SELEBRITI BUKAN ARTIS

SELEBRITI BUKAN ARTIS
BERTENGKAR


__ADS_3

Senyuman Isel terlihat memeluk bunganya karena dia juga ingin segera menikah, meksipun tidak punya pasangan.


Tamu mulai sepi, Aira juga sudah berganti baju mencari keberadaan Isel yang masih duduk santai di pelaminan.


"Sel, kamu membuat gaduh saja, Gion dan Ian memukul anak pengusaha yang membuat kamu jatuh," ujar Aira yang baru dapat kabar.


"Biarkan saja, itulah akibat jika menyakiti aku," senyuman manis Isel terlihat tidak merasa bersalah sama sekali.


Suara Diana marah-marah terdengar, kedua anaknya keterlaluan, tidak bisa menjaga nama baik keluarga yang melakukan pemukulan.


"Siapa yang dipukul Kak?" Angga juga baru keluar setelah ganti baju.


"Dua puluh pengawal babak belur dipukuli," balas Diana kesal.


Kepala Gion dan Ian tertunduk, Gemal mengecek tubuh kedua putranya yang tidak tanggung-tanggung memukuli orang.


"Papa mengizinkan bela diri bukan untuk menyakiti, tapi melindungi. Apa yang kalian lakukan membuat keributan?"


"Kita juga membela diri Pa, dia memberikan jari tengah maka berarti siap tempur. Hanya seorang pengecut yang kirim dua puluh pengawal, tapi dia lari. Kita bisa mengejar dia sampai titik darah penghabisan." Ian tidak merasa dirinya salah, siapapun yang menantang apalagi menyakiti adik mereka maka celaka.


Kedua tangan Gemal terangkat ingin meremas kepala kedua anaknya, kepala mereka menunduk, tapi Pikirannya berada di tempat lain sedang menyusun strategi baru.


"Kita sedang berbahagia, satu hari saja kita tenang,"


"Ini berlaku untuk semua, bukan hanya Isel. Siapapun yang berani menantang maka harus dilawan, kita sejak diajarkan keras maka tidak ada alasan untuk diam saja." Gion membungkukkan sedikit tubuhnya langsung melangkah pergi untuk lanjut bersenang-senang.


Senyuman Aliya terlihat, meminta Diana dan Gemal santai saja, mereka anak laki-laki wajar jika sangat ingin menjaga adiknya.


"Sudahlah, biarkan saja. Kirim orang kepercayaan kita saja untuk damai, tanpa merendahkan kedua belah pihak." Alt menepuk pundak Gemal yang pusing dibuat oleh tiga anaknya.


Di atas pelaminan, Isel duduk bersama Aira yang sangat penasaran dengan tujuan bunga Isel.


"Kenapa kamu ingin menikah muda Sel?"


"Kenapa juga harus menunggu tua?" tatapan mata Isel tajam, merasa aneh dengan pertanyaan Aira yang tidak masuk akal.


Ai menendang Isel, memintanya untuk serius. Kebanyakan wanita pastinya mapan, dan puas dengan masa mudanya sangat berbeda dengan Isel yang hanya memiliki mimpi menikah muda.

__ADS_1


"Kak Ai, tujuan kita hidup apa selain menikah? lagian Isel ingin menunggu siapa, tidak ada lelaki normal yang ingin melamar Putri dan cucu konglomerat yang berkuasa. Kecantikan Isel tidak menjamin memberikan kenyamanan, mungkin mereka akan langsung lari." Kening Isel memiliki banyak kerutan karena dia tahu rasanya ditakuti hanya karena Mama Papa Kakek Neneknya orang penting.


Kepala Aira mengangguk, Isel memang tidak memiliki cita-cita dia hanya ingin hidup sesuka hatinya.


"Kak Ai kapan malam pertama? Isel ingin mengintip,"


Tawa Aira terdengar, memukul kuat punggung Isel yang terlalu jujur. Tidak sekalian dia ikut masuk menjadi cameraman untuk mengarahkan ke adegan dewasa.


Tawa Isel juga terdengar langsung memeluk tubuhnya merasa geli, memukul kepalanya agar tidak memikirkan hal gila.


"Apa yang akan kamu lakukan jika berhasil menikah muda?"


"Emh ... tidak sesimpel yang dipikirkan, tapi pasti mengesankan. Aku harus menikah dan main kuda-kudaan." Isel menutup mulutnya karena Aira mengadu kepada Tika jika Isel ingin bermain kuda-kudaan.


