SELEBRITI BUKAN ARTIS

SELEBRITI BUKAN ARTIS
TIDAK PENGERTIAN


__ADS_3

Di rumah sakit Mami Lea sangat khawatir apalagi diketahui Ira menyebabkan Lea gegar otak.


Kabar yang baru diterima ternyata Ira ditahan polisi karena pemakaian obat terlarang juga penyerang salah satu selebriti terkenal, dan lebih buruknya pihak perusahaan sengaja menutupi dan menjebak artisnya sendiri.


Kasus yang sama dialami oleh Blackat, hilangnya Black masih menjadi tanda tanya karena dua perusahaan bungkam.


"Ada apa dengan Lea, Mami?"


"Ini semua gara-gara istri kamu Elo, sejak awal Mami tidak menyukainya. Lihat juga pemberitaan, Ira menyerang selebriti yang bernama Aira." Mami bicara dengan nada tinggi.


Kepala Elo menggeleng, langsung melihat pemberitaan yang penuh dengan cuplikan siaran langsung Aira. Tangan Elo tergempal kuat, matanya merah karena emosi melihat wanita tercantik menurut Elo disakiti oleh manusia sampah.


Kabar ditahannya Ira membuat Elo murka, langsung bergegas ke kantor polisi. Apalagi perusahaan agensi yang memegang hampir ratusan artis dipaksa tutup.


Pengemar Aira menyerang secara habis-habisan karena tidak terima jika selebriti yang mereka cintai, dipermalukan juga diserang secara langsung.


Jika pihak kepolisian tidak menahan Ira, maka pengemar Aira yang akan memberikan hukuman yang setimpal membuat Ira memilih meninggalkan dunia.


Kegilaan pengemar sudah tingkat berlebihan, rasa kagum dan cinta mereka membuat selebriti tidak boleh melakukan kesalahan sedikitpun.


Mata Lea terbuka, merasakan kepalanya sakit. Mami Lea sedang pulang selama Lea tertidur, sedangkan Papinya sedang perjalanan bisnis langsung segera kembali.


"Juan, bagaimana kondisi Aira?"


"Dia baik-baik saja, kamu kenapa bisa gegar otak? kita meminta kamu berpura-pura pingsan, bukan mencelakai diri sendiri." Kening Juan berkerut, dia tidak memiliki banyak waktu untuk menemani Lea karena ada urusan di perusahaan.


"Juan tunggu, kenapa kamu ada di kampus dan rumah sakit?"


"Aku dosen di sekolah kedokteran, dan Dokter di rumah sakit, tapi aku tidak aktif kecuali ada pertemuan dokter. Aku masih dalam masa pelatihan." Mata Juan menatap pipi Lea yang membiru.


Senyuman Lea terlihat, dia tahu siapa Juan, salah satu siswa jenius di sekolahnya. mereka masuk dikelas yang sama, tapi Juan terlalu cepat lulus hingga melanjutkan kuliah siswa berprestasi.


"Kak Juan, kenapa sekolahnya cepat sekali? aku ingin mengejar, tapi tidak mampu. Kamu selalu ada di urutan pertama, disusul oleh Dean dan aku yang ketiga ...."


"Maaf aku tidak mengenali kamu, selama ini aku hanya fokus sekolah, dan sekarang fokus karir. Mungkin juga aku akan segera meninggalkan rumah sakit." Apapun pilihan yang Juan ambil, sudah dia pikirkan dengan matang. Tidak bisa menyelamatkan banyak nyawa, tapi Dean bisa mengajari banyak siswa untuk menjadi Dokter yang hebat.

__ADS_1


Tanpa mendengarkan ucapan Lea selanjutnya, Juan langsung melangkah pergi tidak memiliki waktu menunggu Lea pulih.


"Kamu masih dingin seperti dulu, dan hati aku juga masih mengagumi kamu." Lea menatap ke arah jendela bersiap untuk meninggalkan rumah sakit.


Lea tidak ingin berlama-lama di rumah sakit, dia harus segera menemukan penyebab saudara kembarnya dibunuh secara keji.


Infus dilepas secara paksa, Lea langsung bergegas keluar menghubungi mobil online agar segera menemui Aira dan yang lainnya.


Dari jauh Juan melihat Lea yang sudah berjalan menggunakan baju santai, tidak terlihat sama sekali jika sedang menahan sakit.


"Kamu juga masih sama seperti dulu terlalu terobsesi akan sesuatu, kepala kamu masih sakit karena gegar otak ringan. Tetapi melarikan diri dari rumah sakit." Juan langsung melangkah pergi ke tempat lain Membiarkan Lea melakukan sesuka hatinya.


