SELEBRITI BUKAN ARTIS

SELEBRITI BUKAN ARTIS
KONFERENSI PERS


__ADS_3

Flash kamera gemerlapan mengenai wajah Lea, dia sebagai pimpinan perusahaan meminta maaf sebesar-besarnya atas kehebohan yang terjadi di dalam perusahaan.


Lea mengakui jika perusahaan mereka lalai sudah memberikan kesempatan kepada Ira untuk memimpin, secara terang-terangan perusahaan mencoret nama Ira.


Permintaan maaf secara tulus juga Lea lakukan kepada Aira yang juga berada di sisinya.


"Aku sebagai pribadi Aira meminta maaf sebesar-besarnya, baik kepada Ai pribadi juga para pengemar." Kepala Lea tertunduk lama meminta maaf mengatasnamakan perusahaan.


Aira hanya mengangguk, dia tidak menyalahkan perusahaan karena tidak ada sangkut pautnya dengan urusan pribadi.


"Apa benar jika orang yang menyerang kamu menggunakan obat terlarang?"


"Jujur Ai tidak tahu jenis obat apa? bukan kuasa aku juga untuk menjawab karena itu tugas kepolisian. Dan aku tidak bisa memberikan informasi apapun kasus yang sedang dijalani oleh beliau." Ai meminta para penggemar tenang, perusahaan tidak tinggal diam.


Apa yang terjadi seharusnya menjadi aib perusahaan, bukan sesuatu yang ingin dipublikasikan. Jika bisa diselesaikan di dalam, maka tidak perlu melibatkan banyaknya wartawan dan media.


"Kita dari pihak agensi terpaksa membawa kasus ini keluar karena memang sejak awal sudah terlalu banyak simpang siur." Lea menunjukkan surat pernyataan untuk mempertanggungjawabkan apa yang terjadi.


Pihak perusahaan tidak akan mentolerir apapun, kesalahan bukan hanya dari pimpinan terdahulu, tapi lalainya perusahaan yang tidak bisa menjaga artisnya.


"Lalu bagaimana kabar Blackat?"


Lea dan Aira saling pandang, wajah Ai langsung terlihat sedih. Menyebut nama Black saja sulit terlontarkan dari mulutnya karena perasaan yang bercampur aduk.


"Soal Blackat kita belum bisa memberikan banyak informasi, tapi untuk beritahu yang sebelumnya menjadi keributan dua perusahaan itu benar." Lea mengutarakan secara langsung jika Black masih terikat kontrak dengan perusahaan terdahulu.


Kontrak baru sudah keluar, tapi Black menolak melanjutkan kontrak karena ingin pindah ke agensi baru.


"Sebelum selesainya film, Black sudah menegaskan ini dan memberikan bocoran jika kemungkinan besar dia tidak melanjutkan." Penjelasan Lea membuat semakin banyak pertanyaan.


Kasus yang menimpa Blackat tidak ada sangkut-pautnya dengan perusahaan Lea, dan itu masih menjadi tanggung jawab pihak perusahaan lama.


"Lalu bagaimana kabar Blackat sekarang?"


"Tidak mungkin dia dalam keadaan baik, setelah dijebak." Ai menepis air matanya, menutup mulutnya karena keceplosan.

__ADS_1


Suara wartawan semakin menjadi-jadi, Lea menarik Aira untuk masuk karena kondisi semakin tidak kondusif.


Penjaga menahan para wartawan, Lea merangkul Ai untuk dilarikan dari depan kamera.


"Mulut busuk kamu ini! aku masih membungkukkan badan, kamu langsung bicara. Tidak mungkin aku ingin menaikkan kepala, membuat malu saja." Suara Lea mengomel terdengar membuat Aira cekikikan tertawa.


Dia sengaja mengerjai Lea karena terlalu grogi di depan kamera. Berada di dunia hiburan lebih dari sepuluh tahun, tapi Lea masih saja tidak percaya diri.


"Lagian kenapa harus membungkuk, kamu tidak salah hanya mewakili perusahaan saja,"


"Kamu sendiri yang mengatakan jika harus totalitas, tapi dipermalukan." Lea bicara sambil teriak-teriak, Ai hanya tertawa saja melihat managernya marah-marah.


***


Di penjara Dean sudah duduk santai sambil memainkan game, Ira juga keluar duduk di depan Dean dengan tatapan sinisnya.


Cukup lama keduanya saling diam membuat Ira memukul meja kesal, dan meminta Dean pulang jika tidak ada yang ingin mereka bahas.


