SELEBRITI BUKAN ARTIS

SELEBRITI BUKAN ARTIS
RENCANA JAHAT


__ADS_3

Kembalinya Blackat disambut baik oleh penggemarnya, pemotretan pertama setelah beberapa tahun menggemparkan langsung menepis pemberitaan soal hubungan Black dan Aira yang dinyatakan kandas.


Saat dua aktris besar kembali ke layar langsung menggemparkan dunia, apalagi mengungkit kembali hilangnya Blackat.


"Berapa persen naik saham, Le?"


"Aku kehabisan kata-kata, sungguh menakjubkan karena kembalinya Blackat, menaikan saham sampai meroket." Lea bahkan membutuhkan tim kembali untuk menjaga keamanan Angga.


"Kenapa saat Blackat kembali aku tersingkirkan? padahal aku cukup menunjukkan karya selama ini." Aira bertepuk tangan kagum melihat nama Blackat kembali ke posisi pertama sebagai aktris terbaik menggeser nama besar termasuk Aira.


Staf menujukkan daftar orang-orang yang kemungkinan bisa Black jadikan asisten pribadinya, staf yang pilih paling terbaik di bidangnya.


Kepala Black menggeleng tidak menginginkan rekomendasi, dia ingin Staf menawarkan pekerjaan kepada Gilang.


Dia manager yang dulunya menaungi Black, dan satu-satunya orang yang sanggup meladeninya.


"Kenapa Kakak hitam mencari Gilang? dia sudah lama menghilang sejak keluar rumah sakit,"


"Dia ada Ai, tapi kita saja yang tidak menyadarinya. Dia bukan orang penting, sehingga ada tidaknya tidak berpengaruh." Black yakin rasa bersalah Gilang membawanya kembali untuk meminta maaf.


"Ucapan Kakak hitam tidak salah, semoga saja memang benar jika dia masih ada di sekitar." Senyuman Aira terlihat, meminta penata rambutnya mempercepat merapikan.


Seseorang muncul berbisik kepada Black, langsung cepat membuat keduanya beranjak dari tempat duduk.


Black melihat tamu yang ingin menemuinya, Gilang berdiri di depan Black menyerahkan kembali aset yang Black tinggalkan.


"Dari mana saja kamu? aku sudah lama kembali namun tidak muncul." Black langsung memeluk Gilang yang menangis histeris tidak kuasa menahan rasa sedihnya karena Blackat menanggung sakit sangat lama.


Kedua tangan Blackat menepuk pelan, meminta managernya berhenti menangis karena malu di lihat orang.


Gilang langsung bersujud, bersyukur karena doanya dikabulkan. Black kembali meksipun membutuhkan waktu lama.


"Bagaimana kamu Blackat? kamu pasti mengalami kesulitan,"


"Iya, aku mengalami kesulitan, namun tidak sebanding dengan kebahagiaan yang aku dapatkan." Blackat memeluk Gilang kembali bersyukur karena Gilang sanggup bertahan dari derasnya air sungai.


Black menatap Staf memintanya memperkerjakan Gilang untuk menjadi managernya seperti dahulu.

__ADS_1


Keinginan Blackat disetujui, staf akan segera melapor kepada atasan. Berharap aktris dan manager bisa bekerja sama.


"Lama tidak bertemu Om Gilang? Ai tidak rindu sebenarnya," ejek Aira melihat Gilang benar datang menemui Blackat.


"Kamu banyak perubahan Aira, dulu tidak ada yang ingin mendampingi kamu selain Lea, tapi sekarang kamu bisa beradaptasi dengan banyak orang." Gilang memberikan selamat karena Aira membuktikan jika dia seorang aktris yang hebat.


Mata Aira memicing, menujukkan pemberitaan yang pertama kali meyebarkan rumor jika Blackat masih hidup.


Ai tidak punya waktu untuk mengurusnya karena jadwal sibuk, tapi Aira yakin ada orang yang tidak menyukai Blackat.


"Jadi kalian tidak berencana mempublikasikan Blackat sebelumnya?"


"Gilang tidak tahu, berarti bukan dia. Lalu siapa yang mengetahui Blackat masih hidup?"


Black menutup mulut Aira yang mulai menuduh dan mengintrogasi, Black tidak peduli siapapun orangnya karena rencananya ingin memfitnah gagal total.


