SELEBRITI BUKAN ARTIS

SELEBRITI BUKAN ARTIS
MAKAN MALAM


__ADS_3

Di pinggir pantai Aira menagih janji Black yang akan memberikannya makanan enak. Ai yang tidak tahu jika malam hari banyak hewan laut yang akan keluar.


Biasanya digunakan penduduk untuk berburu kerang, udang dan ikan yang berada di pinggir karang atau pasir.


"Mana makanannya?"


"Cari dulu, jika dapat bisa makan jika tidak ya pulang." Blackat berjalan santai membawa senter untuk menerangi mereka.


"Bulan malam ini indah sekali, lihatlah pantulannya ada di laut,"


"Ini belum terlalu malam, jika sudah tengah malam biasanya jauh lebih bagus. Kamu seperti melihat bulan dan laut bersentuhan." Suara Black lompat ke atas batu terdengar.


"Sepertinya kamu sangat mengenal keindahan alam?"


Kepala Blackat menggeleng, saat lelah bekerja sesekali Black pergi ke tempat yang tenang dan indah.


Aira ikutan naik bebatuan, air laut surut sehingga ada banyak kerang yang menempel. Aira paling bersemangat mengumpulkan.


"Wow wow ini kepiting. Aduh." Ai menatap Black yang menahan tangannya.


"Hati-hati Aira, jari kamu bisa putus." Black mengunakan alat khusus untuk mengambil kepiting yang berukuran besar.


Senyuman Aira terlihat saat Black berhasil melepaskan capitnya, memberikan kepada Aira setelah aman.


"Ini punya Ai, kamu tidak boleh minta." Ai mencium kepiting meminta maaf karena akan segera memakannya.


Tatapan Black aneh, baru kali ini menemukan wanita bahagia saat berada di tempat yang ribet. Biasanya anak orang kaya memilih makan di tempat langsung, sudah tersedia dan tinggal bayar.


"Itu apa Black?" tangan Aira menunjuk ke arah hewan yang sedang berenang.


"Wow, udangnya besar sekali,"


"Ini juga punya Aira,"


"Gila kamu serakah sekali, semuanya punya kamu." Black melotot melihat Aira membunyikan miliknya.


Sampai mengawasi Aira, Blackat menghidupkan api untuk mereka membakar tangkapan. Aira mengumpulkan miliknya untuk dimasak.

__ADS_1


Mata Aira terbelalak melihat punya Black juga banyak, dan ada kerang berukuran besar. Ada ikan juga yang terdampar di bebatuan karena ombak besar.


"Ai juga mau,"


"Makan punya kamu sendiri, lagian jadi manusia terlalu serakah." Kening Black berkerut melihat Aira yang hampir menangis melihat ikan yang berukuran besar.


Setelah mendapatkan izin makan bersama barulah senyuman lebar terlihat. Blackat melihat sisi lain dari Aira yang sebenarnya kekanakan, tidak sepenuhnya menyebalkan. Tidak heran Anggrek sangat menyayanginya dan ingin selalu disisinya, bahkan sampai napas terakhirnya masih mengkhawatirkan Aira.


Bau wangi tercium, Aira tersenyum sangat lebar menatap makanan yang sedang dibakar. Black juga menyiapkan alas mengunakan daun.


"Hampir masak, tidak sabar lagi." Ai membersihkan daun, menyusun di dekatnya semua.


"Ai, kamu tidak masalah makan seperti ini?" Blackat mengambil kembali ikan yang ingin Ai makan karena belum masak.


"Ayo cepat, sudah lapar. Aira sengaja tidak makan malam demi menikmati makanan enak,"


"Bagaimana jika tadi tidak dapat? kenapa makan ditunda?"


"Jika tidak dapat aku akan mengamuk." Ai memalingkan wajahnya menunggu makanan masak.


Bibir Aira monyong meniup ikan yang panas, Black mengambilnya dan meniup pelan membiarkan Aira makan lebih dulu karena belum makan malam.


Setelah dingin diletakkan di tempat Ai, Black hanya makan sedikit yang ada tulangnya. Aira menyerahkan kepiting meminta dikupas cangkangnya.


Tidak banyak protes Blackat mengupas semuanya, lebih banyak Aira yang makan dengan lahap. Hasil tangkapan mereka lumayan banyak, cukup untuk Aira yang memang banyak makan.


