SELEBRITI BUKAN ARTIS

SELEBRITI BUKAN ARTIS
KEMBALI


__ADS_3

Lama semua memilih diam, akhirnya Juan yang tidak tahu apapun akan bertanya apa yang seharusnya mereka ketahui.


"Kalian tahu jika Anggrek dan Anggia bukan anak kandung Ibu dan Ayah angkat Blackat?"


Kepala Black mengangguk, dia tahu jika bukan kandung karena Ayah angkatnya mengatakan jika Putrinya telah tiada. Black yang saat itu masih kecil tidak tahu apapun.


Melihat Ayah bersama Elo, membuat Black yakin jika mereka berkerja sama untuk menyakiti seseorang.


Dean juga menganggukkan kepalanya, dia juga tahu namun belum menemukan bukti yang kuat.


Lea dan Aira saling pandang sambil menggeleng, mereka tidak tahu karena tidak mengenal sosok Ayah.


"Lalu ...."


"Tunggu Lea, kamu tidak disarankan bertanya. Jika terus dipertanyakan ini akan menjadi perdebatan. Black dan Dean hanya tahu, tapi belum tentu itu benar karena tidak ada buktinya." Juan memutuskan ucapan Lea yang sudah menutup wajahnya.


Giliran Black yang ingin bertanya, mereka tahu jika di bangunan lama ada sekumpulan remaja yang bercinta dengan kekasihnya dan ketahuan oleh seseorang. Mereka semua sepakat jika itu Elo, tapi baru saja Blackat yakin bukan Elo yang membunuh Anggrek.


Tatapan Lea dan Aira sama-sama melotot, bukti yang sudah terlihat begitu jelasnya masih dianggap salah.


"Aira binggung jika seperti ini, bagaimana kita bisa menangkap Elo jika semuanya masih penuh tanda tanya." Ai memukul meja membangunkan Isel yang sedang tidur.


Ai terlihat kesal karena sebentar lagi mereka akan menahan Elo setelah Ira juga tertangkap, dan sekarang mengatakan jika bukan Elo pelakunya.


"Kenapa gadis remaja tidak bersalah harus menjadi teka-teki, jika ingin meninggal silahkan cukup berikan kebenaran saja." Ai mengusap air matanya merasa kesal dengan pembicaraan mereka.


"Pelakunya Ayahnya Elo, dia Ayah angkatnya Blackat. Alasan mereka melakukannya karena menginginkan kekayaan keluarga Lea." Isel menatap dengan matanya yang sayu.


Elo sebenarnya juga bukan anak kandung, tapi anak yang diangkat. Keluarga kandung Elo sebenarnya yang membesarkan Blackat.


"Elo membunuh ibu kandungnya karena ingin mengungkap siapa Anggrek dan Anggia sebenarnya. Kak Dean memiliki semua buktinya. Hanya Kak Lea saja yang siap tidak tahu siapa orang tua kandungnya. Apa Isel juga harus mengatakannya? Kak Aira juga jangan berpura-pura bodoh jika kamu memang tahu segalanya." Isel memejamkan kembali matanya, dia kesal mendengar perdebatan yang tidak jelas.

__ADS_1


Juan mengambil memori dan melihat isinya, rekaman penyiksaan Anggrek secara terang-terangan di depan banyak orang.


Dan juga pengakuan Elo jika dia membunuh Ibu kandungannya sendiri karena sudah menjadi beban. Dia tidak sudi menjadi orang miskin.


Mereka melakukan kejahatan yang tidak bisa termaafkan, demi menutupi kejahatan Elo dia meminta Papinya menutup kasus karena jika Elo di penjara semuanya hancur terutama karir Papinya yang saat itu sedang menjabat sebagai orang penting dalam negeri.


"Ini rekaman yang menjadikan Ira seorang istri Elo, dia memegang kartu as yang bisa menjatuhkan Elo." Dean menatap Lea yang hanya diam seperti patung.


Dugaan Aira sepertinya benar, jika bayi perempuan yang meninggal sebenarnya adik kandung Elo, tapi ditukar dengan si kembar.


Terlalu berlarut dalam kesedihan, Ibu memberikan satu anaknya yang sebenarnya bukan Putri kandungnya. Demi keselamatan Anggrek dan Anggia ibu terpaksa memisahkan mereka.


Orang tua kandung Lea, dia orang yang membesarkannya selama ini. Mami dan Papi yang sangat Lea cintai sebenarnya memang kedua orang tua kandungnya, namun mereka tidak tahu.


