SELEBRITI BUKAN ARTIS

SELEBRITI BUKAN ARTIS
Morning sickness


__ADS_3

Satu minggu sudah Ai pulang setelah konser, jadwal kerjanya juga dikosongkan karena full istirahat setelah persiapan konser yang menguras tenaga.


"Ai bangun kamu ini jadi perawan pemalas sekali, coba pegi ke rumah Juan, sesekali cek kondis Lea yaang sedang hamil muda." Mami meneriaki Aira yaang tidak berhenti tidur.


Lea yang hamil dia yang pemalas dan tidak berdaya seperti terkena efeknya. Ai bahkan tidak bisa mencium bau masakan.


"Mami, Aira harus periksa ke dokter kandungan, tubuh Ai sakit semua, kepala pusing, mual dan lemas tidak berdaya." Aira berjalan sambil berpegangan, langsung mual dan matanya merah.


"Kamu sakit?"


Kepala Aira menggeleng, dia tidak mengerti dengan tubuhnya yang tidak mendukung sama sekali.


Aliya akhirnya membawa Ai ke dokter kandungan ditemani oleh Juna yang mengkhawatirkan Adik bungsunya.


"Kenapa periksa harus Dokter kandungan?"


"Baca ini Kak Juna, tanda kehamilan mual, muntah, sakit kepala, lemas, tidak menyukai sesuatu, menyukai bau dan makanan asam, kerjaan Aira tidur terus. Kemungkinan besar Aira hamil." Ai meminta Mami memijit kepalanya yang sakit.


"Hamil anak siapa kamu?" Juna menatap tajam tidak suka dengaan ucapan adiknya.


"Emh ... Benar juga, bagaimana Aira bisa hamil?" Ai merengek langsung menangis kepada maminya karena hamil tanpa suami.


Melihat rengekan Aira membuat Al juga pusing, meskipun Aira nakal tidak mungkin dia berbuat sesutu yang merugikannya.


Angga juga tidak mungkin melakukan sesuatu yang salah, dia sangat menjaga wanitanya.


"Ayo kita periksa , Nak." Al membantu Aira berjalan masuk untuk mengecek kandungannya.


Juna geleng-geleng kepala karena tidak tahu harus komentar apa. Aira tidak ada kepanikan sama sekali pergi ke Dokter kandungan.


"Di mana suaminya?"


"Belum ada Dok, cobalah lihat berita kita baru tunangan." Aira merasa kesal karena banyak pertanyaan.


"Lalu hamil apa?"


"Mana Aira tahu, hamil kodok kucing, curut sekalipun. Lihat saja di rahim Aira ada apa?" Ai menagis kembali karena perutnya rasanya ingin mual kembali.


"Dokter geleng-geleng, tidak terlihat appaun di rahim Aira yang kosong bahkan cacing juga tidak terlihat. Dokter merasa, Ai salah penyakit.


"Bagaimana kondisi Adik saya, Dok?" tanya Juna dengan tatapan cemas.

__ADS_1


"Tidak ada apapun Dokter Juna, dia mungkin hanya demam biasa, lihat saja ini tidak ada apapun." Dokter menunjukkan hasil pemeriksaan.


Mami dan Juna semakin binggung, saat malam Aira sangat aktif tidak merasakn apapun, makanan juga sangat lahap.


"Istri kembarannya yang hamil, tapi menantu saya baik-baik saja dia bahkan bebas melakukan apapun, tapi Aira yang terkena efeknya." Aliya menjelaskan sangkut pautnya kondisi Aira dan Kakak iparnya.


Dokter langsung tertawa merasa lucu dengan anak kembar yang memang selalu terjadi keanehan salah satunya saat hamil.


"Nona Aira muntah-muntah karena anak kakaknya." Dokter baru teringat soal pasien Dokter Salsa yang bernama Lea.


Ketiga orang langsung melihat ke arah Aira yang tidur sambil mendengkur, saat pemeriksaan dia bisa langsung tidur tanpa mengatakan apapun.


"Maaf Dok kita membuat keributan saja di sini, kita pamit untuk membawa anak satu ini pulang." Juna menggendong Aira yang tidak ingin bangun.


Aliya menutupi wajah putrinya karena tidak ingin ada yang melihat dan mengenalinya. Bisa terkena berita besar jika sampai ketahuan media.


