
Di perusahaan sedang rusuh, sekarang Lea tahu jika tidak ada satu orangpun disisinya. Kedua orangtuanya tidak bisa berbuat banyak, perusahaan lama Black menuntut ganti rugi besar kepada perusahaan Lea.
Sebelum Black habis kontrak, Lea sudah mempersiapkan surat untuk mengontrak Blackat, tapi secara tiba-tiba kasus Black terungkap.
"Kenapa Dean melakukan ini?" Lea mengumpat kasar karena dipanggil ke kantor pusat.
Pukulan di meja kuat, Kakak ipar Lea menampar Lea kuat membuatnya marah besar.
"Jika kamu memang benar mengontrak Blackat tidak masalah, tapi yang menjadi masalah kepada bisa dipublish." Teriakan terdengar, jika saja surat kontrak tetap disembunyikan, maka perusahaan lama Black tidak mungkin menuntut.
Senyuman Lea terlihat, berjalan mendekati Kakak iparnya sambil membisikkan sesuatu jika dirinya memang berencana menghancurkan perusahaan.
"Wanita sialan, jika aku ingin kamu sudah lama aku lenyapkan. Blackat tidak sepenuhnya tersandung kasus, jika tidak karena suami kamu yang mencintai kekasih Black." Kedua alis Lea terangkat menggoda kakak iparnya.
"Meksipun seperti itu, kamu tidak harus menghacurkan perusahaan ini!"
"Kenapa tidak? kalian juga menghacurkan keluargaku." Suara Lea terdengar pelan, menatap CCTV yang sudah mati.
Tamparan Lea kuat menghantam wajahnya, sampai terduduk dan berdarah. Wajah Kakak ipar Lea terkejut melihat perbuatan Lea yang aneh.
Pintu terbuka, Mami Lea datang meneriaki menantunya sampai jatuh pingsan. Ada darah yang keluar dari hidung Lea, juga bibirnya yang pecah.
Sialan kamu Ira, menantu brengsek." Mami menampar kedua pipi menantunya karena menyebabkan Putri kesayangannya pingsan.
"Bukan aku Mi yang melakukannya,"
"Diam! aku tidak ingin mendengar suara kamu sedikitpun." Mami memanggil seseorang untuk melarikan Lea ke rumah sakit.
Pukulan di atas meja terdengar, berkas yang tersusun rapi langsung berhamburan. Teriakan Ira terdengar menggema meluapkan amarahnya.
Meja diacak-acak mencari sesuatu, namun yang dibutuhkan tidak ditemukan oleh Ira. Emosinya semakin naik membuatnya seperti orang lepas kendali.
Di kursi goyang sudah duduk seorang wanita cantik, melakukan siaran langsung jika dirinya berada di tempat yang sangat aneh.
"Aira,"
"Hai semuanya, dikarenakan banyak request dari kalian yang ingin aku menyapa makanya aku hadir. Apa kabar kalian semua? aku harap baik, tapi ... dia siapa?" Ai memutar kursinya, melambaikan tangannya menbuat jutaan penonton bertanya-tanya apa yang dilakukan seorang wanita di ruangan kosong.
__ADS_1
Tidak bisa menahan diri lagi, kursi diangkat hampir mengenai kepala Aira. Dia cepat menghindar hingga kehebohan saat siaran langsung menjadi kacau.
Di balik handphonenya, Aira menunjukkan sebotol obat yang sedang dicari oleh Ira. Ekspresi Aira menggoda terlihat, mencium bau obat sehingga mengeluarkan suara keributan.
Teriakan Aira terdengar meminta tolong kepada siapapun yang ada di luar untuk menyelamatkan.
Aira sengaja teriak-teriak padahal dirinya tidak tersakiti sama sekali, Ai yang meremas mulut Ira karena sudah mencelakai sahabatnya beberapa tahun yang lalu.
"Serahkan obat itu!"
Kepala Aira menggeleng, Ai akan menghacurkan perusahaan yang dijaga oleh Ira. Meksipun mengatasnamakan milik Lea, tapi surat kepemilikan atas nama Ira.
Dugaan Dean tepat, penggemar yang mencintai Aira tidak tinggal diam. Mereka yang sangat menyayangi Ai memanggil kepolisian untuk menolong Aira.
Ai terpental, terlihat oleh kamera. Ai ingin segera keluar, tapi rambutnya ditarik oleh Ira mencekiknya kuat membuat siaran langsung Aira tembus puluhan juta dengan kerusuhan yang menghebohkan.
Kepolisian tiba, memisahkan keduanya. Ai langsung dibawa keluar, dan Ira ditahan. Di luar ruangan Aira melepskan sarung tangannya yang bewarna kulit.
