SELEBRITI BUKAN ARTIS

SELEBRITI BUKAN ARTIS
BERHENTI SEMENTARA


__ADS_3

Perdebatan antara Lea dan Aira terdengar, satunya memaksa untuk ke rumah sakit, sedangkan Aira ingin ke kantor polisi.


"Kamu satu kali lagi banyak bicara aku tendang keluar dari mobil, bisa tidak kita berhenti berdebat." Ai mencekik Lea untuk tidak membuatnya emosi.


"Kenapa kita harus ke kantor polisi?" Kemungkinan Black ada di ruah sakit." Lea mengusap air matanya.


"Lea sialan, binatang, setan lo ya! Black di kantor polisi bersama Dean karena dia ditahan oleh kepolisian karena hasil pemeriksaan dinyatakan positif mengkonsumsi obat terlarang." Aira mengusap dadanya karena menahan emosi.


kepala Lea mengangguk, kepolisian masih menjaga Black meskipun tidak bisa dihindari jika media sudah lebih dulu tahu.


Demi keamanan Black, terpaksa dia dikeluarkan dari rumah sakit karena banyaknya media yang mencari Black di beberapa rumah sakit.


Di kantor polisi, Dean hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Juan yang mengobati Blackat. Kepolisian melarang black untuk dirawat karena kondisinya yang hanya luka memar.


"Maafkan aku Black karena hanya bisa melakukan ini kepada kamu," teman lama Black yang menjadi polisi kasihan melihat Black menahan sakit.


"Terima kasih Der, aku tidak meminta pembelaan sama sekali. Lakukan seperti apa yang seharusnya hukum lakukan." Black meringis menahan sakit saat Juan menyuntikan sesuatu.


Obat terlarang yang masuk ke tubuh Black diusahakan untuk segera hilang dari tubuhnya, tidak ingin Black merasa nyaman dengan obat yang ada tubuhnya.


"Kenapa kamu merusak karir yang sudah kamu pertahankan selama ini, padahal kamu bisa membela diri." Dean menatap tajam, dia tidak memahami pola pikir Blackat.


Black salah satu ahli bela diri yang satu kelompok dengan Dean, bahkan Dean dan Juan juga kalah melawannya. Bisa juga dia diam saja saat dipukuli.


"Apa yang kamu rasakan? kepala kamu pusing, atau ada rasa nyeri?"


"Obat yang ada ditubuhnya tidak akan membuatnya merasakan sakit, masalahnya bagaiman cara membersihkan nama Black?" Derry menatap Dean dan Juan yang saling tatap.


Bukan hal yang sulit untuk membebaskan Black, mereka memiliki rekaman karena saat Black di serang sedang melakukan panggilan bersama Dean.


Meraka tahu jika Kakak angkat Lea yang membunuh ibu kandung Lea, tapi Dean tidak yakin jika orang yang membunuh Anggrek orang yang sama.


"Nanti saja kita membahasnya, bebaskan dulu Black." Juan menepuk pundak adiknya yang menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Juan duduk di samping Black, melihat kepala Black yang tertunduk. Dia bahkan rela mati demi membuktikan kepada Lea jika kelurga angkatnya yang sudah menutupi kematian Ibunya.


"Kakak Angga baik-baik saja?" Juan melihat tangan Black yang gemetaran.


"Bagaimana aku bisa baik Juan? ingatan soal ibu sungguh menghancurkan hati aku. Seandainya dulu aku meemiliki uang, pasti kasus ini cepat terbongkar." Black memegang dadanya kembali yang terasa sakit.


"Uang tidak menjamin Black, segalanya memang bisa dikendalikan dengan uang, tapi dibalik kasus ini banyak orang-orang berpengaruh." Juan merangkul pundak Black yang semakin merunduk.


Wajah Black memerah, memegang dadanya yang sangat sakit, bibirnya sampai gemetaran menghitam. Penglihatan Black langsung buram.


"Aku memang tidak berguna, bahkan menjaga keluargaku saja tidak mampu." Black memukul dadanya yang terasa sakit.


Suara langkah kaki berlarian terdengar, Aira lansgung memasukan obat ke dalam mulut Black, berjongkok di depan tubuhnya sampai ambruk ke tubuh Aira.


"Tenanglah, sudah selalu aku katakan jangan diingat lagi penembakan itu." Ai mengusap punggung Black.


