
Cepat Isel menghubungi Dean jika ada seseorang yang datang, dan menggunakan senjata.
Senyuman Black terlihat menatap pria meggunakan jas hitam, di kelilingi banyak pria berbadan besar.
"Tidak terasa sudah dua puluh tahun kita tidak bertemu, kamu menjadi pria yang sangat tampan dan mapan." Tawa menggelegar terdengar, mendekati Black yang tersenyum santai.
Beberapa bodyguard berjalan mengelilingi Black, mengekluarkan senjata untuk menyerangnya.
"Hentikan penyelidikan soal Anggrek!"
Kepala Blackat langsung menggeleng tanpa berpikir, sudah cukup lama mereka tidak bertemu.
Puluhan tahun yang lalu Blackat melihat kematian pertama kalinya, Ayah yang dia pikir menjaga keluarga ternyata seorang pengkhianatan.
Meninggalkan keluarganya yang sudah dia bohongi puluhan tahun, Ayah angkat Blackat membunuh seseorang dan menjatuhkan ke bawah jembatan.
Black yang melihatnya langsung terpukul, saat itulah Blackat tahu kebenaran jika dirinya hanyalah anak angkat yang diselamatkan setelah kedua orangtuanya meninggal dalam kecelakaan.
Black yang masih kecil hanya bisa menangis, menganggap Ayahnya mati. Black lompat ke bawah jembatan mencari seseorang yang tenggelam. Hingga puluhan tahun jasad itu menghilang di bawah jembatan.
Seumur hidup Black dia akan terus merasa bersalah, dia gagal menyelamatkan korban Ayahnya.
"Kenapa anda kembali? kenapa juga bisa tahu soal kasus Anggrek?"
"Aku tidak memiliki jawabannya, turuti ucapan Ayah untuk melepaskan kasus Anggrek." Suara berat terdengar.
Suara Black meludah terdengar merasa jijik dengan sebutan Ayah. Dia sudah lama menjadi yatim piatu, maka tidak ada kewajiban Black untuk bersikap sopan.
Satu mobil datang, Elo keluar sambil tertawa sudah beberapa tahun dia tidak datang ke bangunan tua, akhirnya bisa melihat kembali.
"Di sini kamu bersembunyi, Ayah memang yang terbaik." Tepuk tangan Elo terdengar merangkul pria yang dia panggil Ayah.
Dalam kebingungannya Black berusaha tenang, dia coba mencerna apa yang terjadi. Isel mengatakan bukan hanya Elo pelakunya, pantas saja di dalam rekaman video milik Gilang terlihat ada pria lain yang berbadan lebih besar, sedangkan Elo badannya tinggi.
"Jadi Anggrek dan Anggia juga bukan anak kamu, pria ini anak kamu sebenarnya. Sebenarnya apa yang kalian sembunyikan?" Black mengangguk, dia berpikir kasus Anggrek singkat, ternyata banyak misterinya.
Langkah Elo mendekati, dia ingin mempertemukan Blackat dan Anggrek. Menjadi bangunan tua sebagai tempat kematian mereka.
Selama Black hidup, Elo tidak akan pernah tenang. Dia ingin mencabut nyawa Blackat sama seperti Anggrek dahulu.
__ADS_1
"Bukan kamu yang membunuh Anggrek, tapi dia. Sebenarnya kamu tidak tahu soal Anggrek karena dalam perjalanan menemui Ibu." Tangan Blackat bertepuk, dia tidak menyangka kehidupan nyatanya sama seperti film yang pernah dia mainkan.
Black sebagai pemeran utama baik di film, juga kisah nyata. Semua terlihat seperti skenario tuhan.
"Kamu ternyata cerdik juga,"
Perintah untuk membunuh Blackat terdengar, senyuman Black terlihat meminta semuanya maju.
Pertarungan terjadi, Black diserang dengan senjata tajam sedangkan Black menggunakan tangan kosong.
Dari kejauhan Isel melihat pertarungan, tapi tidak memiliki keberanian mendekat. Dean melarang Isel ikut campur karena dia masih terlalu kecil.
"Aduh ini bagaimana? Ayang bisa terluka. Lawannya besar semua." Rasanya Isel ingin menghubungi Mamanya untuk meminta bantuan.
Hentakan kaki Isel terdengar, Aira juga sudah menuju lokasi. Tidak mungkin juga dia menyerang karena bisa merusak reputasinya.
Tubuh Black terpental, tapi bisa bangun dengan cepat. Satu-persatu lawannya berjatuhan, meksipun Black banyak luka tidak membuatnya melemah sedikitpun.