"Kamu tahu tidak jika cara kamu bersikap tidak pantas, bicaralah dengan sopan jika ingin selamat." Mata Dean langsung melirik ke arah Ira.


Dean tersenyum sinis, membalikkan layar laptopnya yang menunjukkan beberapa kasus beberapa tahun yang lalu.


Pengerebekan bandar terbesar, menewaskan beberapa orang karena adanya adu tembak. Bukan hanya banyak yang terluka, tapi kerugiannya juga senilai triliunan.


Kasus kedua penangkapan pengedar di perbatasan, dan disita beberapa ton barang ilegal. Kasus yang serupa juga terjadi dua tahun setelahnya.


Penangkapan bandar di bandara, juga kasus darah pengantin di hotel terbesar luar negeri. Masih membekas juga kasus kecelakaan yang membawa banyak obat terlarang.


"Semua yang disita, sama dengan yang dikonsumsi. Kamu juga salah satu Informa yang menjadi penghubung antara bandar dan pengedar, antara pengedar juga pemakai." Tawa kecil Dean terdengar, dugaannya sepertinya benar karena Ira terlihat ketakutan.


"Apa yang kamu inginkan?"


"Aku menginginkan kasus kematian seorang wanita tua yang tergantung, lalu di nyatakan bunuh diri." Bibir atas Dean terangkat dan tidak akan melakukan penawaran.


Jika Ira tidak memberikan fakta kepadanya terpaksa Dean akan membuatnya membusuk di penjara.

__ADS_1


Bukan hal yang sulit bagi Dean untuk menyingkirkan orang seperti Ira. Bukti rekaman pembicaraan Elo dan Blackat juga di tunjukkan membuat Ira semakin terkejut.


"Kalian sengaja menjebak Elo?"


"Ini bukan jebakan, tapi Elo mengincar seorang selebriti karena terlalu terobsesi kepadanya." Sebuah kertas juga ditunjukkan, Dean memiliki bukti jika Elo pernah mengalami depresi.


Kedua tangan Ira meremas rambutnya, berteriak-teriak meminta Dean membebaskannya. Ira akan melakukan apapun yang Dean minta, bahkan Ira bisa membantu membersihkan nama Black.


Kepala Dean geleng-geleng, dia hanya bisa menggeleng mendengar pengakuan Ira bahkan menyayat pahanya yang ada bekas jahitan untuk memberikan sebuah memori.


Tidak pernah Dean sangka, demi cinta Ira berusaha mendapatkan Elo dengan segala cara, tapi dia juga tidak bisa menghindari bisnis penyeludupan karena Ira juga pemakai.


"Tolong bebaskan aku,"


"Ini gila! kalian pasangan gila!" Dean langsung melangkah pergi meninggalkan penjara.


Di parkiran Dean tersenyum lebar menatap Mommynya, langsung memeluk wanita yang sangat dicintainya.


"Mommy ada urusan apa di sini?"


"Dari menemui seseorang, tidak sengaja melihat mobil kamu. Nak, jangan terlalu sibuk dan menikmati pekerjaan ini, Mommy ingin kamu menikmati masa muda, mengenal cinta dan merasakan indahnya masa sebelum dewasa." Mommy Anggun mengusap kepala Putranya memintanya untuk tidak terlalu banyak mempermainkan lawan.


"Dean tidak mengerti Mom?"


"Seorang pengacara selalu mencari informasi kebenaran, tapi dia lupa jika membela seseorang dan mengkhianati yang lainnya." Senyuman Anggun terlihat, meminta Dean tidak pernah menjadikan perlindungan, jaminan, dan penawaran jika tidak bisa menepatinya.


Jika sampai terucap janji, sakit hati seseorang yang dikecewakan akibatnya fatal. Anggun sudah melihat banyaknya kejahatan, juga betapa menyakitkannya kejahatan.


"Kamu berpikir korupsi itu kejahatan besar? ya dia memang merugikan negara, tapi kasus melecehkan anak kandung hanya dianggap kasus biasa. Mana yang paling menyakitkan Dean? bandingkan dua kasus itu, dan bagaimana menindaknya. Hukuman penjara ataupun mati masih tidak adil." Nada bicara Anggun sangat lembut, meminta Dean untuk mendewasakan dirinya dan tidak terlalu menikmati pekerjaan.


Jika sudah menikmati, dia akan lupa jika pengacara juga manusia, memiliki masalah yang bahkan tidak bisa dia selesaikan sendiri.


***


follow Ig Vhiaazaira

__ADS_1


__ADS_2