SELEBRITI BUKAN ARTIS

SELEBRITI BUKAN ARTIS
HEBOH


__ADS_3

Gedoran pintu sangat kuat, Lea pagi-pagi sudah mengamuk ulah Aira yang mengumbar dan menjadikan suaminya tontonan segar di pagi hari, namun membuat heboh perusahaan yang harus menahan dan menbersihakan banyak editan foto fulgar.


"Kenapa Lea? itu kamar pengantin baru." Mami menenangkan Lea yang sedang perut besar, tapi mengamuk.


"Mami lihat pemberitaan, Aira memang sudah gila. Dia tidak update foto pernikahan, langsung upload foto malam pertama. Bagaimana tidak mengguncang dunia?" teriakkan Lea terdengar menggema marah besar kepada Aira yang harus membuatnya stres di pagi hari.


Staf terus menghubungi Lea, banyak wartawan di depan gedung karena ulah Aira yang membuat suasana di pagi hari.


"Wow, seksi sekali. Tubuh Altha dulu juga sekeren ini apalagi dibawah lampu remang-remang dalam keadaan berkeringat. Astaga gila, Aliya mulai berontak kotor lagi." Al langsung turun ke lantai satu menemui suaminya di depan rumah sedang jalan pagi.


Kepala Lea geleng-geleng, tidak herna Aira memiliki sikap gila jika yang melahirkannya sama saja tidak ingat umur jika sudah tua.


"Sayang, lihat apa yang aku temukan di pagi hari?" Aliya mendekati suaminya yang mengabaikan Istrinya.


Alt sudah tahu apa yang dibahas, baru saja peperangan antara Diana dan Gemal terjadi hanya karena Diana mengangumi tubuh seksi Blackat.


"Aku rasa hari ini banyak rumah tangga yang bertengkar hanya karena melihat tubuh Blackat dari belakang dan depan, ditambah senyum manisnya." Alt geleng-geleng melihat suara teriak-teriak di rumah Shin Tika.


Satu-persatu para bocah melarikan diri, mengikuti Kakeknya jalan santai setelah mendengar teriakan histeris dua wanita setengah waras di rumahnya.


"Tika, buat dulu susu anak, nanti melihat ponsel." Genta menyita ponsel istrinya yang sudah penuh berita Blackat.


"Gila seksi, Aira pasti puas sekali tadi malam." Tika meraba dada suaminya.


Genta menepis tangan istrinya, merasa geli melihat Tika yang menggila sejak pagi tidak ingat anak lagi.


Di lantai atas juga terdengar keributan, Juna marah-marah kepada istrinya yang sibuk dengan ponsel menatap suami orang.


"Shin!" ponsel Shin dilempar oleh Juna yang terlihat sangat marah.


Suara tangisan Shin terdengar, menuruni tangga mengambil ponselnya langsung ingin pulang ke rumah orangtuanya tidak ingin melihat Juna yang berlebihan.


Tika sudah kabur lebih dulu, melihat suaminya dan kakaknya marah lebih baik menyelamatkan diri.


"Mami, Mama, anakmu ketinggalan." Mora berlari mengejar Maminya yang kabur lebih dulu.

__ADS_1


Mira juga ikutan berlari bahkan belum sempat memakai baju membuat Genta berteriak menarik Putrinya untuk masuk kamar lagi.


"Aira, pagi-pagi sudah membuat heboh saja. Lupa dia siapa keluarganya yang mata keranjang." Juna mengejar istrinya yang sedang menangis karena ponselnya tidak sengaja Juna lempar.


"Mama, lihat Ay Jun. Ponsel Shin dilempar, Papa." Rengekan Shin terdengar, merasa kesal karena ponsel pecah layar.


Gemal menarik telinga Shin yang membuat keributan karena melihat foto suami orang. Diana juga menarik telinga suaminya meminta melepaskan Adiknya.


"Apa salahnya melihat, tahu gunanya mata?" Diana menarik Shin yang tertawa melihat Diana juga bertengkar dengan suaminya.


Mam Jes dan Papa Calvin hanya bisa geleng-geleng, anak-anak meributkan hal yang tidak penting.


"Kalian ribut, sedangkan pengantin belum bangun." Papa meminta ketiganya keluar, ribut di luar saja.


