SELEBRITI BUKAN ARTIS

SELEBRITI BUKAN ARTIS
BUKAN SAUDARA KANDUNG


__ADS_3

Mobil Lea sampai di rumah kedua orangtuanya, kedatangan Lea disambut dengan baik. Pelukan lembut penuh kasih sayang mendarat, Mama Lea mengecup keningnya.


"Pa, Lea pulang." Mama memanggil suaminya.


"Halo sayang, kenapa sulit sekali meminta kamu kembali?" Papa memeluk Lea yang tersenyum manis.


"Maafkan Lea, Mama dan Papa baik-baik saja?"


Kepala Papa mengangguk, merangkul Lea agar duduk di sofa untuk berbicara karena Lea sudah berbulan-bulan tidak pulang.


Hati Lea sakit mendengar Aira dan Dean menjelekkan kedua orangtuanya, sedangkan Lea sangat mengenal mereka sebagai orangtua yang sungguh luar biasa.


Suara langkah high heels terdengar, Lea menatap Kakak iparnya yang terlihat semakin cantik, juga Anggun.


"Anggia akhirnya kamu pulang,"


"Kakak." Lea berlari kencang ke arah kakak laki-lakinya.


Senyuman Kakak ipar Lea terlihat dipaksakan, menatap dua bersaudara yang saling berpelukan.


"Kakak, kenapa pulang tidak memberitahu Lea?"


"Maafkan Kak Brayen, salah kamu sendiri yang jarang di rumah. Sengaja ingin memberikan kejutan." Pelukan Brayen erat penuh kasih sayang.


Senyuman tipis Lea terlihat menatap Kakak iparnya yang tidak bisa memberikan keturunan kepada keluarga mereka.


Di dalam kamarnya Lea memperhatikan foto Adiknya Anggrek, menghela napasnya berkali-kali mencoba melupakan apa yang di ucapkan oleh Aira dan Dean.


Sampai larut malam, Lea tidak bisa tidur. Mengirimkan pesan kepada Aira, cara agar dirinya bisa mempercayai ucapan Ai.


Tidak membutuhkan waktu lama, Aira hanya mengirimkan gambar jari tengah. Melihat gambar membuat Lea membuang handphonenya, memejamkan matanya.


Suara barang jatuh terdengar, Lea langsung berlari keluar mengintip dari balik kamar Kakaknya.


Terdengar perdebatan antara keduanya, Brayen langsung melangkah pergi, istrinya mengejar sambil menangis.


Bau minuman tercium, Lea baru tahu jika Kakak lelaki sering minum-minuman. Cepat Lea menyelipkan ke kamar kakaknya.


"Astaghfirullah Al azim, apa ini?" Lea memegang beberapa foto Aira yang berhamburan.

__ADS_1


Cepat Lea bersembunyi, suara pintu ditutup kuat terdengar. Yana menyobek foto Aira, meremasnya sambil berteriak dalam diam.


"Kenapa kamu tidak pernah berhenti mengangumi wanita ini? apa istimewanya anak kecil ini?" kemarahan sangat terlihat, beberapa obat dikeluarkan langsung ditelan.


Melihat beberapa obat berjatuhan, akhirnya Lea sadar jika keluarga tidak dalam keadaan baik. Mengkonsumsi obat terlarang, juga konflik dalam rumah tangga.


Selama hidup Aira hanya tahu dimanjakan, dia tidak pernah kekurangan apapun. Keluarga angkat Lea termasuk keluarga terpandang, juga memiliki banyak bisnis.


"Apa yang tidak aku ketahui di dalam rumah ini?" Lea keluar dari persembunyiannya, menatap kakak iparnya yang sudah terlelap tidur setelah meminum obat.


Pelan-pelan Lea keluar, kembali ke kamarnya langsung mengambil tas melangkah pergi. Tanpa pamitan dengan siapapun, mobil Lea meninggalkan rumahnya.


Kepala Lea semakin pusing, dia binggung harus melakukan apa? sepanjang perjalan Lea hanya berbicara sendiri. Dia ingin balas dendam kepada orang yang sudah menyakiti Adiknya, tapi sekarang Lea bertanya kembali apa dirinya mampu.


"Bagaimana jika keluarga aku yang menyakiti Anggrek? apa aku bisa membalaskan rasa sakit? Kak Black benar, kebenaran yang diutamakan. Jika meminta keadilan, takutnya menyakiti." Air mata Lea menetes, tidak tahu cara apa yang terbaik untuk menyelesaikan masalahnya.


