
Semuanya terdiam, Dean berdiri dari atas tubuh Elo karena sudah jatuh pingsan. Lea membantu Dean untuk berdiri mengendalikan emosinya.
Black menghela napasnya pusing melihat tingkah laku Isel yang sangat mengejutkan, Black sudah panik Aira sudah mengamuk Dean lebih parah lagi hampir membunuh karena melihat keponakannya penuh darah.
"Isel sialan! Aku sudah hampir gila melihat dia didekati oleh Elo." Hentakan kaki Ai terdengar.
Mereka tidak punya pilihan selain pindah tempat dan menyingkirkan Elo dari sekitar gedung jika perlu meminta kepolisian untuk menemukannya.
"Bagaimana jika polisi tahu sidik jari kamu Dean? Kedua tangan Elo pasti cacat karena telapak tangannya bolong semua." Black menatap Dean yang juga pusing karena membuat masalah baru.
"Aku tidak takut soal identitas diri. Keluarga kami tidak ada yaang terdaftar karena identitasnya dilindungi dan salah satu keluarga yang tidak memiliki sidik jari." Itu salah satu keistimewaan keluarga mereka yang dilindungi oleh negara.
Tawa Blackat terdengar, dia lupa siapa Dean dan keluarganya yang semuanya memiliki gelar dan status tinggi.
"Aku yang akan mengurus Elo, ini dipastikan aman." Tatapan Lea penuh keyakinan.
Di dalam bangunan Isel menyusun kembali penggorengan pink dalam kotak hadiah tidak ingin Aira mengamuk.
Suara Ai terdengar memanggil Isel,membalik badannya dan menyingkap bajunya melihat perutnya yang merah.
"Bau apa ini? Jus semangka. Ini punya Ai, kamu mencuri ya Isel?" Ai langsung berlari ke arah pendingin es melihat seluruh minumannnya habis tidak tersisa satupun.
"Isel minta, bukan mencuri." Wajah memelas terlihat menunjukkan luka goresan di perutnya sampai ada darahnya.
"Mengambil yang bukan milik itu namanya mencuri." Senyuamn Lea terlihat menatap Isel yang sangat dicintai oleh Ai bahkan Dean sekalipun.
Dia mata Lea, Isel gadis paling beruntung sebagai cucu satu-satunya wanita tidak heran jika seluruh keluarganya pasang badan untuknya meskipun dia sangat nakal.
"Kenapa kamu menatap aku seperti itu?" Lirikan mata Isel tajam mengunyah makanan yang bukan miliknya.
"Siapa orang yang menyebalkan dalam hidup kamu?"
"Menyebalkan, emh ... Semuanya baik tapi yang menyebalkan Aira dan Dean. Mereka berdua tidak pernah bersikap lembut selalu marah." Kedua tangan Isel terlipat di dadanya dan terlihat sangat menyebalkan.
__ADS_1
"Jika Dean dihilangkan atau menikah apa kamu rela?"
Tatapan mata Isel tajam, kepalanya yang menggeleng. Dia tidak akan mengizinkan wanita manapun yang memiliki Uncle satu-satunya yang paling dia takuti.
Lagian tujuan hidup Dean bukan untuk memiliki keluarga baru, tapi mengejar impiannya untuk menjadi hakim.
Pintu terbuka, Dean dan Blackat masuk melihat Isel yang tersenyum lebar terlihat baik-baik saja.
Tangan Dean memegang komputer yang hancur karena tembakan, dan melihat banyak bekas reruntuhan.
Mereka memutuskan untuk pergi dan tinggal sementara di apartemen Dean dan Juan yang berada di pusat kota, meskipun ramai di sanalah tempat teraman untuk berkumpul.
"Kamu yakin jika pria yang bersama Elo ayah angkat kamu? Berarti Ayah kandung Anggrek dan Anggia." Dean menatap wajah Black yang tiba-tiba melamun seperti memikirkan sesuatu.
Kepala Isel tertunduk, Dean melihat ke arahnya yang sudah membocorkan kepada Black jika pria yaang dulunya dia ketahui sebagai ayahnya bukan ayah kandung Black begitupun dengan Anggrek dan Lea.
Helaan napas Dean terdengar, meminta semuanya mendengarkannya sepertinya mereka semua menyimpan rahasia masing-masing dan memiliki dugaan.
