
“Kenapa wajahmu?” tanya Sheina menyadari wajah Randy terlihat beberapa lebam.
“Jangan mengalihkan pembicaraan, Sheina. Ada hal yang lebih penting daripada makan saat ini.” Sheina terdiam, mantan suaminya ini membuatnya sedikit takut.
“Jangan di sini, kita bicara di tempat lain ya,” tuturnya mengajak Randy untuk bicara di ruang keluarga, karena takut jika Caterine akan mendengar apa yang mereka bicarakan nanti.
Hatinya sudah sekesal ini, tapi tak mampu ia ungkapkan karena kini keadaannya memang tak mendukung untuk Randy membentak wanita itu. Ia menghempaskan tubuhnya di sofa itu, duduk di sisi Sheina namun jaraknya tak sedekat itu.
“Jelaskan, kenapa putriku sekacau itu, Sheina.”
Wanita itu menghela napas panjang, sulit untuk ia jelaskan namun Randy harus mengetahui hal ini. Dengan runtut ia jelaskan apa dan mengapa putrinya bisa di titik itu, bahkan Sheina juga telah mengatakan bahwa papanya telah melakukan tindakan untuk menghukum pria yang telah menghancurkan hidupnya.
PLAK
“Kenapa kau mengenalkan Sheina dengan tempat-tempat terkutuk itu, Sheina!!”
Randy tak lagi peduli terhadap apa yang kini ia lakukan, tamparan itu sepertinya tak sebanding dengan apa yang menimpa putrinya. Mengetahui bahwa awal mula kejadian itu ialah karena Sheina mengajak putrinya ke sebuah acara reuni di salah satu diskotik itu membuat Randy naik pitam.
Dan bodohnya lagi dengan semudah itu dia memberikan kepercayaan pada seseorang yang bahkan Caterine saja tidak menyukainya. Randy membuang napas kasar, ia mengepalkan tangan dan rahangnya kini mengeras.
“Siapa nama laki-laki itu?” tanya Randy dengan manik hitam yang menatapnya sungguh tajam, air mata Sheina sekarang hanya ia pandang tak berguna.
“Harry Wiratmadja.”
Randy hanya diam, mendengar nama itu memang tak begitu asing. Namun ia tak mengenal secara jelas siapa pria itu, karena memang Randy tak begitu peduli dengan orang-orang yang tidak berhubungan secara langsung dengannya.
“Pendatang baru berusia 25 tahun yang telah berhasil membintangi beberapa series dan berhasil memenangkan lima penghargaan sekaligus dalam satu tahun terakhir, putra salah satu konglomerat di kota Semarang, anak tunggal keturunan Eropa berzodiak Aquarius ini belum memiliki kekasih __” Randy berhenti membaca artikel yang Sheina berikan padanya.
__ADS_1
“Persetan!! Siapa yang peduli tentang status badjingan itu!!”
Ia mengacak rambutnya, Randy membuang napas kasar. Detik ini juga, ingin ia menghajar Harry hingga usai jika bisa. Berani berbuat kurang ajar kepada putrinya sama saja telah menabuh genderang perang.
“Dimana alamat badjingan itu?”
“Papa sudah membawa kasus ini ke polisi, Mas … kita tidak boleh main hakim sendiri, justru kau akan terseret nantinya.” Penjelasan Sheina sama sekali tak membuatnya tenang, ini bukan hanya perihal hukuman, tapi juga mengenai harga diri anaknya.
“Katakan saja, Sheina!! Kau mengenalnya dengan baik kan?!!” Randy menuntut penjelasan dengan amarah yang kini menguasainya.
“Mas!! Bukankah sudah aku katakan Papa sudah bertindak jauh sebelum kau mengetahui masalah ini.”
“Kau pikir dengan hal itu dia bisa terjerat dan masuk ke dalam penjara? Kau bisa pastikan itu, Sheina?” Ia bertanya seraya tertawa sumbang, sama sekali ia tak percaya, terlebih ketika ia mulai mengetahui latar belakang Harry.
“Papa tidak akan tinggal diam, Mas.” Ia begitu yakin dengan apa yang ia putuskan, karena papanya yang telah berjanji untuk menjebloskan Harry ke dalam penjara bagaimanapun caranya.
“KONGLOMERAT, kau mungkin tidak paham bagaimana rasanya berhadapan dengan seseorang dari kalangan itu, dan memang kau juga berada di tingkat yang sama dengan kekayaan mereka, tapi aku tidak seyakin itu Papa akan melakukan segala hal demi putriku,” jelas Randy dan bibir bergetarnya, mengingat bagaimana ia dahulu kala berhadapan dengan mertuanya yang memang jauh lebih kaya dibanding dia.
