Suamiku Mantan Calon Ipar

Suamiku Mantan Calon Ipar
Jangan Menjadi Bodoh


__ADS_3

"Apa yang kau lihat?"


Mengganggu saja, mungkin itu kalimat paling pas untuk Randy yang tiba-tiba saja menepuk pundaknya. Dalam kesendirian, Haidar butuh ruang untuk melegakan hatinya.


Pembicaraan singkat antara dia dan Gian beberapa saat lalu hanya menjadi sembilu yang lagi-lagi menambah dalam torehan lukanya. Fakta bahwa Gian yang sama sekali takkan memberinya ruang membuat Haidar kacau begitu saja.


Tak ada, niat untuk menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka, sama sekali tak ada. Karena bagi Haidar, pihak ketiga di sini bukanlah dirinya, melainkan Avgian Dirgantara, sang Kakak yang tengah ia khawatirkan akan menghapus cinta Radha sepenuhnya.


"Ck, tidak bisakah Om mengerti keadaanku sehari saja?"


Memang benar dugaannya, membawa Randy hanya akan memperkeruh suasana. Permintaan Jelita yang sebelumnya tak ia indahkan sama sekali pada faktanya membuat harinya semakin kacau saja.


"Hadeeuh, Haidar ... Galau?"


Randy tertawa sumbang, melangkah menjauh dan membuang napas perlahan. Udara sejuk dan pemandangan menenangkan ini mengingatkannya pada bayangan masa lalu, beberapa tahun lalu tepatnya.


"Mau?"


"Jauhkan benda itu dariku," tolak Haidar kala Randy menawarkan rokok untuknya.


Ya, memang terkadang adik kandung Mamanya itu menawarkan hal-hal negatif kala Haidar merasa tak punya jalan keluar. Dan tawa sumbang itu lagi lagi ia perlihatkan ketika Haidar memperlihatkan ketidaksukaannya.


"Kau tidak akan celaka jika tak terlalu banyak, Haidar."


"Aku tidak peduli, Om, jangan samakan aku denganmu."


Haidar memang berusaha menjadikan dirinya baik berdasarkan versinya. Menjaga diri sebaik mungkin, bahkan mempertahankan diri cukup lama dari hal yang merugikan dirinya sendiri.


"Haha, kau lupa beberapa bulan lalu bahkan kau melakukan hal yang lebih nekat daripada menikmati sebatang rokok, iya kan?"


Hm, memang benar ia melakukan hal itu. Mencoba mencari jalan ketika puncak masalah menyapanya dulu. Bahkan kedatangannya sempat di ketahui Gian sendiri, dan hal itu bisa jadi penyesalan bagi Haidar.


"Huft," tarikan napas yang begitu menyesakkan, Haidar menatap jauh villa yang menjadi tempat pilihan Jelita sebagai peristirahatan mereka.

__ADS_1


Di bawah atap yang sama, ia berusaha menciptakan bahagia berharap Radha dan dirinya masih bisa tersenyum dengan alasan yang sama. Berdamai dengan statusnya sebagai adik ipar sudah cukup sulit, dan makin sulit lagi kala Gian menekannya beberapa saat lalu.


"Lupakan, Haidar ... bukankah sejuta gadis lebih baik dari Radha bisa kau dapatkan dengan mudah?"


Randy mengerti, hanya dengan tatapan nanar Haidar ia sangat tahu seberapa sakitnya. Dan di detik ini, sosok Rury yang senantiasa ada di saat sulit Haidar terbesit dalam pikiran pria 42 tahun itu.


"Aku tidak pernah berpikir tentang itu, Om, sama sekali."


"Lalu bagaimana? Dengan bersikukuh mencintainya yang sakit bukan hanya kau saja, tapi juga Gian," ucap Randy memposisikan diri sebagai pengamat rasa di antara ketiga anak muda di hidupnya ini.


"Aku mencintainya cukup lama, Om, mana mungkin bisa dan Om sendiri paham bagaimana sulitnya."


"Karena aku tau, Haidar ... lupakan sebelum terlambat, cukup aku jangan kau juga hidup dalam kesakitan yang dengan sendirinya kau ciptakan, mengerti kan?"


