
Berita heboh yang sudah tersebar membuat staf banyak yang lembur untuk mengontrol keadaan, apalagi nama Black yang dibawa.
"Kenapa bisa aku yang menghamili Silvi? menyentuh wajahnya saja hanya karena acting." Kening Blackat memiliki banyak kerutan terheran-herna dengan akun gosip yang membesarkan masalah.
Tawa Gilang terdengar, Blackat jangankan menghamili anak orang adegan ciuman saja menggunakan pemain pengganti.
Shooting Black dihentikan sementara, bersamaan dengan serangan dari Lea yang menuntut Silvia karena pencemaran nama baik.
"Lea sudah ada di perusahaan?" Blackat menatap Gilang yang menganggukkan kepalanya.
Senyuman Black terlihat, bersyukur karena Lea semangat untuk bangkit meskipun Blackat tahu tidaklah mudah.
Pesan singkat dari Aira masuk, meminta Black menemuinya di restoran mahal, ada banyak wartawan gosip yang sedang mencari pemberitahuan soal mereka.
"Kenapa Ai ingin bertemu?"
"Black, gosip tentang kamu sudah sering sekali muncul namun tidak merusak hubungan kalian. Aku yakin banyak sekali yang penasaran dan ingin memastikan jika ini bukan settingan." Tablet Gilang diarahkan kepada Black yang tersenyum kecil.
Black ditemani oleh tim nya sengaja muncul di restoran yang di janjikan, beberapa tempat sudah ada wartawan yang mengintai.
"Aira sudah datang?"
"Sudah Black, langsung masuk saja." Pengawal mempersilahkan.
Pintu ruangan khusus terbuka, Aira asik makan sebelum Black datang. Black duduk menatap Ai yang sangat santai dan tenang.
"Ada apa?"
"Duduk, Kakak hitam ingin makan apa?"
"Bagaimana kondisi Lea?"
"Dia sangat baik bahkan mengambil ciuman pertama kak Juan, jangan khawatirkan wanita licik itu,"
Wajah Black langsung kaget, Aira begitu santainya menanggapi pembicaraan yang tidak seharusnya dibahas oleh dua orang yang tidak ada ikatan.
__ADS_1
"Kenapa kamu meminta aku ke sini?"
"Memastikan jika Kakak hitam dalam keadaan baik,"
Senyuman Blackat terlihat, mengambil makanan yang tersedia di atas meja. Perhatian kecil yang Aira lakukan membuat Black terharu.
Meksipun Aira masih muda, dan sikapnya yang keras dan jahil membuat Blackat merasa jika Ai wanita yang sangat spesial. Belum ada wanita yang secara terang-terangan ingin sedekat Ai.
"Ai, bagaimana hubungan kamu dan Dean?"
"Kenapa? apa harus ada sesuatu?"
Kepala Blackat menggeleng, dia hanya ingin tahu jika keduanya dalam keadaan baik. Tidak ingin kedekatan yang dilihat membuat renggang.
"Kakak hitam tidak perlu mengkhawatirkan hubungan kami, aku dan Dean tidak akan pernah memiliki hubungan buruk. Aira pastikan itu,"
Pintu secara tiba-tiba terbuka, beberapa pengawal berjatuhan di depan pintu. Imel melangkah masuk melihat ke arah Aira dan Blackat.
Tangan Ai terangkat, meminta pengawal pergi semua. Ai bisa mengurus keberadaan Imel yang sedang kacau.
"Ternyata benar kalian ada di sini. Aku tidak ingin melanjutkan pertengkaran dengan kamu Ai, dan ingin membantu Kak Black untuk menyingkirkan Silvia." Imel duduk menatap Black yang sudah berhenti makan.
"Mel, aku tahu kamu yang memberikan perintah kepada Silvia, hidup wanita itu akan semakin hancur Mel." Black tidak ingin membela di posisi Lea ataupun Imel, keduanya adik bagi Black dan ingin keduanya akur.
"Kak, Imel tidak tahu apapun. Cukup perusahaan saja yang hancur, Papi juga marah besar meminta Imel bertanggung jawab. Bagaimana jika Imel masuk penjara?"
