SELEBRITI BUKAN ARTIS

SELEBRITI BUKAN ARTIS
PERTEMUAN


__ADS_3

Senyuman Lea terlihat masuk ke dalam mobil Juan yang sangat mewah, Lea merasa seperti Putri yang dijemput pangeran.


"Kenapa kamu tersenyum? apa wajah aku lucu?"


"Kamu tampan, sensi sekali." Lea meminta Juan jalan karena mereka sudah cukup terlambat.


"Bukan aku yang terlambat ...." tatapan Juan sinis karena Lea menahan ucapannya.


Lea tahu dia yang terlambat karena banyak urusan, bukan hanya Aira dan Blackat yang ada di acara, tapi beberapa artis lain juga bergabung di sana.


Demi keamanan Lea ingin yang terbaik, bukan hanya Ai dan Black, tapi seluruh artisnya yang terlibat.


"Ayo berangkat,"


"Tidak perlu terburu-buru, aku masih ingin membaca pemberitaan." Tangan Lea sudah menyentuh tablet.


"Jika kamu sibuk, sebaiknya tidak pergi." Juan menatap Lea yang langsung menyimpan tabletnya.


Manusia batu es bisa saja putar arah jika hatinya kesal dan memutuskan untuk pulang, maka Lea tidak mungkin bisa berdebat dengannya.


Sebelum Juan marah, lebih baik dia berhenti dan fokus ke acara yang sedang berlangsung. Berharap dosen muda di sampingnya tidak berubah pikiran.


Mobil sampai di hotel, Juan melewati jalur bisnis. Keduanya keluar melihat banyaknya penggemar Blackat dan Aira yang membawa poster sambil berkumpul terus bersorak.


"Di dalam sepertinya ramai sekali?" Juan berdiri di samping Lea yang mengangguk-angguk.


Dari jalur lain, Aliya menepuk pundak suaminya melihat Putranya yang dingin kepada perempuan berjalan bersama untuk masuk.


"Sayang, Mami sepertinya salah lihat orang? bukannya itu anak kita?"


Altha langsung menoleh ke arah wanita cantik di samping Juan yang merangkul lengan, mata Juan juga melihat ke arah Papinya langsung menunduk kepala fokus.


"Ada kedua orang tuaku di sini,"


"Mana?" Lea menoleh ke arah jalur lain, menatap wanita cantik yang Lea kenali sebagai CEO di perusahaan besar, melihat ke arah suaminya yang menggunakan pengawal karena sebagai pejabat tinggi.


Kepala Lea diarahkan ke depan, melarang melihat Maminya. Juan pasti akan terkena banyak pertanyaan yang menyudutkan.

__ADS_1


"Tidak heran Aira cantik, Maminya juga sangat cantik. Dia juga pengusaha wanita yang cukup terkenal." Senyuman Lea terlihat mengagumi kecantikan Mami Juan.


Jantung Juan berdegup kencang, bahkan ada keringat yang mengalir. Lea megambil tisu mengusap kening Juan yang membuat Aliya yang masih menatap mereka tergagap kaget.


"Ya Allah ini anak baru saja dibebaskan dia sudah pacaran, siapa wanita itu? kenapa mereka ada di jalur bisnis, berarti wanita ini pengusaha karena Juan tidak mungkin hadir ke sini tanpa wanita itu." Aliya mengoceh sepanjang jalan membuat Altha terdiam.


Binggung dengan tingkat istrinya, dia yang mengharapkan putranya memiliki hubungan pribadi, tapi dia juga yang panik.


"Sayang diamlah, Juan bukan anak kecil." Altha berjalan ke dalam bersama istrinya.


Di dalam senyuman Ai terlihat, tapi di dalam hatinya mengamuk melihat Dean yang membawa anak kecil.


"Kenapa kamu membawa Isel? pacar kamu di mana?"


"Kamu tidak melihat aku sedang patah hati? anak kecil ini mendatangi pacar aku membuat kita putus. Demi bisa masuk ke sini, lihat saja bajunya seperti sendal bolong yang memperlihatkan punggungnya." Tangan Dean tergempal kesal, mengutuk Isel yang tersenyum menatap Black.


Mata Black berkeliling, melepaskan jasnya meletakkan di lengan Isel untuk memakainya. Black tidak nyaman melihat punggung Isel yang terlihat semua seperti tidak mengenakan baju.