Meksipun keberadaan Blackat di bocorkan tidak ada yang dirugikan, Black bahagia bertemu dengan keluarganya..


"Ayo kita lanjutkan shooting,"


Tatapan mata langsung sinis, Angga menutup mulut Aira. Tanpa keduanya sadari ada kamera yang memotret kebersamaannya.


"Ada kamera tersembunyi," Angga melihat pantulan cahaya.


Aira langsung melihat sekitar, tidak ada satupun yang memegang kamera. Tidak mungkin ada yang ingin menemukan bukti jika hubungan keduanya hanya setting.


"Kamu sepemikiran dengan aku Ai,"


"Iya, kita harus berhati-hati, ada orang yang ingin menjatuhkan secara bersamaan untuk pembohongan publik. Kenapa ada saja orang syirik?" Aira melangkah keluar untuk melanjutkan shooting begitupun dengan Blackat yang mengikuti dari belakang.


Tidak berapa lama seseorang menatap tajam ke arah Blackat dan Aira yang sedang bekerja, keduanya terlihat sangat kompak bersama tim.


"Silvi harus tahu soal ini, mereka bukan renggang namun semakin lengket," ucap pemuda yang bekerja sebagai fotografer.


Saat mengetahui hubungan Blackat dan Aira dalam keadaan baik, sedangkan Silvi karier hancur dan dia juga mantan pidana.


Tidak akan tenang hidupnya selama Aira belum jatuh, Silvi pastikan akan merusak karirnya meksipun besar resikonya.

__ADS_1


"Kamu harus merasakan sakitnya aku Aira, berbahagia sebentar sebelum aku merenggut kebahagiaan kalian." Senyuman jahat terlihat, menatap foto Aira yang sudah di edit menggunakan baju seksi.


Sedikit demi sedikit, banyaknya penggemar Aira akan menjadi musuh. Mereka yang mengangkat dan menjatuhkan.


Foto seksi Ai yang hanya menggunakan bikini di upload, hanya hitungan menit langsung ramai. Silvi mencengkram kuat mouse karena tidak ada yang percaya jika Aira melakukan pemotretan dengan pakaian terbuka.


"Ke mana gambar tadi?" Silvi kaget karena foto langsung menghilang, beberapa sistem keamanan Silvi bocor.


Hacker merusak datanya, menghapus semua file yang bersangkutan dengan Aira dan Blackat.


"Siapa yang berani ikut campur?" Pukulan di atas meja kuat.


"Berhentilah marah-marah sayang, berikan saja Aira kepadaku setidaknya memuaskan satu malam. Kamu bisa merekam sepuas mungkin." Pelukan pemuda sangat erat, mengecup tekuk leher secara merata.


Tatapan Silvi tajam, tidak mudah untuk menyentuh Aira karena dia memiliki penjagaan yang sangat ketat. Ai tidak pernah sendirian, dia selalu didampingi oleh tim.


"Bagaimana cara mendekatinya?"


"Kenapa kamu pusing sekali? tidak mungkin saat mandi dia ditemani." Tawa fotografer yang mengangumi Aira terdengar puas.


Dia sangat ingin bermain bersama Aira di atas ranjang, wanita cantik yang tidak memiliki cacat di mata lelaki. Aira terlihat sangat sempurna.


"Kamu menyukai Aira Ben?"


"Bukan suka, aku hanya ingin bermain dengannya. Kamu harus mengerti sayang, lelaki butuh kepuasan dan ingin mencoba banyak wanita." Ben bahkan menawarkan jika dia bisa membuat Blackat tidur bersama Silvia.


Kesempatan keduanya saling menyetujui, daripada hanya menyerang Aira. Tidak ada salahnya bersama Black, impian Silvi juga bisa berada di bawah tubuh Blackat.


Silvi dan Ben saling berjabat tangan, mereka akan menyusun rencana agar bisa melancarkan niat buruk menghancurkan karir Blackat dan Aira secara bersamaan.


"Tunggu saja pembalasan aku Aira, kamu bukan hanya akan kehilangan pekerjaannya, namun juga kehilangan orang yang dicintai." Silvi tersenyum manis, dia sangat bahagia jika Aira benar-benar lenyap dari industri hiburan.


Silvi sudah muak melihat wajah Aira yang terus bermunculan, semua siaran iklan penuh wajahnya sampai tidak ada lagi wajah orang lain.


***


follow Ig Vhiaazaira

__ADS_1


__ADS_2