SELEBRITI BUKAN ARTIS

SELEBRITI BUKAN ARTIS
MALAM INDAH


__ADS_3

Angga berdiri di depan kamar Aira, dia merasa ragu untuk masuk apalagi pertama kali baginya tidur bersama seorang wanita.


Meskipun sah sebagai istrinya, namun Angga masih sangat canggung apalagi Aira masuk kamar lebih dulu.


Ketukan pintu berulang terdengar, Aira yang mendengar hanya bisa menahan tawanya karena mendengar suara yang sangat dikenalinya.


"Ai, izin masuk ya," panggil Angga dari balik pintu.


"Tidak boleh Ayang," jawab Aira menahan tawa.


"Apa yang kamu lakukan sehingga aku tidak boleh masuk?"


"Ayang pulang saja, Ai lagi ingin sendiri." Tangan Ai menutup mulutnya menahan tawa.


Ai langsung berdiri karena tidak mendengar jawaban lagi, merasa Angga benar-benar pulang meninggalkannya.


Pintu langsung terbuka, Aira kaget karena Anga masih berdiri di depan pintu dengan tatapan tajamnya.


Tawa Aira terdengar langsung memeluk Angga yang juga tersenyum melihat istrinya yang khawatir jika terjadi sesuatu.


Pertama kalinya Angga masuk ke dalam kamar pengantin keduanya yang dihias sebegitu indahnya membuat mata terpesona karena ada banyak foto pertemuan Angga dan Aira yang nampak.


"Ini foto pertama kita bertemu," ujar Angga yang mengingat kembali hubungan awal keduanya yang tidak akur.


"Apa yang Kakak hitam ingat?"


"Kita berdua selalu bertengkar, namun harus profesional demi film yang kita perankan." Angga merindukan moments bermain film bersama.


Mata Aira terbelalak besar menarik lengan Angga agar menatap dirinya, hal yang seharusnya Angga ingat saat pertama kali mereka berciuman.


Ai sudaahh berusaha menempel foto agar ada kenangan masa-masa romantis, tapi Angga mengingat moments bertengkar.


"Sungguh tidak sesuai ekspektasi." Kesal Aira menatap suaminya yang tertawa kecil.


"Maaf, aku lupa dan tidak nyaman mengingatnya karena saat itu kita belum sah," kata Angga yang memiliki alasan sendiri demi menghindari pikiran buruk.


Kedua tangan Aira melingkar di leher, meminta Angga mengingat malam pertama mereka tidak diizinkan melupakannya sedikitpun.


Belum sempat Angga menjawab Aira langsung mengecup bibir suaminya lebih liar dari sebelumnya.

__ADS_1


Kedua tangan Angga memeluk pinggang Aira, meskipun tidak mengerti Angga mengikuti keinginan Aira untuk berlama-lama kiss.


"Apa kita harus melakukan ini sampai pagi, bibir Aira bisa bengkak. Ayang tidak ingin melakukan lebih, ini malam pertama kita?" tanya Aira yaang paham suaminya tidak memiliki tindakan untuk lanjut.


"Melakukan apa Aira kamu capek tidak sebaiknya kita tidur," ujar Angga mencoba menghindar.


Dirinya bukan pria polos, tapi tidak juga liar seperti Aira yang memiliki pikiran dewasa yang sangat berpengalaman.


"Gawat, Aira bisa masih perawan di malam pertama, sudahlah Ayang." Aira naik ke atas ranjang, baju seksinya juga tidak ada harga dirinya.


Senyuman Angga juga terlihat naik ke atas ranjang, menatap Aira yang memunggunginya tidak ingin menatap sama sekali.


Satu tangan Angga memeluk istrinya dari belakang, Aira menarik tangan Angga berada di atas dadanya.


Mata Aira terpejam begitu dengan Angga, tanpa sadar baju Aira sudah terlepas semua berada di atas tubuh suaminya.


"Sayang, aku ingin bertanya boleh? Maaf jika kamu tersinggung, jangan salah paham aku tidak bermaksud apapun. Apa benar kamu ingin menunda kehamilan?"


"Kenapa memangnya Ayang?"


"Haruskah kita main Aman?" Angga tidak ingin Aira stres jika secara tiba-tiba hamil cepat.


"Kenapa kamu berpikir seperti itu? karir tidak penting bagi Aira. Ayang jawab juga ingin menunda atau tidak, jawab saja sesuai keinginan Ayang jangan memikirkan Aira.


