
Saran dari Juan akhirnya diterima karena di rumah keluarga Leondra paling sepi, juga ada sekumpulan dokter hebat. Hanya ada satu pengacau di dalamnya yang membuat rumah sepi, namun terdengar sangat ramai.
Pendapatan Aira tidak di dengarkan, Lea meminta Aira kembali untuk melakukan pemotretan meksipun tanpa Black.
Nama panggung Aira juga akan menjadi perbincangan karena kasus Blackat, tapi dikarenakan tidak ada sangkut pautnya Aira harus tetap melakukan pekerjaannya.
"Tidak bisa ditunda saja Lea?"
"Tidak bisa Ai, bagaimanapun juga aku manager kamu. Jika kita tidak pergi maka akan terkena denda." Lea meminta Aira bersikap biasa, dan berpura-pura tidak tahu apapun yang melibatkan Blackat.
"Sialan! kenapa harus begini?" Ai memeluk Juan yang meminta Aira berangkat bekerja, Juan yang akan mengurus Blackat sampai tiba di rumah keluarga Leondra.
Aira meminta Dean dan Juan menjaga Black dengan baik karena Isel sangat agresif juga bisa membuat truama Blackat semakin parah.
"Kak, ingatkan Kak Di untuk menyembunyikan pedang pusaka milik Isel, jika tidak ke ke ituan Blackat bisa hilang." Ai melihat ke bawah perut Black, tapi Dean langsung memukul kening Aira.
"Dia bermain pedang?" Black tersentak kaget menatap Juan dengan wajah khawatir.
Senyuman Juan terlihat, menggelengkan kepalanya jika ucapan Aira tidak benar. Meskipun kenakalan Isel memang nyata, dia sudah sedikit berubah tidak separah saat kecil.
Isel juga memiliki banyak teman, dia tidak punya waktu di rumah karena sibuk dengan teman-temannya. Bahkan keluar masuk luar negeri sendirian.
"Dia tidak diawasi orangtuanya?"
"Jangan mengkhawatirkan anak di bawah umur itu. Papanya seorang polisi yang memiliki banyak bawahan, Mamanya dokter hebat. Kedua orangtuanya sibuk, tapi Mamanya seorang hacker yang bisa mengawasi anaknya meskipun di ruangan operasi." Dean bukan membuat Blackat tenang, namun lebih khawatir lagi. Leondra keluarga seperti apa?
"Kamu tahu darimana Dean?"
"Diana Leondra Kakaknya Dean Dirgantara." Juan tertawa menepuk pundak Blackat.
Senyuman Black terlihat, ternyata Isel keponakan Dean. Hubungan keponakan dan Paman terlihat tidak akur sama sekali.
Lea langsung pamitan kepada Black meminta Kakaknya berhati-hati, Lea akan membuktikan jika Blackat tidak sepenuhnya bersalah.
Janji Lea akan mengembalikan kepopuleran kakaknya, dan tidak akan melupakan siapa saja yang mencoba merusak nama baik Blackat.
__ADS_1
"Kamu jaga saja Aira, dia membutuhkan bantuan kamu untuk terbang tinggi. Jangan hiraukan aku, nanti aku akan bangkit kembali. " Blackat berjanji tidak akan meninggal dunia peran yang sudah membesarkan namanya.
Senyuman Lea terlihat, meninggalkan kantor polisi bersama Aira secara diam-diam agar tidak ada yang mencurigai mereka.
Black hanya bisa menatap punggung Aira dan Lea yang berlalu pergi, Black akhirnya meninggalkan dunia untuk menemukan ketenangan. Selama menjadi aktris Black terus merasa rasa bersalah terhadap kasus Adiknya.
Apalagi hubungan dengan Lea tidak baik, membuat Black semakin kecewa kepada dirinya sendiri.
"Aku dan Lea bukan saudara kandung, tapi jika Lea tahu siapa keluarga angkatnya jauh lebih kecewa lagi." Black menghela napasnya berharap adiknya tetap kuat.
"Cepat atau lambat dia akan tahu. Kamu hanya perlu membuktikan siapa pelaku, sisanya biarkan Aira yang mengurus." Senyuman kecil Dean terlihat meminta Juan segera keluar lebih dulu.
Tidak ada yang boleh tahu di mana Blackat berada, dia harus bersembunyi setidaknya tiga bulanan agar media melupakannya.
Mobil Juan sudah terparkir di depan pintu, Blackat keluar dengan wajah ditutupi. Dean langsung merangkulnya, berjalan masuk ke dalam mobil.
