
Suara tembakan terdengar, mata Aira dan Anggrek bertemu. Tangan kedua terarah ke atas.
"Jika kamu ingin menyakitinya langkahi dulu mayat aku!" Ai tersenyum sinis dengan bola matanya yang memancarkan kemarahan.
"Aku tahu siapa kamu, hal mudah bagi aku membocorkan Putri kaya raya dari keluarga Rahendra." Senyuman Anggrek terlihat sangat manis.
"Lakukanlah, sejauh apa kamu tahu keluarga aku." Ai mengeluarkan peluru dari dalam senjata melihat Anggrek melangkah pergi dengan mobil mewahnya.
Ai melangkah ke arah Lea, membantunya berdiri untuk segera ke rumah sakit karena Lea ditabrak oleh Anggrek.
"Kenapa kamu tidak pernah mengatakan ini jika tahu dia masih hidup?"
"Aku pikir kamu yang menyembunyikan,"
Tarikan napas panjang Aira terdengar, dia tidak tahu apapun soal keberadaan Anggrek selama ini. Jika dia tahu untuk apa melihat permainan yang tidak karuan.
"Bagaimana bisa seperti ini? siapa yang menyelamatkan Anggrek?"
Lea menggeleng, dia tidak tahu apapun. Dan pertemuan mereka juga singkat karena Anggrek siswa kedokteran.
"Dia mahasiswi kedokteran, mampus. Berarti orang di belakang Anggrek cukup kuat dan memiliki banyak uang." Ai juga hampir tidak mengenali Anggrek karena jika tidak kembar, wajahnya putih bersih dan sangat cantik.
Tiba di rumah sakit, Lea langsung diperiksa ada memar ditubuhnya. Dia bisa bersyukur karena tabrakan tidak berakibat fatal.
"Dia hanya menakuti kamu,"
"Benar, aku bukan musuh kamu Anggrek, tapi aku Kakak kamu." Kepala Lea tertuduk merasa sangat kecewa.
Pemberitaan sudah heboh dengan penangkapan Elo dan Ayah, keduanya terkena pasal pembunuh berencana, juga penipuan.
Beberapa aparat juga terlibat, tujuh tahun yang lalu mereka menutup kasus kematian seorang remaja, juga wanita yang langsung diklarifikasi sebagai bunuh diri.
Tidak melakukan penyelidikan lebih lanjut, sehingga kasus lama di usut ulang dengan mengumpulkan semua barang bukti.
"Kasus Anggrek akhirnya selesai juga,"
"Bagaimana perasaan kamu?"
"Sudah aku katakan baik, meskipun Papa pasti kehilangan jabatannya." Lea merasa kasihan kepada Papinya.
Tatapan Lea langsung sinis melihat Aira, penasaran dengan alasan Aira menolong Lea padahal hubungan mereka tidak baik.
"Aku masih terkejut soal kemunculan Anggrek,"
__ADS_1
Ai yakin selama tujuh tahun Anggrek berpura-pura mati pasti memiliki tujuan, dan dia kembali juga karena sudah waktunya.
Lea meminta Aira tidak berprasangka buruk, mereka belum lama bertemu. Persahabatan mereka jauh lebih dekat sehingga tidak harus mengkhawatirkannya.
"Kalian berdua bisa kembali bersahabat,"
Panggilan dari Isel masuk, meminta Aira melihat pemberitaan yang cukup mengejutkan tentang seseorang.
Ai mengklik link, dan melihat identitas Anggrek sudah berganti nama menjadi Imelda Taher, Ai tahu keluarga Taher sebagai keluarga dokter.
Seluruh anggota keluarganya menjadi dokter, dan tidak ada satupun yang memiliki profesi lain. Keluarga Taher sangat di hormati, mereka keluarga yang cukup populer turun temurun.
"Gila, kenapa bisa dia pindah menjadi Imelda Taher?"
"Siapa itu?"
"Anggrek, dia bernama Imelda Taher." Ai menjelaskan keluarga dokter yang cukup disegani.
Aira berdiri membantu Lea berjalan untuk pulang ke rumahnya agar bisa beristirahat. Besok pagi baru mereka berpikir lagi.
***
Hujan turun dengan lebat, bel pintu rumah terdengar. Saat terbuka, pelukan seorang Ibu terasa.
"Aku bukan Lea, tapi Imel. Aku mencari Mami dan Papi,"
Mami memanggil suaminya yang sedang kesulitan karena ada masalah dengan Elo, dia terungkap sudah membunuh ibu kandungnya sendiri.