"Tidak semudah itu bodoh, jika mereka membawa kamu ke penjara maka nama baik keluarga Taher akan tercoreng, hal itu jauh lebih dihindari. Kalian bukan keluarga Rahendra, tapi Taher. Mereka terlihat baik, tapi aslinya begitu kejam." Ai menatap Imel yang tidak suka dengan jawaban Aira yang menjelekkan keluarganya.
Rencana Imel, Papi dan Kakak Kevin sudah tercium oleh Aira. Mereka ingin melenyapkan nenek Taher sampai menyerahkan seluruh warisannya.
"Aku tidak mengerti ucapan kamu, Ai? ini fitnah,"
"Benarkah, lalu kenapa kamu meracuni pengawal dan tidak asisten pribadi Nenek Taher? bukannya sekarang dia terkurung." Ai menunjukkan sesuatu kepada Imel jika segala kesalahan yang dilakukan penyelidikan soal kasus Anggrek meninggal yang ternyata sebenarnya Imelda yang asli.
Ada beberapa dokter yang terlibat, keadaan yang terus memburuk membuta Papi Imel tidak punya pilihan sehingga harus mengorbankan satu orang.
__ADS_1
"Nenek Taher orang yang akan bertanggung jawab atas kesalahan kalian. Wanita tua itu akan mati oleh anaknya sendiri." Kepala Aira menggeleng, dia tidak menyangka jika dugaannya benar.
Sejahat itu keluarga Taher yang menyingkirkan penerus keluarga dengan cara yang keji.
Tatapan mata Imel sudah menjadi jawaban, apa yang Mami Aliya ucapkan ternyata benar jika keluarga Taher tidak memiliki penerus wanita karena Papi Imel menyingkirkan mereka semua.
"Lalu apa yang bisa kamu lakukan Ai?"
"Sudah coba dihentikan, tapi ternyata nenek Taher cukup keras kepala. Kalian juga sampai saat ini masih gagal mendapatkan warisan." Tawa kecil Aira terdengar, meminta Imel juga segera meninggalkan keluarga itu.
Suatu hari dia akan berada di posisi Nenek Taher, harus dilenyapkan. Sejarah keluarga yang dipimpin oleh seorang wanita akan segera berakhir.
"Ini peringatan terakhir aku, jika masih memiliki kesempatan lari, maka berlarian." Kedua alis Ai terangkat meminta Imel memahami pilihannya.
Tangan Black menahan Imel yang ingin pergi, Black tahu jika di dalam lubuk hati terdalam adik kesayangannya masih ada. Anggrek hidup di dalam hati kecil Imel.
Selamanya Tangan Black terbuka lebar, siap menyambut kepulangan Adiknya kapanpun Imel ingin. Black tidak akan pergi sebelum Adiknya kembali.
"Lepaskan aku! sampai kapanpun aku akan tetap menghancurkan kamu!" Imel menunjuk ke arah Aira yang mengerutkan keningnya.
"Masih belum menyerah juga, padahal nenek Taher sudah memperingatkan jika tidak boleh mengusik putra dan putri dari dua wanita kembar yang lahir dari seorang wanita psikopat." Sebelum Imel pergi, Aira memperingatinya untuk kesekian kalinya jika dirinya bukan lawan keluarga Taher.
Pintu tertutup kuat, Black merasa khawatir kepada Imel, takut jika dia benar-benar akan menjadi korban selanjutnya..
Hati Imel sudah tertutup rapat sehingga sulit bagi mereka untuk memintanya baik secara kasar apalagi halus.
Jika Imel tidak ingin mundur secara baik-baik maka dia sendiri yang akan terluka karena keputusan yang salah.
"Apa yang sebenarnya sudah dilakukan mereka Ai?"
"Aku tidak tahu pastinya, Mami hanya memperingati jika Nenek Taher sekarat. Saat penyelidikan selesai, kematian nenek Taher diumumkan dan dia juga orang yang akan menjadi kambing hitam." Ai tahu jika pengumuman itu tidak mudah, sebelum Papi Imel mendapatkan warisan.
"Berarti jika warisan tidak pindah tangan maka mereka tidak akan mengumumkannya,"
"Mereka pasti mendapatkan warisan karena Nenek Taher sangat menjaga keluarga tidak ingin tercoreng sedikitpun." Ai pastikan saat pengadilan menyatakan nenek Taher bersalah, hari itu juga pengumuman kematiannya.
__ADS_1
***
follow Ig Vhiaazaira