Hanya Elo yang tahu, dan dia tidak pernah tulus kepada Lea karena tidak ingin kekayaan keluarga angkatnya jatuh ke tangan Lea.


Ai melangkah keluar balkon, menatap langit yang mulai gelap. Aira sudah menduganya sejak awal jika Lea Putri kandung.


"Bagaimana kabar kamu Anggrek? semuanya terbukti. Mimpi kamu benar, kamu buah pinang yang terbelah dua." Senyuman Aira terlihat kasihan kepada sahabatnya yang tidak pernah tahu jika dia memiliki kedua orang tua yang hebat.


Ai mengambil ponselnya hanya satu kali tekan berita soal kematian Anggrek terungkap ke publik.


Dunia akan segera heboh karena hukum yang tidak adil, Aira bukan hanya menghacurkan Elo dan Ayahnya, tapi seluruh pejabat negara yang terlibat mencoba menutupi kasus sehingga tidak adanya keadilan.


"Ada apa ini? kenapa semuanya sudah tayang ke publik. Jika seperti ini kasus ini akan diambil oleh pusat." Dean memukul meja karena bukti yang mereka dapat akan segera disita.


"Sudah aku katakan, Kak Aira itu mengerikan. Dia tahu segalanya, tapi terlihat bodoh seperti tidak tahu apapun." Mata Isel terpejam, memilih tidur karena tidak ingin berurusan dengan Aira.


Tidak ada yang tahu jika Ai yang membocorkan semuanya, Blackat dan Dean hanya bisa terdiam. Akun yang membocorkan tidak bisa dilacak.


"Lea, semuanya akan baik-baik saja. Kamu jangan khawatir, Papi kamu memang salah, tapi ...."

__ADS_1


"Iya kak, Lea baik-baik saja." Senyuman Lea terlihat, menutupi kesedihannya yang sangat dalam atas tersebarnya soal keluarganya.


Minuman Aira berikan kepada Lea, langsung diterima begitu saja. Jika Ai ingin sudah lama dia melakukannya, tapi menyukai proses yang panjang hingga lebih dari tujuh tahun.


Lea pamit ingin pulang, dia harus melihat kondisi Mami dan Papinya. Aira mengikuti langkah Lea sampai ke parkiran.


"Sekarang kamu puas,"


"Bagaimana bisa aku puas jika kamu terluka?"


"Ai, aku tahu ini tidak adil untuk Anggrek, sungguh jika bisa ditukar aku rela Ai mengantikan dia. Sejak kecil Anggrek tidak merasakan pelukan orangtua kandungnya, aku tahu ini tidak adil." Air mata Lea menetes meminta Aira menyampaikan jika Anggrek siap tukar posisi.


Kening Ai berkerut, dia tidak mengerti ucapan Lea. Aira tidak tahu apapun, jika bukan Dean dan Blackat mungkin perkiraan mereka tetap salah.


"Orang yang dimakamkan bukan Anggrek, tapi orang lain. Aku melihat kamu tersenyum manis di depan makam Anggrek. Awalnya aku berpikir jika kamu jahat, tapi ternyata aku yang jahat." Lea melipatkan kedua tangannya memohon kepada Aira untuk mempertemukan Anggrek dan Lea meksipun hanya sekali.


"Aku tidak menyembunyikan Anggrek, dia sudah meninggal. Jangan membuat suasana menjadi aneh." Ai menatap Lea yang melangkah pergi.


Tatapan mata Aira tajam, dia tidak tahu apapun soal kehidupan Anggrek. Ai sangat yakin jika Anggrek sudah meninggal dan dimakamkan.


"Bagaimana bisa Lea berpikir begitu? aneh sekali." Suara tabrakan teriakan terdengar.


Aira berlari kencang melihat Lea terpental dan berdiri seorang wanita cantik yang bagaikan pinang dibelah dua.


"Anggrek,"


"Maafkan aku Anggia, sudah saatnya posisi kita bertukar. Aku tidak ingin hidup bersembunyi. Selamat tinggal." senjata diarahkan kepada Lea.


"Anggrek! bagaimana bisa kamu di sini?"


"Sahabatku Andriana, kamu jahat sekali Ria tidak mengungkap kematian aku, tapi ya sudahlah aku juga tidak membutuhkan kamu. Aku akan membalas siapapun yang membuat aku seperti ini. Aku akan mengalahkan selebriti terkenal dan melenyapkan kamu dari dunia keartisan." Senyuman lebar terlihat menatap Ai yang nampak terkejut.

__ADS_1


***


follow Ig Vhiaazaira


__ADS_2