
Pintu mobil terbuka, Isel tersenyum lebar akhirnya Aira menerima tawarannya untuk bekerja sama.
Meskipun usia mereka beda enam tahun, tapi soal membuat masalah tidak ada lawannya. Ai menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Ada masalah apa kak Aira?"
"Papi Lea meninggal, dia mengalami serangan jantung,"
"Bukan serangan jantung biasanya itu pasti ulah seseorang yang ingin menjatuhkan." Kepala Isel geleng-geleng, tapi dia suka jika sudah ada serangan.
Kondisi Mami Lea dalam keadaan tidak baik, dia mengalami trauma berat karena kepergian suaminya terlalu tiba-tiba.
Dia mudah terpengaruh hanya karena ucapan yang belum tentu kebenarannya, dan menasihatinya juga bukan solusi.
"Apa yang terjadi?"
"Mami Lea menuduh aku membunuh suaminya hanya karena minuman yang sebenarnya tidak ada apapun. Imel sengaja membuat seakan-akan aku yang salah." Ai meremas kuat setir mobilnya.
"Apa kita harus mengungkap kejahatan mereka?"
"Tidak, jika Imel sengaja membuat Papinya jantungan itu akan menjadi masalahnya. Tidak ada gunanya mengungkap karena hanya Imel yang akan hancur, sedangkan keluarga Taher akan membuat seakan-akan mereka begitu mencintai Imel dan keluarganya yang jahat. Lea juga yang pasti terkena imbasnya." Rencana Ai bukan membereskan masalah yang sudah terjadi.
Ai ingin menyingkirkan akar dari masalah agar tidak merambat semakin jauh, membiarkan akar berkembang biak hanya menyebabkan kondisi tidak baik.
"Kita akan menyerang Taher? bukannya mereka cukup terpandang." Isel tidak bisa menganggap remeh.
Senyuman licik Aira terlihat, keluarga Taher akan segera melakukan pemeriksaan terkait kasus suap terhadap pengacara juga Jaksa, bahkan kasus Dokter yang terlibat.
"Hubungan keluarga Taher tidak sebaik yang diketahui,"
"Kenapa mereka?"
"Imelda Taher yang asli sudah meninggal, dan dia pewaris kekayaan Taher. Meskipun keluarga Taher memiliki anak dan cucu laki-laki, namun perempuan menjadi pewaris." Ai meminta Isel berpikir apa yang bisa dia lakukan jika Nenek yang masih belum membagi kekayaan tahu soal Imel.
Dari zaman ke zaman keluarga Taher memiliki banyak kebohongan, hanya saja tidak banyak yang ingin ikut campur.
"Kak, bisa mati itu nenek jika tahu cucu kandungnya sudah meninggal?"
"Siapa juga yang meminta kamu membunuh itu Nenek? kita hanya perlu mengungkap kebusukan anak cucunya di publik,"
__ADS_1
"Sama saja, bagaimana jika dia jantungan langsung mati?"
"Ya sudah memang ajal dia, jika perlu berikan obat jantung sebelum semuanya terpublikasi." Kedua alis Ai terangkat karena dia tidak peduli.
Helaan napas Isel terdengar, dia diam sesaat mencoba berpikir. Kondisi rumah Taher pasti sedang sibuk menyelesaikan kasus di kepolisian, dan lengan dengan perusahaan YN entertainment.
"Kak, bagaimana jika kita hancurkan YN entertainment? dan menyebut keburukan Kevin Taher,"
"Perusahan sebesar itu apa mungkin bisa?"
"Kenapa tidak dunia sosial media itu kejam, bisa membunuh tanpa menyentuh apalagi menghacurkan." Senyuman licik Isel terlihat, mereka sudah memiliki rekaman soal para artis film dewasa dan hanya perlu menemukan menghack komputer staf untuk menyebarkannya.
Kepala Aira mengangguk, ucapan Isel ada benarnya. Saat perusahaan hancur, tidak ada yang bisa menjatuhkan perusahaan Lea, sehingga Black dan Aira terjamin masa depannya.
"Sekarang kita pulang ke rumah,"
"Kenapa pulang ke rumah? kita ke rumah sakit keluarga Taher. Jika ada hacker yang menemukan IP, maka rumah sakit Taher yang terlibat." Tawa Isel terdengar, menginginkan sekali tepuk banyak lalat yang mati.