"Lea, kenapa hujan-hujanan sayang?"
"Kenapa hanya Lea? kenapa tidak ada yang mencari aku dan menyayangi Imel? kalian pilih kasih, memberikan aku pada orang lain." Air mata Imel menetes sambil tersenyum lebar.
"Apa maksudnya kamu sayang?"
"Papi tahu soal kematian Anggrek, teganya kalian." Wajah Imel sangat sedih, tapi dia puas.
Kebenaran soal kematiannya terungkap, pelakunya Ayahnya sendiri yang ternyata bukan Ayah kandung, dan orang tua kandung Imel hidup bahagia hanya dengan satu Putri.
Hanya Imel yang paling sial, hidup dengan penyakitan. Dibunuh dengan keji, dan tidak diakui sebagai anak.
"Kenapa harus Lea yang kalian cintai? aku juga membutuhkan cinta dari orang tua kandung." Pukulan tangan Imel kuat ke arah kaca sampai retak.
"Maafkan aku, terpaksa kasus itu ditutup karena Elo membunuh ibu kandungnya sendiri, dia ibu kamu." Papi meminta maaf dengan tulus kepada Imel, seumur hidupnya juga akan selalu merasa bersalah.
__ADS_1
"Bagus, seharusnya kalian memang merasa bersalah. Wanita itu bukan Ibu kandungku, tapi anda ibuku. Anak kalian dinyatakan meninggal sebenarnya ditukar. Kenapa harus Lea Mi? lalu bagaimana dengan aku?" Tawa terdengar, air mata di campur tawa sangat menyiksa Amel.
Dikarenakan sejak awal dia tidak diakui, juga dianggap mati maka secara langsung Imel menyatakan jika dia tidak memiliki orang tua, Imel bukan anak orang tua kandungnya lagi.
"Teruslah menyesal, kalian harus merasa bersalah kepada aku seumur hidup kalian. Aku benci kalian semua." Imel melangkah ingin pergi berpapasan dengan Aira dan Lea.
Air mata Lea juga menetes, Anggrek salah paham. Kedua orangtuanya juga korban, mereka tidak tahu apapun. Jika tahu tidak mungkin mereka dipisahkan.
"Maaf ya Anggrek, kita terlambat." Lea berjalan ingin memeluk, tapi tubuhnya didorong kuat.
"Lea." Mami langsung memeluk putrinya, menatap kembaran Lea yang berbanding terbalik.
Imelda menatap tajam Ai, menabrak pundaknya seperti musuh. Ai binggung di aman letak kesalahannya.
Orang yang dulunya begitu baik, lemah lembut juga selalu mengalah berubah total hanya karena telah memiliki segalanya.
"Manusia memang tempatnya lupa diri,"
Mami dan Papi masib tidak bisa memahami yang terjadi. Meminta Lea menjelaskan semuanya sedetail mungkin.
Dengan berderai air mata, Lea menceritakan semuanya dia juga baru mengetahui hubungan mereka sebenarnya orang tua dan anak kandung.
Lea memiliki kembaran, tapi dia tidak mendapat cinta dan kasih sayang seperti milik Lea.
Ai yang melihat keluarga Lea terpukul ikut merasakan sedihnya. Keharmonisan dan kebahagiaan dihancurkan oleh orang yang dipercaya.
"Mami, maafkan adiknya Lea." Air mata Lea terus mengalir.
"Kenapa Lea yang meminta maaf? kamu yang salah sebagai orang tua,"
"Papi yang seharusnya bertanggung jawab, saat kalian lahir Papi ada di luar negeri dan supir rumah yang mengurus segalanya." Bayi kembar mereka dinyatakan meninggal, sedangkan anak supirnya lahir selamat.
Mereka mengadopsi Lea yang ternyata anak kandung sendiri, bisa Papi bayangkan betapa hancurnya hati Imel yang hidup tanpa orang tua.
Apalagi dia dibunuh tidak mendapatkan keadilan, hidup tidak adil bagi Amel tidak heran dia membenci masa lalunya.
Aira meninggalkan kediaman Lea memutuskan pulang ke rumah Maminya untuk melepaskan rindu, hanya bertemu Maminya Ai bisa memahami kondisi apa yang dia hadapi.
Sesuatu yang tidak bisa dia tangkap dengan logika, dan Ai kini sadar dirinya tidak sehebat yang dia bayangkan.
***
follow Ig Vhiaazaira
__ADS_1