SELEBRITI BUKAN ARTIS

SELEBRITI BUKAN ARTIS
KELUARGA KUMPUL


__ADS_3

Makan malam keluarga sangat ramai, Angga sampai binggung melihat keluarga dari luar negeri datang semua.


"Halo Kak, wajah Kakak ganteng mirip di tv yang selalu aku lihat. Diperhatikan mirip sama Kak Dean dan Uncle Dimas." Senyuman seorang pemuda tampan terlihat merangkul Gion yang langsung menendangnya.


Kepala Angga menggeleng, dia tidak tahu jika keluarga sangat ramai jika dikumpulkan dan ada beberapa yang tidak dia kenali.


Tepukan kuat di pundak Angga terasa, dia langsung melihat ke arah pria yang berdiri dengan tatapan tajam.


Senyuman Angga terlihat menyalami pria yang berdiri sinis, jantung Angga juga berdegup kencang.


"Dia orangnya sayang?" Salsa tersenyum melihat artis tampan yang seliweran di setiap siaran.


"Iya, dia orangnya," jawab Dika tidak menyangka jika Kakaknya memiliki anak dari wanita lain, apalagi dia aktor terkenal.


"Dia tidak mengenali kita, terlihat sekali dari tatapan matanya." Dika menarik telinga Angga karena terlalu tampan.


"Kurang ajar beraninya kamu menyakiti anakku." Anggun memukul punggung Dika yang menyakiti telinga Putranya.


"Dia tidak mengenali Dika kakak ipar,"


"Kakak ipar, halo Uncle Dika. Maaf, Angga tidak mengenali Uncle," ujar Angga merasa bersalah.


"Sudahlah aku sudah kecewa, wajar saja kamu aktris terkenal tidak punya waktu mengenali kita." Dika menatap sinis keponakannya yang memiliki wajah yang tampan, bahkan kulitnya putih bersih.


"Maaf Uncle, Angga tidak menyangka ternyata ramai sekali." Kedua tangan Angga menyambut anak kecil yang diberikan oleh Rindi, sedangkan dia sudah berlari kencang mengejar Putranya.


Senyuman Angga terlihat, meminta maaf kepada anak kecil yang tidak dia kenali namanya langsung menangis melihatnya.


Bersusah payah mencoba didiamkan masih saja tidak diam, tangisan semakin kuat karena takut banyak orang.


"Aira, ini anak siapa? aku tidak tahu namanya. Dia menangis terus," Angga menunjukkan anak kecil yang menangis sesenggukan.


"Anak siapa ini Ayang? Aira juga tidak tahu." Ai langsung mengambil anak kecil yang terus menangis memasukkan ke dalam kolam menggunakan pelampung bebek.


Suara tawa terdengar bermain air dengan sangat bahagia, Angga dan Aira saling pandang karena si kecil kesenangan bermain air.


"Ternyata Dia anak bebek, Rara lihat Kakak." Teriakkan Ai terdengar.


"Ai, aman tidak dia sudah ke tengah." Angga yang panik memanggil Rara yang terus menggerakkan kakinya.


Suara dentuman air terdengar, Mora dan Mira sudah pulang sekolah langsung menganggu Rara yang sedang aktif bermain.


"Astaghfirullah, Rara ... kenapa anakku sudah di air." Rindi berlari memukul Angga yang diminta menjaga anaknya, tapi diceburkan ke dalam air.

__ADS_1


Ekspresi Angga binggung, langsung berjalan pergi membiarkan Aira sudah tertawa lepas melihat Rindi teriak-teriak seperti orang hutan.


Dari jauh Angga melihat Ian, Juan dan Dean duduk tenang. Ketiganya sibuk dengan aktivitas masing-masing.


"Apa yang kalian lakukan di sini?"


"Mencari ketenangan, ini belum semua yang kumpul, Kak Angga pasti pusing." Dean tersenyum melihat Kakaknya terduduk lemas.


Dari jauh Dean menunjukkan banyak keluarga, tangan Dean terhenti di sepasang suami istri yang menggunakan hijab tertutup rapat.


"Dia siapa ya?" Dean menatap Juan yang langsung melihat ke arah tangan Dean.


"Oh itu Adiknya Kak Rindi, sedangkan istrinya mantan tunangan Kak Juna. Kakak itu Adiknya iparnya Uncle Yandi." Juan tersenyum melihat istri dan anak-anaknya juga muncul.


"Wow, ternyata kisah cinta Kak Shin pernah dramatis juga?" Angga baru tahu jika Juna sudah bertunangan, tapi menikahi Shin.


