
Pintu kamar terbuka, Dean melihat Aira yang sudah marah-marah karena ada kode rahasia di tangan Isel.
Dean memegang tangan Isel yang sudah terlelap tidur, membaca kode rahasia yang mengartikan jika Isel sedang patah hati.
"Makanya Ai belajar, ini hanya akal-akalan Isel saja. Dia baru saja ditolak Black hanya karena bajunya bolong." Suara Dean meninggi meminta Ai tidak menganggu.
"Uncle, bersihkan make up di wajah Isel,"
"Bersihkan sendiri, memangnya aku pembantu kamu?" Langkah Dean terdengar kembali ke kamarnya.
"Sel, kenapa juga kamu mencintai pria dewasa? lagian Black itu aktor tidak mudah baginya memilih pasangan hidup." Ai memperingati sepupunya untuk tidak melakukan sesuatu di luar nalar.
"Kak Ai itu licik sekali, terkadang diam mainnya rapi, tapi saat melawak juga bermain sangat mengerikan. Isel tidak mengerti apa yang kak Aira inginkan?"
"Aku tahu kamu sebenarnya pintar, gunakan saja otak kamu ini untuk menghasilkan banyak uang, daripada sibuk mengejar cinta. Apalagi coba memahami aku." Ai mengetuk kepala Isel dengan senyuman sinis.
Kepala Lea geleng-geleng melihat dua bersaudara yang saling ingin menjatuhkan. Dua wanita beda enam tahun, tapi sama-sama liciknya.
"Aku mendengar kabar Gion kembali?"
"Sudah satu minggu yang lalu, bahkan dia juga ada di area pesta bersama tim staf dari perusahaan YN entertainment." Lidah Isel terjulur karena tanpa sengaja dia melihat kakaknya yang menjadi agen rahasia di usia yang belum waktunya.
Dia selalu ikut tim tanpa identitas untuk melakukan penyidikan, Gion bahkan pernah bergabung dengan Papanya untuk penyerangan dan menjadi mata-mata.
"Siapa Gion?"
"Saudara kembar Isel, dia calon agen rahasia sejak usia delapan tahun." Ai tersenyum melihat Lea yang terheran-herna.
"Kak Lea juga harus, keluarga Isel dari pihak Papa salah satu orang terpandang yang berkuasa di dunia medis dan pertahanan." Dengan penuh rasa bangga Isel mengagumi keluarganya.
"Keluarga kamu begitu hebat Isel, tapi kamu kenapa menjadi beban?"
Wajah Isel langsung meringis, memutuskan untuk tidur kembali tanpa membersihkan make up diwajahnya.
Suara bel pintu terdengar, Lea langsung membuka. Seorang pemuda masuk dengan senyuman lebar di bibirnya.
__ADS_1
Tanpa mengatakan apapun, dia langsung masuk setelah mencium tangan Lea seperti seorang ratu.
"Innalilahi siapa lagi ini,"
Teriakkan Aira terdengar, langsung memeluk Gion sangat erat. Ai sampai naik ke atas punggung Gion karena sangat merindukan si tampan yang selalu menjadi fotografer gratis.
Teriakan Aira terdengar, menciumi wajah Gion yang juga memeluknya erat. Sudah lama Gion tidak melihat Kakak sepupunya yang sangat dirindukan.
"Apa kabar Gion?"
"Baik Kak, Gion sudah melihat pemberitaan soal Kak Ai. Black aslinya jauh lebih ganteng, aku melihat dia di pesta bersama Kak Ai." Tawa Gion terdengar, langsung tidur di atas tubuh Isel yang langsung teriak-teriak seperti nyawanya di ujung tanduk.
Gion memeluk erat adik bungsunya yang sudah mengamuk, tapi tidak bisa melepaskan pelukan Gion.
Lea tersenyum melihat dari jauh hubungan saudara, seandainya Lea bisa memiliki keluarga seperti Aira. Saling peluk dan rangkul dan menjaga apapun yang terjadi, dan memiliki keistimewaan masing-masing.
"Aku juga ingin sedekat kalian dengan Anggrek, Kak Angga juga. Lea ingin memiliki saudara sedekat itu." Air mata Lea menetes kagum dengan kedekatan antar saudara.
Pintu kamar Dean terbuka, langsung banting pintu berlari melihat Isel sudah menangis sesenggukan karena ulah kakaknya yang menjahilinya.
