SELEBRITI BUKAN ARTIS

SELEBRITI BUKAN ARTIS
LAWAN TANGGUH


__ADS_3

Kedua tangan Angga mengacak-acak rambutnya, merasa pusing melihat pemberitaan yang cukup heboh karena istrinya mengumumkan lebih dulu.


Tidak ingin Aira stres jika ditegur, Angga meminta tim mengumumkan secara resmi kehamilan Aira, meminta dukungan dan doa agar Ai dan baby sehat selalu.


"Kamu tidak ingin membuat ungkapan bahagia di akun sosial kamu?" Gilang menatap Angga yang tersenyum karena dirinya sedang menahan diri untuk tidak berlebihan.


"Lang, aku sangat bahagia sampai tidak bisa berkata-kata lagi, aku sebentar lagi menjadi orang tua." Angga tersenyum sangat lebar memegang dadanya yang masih berdetak setiap kali melihat foto USG anaknya.


"Aku juga bahagia melihat kamu sangat bahagia," ujar Gilang memahami perasaan Angga yang begitu bersyukur atas apa yang dititipkan kepadanya.


Belum pernah Gilang melihat wajah Angga yang begitu bahagia tanpa beban, kali ini kebahagiaannya tidak bisa dia tutupi sehingga senyuman selalu terukir.


Tanpa sepengetahuan Angga, Aira yang menolak keluar rumah keluar bersama Isel untuk menemui seseorang.


Ai menggoda Isel untuk mengecek langsung Putri Yandi yang sudah menjadi polisi, rasa penasaran Aira sangat besar karena yakin pasti Dean sering bertemu.


"Siapa namanya Kak Ai, apa dia seumuran Isel?"


"Mungkin dua puluhan, aku lebih tua dari kakaknya." Aira belum pernah bertemu langsung karena Putri Yandi sangat introvert.


"Apa bagusnya dia, katanya ahli bela diri?" Isel mencengkram kuat setir mobil.


Kepala Aira menggeleng, dia sangat senang bisa melihat Isel bertarung kembali. Perasaan Ai ingin sekali memukul orang, tapi sadar jika dirinya sedang hamil.


Bisa melihat Isel bertarung lebih dari cukup, bahkan senyuman tidak hilang dari wajah Aira yang tidak sabar lagi.


"Kak Ai, aku tahu kamu punya niat busuk, Isel ini sangat peka. Mengidam Kak Ai ekstrim ingin bertarung," ujar Isel paham dengan pikiran licik Aira.


"Ternyata kamu tahu, aku tidak menyangka ternyata benar jika kamu tidak bisa dibohongi Sel." Aira tertawa lepas memohon kepada Isel agar berkelahi, jika dirinya yang melakukan kasihan anaknya.


"Manusia sesat satu ini, jika sampai ada masalah Kak Aira tanggung jawab." Tatapan Isel tajam, tapi hatinya luluh melihat Ai mengusap perutnya.

__ADS_1


Senyuman Isel terlihat, sejak kecil mereka selalu bertengkar. Segala sesuatunya mereka perebutkan, bahkan soal lelaki sekalipun.


Tangan Isel mengusap perut Aira, meksipun Isel tidak menyukai Ai, tapi dia sangat menyukai baby nakal yang sedang tidur tenang di dalam sebelum membuat dunia hancur.


Mobil Isel berhenti di tempat yang Aira inginkan, dia sangat yakin jika wanita yang mereka cari akan segera muncul.


Tidak butuh waktu lama target yang mereka incar benar muncul, Aira menujukkan foto pernikahan Reza dan Hana yang dihadiri keluarga besar Yadi.


"Aslinya lebih cantik Sel, badannya juga bagus." Aira bertepuk tangan kagum.


Ekspresi Isel tidak terlalu bagus, dia tidak berpikir jika wanita yang menyukai Dean cukup baik.


"Cantik dari mana, lobang sedotan iya." Isel langsung keluar mobil melangkah mengikuti wanita tinggi berambut pendek yang berjalan ke arah restoran untuk makan siang.


Aira mengikuti dari belakang sambil jalan santai, ingin melihat apa yang Isel lakukan kepada wanita yang ingin masuk ke dalam keluarga mereka.


"Kenapa kamu mengikuti aku?" gadis cantik membalik tubuhnya melihat ke arah Isel yang juga menghentikan jalannya.