“Bukan kita, Sheina … tapi aku seorang.”
Deg
Sheina terhenyak kala ucapan itu terdengar jelas di telinganya. Hal yang ia takutkan akan benar-benar terjadi, kehilangan Caterine adalah hal yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
“M-maksudmu?” Meski ia telah sedikit mengerti, sejenak ia menuntut penjelasan ulang.
“Aku yang akan menjaganya, sendiri tanpa perlu kau hidup bersama kami. Sepertinya sudah saatnya Caterine bisa hidup bersamaku, siapapun tidak berhak memisahkan kami karena kini Caterine berhak memilih bersama siapa dia mau,” tegas Randy dengan begitu yakin, melihat bagaimana Sheina menghadapi masalah ini dengan mengharapkan tindakan papanya membuatnya tekatnya semakin kuat untuk membawa Caterine bersamanya.
__ADS_1
Ia menghempas tangan Sheina yang berusaha menahannya, sungguh ia tak mampu jika harus Caterine pergi darinya. Sheina menggeleng berkali-kali, meski kemungkinan seperti ini telah ia duga tapi hatinya belum rela menerima.
“Mas, aku mohon jangan secepat ini … pikirkan lagi,” ucapnya memohon dengan suara lemahnya.
“Aku sudah memikirkan ini sejak dulu, Sheina, tapi orangtuamu yang tak memberiku kesempatan.” Ia berlalu, tak butuh persetujuan Sheina ataupun mantan mertuanya, Randy akan membawa Caterine bersamanya.
“Tunggu!!”
Langkah Randy terhenti, pria dengan rambut yang kini memutih itu menghampirinya. Sontak Randy menatap bingung Sheina, karena yang Randy tahu pria itu tak berada di rumah saat ini. Lagi-lagi ia kembali harus di buat kesal denga napa yang Sheina lakukan.
“Kau menginginkan cucuku?” tanya pria itu menatap Randy begitu teliti, tatapannya pada Randy masih sama, serendah itukah Randy di depan orangtua Sheina.
“Iya, aku menginginkan putriku, karena memang seharusnya dia bersamaku.”
Ia menjawab lantang tanpa takut sedikitpun, karena kini sebesar apapun kekuasaan Marthadinata nyatanya tak mampu melindungi putrinya dengan baik. Pria itu mengusap wajahnya, karena memang kini ia merasa malu menunjukkan dirinya di depan Randy.
“Tapi tidak bisa kau memutuskannya sendiri, Randy … Caterine juga putri Sheina, dia yang melahirkan putrimu!”
“Hahaha … apa aku peduli? Beberapa tahun lalu, apa kalian pernah memikirkan posisiku sebagai papa dari Caterine? Tidak sama sekali, Pa!”
Ucapan Randy membuat pria itu bergetar, bukan hanya karena dirinya yang tak segagah dahulu, tapi karena memang rasa bersalahnya begitu besar. Saat ini ia bingung, paham betul bahwa yang Caterine butuhkan adalah Randy, tapi ia juga tak bisa diam karena Sheina juga butuh Caterine.
“Ada baiknya kita bicarakan dulu, Randy … Papa mengerti, mungkin kau marah atau masih mengingat hal yang telah terjadi di masa lalu, tapi bisakah untuk kali ini tidak ada luka lagi di antara kalian?”
“Lagipula kau baru tiba, jika kau akan membawa Caterine hari ini juga, itu bukan keputusan baik, Randy,” tambahnya kemudian.
Sheina menatap lekat papanya, tak ia duga Randy mendapat perlakuan baik darinya. Karena seperti yang ia ketahui, Randy adalah pria yang benar-benar tak ia inginkan waktu itu.
__ADS_1
Baca dulu eneh.
Guys!! Aku lagi crazy up, so kisah Randy juga aku bakal kupas di sini biar ga cuma stuck di Ragi doang yup (wkwk kek bahan utama buat tape). Karena updatenya 3 eps sehari jadi aku harus masukin banyak hal dalam kisah di novel ini ya, tidak apa-apa kan? Oke tentu saja tidak, dan tolong banget ya itu jempolnya di toel dikit aja sampe dia jadi warna merah, gabisa vote ataupun kasih hadiah gapapa, setidaknya tinggalin jejaknya kawan-kawan!! Ya kalau bisa semuanya juga “Thank You!!!” kalau kata Mba Kinan.