Gion langsung duduk diam, Isel langsung duduk memukul Gion, menjambak-jambak rambutnya sampai mengigit kuat.
Dean menarik Isel, melihatnya memeluk erat Gion. Kakak pertama pulang setelah beberapa tahun tidak bertemu, Gion hanya merindukan adik nakalnya.
Begitupun dengan Isel yang pastinya sangat merindukan saudaranya, Dean tidak pernah tahu rasanya memiliki adik.
"Hai Uncle, apa kabar? Gion pulang dengan selamat, terima kasih Uncle sudah menggantikan Gion untuk menjaga Isel." Senyuman Gion terlihat, mencium tangan Dean yang menghela napasnya.
"Selamat datang kembali, aku tahu kamu menjalankan tugas, tapi kembalilah untuk melanjutkan pendidikan. Sehebat apapun kamu, pendidikan itu penting." Tangan Dean mengusap kepala keponakannya.
"Abang, Isel patah hati. Cinta Isel ditolak dua kali,"
"Siapa yang berani melakukannya?"
"Blackat." Dean langsung duduk menatap Gion yang tidak terkejut sama sekali dengan nama Black.
__ADS_1
Gion menyalahkan Isel yang menyukai seseorang tidak pada tempatnya, Black pria dewasa yang selalu menjadi pusat perhatian publik, tidak mudah baginya bisa berhubungan dengan orang di luar keartisan.
"Jangan mencintai seseorang yang tidak menginginkan, kodrat seorang wanita dia yang dikejar bukan mengejar." Gion mengusap air mata adik kesayangannya.
"Abang juga punya banyak pacar,"
"Hanya untuk bersenang-senang saja, tidak ada alasan pastinya." Senyuman Gion melihat ke arah Lea yang hanya diam menatapnya.
Mata Gion melihat dari ujung kaki sampai kepalanya, Lea juga memperhatikan dirinya merasa tidak nyaman diperhatikan oleh pemuda yang masih remaja.
"Jangan ditatap seperti itu Gion, dia wanitanya Juan. Kamu ingin bertarung dengannya?"
"Soal bela diri Gion pasti menang, tapi soal kecerdasan langsung terlempar jauh." Tawa Gion terdengar, cukup kaget karena Juan yang terkenal dingin memiliki wanita di sisinya.
"Kenapa wajahnya mirip dengan CEO dari YN entertainment? tapi yang ini lebih cantik, satunya banyak operasi dan perawatan." Gion melihat ke arah Aira yang tersenyum kecil.
Ai mejelaskan hubungan Imel dan Lea yang sebenarnya saudara kembar, dan keduanya berselisih karena sebuah alasan.
"Kakak cantik, berhati-hatilah. Imel Taher wanita licik, dibalik wajah cantik dia bertopeng iblis begitupun dengan keluarganya." Gion tidak ingin ikut campur, hanya bisa memperingati Lea jika Adiknya sangat kejam.
Air mata Lea menetes, dia ingin membawa Imel kembali. Tidak peduli sekejam apa keluarga Taher, dia ingin Adiknya kembali kepada keluarganya.
"Aku tidak peduli dengan keluarga Taher, yang aku inginkan Anggrek kembali." Lea mengusap air matanya masih berpendirian teguh jika adiknya berhati baik.
"Kak, tidak ada yang bisa mengubah diri seseorang jika tidak dia sendiri. Sekuat apapun mencoba menyelamatkannya, tidak akan berguna jika dia yang memutuskan untuk berada di sana. Hanya satu yang bisa Kakak lakukan terus bertahan." Perasaan Gion kasihan kepada Lea yang terlihat pancaran mata tulus.
Aira lebih penasaran alasan Gion ada di Tim staf YN entertainment, tidak mungkin Gion bisa masuk ke sana dengan mudah jika tidak untuk penyelidikan.
"Apa yang kamu lakukan di YN entertainment." Dean melemparkan foto Gion berada di bagian staf.
"Hmm ... maaf Uncle ini misi rahasia yang tidak bisa di bocorkan,"
"Apa kamu sedang mencari tahu soal para wanita yang dijadikan aktris film dewasa?" tawa Dean terdengar, perkiraannya tepat jika tidak sesimpel hanya sekedar film saja.
***
__ADS_1
follow Ig Vhiaazaira