"Siapa nama kamu?" tanya Isel menantang.


"Jauhi Dean, aku tidak akan membiarkan kamu mendekatinya. Wanita introvert dia yang memiliki selera tinggi, bukan gatal mendekati lelaki." Nada bicara Isel mulai naik.


"Oh soal Dean, penggemar diam cukup banyak. Aku tidak menggoda dia ...."


"Dia menggoda kamu, mustahil." Kepala Isel menggeleng, tidak percaya jika Uncle yang sangat dingin menggoda wanita yang berpenampilan biasa saja.


Tangan polisi wanita tergempal, melangkah mendekati Isel. Bicara dengan nada tinggi jika dirinya tidak pernah menggoda Dean, mereka hanya terlibat beberapa kasus sehingga selalu bertemu.


Tidak ada yang berhak atas Dean karena dia belum milik siapapun, meksipun sudah dimiliki tidak akan mengubah hubungan mereka.


Aira yang mendengarnya langsung mengangkat kepala, baru tahu jika wanita introvert juga memiliki sikap yang sangat kasar.

__ADS_1


"Meksipun dia suami orang kamu masih akan tetap mendekatinya?"


"Kalau iya kenapa? meskipun sudah menikah belum tentu jodoh sehidup-semati." Tatapan mata tajam terlihat, meminta Isel pergi dan tidak mencampuri masalah pribadinya.


"Hairin, aku tahu kamu bukan anak kandung, sejak kecil haus kasih sayang, tapi berita yang aku dengar kamu lepas kendali sepertinya benar. Memiliki anak angkat yang tidak tahu diri pergi dari rumah, dan melukai hati orang tua angkat. Seharusnya kamu disebut apa?" langkah Isel juga maju dia sudah tahu hubungan Hairin dengan keluarga Yandi sudah renggang.


Aira yang mendengar juga tersentak kaget, tidak heran perasaannya tidak nyaman saat Dean mempertanyakan soal Hairin, Dean bukan ingin menjalin hubungan, tapi ingin tahu respon keluarga yang ternyata tidak tahu soal keluarga Yandi dan Helen ada perselisihan dengan Putrinya.


Tendangan kuat menghantam perut Isel, tapi tidak membuatnya terjatuh. Serangan Isel juga sangat kuat sehingga terjadi pertarungan hebat.


"Dia lawan yang tangguh, bagaimana Nak? kamu tidak meminta Mimi turun?" tanya Aira mengusap perutnya pelan.


Tubuh Hairin terpental, Isel mengusap darah di bibirnya melayangkan tendangan di wajah Hairin.


Beberapa orang berdatangan untuk menghentikan pertengkaran, Hairin menatap Isel tajam, bersumpah akan membalas Isel.


"Aku ingat wajah kamu, lihat saja apa yang bisa aku lakukan!" seru Hairin dengan nada marah.


"Aku tunggu, ingat wajah aku dan satu lagi nama aku Ghiselin, cari aku dan kita bertarung lagi." Tantang Isel dengan senyuman menyeringai.


Orang yang melerai pergi, Aira masih berdiri melipat tangannya di dada memperhatikan Hairin yang berlalu pergi membatalkan niatnya untuk makan.


"Dia lawan yang cukup imbang, kali ini kamu hanya sedang beruntung. Terlalu sibuk mengurusi orang gila, kemampuan kamu menurun Isel." Aira melangkah ke mobil diikuti oleh Isel yang emosinya belum turun.


"Apa maksudnya Kak Ai, aku jauh lebih kuat dari dia," teriak Isel kuat meyakinkan Aira jika dirinya tidak akan kalah.


Kepala Aira menggeleng, melihat dari gerakannya Aira sangat yakin kemapuan bela dirinya tinggi.


"Kamu pernah bertarung dengan Kak Shin dan Tika, jika belum cobalah. Kamu akan tahu di mana tingkat kemampuan bela diri Hairin. Di dalam keluarga kita selain Kak Di, Mami ada Kak Tika dan Shin yang sangat ahli bela diri. Aku juga tidak bisa bersanding dengan mereka." Ai meminta Isel masuk mobil.


Isel menghela napasnya, dia memang sudah cukup lama tidak mengasah kemampuan gara-gara kuliah salah jurusan.

__ADS_1


***


follow Ig Vhiaazaira


__ADS_2