"Kira-kira aman tidak?"
"Aku rasa aman, soalnya banyak wartawan yang sibuk mencari di rumah sakit, tidak ada yang menduga jika Blackat berada di kantor polisi." Juan menjalankan mobilnya untuk kembali ke kediaman mereka yang jauh lebih aman.
"Jangan berterima kasih sekarang, kita belum berhasil melakukan apapun." Kepala Dean menoleh ke luar jendela.
Kedua orang tua angkat Lea pasti sedang melakukan cara agar putranya tidak terlibat dengan kasus kecelakaan Blackat.
"De, berapa usia Kakaknya Lea?"
"Kemungkinan seumur Kakak pertama kamu, sejak kematian Anggrek dan Ibunya dia tinggal di luar negeri." Dean sudah menyelidiki keluarga angkat Lea, dugaan Black semuanya benar.
Kondisi yang cukup rumit sehingga wajar saja jika Blackat tidak bisa menyelesaikannya. Dean yang selalu melihat secara langsung kasus yang ditangani kedua orangtuanya memiliki jalan buntu.
Dean bahkan meminta bantuan Mommynya untuk menemukan identitas keluarga Lea yang dirahasiakan.
Pengacara yang menangani kasus Ibunya Blackat sudah meninggal satu tahun setelah kasus ditutup.
"Ingatlah Black, kami membantu kamu karena Aira. Selama ini, aku merasa Ai berada dalam pengawasan kami, ternyata ada satu hal yang kami lewatkan." Tatapan Dean melihat ke arah Blackat, mereka terlambat tahu jika Black tidak menceritakannya.
__ADS_1
Aira yang dianggap baik-baik saja ternyata terlibat dengan kasus besar, sekian lama Ai bertahan dengan rasa kehilangannya.
"Aira juga sepertinya dalam bahaya? lelaki tua itu mengincar adikku." Kepala Juan menggeleng tidak rela jika sedikit saja adik wanitanya terluka.
Sesampainya di rumah, Blackat kaget melihat perumahan yang sangat mewah juga dijaga dengan ketat.
"Semua orang yang tinggal di daerah sini sepertinya orang berpengaruh?" Black menunjuk ke arah tiga rumah yang memiliki tanda dari kepolisian.
"Ya, di sini ada keluarga Rahendra, Dirgantara dan Leondra, ketiga keluarga ini semuanya memiliki anggota polisi yang memiliki jabatan tinggi." Dean menunjukkan rumah Juan, rumahnya juga Leondra.
"Aku sudah meminta izin kepada Aunty Di dan Uncle Gemal untuk menitipkan kamu, sudah menjelaskan juga kondisi kamu." Juan keluar dari mobil, melihat darah keluar dari perut Black.
"Astaga, kenapa berdarah? kamu dari tadi hanya diam menyimak menahan rasa sakit." Juan langsung menghubungi Diana untuk segera pulang.
"Aku baik-baik saja Juan, jangan terlalu merepotkan. Sungguh aku baik-baik saja." Senyuman Blackat terlihat takut menyusahkan banyak orang.
"Luka memar di perut kamu ternyata luka dalam, saat kecelakaan mobil perut kamu tertusuk." Juan menarik tangan Black membantunya berjalan begitupun dengan Dean.
"Apa yang kalian lakukan?" suara Mami Aira terdengar, menatap pria yang lebih dewasa dari anak-anak terlihat terluka.
"Selamat siang Tante,"
"Assalamualaikum bukan selamat siang, hubungi Diana sekarang Dean." Al melangkah lebih dulu ke rumah Diana yang memiliki ruangan medis memadai.
Tubuh Blackat terbaring di atas ranjang, Juan langsung memasang infus. Menyingkap baju Black yang sudah penuh darah.
"Kamu aktris yang digosipkan dengan Aira, dan baru saja berita kecelakaan maut kamu. Hasil tes menyatakan positif pecandu." Al meminta Blackat menjauhi Putrinya, Al tidak ingin anaknya terlibat.
"Mami, apa sekarang waktunya menjatuhkan? Mi, dia membutuhkan bantuan kita. Dia terluka seperti ini demi Aira juga keadilan adiknya." Juan meminta Maminya keluar.
Mata Aliya melihat setetes air mata keluar dari mata Black, rasanya Al melihat Putra pertamanya yang kehilangan keluarga seperti dahulu.
***
follow Ig Vhiaazaira
__ADS_1