Lama Lea menunggu mobil datang sampai kakinya sakit, saat melihat mobil Juan lewat langsung melambaikan tangan, tapi dilewati begitu saja.


Helaan napas terdengar, mobil yang Lea tunggu akhirnya tiba. Pintu mobil ditutup kuat, langsung cemberut karena melihat sikap Juan yang dingin.


"Maaf Kak, pintunya tutup pelan saja,"


"Jangankan pintu mobilnya aku ganti." Nada sombong Lea terdengar.


Sesampainya di bangunan tua, Lea langsung berjalan kaki sambil memarahi supir online. Dia memiliki uang, tapi diremehkan.


Mobil Dean juga sampai melihat Lea yang jalan kaki, hanya membuka kaca tapi tidak berhenti.


"Dean, capek. Ternyata jalannya lumayan jauh." Lea mengejar mobil Dean yang menolak memberikan tumpangan.


Di dalam ruangan suara Aira tertawa terdengar, masih terbayang-bayang pesan dari kakaknya jika Lea gegar otak.


"Tidak ada yang lucu Aira,"


"Bagi Ai itu lucu. Kamu seperti banyak pikiran? sebentar lagi semuanya akan terungkap." Ai duduk dengan santai.


Melihat ekspresi Blackat, Aira merasa dia mulai ragu mengungkap karena sudah tahu siapa pelakunya.


"Ada apa?"

__ADS_1


"Jika kebenaran terungkap, Lea pasti akan terluka,"


"Dalam segala hal memang harus ada yang terluka, sudah menjadi resiko kita mengungkap sesuatu yang sudah diputuskan untuk ditutup." Ai yakin alasannya pasti jika terungkap akan ada satu pihak yang tersakiti.


Kepala Blackat terbentur di meja, dia baru terpikirkan setelah melihat wajah Elo secara langsung. Orang yang mencelakai Anggrek sebenarnya Elo.


Ai langsung berdiri menatap Lea yang masuk bersama Dean, Ai tidak percaya jika Elo yang menyerang karena dia tidak tahu Lea kembar dan sangat menyayangi Adiknya.


Pelakunya sudah pasti Ira, dia memiliki alasan kuat melakukannya. Ira membenci Lea yang selalu mengabaikannya dan tidak menghormatinya, dan memiliki alasan yang kuat juga ingin Aira terbunuh karena suaminya terlalu mengidolakan Aira.


"Elo memang jahat, tapi tidak mungkin dia menyakiti Lea yang sangat dicintainya,"


"Dia menyakiti Anggrek karena menghalangi dan menentang keinginannya untuk bertemu kamu. Secara langsung Elo membunuh Lea." Tatapan Blackat tajam, Kakak yang sangat Lea banggakan dan cintai selama ini sudah membunuhnya.


Kebenaran baru terungkap saat Elo bertemu dengan Ibu, wanita yang singkirkan bukan Lea, tetapi saudara kembarnya. Ibu orang yang mengetahuinya karena Elo datang berkunjung, demi menutupi kasus pembunuh Anggrek makanya Ibu juga disingkirkan.


"Ai, Ira pasti memegang kartu as milik Elo, sebelum pembunuh mereka hanya status pacar, tapi memutuskan menikah meksipun ditentang keluarga." Black sangat yakin, Elo akan melakukan segala cara untuk membebaskan Ira.


Jika sampai Ira buka mulut, Lea akan tahu segalanya siapa pembunuh saudara kembarnya. Selama ini Lea hanya mencurigai Aira, tanpa tahu jika asap sebenarnya ada di dalam rumahnya.


Ai menundukkan kepalanya, tidak ingin bicara lagi karena tidak tega melihat wajah Lea yang sudah pucat, bahkan Dean sampai menahan punggungnya.


"Jadi, Kak Elo tidak tulus kepada aku. Dia lebih mencintai Aira, daripada aku." Air mata Lea menetes, tubuhnya langsung melemas.


Black berdiri, langsung menahan tubuh Lea agar tidak ambruk. Memintanya tenang terlebih dahulu, apa yang Blackat katakan belum tentu benar.


"Aku rasa dugaan Blackat benar,"


"Aira kamu memang manusia sialan! tidak ada niat kamu menghibur aku?"


"Untuk apa? Kamu bodoh,"


***


follow Ig Vhiaazaira

__ADS_1


__ADS_2