Lea sudah menyetujuinya, sekarang waktunya kita bertindak. Aku tidak ingin berlama-lama mengurusi kalian." Dean memegang laptonya, meminta semuanya kumpul.


"Di mana Kak Juan?" Ai menatap ke belakang


"Jangan libatkan Juan, dia terlalu banyak urusan dan tidak seharusnya kita mengusik dia." Secara tiba-tiba Dean kaget karena laptonya dikirim virus.


"Anjing, siapa yang berani melawan aku?!" Dean menekan tombol, Aira langsung mundur takut Dean mengamuk jika sampai data dia banyak yang hilang.


Kepala Lea menggeleng, terpaku dengan wajah Dean. Mulutnya mengeluarkan kata-kata kasar sama seperti Aira, setelah Dean menyerang balik tawa langsung terdengar karena berhasil mengalahkan hacker.


"Jangan sebut nama Dean, jika kalian mampu melawan aku." Dengan kata ekspresi banyak gaya Dean membanggakan dirinya sendiri.


"Ini pertama kalinya Kak Dean menang? dulu sampai menangis tujuh hari tujuh malam tidak ingin sekolah, dan mengurung diri hanya karena data file dihapus hacker." Ai tertawa terpingkal-pingkal.


Mulut Aira langsung diremas kuat oleh Dean karena membocorkan rahasia lamanya, hanya karena pernah kalah Dean samapai satu bulan mengurung diri demi bisa menguasai komputer.


"Ada yang hilang tidak Dean? Kenapa tiba-tiba laptop kamu di hack?"


Dean langsung diam mengecek kembali datanya, dan melihat semuanya aman hanya ada satu folder yang membuat Dean binggung.


"Folder apa ini?" Dean menatap aira yang mendekat, Lea dan Blackat juga mendekat.


Dean menutup laptopnya, suara perempuan teriak-teriak sedang berhubungan menggema.


"Di mana mematikan volumenya?" Dean mengacak rambutnya.


Lea langsung mematikan, menatap Dean yang sudah pucat, Blackat sudah pergi keluar, mual-mual karena melihat langsung sepasang pemain film dewasa sedang bermain secara langsung.


Hanya Aira yang tersenyum lebar sambil mengigit bibir bawahnya. Hal yang jarang dirinya lihat akhirnya muncul meskipun hanya beberapa detik.


"Dean! Kamu gila ya? Kenapa kamu menyimpan film seperti itu?" Lea memukuli Dean yang langung meringis kesakitan.


"Demi allah aku tidak menyimpannya." Dean menatap tajam dia bahkan tidak tahu jika folder tersebut ada di laptopnya.


Pertengkaran Dean dan Lea terdengar, Lea memarahi Dean karena mencemari matanya yang masih suci.

__ADS_1


Dean tidak terima di salahkan, dia memang tidak tahu apapun soal film dewasa yang sempat mereka lihat.


"Minggir, aku malas berbicara sskrang." Dean berjalan keluar mendekati Blackat yang masih merinding.


Keduanya saling pandang, Dean memastikan jika dia tidak pernah menyimpan video yang tidak baik.


"Jangan membahasnya, aku tidak menyukainya." Black memang ssudah dewasa, tapi hanya sebatas tahu tidak berencana untuk melihat secara langsung.


Di dalam ruangan Aira membuka kembali laptop, mengklik data lain, film yang berbeda muncul membuat Lea kebingungan.


Kepala Dean mengintip di pintu, begitupun dengan Black yang melihat ke dalam setelah mendengar suara film diputar kembali.


Rekaman video Aira percepat, Lea duduk di samping Aira memperhatikan video. Ai cengar-cengir menyukai suara yaang terdengar pelan.


Lebih dari lima video muncul, barulah Aira menghentikan karena melihat film di gedung lama tempat Anggrek kehilangan nyawa.


Ini bangunan itu? Berarti pasar pemuda ini memang melakukan hubungan dewasa." Lea menhela napasnya melihat para remaja yang berciuman liar.


Rekaman masih lanjut saat ada suara pemukulan, muncul seorang pria yang hanya terlihat sampai dadanya. Perdebaatan terjadi, di dalam rekaman saat para pemuda menyerang satu pria dewasa.


"Rekaman apa itu Aira?" Dean dan Blackat muncul, ikut duduk melihat rekaman.


"Aku rasa ada yang hack komputer milik seseorang , lalu menyerang kamu jika kamu kalah maka dia akan menghacurkan segala bukti, tapi jika kamu berhasil dia meninggalkan folder ini." Ai mematikan rekaman, tidak berani menonton lebih lanjut membiarkan Black dan Dean saja yang menontonnya.


"Ingat hanya nomor enam, atas bawah jangan dilihat, sepertinya folder ini memang tempat penyimpan film dewasa." Lea memperlihatkan daftar film yang mencapai seratus lima puluh.


Black menatap Dean, saling pandang karena tidak mungkin mereka menonton berdua.


"Jika kalian tidak ingin, Aira saja. Aku suka melihat film seperti ini." Senyuman Aira lebar, menatap dea yang langsung menyiapkannya.


Ai memang sudah dewasa, tapi Dean tidak mengizinkan berulah karena jika Juan tahu dia pasti marah besar.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN TAMBAH FAVORIT

__ADS_1


***


FOLLOW IG VHIAAZAIRA


__ADS_2