"Ai, apa kamu memiliki sahabat?"


Kepala Aira mengangguk, menyebutkan nama Lea. Dia sahabat terbaik Aira, dari masa mereka remaja hingga Aira dewasa. Lea juga pengemar pertamanya yang selalu mensupport.


"Apa Lea pernah menyulitkan kamu?"


"Tidak pernah Kakak hitam, Lea itu sahabat, keluarga, pengemar, juga manager terbaik." Ai merasa bahagia dan aman saat bersama Lea.


"Kamu begitu memercayai dia?"


Kepala Aira mengangguk dengan mantap, dia sangat mempercayai Lea dari siapapun. Apapun yang keluar dari mulut Lea, Aira yakin demi kebaikan dan kesuksesan mereka bersama.

__ADS_1


Helaan napas Blackat terdengar, hanya bisa tersenyum kecil melihat Aira yang tidak menyadari siapa Lea sebenarnya. Meksipun Black sendiri tidak bisa memastikan tujuan Lea sebenarnya baik atau buruk.


Belum ada tindakan yang terlihat, semua yang Lea lakukan terlihat normal dan memang sangat menjaga Aira sebagai artisnya.


"Kenapa Kakak hitam selalu bertanya soal Lea? apa menyukai dia? Aira sebenarnya tidak ingin tahu dan tidak peduli juga. Lea wanita yang sangat pemilih, jadi berhati-hati jika mencoba menaklukan dia." Senyuman Aira terlihat mengigit kerang yang tidak ingin terbuka.


Black tidak menjawab, dia hanya duduk diam melihat bulan. Jika Aira tahu hubungan mereka, pasti akan membuatnya terkejut, tidak banyak orang yang tahu soal hubungan Black dan Lea.


Tangan Aira melambai di depan wajah Blackat yang melamun. Ai semakin binggung dengan sikap Black yang awalnya terlihat sangat membencinya, meminta menjauh, tapi semakin lama banyak hal yang membuat mereka bersama.


"Kakak hitam sangat terkenal tidak pernah terkenal skandal dengan wanita manapun, tapi kenapa bisa dekat dengan Lea dan Silvia?" Ai tidak memaksa Black untuk menjawabnya, Aira tahu jika setiap orang memiliki hak privasi yang tidak boleh diketahui.


"Kenapa kamu tidak pernah penasaran dengan hidup orang lain?"


"Kenapa aku harus tahu? hidup Ai juga belum menemukan titik terang, mana ada ruang di kepala ini untuk menemukan solusi bagi orang lain. Meskipun sebenarnya Aira ingin tahu, tapi ya sudahlah lebih baik tidak tahu karena Aira tidak bisa menjaga rahasia." Kedua tangan Ai menutup mulutnya yang selalu bocor karena itu Ai tidak ingin menyimpan rahasia orang lain.


Senyuman Blackat terlihat, dia tidak punya waktu untuk memiliki kekasih, lagian kasihan dengan wanita yang menjadi kekasihnya apalagi dia bukan dari kalangan selebriti pastinya sulit beradaptasi.


"Aku tidak ingin melibatkan siapapun dalam hidup aku yang sekarang, apa yang orang lihat sebenarnya palsu. Suatu hari aku akan meninggalkan dunia akting, dan hidup tenang tanpa dikejar wartawan juga media." Kehidupan aktor terlalu rumit apalagi harus bermain profesional.


"Hmz ... begitu ya? Aira mati-matian melawan Mami demi menjadi artis, sampai bohong soal ijazah. Kira-kira Mami murka tidak ya?"


Kepala Blackat geleng-geleng, sudah pasti murka tapi tidak mungkin sampai membunuh. Aira wanita sinting yang membuat perkara gagal sarjana.


Dia tahu jika Maminya pasti marah, tapi nekat melakukanya. Sungguh anak yang berbakti sehingga menguji kesabaran orang tuanya.


"Mami kamu tidak akan terkejut, dia sudah tahu watak anaknya. Jika kamu lulus kuliah dalam waktu dua tahun sesuatu yang mustahil, empat tahu juga belum tentu selesai,"


"Aira tidak bodoh,"


"Aku tahu, kamu hanya mudah bosan. Tidak sabaran, keras kepala, dan semennya." Black mendorong kening Aira.


***


follow Ig Vhiaazaira


jangan lupa like coment Dan tambah favorit

__ADS_1


__ADS_2