
Pelukan Mami Lea sangat erat, mengusap punggung Lea karena sangat mengkhawatirkannya. Lea menghilang dari rumah sakit secara tiba-tiba.
"Papi, bagaimana soal kondisi perusahaan agensi? Lea sudah mendengar siara langsung Aira, dia selebriti yang Lea pegang." Tatapan mata Lea berkaca-kaca karena dia binggung sebenarnya apa yang terjadi.
"Abaikan saja Lea, Aira hanya ingin menghacurkan perusahaan kita. Kakak Elo akan mengurus dia, kamu tidak perlu khawatir." Senyuman Elo terlihat, mengusap kepala Adiknya.
Elo meminta Lea membawa Aira kepadanya, mereka harus membebaskan Ira terlebih dahulu. Hanya Ai yang bisa melepaskan Ira jika mereka hanya bercanda.
"Bercanda apa Kak? Ira menggunakan obat terlarang. Dia mencoret nama baik Papi sebagai orang yang disegani masyarakat." Suara Lea lembut, jika Elo membebaskan Ira maka status Papinya sebagai Dewan rakyat akan dicabut secara tidak terhormat.
Papi angkat bicara, ucapan Lea benar. Elo dilarang membebaskan Ira, dia hanya merusak nama baik keluarga.
"Ceraikan saja dia Elo, sebelum kamu juga terlibat dalam kasus ini." Papi menatap tajam tidak menerima perdebatan.
Senyuman Lea terlihat di dalam hatinya, dia tidak akan membiarkan Ira lolos apalagi membawa Aira untuk Kakaknya yang memiliki halusinasi tinggi.
Dia tidak tahu siapa Aira, Lea yang hanya mengenal Dean, Juan dan Isel saja sudah bisa tahu jika keluarga Aira bukan orang sembarangan.
Mencari masalah dengan mereka, sama saja mencari petaka. Ai juga bukan gadis bodoh, dia diam bukan tidak ada tindakan namun diam mengawasi.
"Pi, izinkan surat-menyurat dipindahkan atas nama Lea Pi, aku harus meyelamatkan perusahaan." Wajah Lea memelas.
"Sudahlah Nak, hancur biarkan saja. Mami tidak ingin kamu yang terkena api hanya karena Ira yang bermain. Biarkan dia yang menanggung semuanya." Mami tidak ingin Lea menjadi kambing hitam.
Sejak lama dia tidak menyukai Ira, wanita licik dan tidak pantas untuk Putranya. Dia selalu membuat masalah, dan melakukan hal yang tidak masuk akal.
"Mi, perusahaan itu impian Lea, tidak mungkin Lea merelakan hancur begitu saja. Kita limpahkan semua kesalahan kepada Ira, tanpa harus mencoreng nama baik perusahaan." Penuh harapan Lea membujuk kedua orangtuanya.
Papi yang sedang berpikir akhirnya mengizinkan Lea. Segala sesuatu akan dipersiapkan agar Lea bisa mengambil alih perusahaan, tanpa campur tangan Ira dan Elo.
Senyuman Lea terlihat, rencana pertamanya berhasil. Dia harus menyelamatkan perusahaan terlebih dahulu dan membuat Ira semakin lama di penjara, jika perlu seumur hidupnya.
Tidak membutuhkan waktu lama, Lea langsung bergegas membawa keluar surat pemindahan atas dirinya.
__ADS_1
"Apa yang kamu rencanakan Lea? Kakak kecewa." Surat Lea langsung dirampas oleh Eko yang sudah menunggunya.
Wajah Elo terkejut, ada tiga perusahaan besar milik keluarganya langsung diganti nama atas milik Lea, dan tidak bisa diganggu gugat lagi.
"Kembalikan Kakak,"
"Kita bersaudara seharusnya saling membantu bukan menyudutkan, Kakak sangat menyayangi kamu." Tatapan mata tajam, meminta Lea mengikuti keinginan untuk menghentikan pemberitaan soal Ira terlebih dahulu
"Kenapa Kakak masih membela dia? padahal terlihat jelas tidak mencintai dia. Kak Elo yang sebenarnya ada masalah apa?" Lea menginjak kaki langsung mengambil kembali surat menyurat.
Meksipun Elo menyobek dan membakar surat, dia tidak bisa merusak karena sudah ada di tangan pengacara. Lea meminta Elo bekerja dengannya untuk menahan Ira di penjara karena sudah mencemarkan nama baik perusahaan.