"Kamu jangan merasa terbebani, jujur aku tidak ingin menunda, namun tida juga mengharuskan. Aku menyukai anak-anak apalagi anak kita," ucap Angga begitu yakin dengan keinginan yang siap menjadi Ayah.


"Jika itu yang Kakak hitam inginkan maka Aira juga siap. Maka lakukanlah tanpa pengaman." Ai masuk ke dalam pelukan suaminya.


Senyuman Angga terlihat memeluk tuh istrinya sambil mengusap punggung merasa sangat bahagia bisa memiliki Aira seutuhnya.


Suara Aira meringis terdengar, meremas bantal merasa sakit namun tidak ingin mengatakannya.


"Ai jika tidak nyaman dorong saja dada Aku," pinta Angga sangat lembut tidak ingin menyakiti istrinya.


Kedua tangan Aira memeluk erat punggung suaminya, menutup mulutnya karena sakit luar biasa.


"Ais sialan. Film brengsek, mereka mengatakan nikmat namun ini rasanya kulit aku terkoyak-koyak. Seharusnya aku tidak banyak menonton," batin Aira di dalam hatinya saat merasakan sakit.


Perlahan rasa sakit hilang, berganti rasa nikmat. Wajaah Aira memerah karena sudah kesal lebih dulu.

__ADS_1


"Sakit sayang?"


"Ayang tahu dari mana jika sakit, Ai tidak kesakitan," balas Aira bohong karena tidak ingin berhenti.


"Aku rasa ada yang terkoyak, yakin tidak sakit?" tanya Angga yang menyentuh darah menunjukkan kepada Aira.


Tangisan Aira terdengar, memeluk suaminya jika dia merasakan sakit, tai enak juga tidak mengizinkan Angga berhenti. Ai ingin melakukan berlari-lama seperti film yang dia tonton.


Keringat membasahi keduanya, bersamaan dengan suara ketukan di kaca jendela balkon kamar Aira, kepla Angga dan Aira melihat secra bersamaan.


"Binatang model apa yang mengganggu?" Ai menarik selimut menutupi tubuhnya yang polos, sedangkan Angga mengambil bajunya melangkah ke arah jendela.


"Kenapa suaranya hilang?" Angga menaikan rambutnya membuat Aira mangap karena suaminya sangat seksi tidak menggunakan baju hanya celana pendek.


Sikap jahil Aira muncul, mengambil ponselnya memotret dari belakang, belum ada orang yang berhasil memotret punggung suaminya apalagi tanpa baju.


"Pantas saja aku kewalahan, dia terlalu seksi, tidak salah ekspektasi aku membayangkan tubuhnya." Ai rasanya ingin teriak karena bisa bercinta dengan Aktor impiannya.


"Sayang lihat kucing Mira Moa yang menganggu kita." Angga tersenyum sangat tampan menghadap istrinya sambil menggendong kucing.


Aira memotret kembali menyukai gaya rambut suaminya yang memperlihatkan keningnya. Apalagi ditambah dengaan senyumannya yang sangat manis.


"Ai kamu memotret aku? Jangan Ai malu tidak menggunakan baju." Angga naik kembali ke atas ranjang memeluk Ai yang meng-upload foo untuk pamer kepada jutaan penggemar Blackat jika dia menjadi ratu dari sang raja film.


Jutaan Orang hanya mampu menikmati Angga yang berakting menggunakan baju tipis tidak pernah menunjukkan punggung dan dadanya.


"Besok pagi pasti heboh karena Ai punya keistimewaan menyentuh tubuh indah dan seksi juga bisa bercinta dengan puas." Aira tertawa melihat wajah Angga yang memelas karena tidak ingin banyak orang yang melihatnya.


"Perusahaan dan aku mencoba menutupinya, tapi istri sendiri yang mengumumkan kepada publik." Angga memeluk Aira yang meringis sakit karena bagian bawahnya masih perih.


"Ayang tadi berdoa apa sebelum berperang?"


"Semoga di dalam ini segera ada baby kembar seperti yang lainnya memilliki anak kembar." Tangan Angga menyentuh perut istrinya yang rata, berharap impian terbesarnya diberikan kepercayaan lebih untuk segera menjadi orang tua.


"Amin, berarti kita harus sering melakukannya agar cepat jadinya," pinta Aira karena ketagihan.


***


follow Ig Vhiaazaira

__ADS_1


__ADS_2