"Ternyata dia ahli juga bela diri Ayah, apa aku tembak saja." Elo mengarahkan senjata kepada Blackat.
Melihat Black diserang dari belakang, Isel langsung berlari kencang menaksir tembakan yang membuat bolong penggorengan yang dia bawa.
Senyuman Elo terlihat menatap gadis kecil yang cantik, berada dihadapannya dengan tatapan mata yang sangat mengemaskan.
"Om, tidak boleh seperti itu. Menyerang dari belakang namanya curang." Tangan Isel terlipat di dada, penggorengan masih dipegang ingin memukul kepala Elo.
"Maaf anak manis, aku tidak ingin menyakiti kamu." Elo melangkah maju, tapi tendangan Blackat menghantam dadanya.
Satu tangan Black merangkul pundak Isel, dan satunya mengarahkan senjata karena Ayah Elo juga mengarahkan senjata.
Tawa Elo terdengar, dia tidak menyangka jika Blackat bermain dengan anak kecil. Ternyata selera mereka sama menyukai anak dibawah umur.
Tatapan mata Black tajam, tidak suka dengan tatapan Elo melihat Isel. Tangan Isel mengusap darah di kepala Black membuat Elo cemburu.
"Kenapa kamu keluar? mereka berbahaya juga membawa senjata,"
"Lebih para lagi jika Kak Ai tahu penggorengan pink bolong." Wajah sedih Isel terlihat mengelus body yang berlubang.
Black menggeleng kepalanya, ingin konsentrasi dan mengabaikan ucapan Isel yang membuat lelucon.
__ADS_1
"Kenapa kalian tiduran di tanah? bunuh Black." Teriakan terdengar, langsung mengarahkan senjata kepada Blackat.
Tatapan mata Black ke arah Isel yang cengengesan, tidak sadar saja jika nyawa mereka diujung tanduk.
Beberapa orang baju, Black juga langsung menyerang balik. Isel juga ikut bertarung, memukul kepala beberapa orang. mengunakan penggorengan kesayangan Aira yang dia dapatkan dari fans.
"Jangan sakiti si kecil!" Elo mendekati Isel, pukulan penggorengan Isel kuat menghantam kepala Elo sampai meringis kesakitan.
"Sel, awas!" Blackat terlambat, Isel terpental dengan luka sayap diperutnya.
Suara teriakkan Aira terdengar melakukan siaran langsung menunjukkan beberapa preman yang menyerang juga menampakkan wajah Blackat yang terluka.
"Ayang, apa kalian sedang shooting?" Ai memeluk Black, dan kaget melihat Isel didekati oleh Elo.
"Aku bunuh kamu menyentuh dia!" Ai menjatuhkan ponselnya, langsung melayangkan tendangan kepada Elo, secara membabi-buta Ai memukuli Elo karena menyakiti Isel.
Beberapa orang berlarian karena siaran langsung, Ayah Elo juga berlari karena takut polisi mendekat. Blackat mematikan siaran.
Dari jauh Lea juga berlari, menarik Aira yang seperti orang kesurupan. Tawa Elo terdengar melihat Aira teriak kuat mencaci-maki dengan nada kasar.
"Sel, kita ke rumah sakit sekarang." Black menggendong Isel yang memegang perutnya sambil tertawa.
Mobil Dean juga tiba, kaget melihat Isel penuh darah, tapi masih bisa tersenyum. Menatap Aira yang histeris.
"Uncle, tidak boleh." Isel meminta diturunkan, Dean mengambil benda tajam yang tertinggal, berlari ke arah Elo menancap tangannya sampai Elo histeris.
"Serahkan pisau itu Aira!" Dean menunjuk ke arah satu lagi, Ai langsung mengambilnya.
Tancapan kedua mengenai tangan Elo satunya. Teriakkan menggema sampai burung berterbangan.
"Berani kamu menyakiti dia, kamu tidak tahu bagaimana kami menjaganya sejak kecil, semut saja tidak kami izinkan mengigit." Satu tangan Dean mencekik kuat sampai mata Elo memerah.
"Uncle, jangan menjadi pembunuh. Aku baik-baik saja, ini bukan darah Isel, tapi tadi membawa minuman." Tangan Isel menarik pergelangan tangan Dean.
Tatapan mata Dean langsung tajam ingin menelan Isel hidup-hidup yang sudah lari ke dalam bangunan.
***
follow Ig Vhiaazaira
__ADS_1