SELEBRITI BUKAN ARTIS

SELEBRITI BUKAN ARTIS
KELUARGA ANEH


__ADS_3

Panggilan di ponsel Dean tidak berhenti membuat Aira risih, langsung mengambil ponsel Dean dan menjawab panggilan dari Isel yang sudah menangis.


[Uncle tolong, Isel ditahan di hotel.] Tangisan terdengar memohon agar Dean membebaskannya.


"Dean, kenapa Isel?" Aira memberikan ponsel Dean, tapi langsung dimatikan.


Dean sebagai membiarkan Isel ditahan oleh pihak hotel karena anak dibawah umur membawa banyak teman-teman, hal yang membuat Dean marah Isel memiliki teman beda usia.


"Apa yang dia lakukan?"


"Tidak tahu, jangan menambah pikiran aku. Biarkan saja dia di sana!" suara Dean membentak Aira terdengar.


Pukulan di atas meja terdengar, Aira tidak suka jika Dean bersikap terlalu keras kepada Isel. Dia masih terlalu muda dan memiliki banyak rasa penasaran.


"Aku tahu kamu sangat menyayangi dia, tapi jika terus dikeras dia akan semakin menjadi. Ingat Dean dia Putrinya Diana, kamu tidak lupa kemampuan Kak Di?"


"Aku tahu! kamu tahu siapa yang menghack komputer Gilang? itu Isel." Nada bicara Dean lebih tinggi lagi membuat Blackat dan Lea menghentikan keduanya.


Aira langsung kaget, jadi selama ini Isel hacker yang selalu merusak pekerjaan Dean. Dia juga yang selalu mengirimkan virus kepada beberapa perusahaan besar, hingga terjadi masalah.


Bukan hanya Aira yang identitasnya di sembunyikan, tapi Isel juga. Dia terkenal dengan nama samaran Ghia, dan kemampuannya cukup hebat sehingga membuat Dean pusing.


"Ternyata rambut pelangi juga hebat, sikapnya yang pecicilan menyimpan sikap yang mengerikan. Kenapa dia bisa tahu soal Gilang?" Black menatap Dean yang memijit pelipisnya.


"Seorang hacker itu biasanya pendiam, tapi Isel hacker terheboh. Dia bisa tahu dengan mengecek ponsel kalian. Mungkin dia juga mengecek ponsel kamu." Telunjuk tangan Dean mengarah kepada ponsel Black yang baru satu hari dia hidupkan.


"Memangnya siapa orang tua Isel? dia hanya terlihat seperti remaja nakal yang tidak terurus." Tatapan Lea melihat Aira yang masih terdiam karena kemampuan Diana ternyata turun kepada manusia hutan.


Ai baru menyadari alasan Isel selalu melakukan perjalanan ke hutan, dia pasti bukan hanya sekedar berlibur, tapi ada hal lain yang dia lakukan.


"Papanya Isel seorang polisi, sedangkan Mamanya seorang hacker juga pembunuh berantai." Ai menatap Lea yang terjatuh dari tempat duduknya.


Blackat juga menjatuhkan ponselnya karena kaget, Diana yang terlihat baik, lemah lembut dan dokter yang hebat ternyata seorang hacker.


"Kenapa pembunuh bisa menikahi polisi?" Lea masih tidak percaya dengan ucapan Aira.


"Tidak percaya sudah, tanyakan saja kepada Dean?"

__ADS_1


Kepala Dean menggeleng dia tidak tahu menahu, dan tidak ingin membahas masa lalu orang. Apapun yang terjadi di masa lalu, paling penting masa depannya.


Secara tiba-tiba, Dean menoleh ke arah pintu. Aira juga melihatnya, dan kaget melihat Isel sudah di depan pintu tersenyum lebar.


"Bukannya kamu ada di hotel? kenapa bisa ada di sini?" Ai melihat baju Isel compang-camping.


Kepala Isel masih tertunduk, Black memberikan jaketnya menutupi tubuh Isel. Memintanya untuk duduk dan menceritakan masalah yang Isel hadapi.


"Kamu baik-baik saja Sel,"


"Dia tidak baik sama sekali, ini apa Isel?" Dean melemparkan ponselnya ke arah Isel yang langsung menangkap.


Suara mulut Isel bergerak terlihat, mengatakan kepada Aira jika dirinya dikeluarkan dari sekolah. Meksipun Isel bicara tanpa suara.