Suara Randy begitu lembut, terbit senyum ketulusan di wajah tampannya. Bagaimana ia menghabiskan masa muda, berperang dengan cinta yang nyatanya salah tempat berlabuhnya adalah alasan Randy berharap bisa di lahirkan kembali nantinya.


"Ah iyaa, Om juga pernah patah ya?"


"Hm, patah bahkan tak menemukan bagaimana cara sembuhnya." Sejenak, keduanya terdiam, baik Randy maupun Haidar. Hanya bisikan angin yang menambil alih pembicaraan mereka.


"Karena Om menolak keadaan, dan enggan berdamai dengan kenyataan."


"Lebih sederhananya bagaimana?"


"Terlalu cinta, hahaha."


Randy terbahak sambil mengeleng pelan, masih terngiang akan kebodohan yang dahulu ia lakukan. Melepas tulusnya Maya, dan membiarkan gadis impiannya terjerat duka adalah luka paling nyata di benaknya.


"Sampai saat ini?"


"Hm, hingga saat ini."


Gila!! Sudah berapa lama, dan Randy masih menjadikan wanita yang tersemat di dompetnya sebagai ratu di jiwa.

__ADS_1


"Sebenarnya siapa wanita itu? Cantik, tapi sepertinya bukan tipe Om sama sekali." Haidar mengerutkan kening, karena yang ia tahu Om nya selalu bergonta ganti pasangan bahkan hampir tiap minggu. Dan tentu saja, wanita yang menggelikan di mata Haidar.


"Kau akan terkejut jika tahu siapa dia, Haidar."


Tatapan Randy menimbulkan tanya, entah apa maksudnya. Namun, pria tampan yang menolak tua itu terlihat mengenang seseorang. Tersemat harapan di sana, dan Haidar merasa kesedihannya kini tak sendiri.


"Om merindukannya?"


"Sedikit," jawab Randy seadanya.


"Dasar aneh, kenapa kau memilih hidup sendirian di usia yang tak muda lagi? Apa mungkin dirimu tak menginginkan anak seperti Papa?"


"Haha, anak bukanlah hal yang aku inginkan, Haidar ... aku sudah punya kamu dan juga Gian jika untuk di anggap anak."


Bagi Randy, seorang anak bukan prihal gampang. Ia tak pernah berpikir mimpi buruk di masa lalu akan terjadi lagi padanya. Nyatanya, cinta dalam sebuah pernikahan sangat di utamakan.


Omong kosong di mata Randy bahwa cinta akan datang jika terbiasa. Dalam kamus Randy, cinta hanya ada satu pemiliknya, sekeras apapun usahanya tetap saja menyiksa pada akhirnya.


"Lalu Naura? Bukankah dia anak Om?"


Randy hanya diam, sosok gadis cantik yang dahulu sempat ia banggakan kini menjadi alasan dendam. Terlalu percaya hingga merenggut cintanya, mengacaukan hidupnya dan terpedaya dalam permainan wanita membuat lembaran hidup Randy kacau balau mulai saat itu.


"Kau mau aku hajar?"


"Hahaha, dia sangat mirip wanita itu, aku tidak menyangka Om pernah menikahi wanita itu, sungguh di luar nalar."


Haidar menggeleng, tak habis pikir dengan apa yang dulunya terjadi di antara mereka berdua. Aktris senior yang juga kerap beberapa kali bertemu dengannya itu pernah menjadi sosok Tante baginya.


"Lupakan, kau hanya perlu belajar untuk tidak bodoh, Haidar."


............Bersambung❣️


Part Haidar yang terakhir, selebihnya fokus Gian sama Radha ya.

__ADS_1


Aku usaha up, sehat selalu kalian semua, maaf gabisa up sebaik dulu. Love You Pemirsaaa🤗


Ntu Radha kagak MP" dahal eps dah bejibun? Iya juga ya, eits surry gaes anggep aja ni tulisan gue kamera yang nangkep beberapa momen mereka. Kali di belakang kamera sebenernya udah awok"😂


__ADS_2