Dikarenakan mereka memiliki pemikiran masing-masing juga terus menebak-nebak, demi keamanan Dean akan menceritakan informasi juga bukti yang dia dapatkan begitupun dengan Black yang akaan berkata dengan jelas apa yang dia ketahui.
"Kamu bukan tidak tahu Lea, tapi tidak memiliki keberanian untuk mengatakan yang sebenarnya terjadi." Dean yakin Lea wanita cerdas, logika dan perasaan lebih banyak menggunakan logika sehingga pikirannya selalu luas, tidak menduga-duga langsung menginginkan fakta.
"Kita berkemas dulu untuk meninggalkan tempat ini jika perlu hancurkan." Black mengambil barang-barang penting begitupun dengan Aira dan Isel yang sudah mendukung tasnya.
Tangan Dean terulur memberikan senjata api kepada Black, meminta berhati-hati jika sampai satu kali digunakan maka Black akan terus menggunakannya.
Senyuman Black terlihat ,mengambil senjata miliknya dan menyembunyikannya. Tidak ingin banyak yang tahu, Black memiliki senjata juga sudah memiliki izin.
Ai terduduk lemas, menatap kotak hadiah sudah terbuka menatap penggorengan berlubang.
"Sabar Aira, jangan terpancing emosi." Tarik napas buang napas Aira lakukan untuk berhati-hati agar bisa berpikir logis.
Beberapa mobil meninggalkan gedung, Dean melemparkan sesuatu sehingga semuanya meledak dan hancur seketika.
__ADS_1
Sepanjang jalan Aira menatap ponselnya melihat kehebohan karena penggemar Blackat membuat trending menginginkan Black kembali.
Bnayaak yang berpikir siaran langsung Aira hanyalah akting bukan sungguhan padahal Black memiliki banyak goresan benda tajam.
"Kakak hitam sudah waktunya kembali, banyak yang rindu. Aira jugaa rindu melihat seorang Blackat yang berjalan gagah di depan kamera." Kedua tangan Ai terlipat memohon.
"Kamu semakin menarik kepopuleran dengan menunjukkan kepada publik hubungan kita." Black tidak ingin Aira membohongi publik terlalu lama karena semuanya tidak benar.
Ai tidak peduli dengan penilai publik, dia menjalani apa yaang membuatnya nyaman juga bahagia.
"Kamu bahagia berpacaran dengan aku?"
"Iya, kita tidak boleh putus sampai suatu hari menemukan pasangan masing-masing." Ai tidak tahu arti cinta, tapi selama dirinya dekat Black tidak saling merugikan maka semuanya baik.
Ai akan melepaskan Blackat jika dia sudah memiliki cintanya, begitupun sebaliknya Ai akan pergi jika sudah memiliki tambatan hati.
Kepala Black mengangguk, dia setuju dengan ucapan Aira dan mereka sepakat untuk berpacaran, dan tidak boleh putus sampai menemukan cinta sejati.
"Bagaimana kita bisa menemukan cinta sejati jika dunia tahu hubungan kita." Kepala Black menoleh ke arah Aira yang masih terdiam.
Helaan napas terdengar, Black pasti sudah mendengar jika wanita di dalam keluarganya dijodohkan di dalam keluarga. Kabar yang sudah lama Aira dengar jika dia dan Dean sudah bertunangan sejak usia lima tahun.
Perjanjian pernikahan antar keluarga Dirgantara daan Rahendra sudah disepakati dua keluarga juga sahabat.
"Kamu menerima perjodohan itu? apa tidak diizinkan menolak?"
"Ai tidak memiliki alasan menolak Dean, dia tampan, mapan, bertanggung jawab, dan sangat baik meskipun sikapnya keras. Perjodohan bisa dihentikan jika Dean yang memutuskan." Kedua bahu Aira terangkat dan dia tidak pernah mendengar Dean menangapi hubungan mereka.
"Bukannya Dean memiliki pacar?"
Kepala Aira mengangguk, dia memiliki pacar bukan istri, yang ditentukan istri bukan pacar. Mereka memiliki kebebasan soal pacaran, tapi untuk istri melibatkan semua keluarga.
"Pantas saja papi kamu tidak suka aku,"
__ADS_1
"Papi sebenarnya baik, tapi tidak tahu kenapa posesif sekali." Tawa Aira terdengar meminta Black lebih berjuang lagi untuk menaklukkan hati Papinya.
follow Ig Vhiaazaira