Dia masih dibawah umur tidak pantas, apalagi jika sampai dilihat oleh kedua orangtuanya yang juga ada di sana.


"Kakak, apa Isel tidak cantik?"


"Kapan Isel dewasa untuk Kak Black?"


Helaan napas Blackat terdengar, dia tidak menyukai wanita yang mencintainya. Black lebih suka wanita yang bersikap biasa, jika Isel ingin dewasa di mata Black dia juga harus dewasa untuk dirinya sendiri.


"Sel, jika kamu mencintai seseorang maka siap-siaplah patah hati. Kak Black sarankan, kagum boleh cinta jangan." Bisikan Black pelan sambil tersenyum, beberapa orang memperhatikan meja Black.


Aira sibuk berbicara dengan Dean, sedangkan Black dekat dengan Isel yang memiliki wajah tidak kalah cantik dengan Aira.


"Apa yang kalian lakukan? semua orang menatap meja ini." Tatapan mata Lea tajam, langsung duduk melihat Isel yang berada di meja yang sama.


Suara di atas panggung terdengar, penyambutan beberapa orang penting juga terpandang.


Dengan penuh penghormatan, MC meminta Black menyanyikan lagu. Sudah banyak yang merindukan dia setelah beberapa bulan tidak muncul.


"Aku tidak mendapatkan informasi jika akan tampil?" Lea menatap Blackat yang mengangkat pundak.

__ADS_1


Lea menatap Gilang yang menyerahkan sesuatu kepada Lea. Saat mengetahui Black akan datang pihak acara memanfaatkan untuk menaikan saham dengan nama Black.


"Kurang ajar, awas kalian." Lea tidak terima aktrisnya tampil tanpa latihan terlebih dahulu.


Tanpa ragu Blackat naik ke atas panggung, membungkukkan badan menyapa seluruh tamu undangan.


Petikan gitar terdengar, suara Black bernyanyi akhirnya terdengar setelah sekian lama. Banyak yang merekam dan mengabadikan moments bisa melihat aktor terkenal.


"Sayang, rekam Black. Suaranya bagus sekali,"


"Tidak mau, kamu sudah punya suami anak masih saja mengangumi pria lain." Gemal menatap tajam istrinya yang sudah maju ke depan merekam Blackat.


Bukan hanya Diana, Aliya juga maju mengabadikan moments langsung bisa melihat penyanyi juga aktor kelas atas.


"Ya Allah, aku pikir hanya wajahnya saja yang tampan, tapi suaranya juga merdu." Tika maju membuat suaminya terdiam.


Hanya Shin yang diam saja, dia tahu jika Black memiliki bakat yang sangat besar. Lagu yang dia bawakan menunjukkan kepribadiannya yang luar biasa.


"Kita tidak bisa melihat apapun karena semua orang maju ke depan." Ai menatap punggung para wanita yang bertepuk tangan kuat saat Black menyudahi lagunya.


Teriakkan histeris terdengar, acara yang seharusnya tenang seperti menonton konser. Black hanya bisa tersenyum mengucapkan terima kasih.


Dari kejauhan, keluarga Taher juga muncul. Dari orang tua sampai anak cucu turut hadir menyaksikan Blackat.


"Seluruh keluarga Rahendra ada di sini, tapi tidak bisa mengenali mereka karena tidak berkumpul bersama." Kevin menatap Ayahnya yang melihat ke arah Diana.


"Dia menantu Leondra, siapa wanita di sampingnya?"


Kepala Imelda menggeleng, dia tidak tahu banyak soal keluarga Rahendra, bahkan saudara Aira juga tidak tahu.


"Aku baru ingat, dia Atika kakak perempuan Aira. Dan dia adiknya dokter Juna." Imel kaget melihat Lea duduk bersama Juan, bahkan bicara berbisik.


"Berhati-hatilah dengan wanita itu, dia juga seorang pengusaha. Dan belum ada yang mengalahkan dia dalam bisnis, termasuk Ibunya." Ayah Kevin yakin Tika sangat hebat dalam teknologi.


Tangan Imel tergempal, tidak suka melihat pria yang dia sukai bersama dengan wanita yang dia benci. Lea memang selalu mengambil apa yang dia inginkan.


****

__ADS_1


follow Ig Vhiaazaira


__ADS_2