Teriakan Mora terdengar, Dean yang sedang bekerja sampai pagi terkejut, matanya yang mengantuk langsung hilang melihat Mora yang tertawa sangat kuat.


"Kenapa kamu Mora?" Dean melihat Mora berlari keluar mencari Mamanya.


Mata Isel juga terbuka, bisa mendengar suara ribut, tangan Isel memainkan koin emas yang dia kumpulkan.


"Sel, kamu ada di dalam?" suara Dean memanggil terdengar.


Mata Isel terpejam kembali, dia menjawab panggilan di dalam hatinya karena sulit sekali megeluarkan suaranya.


Pintu terbuka, Dean melangkah masuk membukakan gorden kamar. Kamar Isel sangat besar namun terlihat sempit karena banyak barang.


Setiap pulang dari luar negeri pasti membawa banyak barang aneh, bahkan Dean melihat foto Blackat terpampang besar di dinding kamar.


"Bangun Sel, kamu pulang hari ini. Uncle antar kamu sebelum aku tidur." Dean menarik selimut melihat banyak koin emas.


Kepala Dean menggeleng menyusun koin di tempat yang sedang Isel buat untuk hiasan kamarnya.


"Manusia pencinta emas, dari tempat tidur sekarang hiasan dinding. Jika ada maling jadi milyarder dadakan." Dean tersenyum melihat banyaknya koin.


"Apa yang Uncle lakukan?" Isel duduk di pinggir ranjang, menatap pria yang sejak kecil menjadi pendampingnya.

__ADS_1


Langkah Isel mendekat menatap Dean yang sedang sibuk sendiri, Aira membuka pintu balkon kamarnya melihat di depan rumah ada keributan.


"Apa yang terjadi Uncle?" Isel menatap ke arah Mora dan Mira yang lari-larian sedangkan kedua orangtuanya bertengkar.


Mendengar panggilan Isel Dean juga keluar, melihat anak-anak lari-larian. Kamar pengantin masih tertutup rapat, belum ada tanda bangunnya.


"Aira membuat gempar." Dean menunjukkan foto Blackat yang tersenyum manis memegang kucing tanpa menggunakan baju.


"Sekarang Uncle Angga sudah kurus sebelum dia kecelakaan jauh lebih seksi. Baru-baru ini saja berolahraga lagi," ucap Isel yang tahu segalanya tentang idolanya.


"Kamu tahu dari mana?"


Senyuman Isel terlihat, dia sudah bertahun-tahun mengikuti Blackat, bahkan sebelum Aira muncul. Isel penggemar pertama sejak Blackat naik daun hingga naik tahta tertinggi.


"Isel tahu apa yang publik tidak ketahui, jika terjadi sesuatu maka aku orang pertama yang akan membela Blackat melebihi istrinya," ucap Aira penuh keyakinan.


"Kamu begitu besarnya mencintai Kak Angga?"


"Aku mengatakan Blackat, bukan Angga. Mereka memang satu orang, namun beda karakter." Isel menegaskan kepada Dean untuk tidak becanda soal orang yang dia cintai.


Melihat keseriusan Isel, Dean hanya bisa geleng-geleng menyemangati. Sama ataupun beda, tetap saja tidak busa dimiliki.


Pintu balkon kamar Aira terbuka, Angga berjalan keluar menerima panggilan dari perusahaan karena ulah Aira. Angga sudah menghapus postingan namun terlambat karena sudah trending di beberapa negara.


Kehidupan pribadi Angga setelah menikahi menjadi sorotan publik, rasa penasaran penggemar sangat besar menduga jika Angga dan Aira menikah karena ham di luar nikah.


"Aira, sudah aku katakan candaan kamu tidak lucu, aku yang terkena denda." Angga mengacak-acak rambutnya melihat Dean dan Isel yang berdiri di rumah depan dengan tatapan dingin.


Langkah Angga mundur, balik lagi ke atas ranjang memeluk istrinya dari belakang karena senang sekali membuat orang memiliki banyak pekerjaan.


"Sayang, ayo bangun. Aku ke perusahaan dulu ya, kamu ikut tidak?" Angga mengeratkan pelukannya.


"Tidak boleh, temani Aira selama satu minggu, tidak boleh bekerja," pinta Aira memohon.


***

__ADS_1


__ADS_2