"Assalamualaikum, Dek boleh Kakak masuk?" izin Hana karena Putri kecilnya tidur.


Senyuman Ian terlihat, membantu menyiapkan tepat tidur bayi. Angga juga mendekat melihat mantan tunangan Juna yang sangat lembut, bahkan matanya terlihat sayu.


"Sudah berapa bulan Kak?"


"Baru masuk lima, kerjaan dia tidur terus." Tawa kecil hampir tidak terdengar di telinga.


Tawa Angga terdengar, dia masih tidak menyangka Juna melepaskan wanita lemah lembut, demi Shin yang hobinya bertarung.


"Aku dulu bermimpi memiliki istri selembut itu, tapi kenapa aku jatuh cinta kepada Aira?" Angga tepuk jidat karena jodoh sungguh diluar ekspektasi.


Teriakan Aira terdengar, bayi kecil yang tidur lelap langsung tersentak kaget. Tangisannya terdengar sampai wajannya memerah.


"Aira!" seru Dean.


"Salahkan Ayang yang membandingkan Aira dengan wanita salehah, kita beda jalur. Meksipun Aira modelnya begini cinta Aira tulus." Ai memarahi Angga mengoceh panjang lebar mengalahkan tangisan bayi.


"Berisik Aira, cepat gendong bayi itu." Angga menarik tangan Aira untuk menggendong bayi lima bulan yang menangis karena terkejut.


Aira langsung menggendongnya, mendiamkan agar tenang dan bisa tidur lagi. Bayi menempelkan wajahnya di dada Aira mencari sesuatu.


"Eh, dia mau nen. Aunty Ai belum punya air susu anak cantik, kamu nen dulu sama Uncle Angga." Ai mengarahkan bayi.


"Nen itu apa, aku punya apa, di mana nen aku?" Angga menatap tubuhnya.


Aira mencubit dada Angga sampai meringis kesakitan barulah dia mengerti apa yang diinginkan bayi ditangan Aira.

__ADS_1


Tawa Juan terdengar, ada yang lebih parah dari dirinya. Biasanya aktor memiliki pergaulan bebas, namun Angga paling berbeda.


Di depan kamera saja yang mempunyai pesona mampu memikat jutaan wanita, tapi aslinya tidak berpengalaman.


"Kak Angga tidak pernah melihat dada wanita?"


"Bukan seperti itu Dean, aku tidak terpikirkan ke sana. Lagian tidak tahu, jika nen itu *****." Angga menutup mulutnya melihat Aira yang keluar membawa bayi.


Di dapur rumah Diana sudah ramai meyiapkan makan bersama untuk acara lamaran saat malam, juga pembicaraan dengan keluarga besar soal pernikahan.


"Kenapa tidak menggunakan koki?" Mam Jes yang baru sampai tersenyum melihat kehebohan seisi rumah.


"Mama lupa siapa Shin?" tangan Shin terangkat karena dia yang memimpin acara memasak.


Mam Jes menciumi wajah Isel yang baru bangun tidur, matanya sayu melihat Aira membawa bayi langsung mendekatinya.


"Kenapa dia Kak Ai?"


"Ingin menyusu,"


"Susu Isel baru terbentuk belum besar apalagi berair." Isel menyentuh dadanya yang ingin dia besarkan.


"Siapa juga yang mau punya kamu, bisa keracunan dia karena isinya susu kotor." Ai langsung pergi mencari ibu bayi.


Tangan Isel tergempal mencari keberadaan yang lainya, saat melihat Kakeknya langsung memeluk erat.


"Rumah kita seperti pasar Kek, ramai sekali. Hai kawan?" Isel berlari memeluk Rindi yang memukul anaknya tidak ingin berhenti mandi.


"Enti,"


"Mampus kamu Rara, dibanting kamu hidup-hidup." Isel geleng-geleng melihat Rara digendong untuk ganti baju.


Senyuman Isel terlihat menatap Mora dan Mira yang mencabut selang kolam sehingga kolam ikan dan kolam renang bersatu.


Air langsung keruh keduanya langsung terdiam saat dinding pembatas yang tertutup penghalang dari selang lepas sehingga kolam mejadi satu.


"Mati kita Mora, ikan Kak Isel ke sini." Mira langsung naik saat kolam renang menjadi kolam ikan.


Isel yang melihatnya langsung memalingkan wajah, berteriak kuat memanggil nama Mora dan Mira membuat satu rumah yang sedang rusuh langsung hening.


***


follow Ig Vhiaazaira

__ADS_1


maaf ya kemarin tidak up, karena lagi nonton konser suami,😂


__ADS_2