"Otak kamu Sel, baru juga remaja pikirannya sudah liar, kamu pikir enak memacu kuda? sakit bodoh." Tika menahan tawa membuat Isel mengerutkan keningnya.


"Tidak benar itu, teman kuliah Isel bilang nikmat. Bahkan Isel pernah melihat langsung mereka naik kedua, maju mundur." Isel langsung pindah tempat duduk saat Tika ingin memukulnya.


Shin dan Lea yang baru datang dan mendengar merinding karena merasa geli dengan cerita gila Isel.


"Seriusan, Isel tidak bohong jika pergaulan di sana bebas, mana ukuran besar semua." Isel teriak karena mulutnya ditutup Shin.


"Kamu di dengar Dean pasti dimarah, tidak baik begitu. Aduh pikiran Lea jadinya membayangkan." Kedua tangan Lea memukul kepalanya.


Tika dan Aira langsung berteriak, merasa geli melihat tingkah Lea yang membayangkannya apa yang Isel bicarakan.


Mendengar suara tawa, Rindi langsung lari mendekat bersama Hana menayangkan hal yang membuat tertawa.


Wajah Hana tersentak kaget saat Isel menyebutkan apa yang mereka bicarakan. Senyuman Rindi terlihat langsung duduk untuk melanjutkan.


"Astaghfirullah, ya Allah." Kedua tangan Hana menutup telinganya langsung melangkah pergi.


Suasana langsung hening saat melihat Hana beristighfar, dia seakan melihat para setan yang tidak beretika.


"Seharusnya kita tidak bicara di depan Kak Hana, membuat dosa saja," sindir Shin kepada yang lainnya.


"Rindi baru datang, tidak tahu apapun. Kalian yang membuat dosa, jangan berbagi." Rindi langsung berdiri angkat tangan jika dia tidak tahu apapun.

__ADS_1


"Ya sudah memang Isel setannya." Tawa Isel terdengar duduk kembali di tempat pelaminan.


Lea memberikan ponsel kepada Aira, memberitahu jika berita kembali heboh karena ada beberapa foto beredar.


Sehebat apapun ditutupi pasti tetap akan bocor, Aira sudah menduganya dan tidak kaget sama sekali.


Antusias penggemar sungguh luar biasa, Ai belum sempat melihat berita yang mungkin banyak menjelekkan atau mensuppor.


"Banyak orang mengkritik fans Kak Ai yang menyalahkan Angga soal pernikahan tertutup." Isel menyodorkan ponselnya kepada Aira agar melihat sendiri.


Kepala Aira menggeleng penggemarnya tidak mungkin menghalangi pilihan Ai dan Angga, mereka hanya segerombolan orang yang ingin menjadi pusat perhatian.


Suara pertengkaran di luar rumah terdengar, Angga dan keluarga yang lain keluar melihat seorang wanita tidak dikenali meminta pertanggungjawaban Angga.


"Kamu tidak bisa mencampakkan aku seperti ini, media akan segera tahu jika aktor yang selalu dipuja menghamili wanita lain dan menikah dengan selingkuhannya." Tangan wanita yang dipegang ingin menampar Angga.


"Sudah lepaskan saja, biarkan dia bicara. Berikan air minum juga agar dia sedikit tenang," Angga yakin kehamilan wanita dihadapannya tidak palsu, hanya saja salahnya menuduh Angga.


"Ada apa ini Dewa?" Dimas menatap Putranya yang tersenyum santai.


Angga memberikan air minum yang langsung habis, wanita hamil merasa sangat kelelahan karena teriak-teriak memanggil Black.


"Sudah tenang belum? jika sudah mari kita bicara." Senyuman Angga terlihat, tangannya terulur meminta wanita dihadapannya mengenggam tangannya.


"Ayang!" teriakan marah Aira terdengar.


"Jika aku memang menghamili, maka maafkan aku. Minuman yang sudah masuk ke dalam perut perlahan akan merenggut nyawa kamu juga anak yang kamu kandung. Jika kalian berpikir aku pria baik itu salah besar, ucapan hater benar aku pria bajingan." Bibir atas Blackat terangkat menujukkan sikapnya yang kasar.


Kepala wanita dihadapan Angga panik, memohon kepada Angga untuk melepaskan karena dia hanya diperintahkan seseorang.


Helaan napas Angga terdengar, langsung berjalan masuk muak melihat manusia yang kebanyakan drama. Tidak paham siapa lagi yang mulai mengusiknya.


Aliya dan Diana saling pandang, baru tahu jika Angga licik juga dan memang tidak mudah mengasihani.


***


follow Ig Vhiaazaira

__ADS_1


__ADS_2