Lea juga memeluk Black menangis melihat Kakaknya, meminta Kakaknya untuk tenang. Lea tidak akan meninggalkan dan akan ada di sisi Black demi kebenaran agar rasa sakit kakaknya segera sembuh.


"Obat apa itu Aira?" Juan mengambil sisa obat untuk diperiksa.


Setelah tenang, Black meminta maaf karena sudah menyusahkan Juan dan Dean juga. Dia bahkan meminta bantuan di tengah malam.


Juan bahkan nekat menabrakkan mobilnya demi menyelamatkan Black dari kecelakaan maut, apalagi dalam keadaan tidak sadarkan diri.


"Kak, kenapa melakukan ini?" Lea menyentuh wajah Black yang babak belur juga penuh luka.


"Lea, maafkan aku. Dulu aku tidak bisa menyelamatkan ibu dan Anggrek, setidaknya aku ingin menyelamatkan kamu." Black mengusap kepala Lea, dia tidak memiliki keluarga selain Lea.


"Bagaimana dengan karier Kak Black, reputasi kak Black hancur. Banyak stasiun tv yang membatalkan film juga kerja sama, iklan dan beberapa pekerjaan lain juga dibatalkan. Banyak pihak yang meminta ganti rugi." Kepala Lea menggeleng, kisaran yang harus Black keluarkan mencapai triliunan karena menyalagunakan kontrak.


Senyuman Black terlihat, dia tidak perduli dengan karirnya. Black akan membayar ganti rugi kepada pihak-pihak yang merasa di rugikan.


Dean muncul memberikan surat kepada Black bahwa dia akan menjamin Black selama kepolisian sedang menyelidiki. Bukan hal yang tidak mungkin jika Black akan ditarik kembali ke kantor polisi jika lawannya kembali menyalahkannya.

__ADS_1


"Dean kamu terluka?" Ai menyentuh lengan Dean yang ada bekas darahnya.


"Luka kecil, salah Kak Juan hampir membawa aku mati. Dari pada kamu ganti rugi kepada orang-oang yang meninggalkan kamu saat tersandung kasus lebih baik ganti mobil aku." Suara Dean menyindir Black terdengar, meminta salah satu mobil Black yang pernah Gilang gunakan.


"Kamu boleh mengambilnya," ucap Blackat santai.


"Jangan kak, itu mobil kesayangan. Lea yang akan mengganti mobilnya." Tatapan mata Lea sinis ke arah Dean.


Kepala Black menggeleng, meminta Lea membiarkan Dean mengambil mobil yang dia inginkan. Orang seperti dean memiliki alasan kenapa mengiginkannya.


"Kamu harus menghindari media, sampai satu dua hingga tiga bulanan jika kasusnya belum selesai. Jangan aktifkan sosial media." Dean menyerahkan ponsel Blackat untuk berhati-hati.


Aira cukup kaget karena Black akan berhenti sementara dari pekerjaan karena tersandung kasus obat terlarang. Black juga tidak bisa kembali lagi ke dunia film.


"Kenapa lama sekali Dean? pekerjaan Black ditunda sampai tiga bulanan," Ai menunjukkan tiga jarinya.


"Perkiraan bisa tiga tahun, mungkin seumur hidupnya tidak akan pernah bisa kembali." Kedua pundak Dean terangkat bukan menakuti hanya mengatakan fakta.


Black sudah mengetahui resikonya, dia bisa kehilangan karirnya jika sampai tersandung kasus yang berat.


"Sudahlah Dean kamu saja yang memikirkan itu, otak Aira dan Blackat tidak sampai mencernanya. Sekarang Black harus tinggal di mana?" Juan menatap obat yang ada ditangannya.


Black membutuhkan perawatan khusus agar bisa menghilangkan trauma juga ketergantungan terhadap obat.


"Gunakan saja apartemen Dean," ucap Ai santai.


"Kepala kunti, enak saja. Jika pacar aku datang bagaimana?"


"Ada perempuan yang mencintai kamu? aku kira hanya Juan saja yang jomblo akut." Ai tersenyum melihat saudara kembarnya yang beda segalanya.


Senyuman Juan terlihat, Black bisa tinggal di rumah keluarga Leondra. Mereka memiliki lab khusus yang bisa membantu pengobatan Blackat.


" NO no no, di sana ada Ghiselin, dia wanita sinting yaang mengidolakan Blackat. Mungkin sekarang dia sedang menangisi." Aira menggelengkan kepalanya menolak.

__ADS_1


***


follow Ig Vhiaazaira


__ADS_2