Tanpa sadar Lea langsung membanting setir mobilnya, menabrak pohon di pinggir jalan. Kepala Lea terbentur membuatnya mengeluarkan darah.


Beberapa orang memukul mobil meminta Lea keluar, pintu mobil terbuka Lea menatap seorang pengendara roda dua terjatuh.


"Tolong bawa ke rumah sakit,"


"Saya minta maaf,"


"Apa Nona terluka? bukannya itu yang seharusnya dipertanyakan. Tidak ada yang menginginkan musibah, bawa saja korban ke mobil saya." Kepala Juan menunduk meminta Lea juga ikut ke rumah sakit untuk diperiksa.


Sesampainya di rumah sakit, korban langsung ditangani oleh dokter. Juan duduk di samping Lea yang memegang kepalanya.


"Kamu terluka? sebaiknya diobati." Juan menyingkap rambut Lea mengobati luka dikening.


"Terima kasih Juan,"


"Apa Aira menyusahkan kamu?"


Kepala Lea menggeleng, dia dan Aira baik-baik saja. Lea hanya sedang banyak pikiran sehingga tidak konsentrasi.


"Bagaimana kondisi korban?"


"Dia baik-baik saja, mereka hanya ingin mengambil uang dari kamu, aku beberapa kali melewati jalur itu, dan diberhentikkan secara tiba-tiba." Kepala juan tertunduk memainkan ponselnya.

__ADS_1


Senyuman Lea terlihat, mengucapkan terima kasih kepada Juan. Dia dipertemukan dengan orang baik untuk kesekian kalinya.


"Lea, mungkin Aira terlihat sangat sombong juga kasar, cara bicaranya sangat kurang ajar. Tetapi sebenarnya Ai sama seperti mami, dia wanita mandiri juga selalu berusaha menyelesaikan masalahnya tanpa melibatkan orang lain. Memperlihatkan sikapnya yang jahat. Kamu banyak sabar dan jangan tersinggung."Juan langsung berdiri pamit ingin pulang, berharap Lea menjadi tempat aira berbagi masalah.


Senyuman Lea terlihat, membiarkan Juan pergi. Sikap Aira dan Juan berbanding terbalik, mereka kembar namun sikapnya jauh berbeda.


Selesai membayar ganti rugi juga kerusakan, Lea beranjak pergi. Dikarenakan mobilnya rusak, terpaksa menghubungi karyawannya namun tidak ada yang menjawab.


[Kakak di mana? jemput Lea di rumah sakit.]


[Kenapa kamu di sana?] Blackat langsung bergegas menjemput Lea yang tidak terlalu jauh dari dirinya.


Sampai di rumah sakit, Lea lansgung naik menatap Black yang menggunakan baju serba hitam seperti ada orang yang meninggal.


"Kenapa kamu di rumah sakit?"


"Nabrak orang, jangan tanya lagi. Aku ingin bertanya satu hal, apa benar kita bukan saudara kandung?'


"Dari mana kamu tahu?"


Lea memukul dasbor mobil, tidak ada keterkejutan sama sekali. Blackat sepertinya memang sudah tahu, dan dia santai saja menanggapinya.


Sekarang Lea paham kenapa Black lebih mementingkan karirnya, daripada mencari kebenaran soal kematian Anggrek.


"Jangan salah paham Lea? banyak hal yang harus kita bicarakan. Hubungan kita tidak baik, dan aku tidak punya waktu menjelaskan keadaan ini kepada kamu." Black menatap Lea yang meneteskan air matanya.


Lea menatap kembali gambar jari tengah yang Aira kiriman, dibalik gambar kurang ajar Aira, dia menunjukkan satu fakta yang mengejutkan soal hubungan Black dan Lea.


Air mata tidak ingin berhenti menetes, hati Lea terasa perih karena banyak sekali rahasia di dalam keluarganya.


"Aira pernah berkata, jangan cari tahu apapun jika kamu sendiri tidak tahu hubungan keluarga seperti apa. Aku pikir keluarga harmonis sudah pasti bahagia, tapi kenapa ini tidak pada Lea?" Kedua tangan Lea menutup wajahnya menangis sepuasnya.


Black hanya bisa diam, Aira memang keterlaluan. Dia mengungkapkan fakta sesuka hatinya, apapun tujuan Aira tidak dapat Black pahami.


"Dasar Ratu drama, kamu memang licik Aira. Ungkapan semuanya sampai akhirnya muncul ke publik." Batin Black menahan kesal.


***


follow Ig Vhiaazaira

__ADS_1


__ADS_2