"Ai bangun, kamu belum makan." Al tersenyum melihat putrinya yaang begitu santai menanggapi jika dia hamil.


Tanpa Aira mengerti jika hamil karena hubungan suami istri bukan asal hamil saja. Sikap lucu Ai mungkin akan turun kepada anak Juan.


"Bagaimana jika anak Juan juga perempuan pasti jiplakan Aira, dia sangat menyayangi Aunty selebritinya." Tawa Juna dan Mami Al terdengar.


"Kenapa kalian tertawa, apa yaang Dokter katakan?"


Mami tersenyum manis karena Aira tidak hamil, tidak sakit, dia hanya sedang mengalami morning sickness bagi Ibu hamil.


Ekpresi Aira nampak binggung, dia tidak hamil namun terkena morning sickness yang biasa terjadi kepada ibu hamil dan suaminya.


Kejadian normal karena Juan dan Aira saudara kembar yang memiliki ikatan batin yang kuat.


Bibir Aira monyong langsung menagis, dia selama sembilan bulan harus mual dan menanggung derita karena keponakanya yang kurang kerjaan.


"Jangan menagis Ai, ini tidak akan berlangsung lama. Secepatnya Aira akaan kembali normal." Mami memeluk Putri kesayangan yang sangat mengemaskan.


"Aku akan menuntun mereka, Kak Juan yang buat anak, kenapa Aira yang dapat sakitnya?" Ai menangi sesegukan bersumpah jika hanya mendengar suara bukan melihat langsung cara membuat anak.


Juna tertawa terpingkal-pingkal melihat Aira menyesal mengintip Kakaknya Juan membuat anak karena dia yang menanggung efek sampingnya.


Sesampainya di rumah Aira menangis histeris membingungkan Papi yang sedang bermain dengan keenam cucunya.


"Aunty kenapa sedih? Husein langsung menghampiri Aira yang teriak-teriak.

__ADS_1


"Ada apa?" Altah kaget melihat Juna dan Mami yang menahan tawa.


Mami menceritakan apa yang terjadi di rumah sakit soal kondisi Aira, dia mengalami efek dari kehamilan Lea.


Juna menghubungi Juan memintanya pulang ke rumah bersama Lea agar bertanggung jawab atas apa yang tejadi kepada Aira.


Tidak butuh waktu lama, Juan langsung tiba dan kaget melihat adiknya menagis di tangga meraung-raung seperti anak kecil.


"Ada apa Kak?"


Lea langsung tertawa melihat Aira yang menangis. Merasa lucu karena Ai membuat masalah baru lagi.


"Babi kamu Lea, bisa kamu tertawa dan Aira yang ... Yang sakitnya. Ai ada jadwal shooting gara-gara anak kamu tidak bisa shooting. Babi." Tangisan Aira terdengar sangat besar.


"Kamu yang Babi,"


Juan menutup mulut istrinya, Aira langsung ingin menyerang Lea karena tidak suka melihatnya.


"Siap musuh bebuyutan datang lagi," ucap Altha yang mati pelipisnya.


"Kalian yang membuat anak kenapa Aira yang sakit." Ai mengusap air matanya yang terus tumpah.


"Ya sudah maaf ya Dek, sini peluk." Juan merentangkan tangannya.


"Tidak mau, minta duit beli es krim." Ai menangis kembali karena tidak suka apa yang ia bicarakan.


"Lea juga mau es krim." Tangan Lea mendadak meminta uang kepada Papi Altha.


Juna dan Mami hanya bisa menutup mulut menhan tawa, merasa gemas tidak sabar ingin menunggu lahir.


Mora berlari membawa es krim, memberikan kepada Aira yang langsung diam saat melihat makannya yang dia suka.


"Aduh ... Mami tolong, nanti Aira gemuk sebentar lagi Aira ingin menikah." Es krim masuk ke dalam mulutnya.


"Aunty ini munafik sekali, bicaranya tidak mau, tapi mulutnya penuh. Niat mora ikhlas jadinya kesal." Es krim langsung di sita, diiringi tangisan Aira yang minta lagi.


Senyuman Aira terlihat saat Angga datang langsung memeluknya dengaan sangat erat. Ekpresi Angga binggung melihat Aira yang aneh.


***


follow Ig Vhiaazaira

__ADS_1


__ADS_2