Tidak menunggu jawaban, Lea langsung melangkah pergi ke perusahaan. Dia tidak ingin apa yang terjadi merusak citra para artis lain.
Semakin lama dirinya diam, berita buruk soal perusahaan semakin menyebar. Dengan penuh penyelesaian, Lea terpaksa mendepak perusahaan lama Blackat.
"Lama sekali." Aira menatap sinis Lea yang baru masuk mobil.
"Berisik! kamu tidak tahu jika aku dan Elo sudah saling menyerang." Mata Lea tajam merasa nyawanya di ujung tanduk.
Ai juga ikut meeting karena salah satu pemegang saham yang menggantikan Blackat.
"Kira-kira kekayaan Black berapa?" Ai menghitung nilai uang Black setelah dia mengalami banyak kerugian.
Pukulan Lea mendarat, Aira masih punya waktu untuk menghitung harta orang lain. Tujuan mereka jauh lebih penting, tapi Ai hanya mementingkan uang.
"Mami dan Papi kamu bisa menyerahkan perusahaan dengan mudahnya kepada kamu, tapi tidak sepenuhnya memberikan kepercayaan kepada Elo." Ai merasa sedikit penasaran.
Lea juga sama penasarannya, dia ingin tahu sebenarnya rahasia apa yang Elo dan Ira ketahui, dan sebenarnya apa yang menyebabkan mereka melakukan kejahatan.
Kehidupan sejak kecil mewah, tidak menjamin tumbuh menjadi pribadi yang baik. Sikap seseorang berubah atas keinginan sendiri.
"Dean sudah menemui Ira, kita lihat saja perkembangannya,"
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan Isel? apa kamu mengirimnya ke rumah sakit jiwa?"
"Belum, aku ingin dia masuk istana para pejabat negara, karena anak-anak berprestasi akan berkesempatan ada di sana." Ai yakin pekerjaan Isel pasti sangat menyenangkan.
"Kamu menyelidiki Papi?"
Kepala Aira mengangguk, keduanya keluar dari mobil langsung bergegas masuk ke dalam lift untuk pergi meeting.
Pintu ruangan terbuka, Lea menundukkan kepalanya merasa sangat menyesal karena sudah membuat banyak orang menunggu, juga berada dalam kegelisahan.
"Bagaimana cara keluarga kamu menangani ini?"
"Santai saja, saya ada di sini. Jangan gunakan emosi, ingin rapat atau berperang?" Lea duduk di kursinya dengan mata tajam.
Lea akan melakukan konferensi pers, menyatakan jika perusahaan tidak ada sangkut pautnya dengan Ira yang tertangkap sedang minum dan menggunakan obat di dalam perusahaan.
Karena tidak memiliki pilihan, akhirnya keputusan Lea disetujui, memberikan kepercayaan kepada Lea bisa menyelamatkan perusahaan.
Pembahasan soal para artis juga di bicarakan, Lea tidak akan menyangkal jika dirinya memang sudah merekrut Blackat. Dia juga yang akan membersihkan nama perusahaan.
"Black, ternyata kamu tahu keberadaan dia, sedangkan banyak orang yang mencarinya." Banyak pejabat terkejut, tidak yakin jika Black namanya masih bisa dibersihkan
Tawa Aira terdengar. Merasa lucu dengan tanggapan para pejabat, sejak awal nama Black tidak pernah rusak di hari pengemarnya, mereka semua sabar menunggu kembalinya Blackat.
"Kalian yang hanya menginginkan uang dari Black, saat di atas dia dipuji bagaikan dewa, setelah ada yang ingin menjatuhkan seakan semua orang angkat tangan." Kepala Aira menggeleng berharap siapapun yang meninggal Blackat, tidak diterima kembalinya.
Akan ada waktunya Black kembali menerbangkan sayapnya, dan orang-orang yang menghujat akan jatuh dan tersungkur.
"Kami tahu kalian pacaran, tapi Blackat pengecut karena tidak berani muncul untuk membersihkan nama baiknya." Suara timpalan terdengar.
"Bagaimana dia bisa keluar jika teriakan satu orang, tidak mungkin mampu melawan ribuan teriakkan.
***
__ADS_1
follow Ig Vhiaazaira