"Bagaimana dengan obatnya?"
"Aman, aku pastikan Ira akan ditahan dengan kecanduan obat terlarang." Ai tersenyum mengikuti Dean keluar dari gedung.
Air mata Aira menetes, menutupi wajahnya karena menahan kesedihan. Perusahaan sudah menjatuhkan Blackat dengan tuduhan pemakaian obat terlarang.
Sekarang giliran Aira yang dijatuhkan demi menaikan nama perusahaan, para artis dibuat seakan-akan melakukan kesalahan besar, padahal perusahaan yang membuat pemberitaan tidak benar.
"Masuk mobil Aira." Dean juga masuk melihat Ai yang tertawa puas.
"Gila, rencana Blackat memang menghacurkan banyak pihak. Aku bukan hanya menyelatkan nama Blackat, tapi juga menyelamatkan Lea yang akan mengambil alih perusahaan sepenuhnya." Ai tersenyum puas tanpa peduli tubuhnya mengalami luka.
Dari balik layar pengawasan Blackat duduk santai memantau pemberitaan yang menutup kasus Black yang menggunakan obat terlarang.
Perusahaan lama Black menuntut, dan perusahaan Ira juga menuntut. Keduanya saling menuntut, dan Black acak-acakan keduanya.
"Kalian berdua akan segera diselidiki." Black mendapatkan kabar jika Lea dilarikan ke rumah sakit, sedangkan Aira masih diamankan polisi untuk dimintai keterangan.
Black belum bisa keluar hanya bisa memantau kehebohan yang mengguncang dua perusahaan. Hilangnya Blackat menuntut perusahaan lama yang tidak bertanggung jawab padahal kontrak belum selesai.
__ADS_1
Panggilan masuk, Dean mengkonfirmasi dugaan Black benar jika pemilik perusahaan lama Black keluarga Gilang.
[Jadi mereka yang menutupi kasus Anggrek, itu juga alasan kenapa Gilang selalu ada disisi aku untuk mengawasi."] Tangan Black tergempal kuat.
[Tepat sekali, tapi ada satu hal yang belum aku pahami. Gilang tidak ingin menyakiti kamu, tapi tidak ingin juga kebenaran terungkap."] Dean pusing melihat media yang semakin ramai.
Kepala Black mengangguk, saat mereka masih sekolah tingkat atas, Gilang dan teman-temannya selalu bolos karena pangkat Gilang kakak kelas. Mereka bersenang-senang dengan kekasihnya.
Kemungkinan sedang ada pesta di gedung tua, juga para remaja yang berhubungan dengan kekasihnya. Anggrek datang ingin menghentikan, penampilan Anggrek yang kampungan membuat mereka tidak takut.
[Kenapa kamu juga ada di gedung itu Black?] Baru Dean sadari, alasan kedatangan Blackat.
[Gilang meminta aku datang, meminta meyelamatkan Anggrek,]
[Berarti bukan para remaja itu yang menyakiti Anggrek, tapi Ira.] Aira mengumpat kasar ingin segera melihat Ira melakukan.
[Kamu salah Aira, bukan Ira pelakunya. Selesaikan dulu kerusuhan ini. Cepat atau lambat kita akan dapatkan jawabannya.] Black mematikan panggilannya.
Teriakan Aira menggema melihat penontonnya yang sangat banyak, Aira pemecahan rekor selebriti yang memiliki penonton terbanyak.
"Ini luar biasa, Aira memiliki banyak uang dari suara langsung. Wow jika tahu seperti ini kenapa harus shooting, aku membuat sensasi saja. Aira bisa kaya." Senyuman Ai terlihat berguling-guling kesenangan di dalam mobil.
"Aira Aira seperti kamu pernah susah saja,"
"Kamu tidak tahu saja, beberapa bulan ini rekening aku di blok, Mami menyita semuanya termasuk mobil." Ai melihat nominal uang yang bisa dia cairkan.
Kepala Dean mengangguk, dia tahu Aira ratu drama. Tidak harus banyak debat dengannya tidak ada gunanya.
Pesan masuk dari Juan masuk, dia ada di rumah sakit mengawasi Lea. Ternyata Lea memang jatuh pingsan dan mengalami gegar otak.
Tawa Dean langsung pecah, Lea begitu bodohnya menampar diri sendiri sampai pingsan dan gegar otak.
Aira yang membaca pesan memegang perutnya mentertawakan Lea yang otaknya di dengkul.
"Kenapa dia memukul tubuhnya sendiri sampai gegar otak?" Ai terpingkal-pingkal tertawa begitupun dengan Dean. Mereka tertawa di atas penderitaan Lea.
***
__ADS_1
follow Ig Vhiaazaira