Black kaget karena Lea di keluarkan dari sekolah, tidak heran Dean terlihat sangat marah. Diana angkat tangan menyerahkan kepada Dean untuk mengirim Isel ke luar negeri menyusul kedua Kakaknya.


"Kamu akan aku kirim ke luar negeri, serahkan semua yang kamu dapatkan dari perusahaan Gilang." Dean menatap tajam Isel yang sudah menangis kembali.


Kepala Isel menggeleng, memeluk Dean meminta maaf. Dirinya tidak akan melakukan kesalahan yang sama, jika Dean memberikannya kesempatan untuk terakhir kalinya.


"Aku capek dengan janji kamu yang tidak bisa berkerja sama,"


Black melangkah pergi melihat Isel meberikan love love kepadanya, air mata Isel hanya kebohongannya saja.


"Kesalahan apa yang kamu lakukan Sel?"


"Biasalah, aku membocorkan soal ujian. Dan ketahuan karena punya teman mulutnya bocor." Tawa kecil Isel terlihat, dia santai saja dikeluarkan.


"Kenapa kamu bisa di hotel?"


"Biasalah, ada penyeludupan senjata. Aku sedang mencari satu senjata ilegal, tapi Kak Juan tahu langsung memberitahu Kak Dean." Umpatan Isel terdengar, dia bertemu Juan yang sedang meeting di hotel.


Tawa Aira terdengar, Isel memang tidak punya otak. Baru saja di keluarkan dari sekolah, dan bukannya berpikir tapi lebih memilih pergi ke tempat penyeludupan ilegal.


"Apa kamu tidak takut mati?"


"Apa ada manusia di dunia yang tidak mati? aku tidak peduli soal pendidikan dan pelajaran itu menyebalkan." Isel mengacak-acak rambutnya yang baru saja diubah warna.

__ADS_1


Kepala Aira geleng-geleng sambil tertawa karena Isel sejak kecil memang selalu pindah sekolah. Sudah lebih dari dua puluh sekolah yang Isel masuki.


"Lalu bagaimana dengan masa depan kamu?" Ai menatap Isel yang membuka jaketnya Hanya menggunakan baju satu jari.


"Aku hanya akan menikah dengan Blackat, hidup aku terjamin." Tubuh Isel terpental saat Aira dan Lea menendang sampai tersungkur.


Lea tidak terima jika kakaknya menanggung hidup anak remaja seperti Isel yang hanya tahu membuat masalah.


Pertengkaran tiga orang terdengar, Isel terpojok karena ada dua orang dewasa yang menyerangnya.


Teriakan Blackat terdengar, menarik tangan Lea yang langsung terduduk. Isel memeluk erat Blackat, tangan Black menahan kepala Aira untuk segera mundur.


"Ayang, dua wanita gila ini menyerang aku,"


"Aira, Lea, kalian berdua sudah besar. Wajah Isel luka." Black menyentuh bekas cakaran di pipi Isel.


Suara Isel meringis kesakitan terdengar, mengeluh kepada Black karena dia sedang sedih karena dikeluarkan dari sekolah, dan langsung di pukul.


"Bohong, dia tidak sedih sama sekali Kak, tapi tersenyum lebar." Kepala Lea gelang-gelang meminta kakaknya tidak percaya.


"Isel sebenarnya sedih, nanti dikirim ke luar negeri terus jauh dari Mama. Isel tidak mau,"


"Lalu kenapa Isel membocorkan data?"


"Tidak sengaja Ayang, Isel hanya coba-coba." Rengekan terdengar meminta Black membujuk Dean agar dia tidak sekolah jauh.


Kepala Aira menggeleng, tidak menyangka jika Isel juga licik. Bisa dia memanfaatkan Blackat untuk urusan pribadi.


Senyuman sinis Aira terlihat, langsung mendekati Black mengecup bibirnya membuat Isel langsung terhentak duduk, Lea juga langsung menganga melihat Ai yang sangat berani melakukannya.


"Black itu pacar aku, jaga jarak paham sayang." Ai menatap Black yang melangkah mundur tidak menyangka dengan serangan dadakan Aira.


Isel langsung berpura-pura pingsan, Ai tidak peduli sama sekali menarik tangan Black untuk keluar.


"Keluarga sinting dua wanita ini," Lea masih kaget dengan drama Isel, ditambah lagi dengan Aira yang menyerang langsung.


***

__ADS_1


follow Ig Vhiaazaira


__ADS_2