Mobil berhenti di rumah sakit elite, Ai menutupi wajahnya dengan masker berjalan bersama Isel yang terlihat tenang.
Sampai di balkon atas hanya ada beberapa pasien yang sedang mencari udara segar dan menikmati jalanan.
"Kak Ai yang kontrol di sana, Isel yang akan mengirim otomatis. Sebelum ... iya iya, kak Ai lebih tahu tidak perlu melotot." Bibir Isel monyong.
Aira menghidupkan laptopnya tersenyum sinis melihat beberapa selebriti film dewasa yang juga ternyata artis film, juga penyanyi terkenal.
"Berapa lama lagi Isel?"
"Aku rasa tidak ada jaringan,"
"Kamu tidak ada jaringan, atau memang tidak tahu apapun?" Ai menatap adik sepupunya yang cengengesan.
Kesal dimarah Aira, Isel memutuskan jalan-jalan untuk cuci otak karena dirinya gagal menembus keamanan perusahaan YN.
Padahal sebelumnya Isel bisa meretas laptop Gilang dengan sangat mudahnya. Tidak biasanya Isel gagal.
Langkah Isel terhenti, melihat seorang nenek tua berada di kursi roda. Beberapa perawat mengikutinya.
"Bukannya itu Nenek Taher, kenapa dia di rumah sakit?" rasa penasaran Isel begitu besar melihat memeluk Taher masuk ruangan perawatan.
__ADS_1
Dokter dan perawat keluar membiarkan Nenek, Isel berjalan masuk mengikuti. Ternyata pemimpin Taher sedang melakukan perawatan.
"Apa yang harus aku lakukan?" senyuman Isel terlihat, masuk ke dalam ruangan ganti.
Isel menyamar menjadi perawat, melihat Nenek yang masih berwibawa meksipun sudah tua.
"Nek, apa Nenek pernah melihat berita update? atau mendengar kabar burung." Suara Isel sangat lembut.
"Tidak, saya terlalu sibuk,"
"Keluarga Taher hanya memiliki satu cucu perempuan, tapi baru-baru ini ada pernyataan yang mengatakan jika dia sudah meninggal dan digantikan orang lain." Ucapan Isel jelas, melihat ke arah neneknya yang tertawa.
Dia bukan tipe orang yang mudah terpengaruh dengan ucapan orang lain, tidak mudah percaya sebelum fakta ada di depan matanya.
Sesuai dugaan Isel, wanita tua cukup cerdas. Tidak ada yang bisa Isel perbuat selain pergi. Kecerdasan pimpinan Taher memang cukup Isel akui.
"Kak Aira, ternyata pemimpin Taher tidak jantungan sama sekali,"
"Dia bukan tipe orang yang mudah percaya, sampai mulut berbusa juga tidak akan terpengaruh." Al tersenyum manis melihat hasil kerjanya.
"Pantas saja pemimpin Taher selalu wanita karena mereka sangat kuat, berbeda dengan laki-laki yang hanya mengutamakan kekayaan dan keberhasilan." Senyuman Isel terlihat, merasa kagum dengan orang tua namun sangat santai mengahadapi masalah.
Tawa kecil Aira terdengar, Isel akan terkejut jika dia tahu betapa buruknya wanita tua yang dia temui.
Media kembali heboh dengan munculnya berita panas soal perusahaan yang menghapus debut untuk beberapa artis dewasa.
Hasil penipuan juga ditayangkan, memperlihatkan deretan artis dewasa yang rusak masa depannya.
"Bukannya mereka juga artis papan atas?" Isel menujuk ke arah seorang wanita.
"Itulah resikonya jika pengeluaran lebih besar dari pemasukkan. Dia akan terus kekurangan sehingga memilih jalan paling singkat untuk menyelesaikannya." Ai akan pastikan YN entertainment akan hancur.
Setekah YN hancur, barulah Aira akan menjatuhkan Imel hingga berada di posisi paling rendah.
Dia sudah terlalu jauh melangkah sehingga tidak bisa kembali, dia bahkan tidak memiliki rasa kepada keluarga kandungannya.
"Aku pikir dulu kita sahabat yang tidak akan berpisah, tapi aku salah. Berharap yang terbaik, tapi dapatnya hanya orang bodoh yang muda dipengaruhi. Itulah kamu Anggrek, manusia paling bodoh." Ai menutup laptopnya menikmati pemberitaan yang sedang viral.
***
__ADS_1
follow Ig Vhiaazaira