Suamiku Mantan Calon Ipar

Suamiku Mantan Calon Ipar
Kalah Dalam Segala Hal


__ADS_3

Di tempat lain, tak begitu berbeda. Ketiga pasang mata tengah menyaksikan kehebohan yang tengah menjadi perbincangan hangat di dalam negeri.


"Mas?"


"Biarkan aku mendengarnya, Dewi."


Ardi terhenyak, ia tak dapat menerima begitu saja buruknya Radha menurut acara televisi itu. Sedikitpun ia tak pernah menduga bahwa hubungan yang sangat ia jaga, bahkan dari dirinya pun dapat terkuak ke media dengan opini yang berbanding terbalik dengan fakta.


"Papa serius? Putri kita pernah punya hubungan dengan aktor terkenal itu? Waw, hebat sekali."


Bagi Dewi yang tak mengetahui apa-apa tentang putri sambungnya menjadikan hal ini sebagai suatu kebanggaan. Karena jujur saja, bagaimanapun putri kandungnya memang kalah dari segala sisi.


Pujian Dewi yang di sertai manik kekaguman dapat Celine tangkap, dan sesakit itu dadanya bak di hantam busur panah. Ia telah berusaha dengan segala cara, namun pria yang Dewi inginkan untuk meminangnya tak pernah berhasil Celine dapatkan.


"Cih, hanya sebuah foto yang tidak bisa dipastikan mereka benar-benar pacaran, Mama. Aku tahu, Haidar adalah salah satu aktor papan atas dengan bayaran termahal, mana mungkin ia mau berpacaran dengan wanita biasa seperti Radha."


"Hm, kau salah, Celine ... menurutmu apa alasan Raka tiba-tiba melamar Radha waktu itu? Karena dia tau putranya memiliki hubungan dengan Radha." Dewi baru menyadari fakta itu, memang dahulu ia tak terlalu peduli bagaimanapun Radha.


"Mas, apa benar begitu?"


"Hm, kau benar," jawab Ardi singkat, tanpa ia tatap sedikitpun istrinya yang sejak tadi di hujani hadiah undian.


"Waaaaaahh? Kamu menyembunyikan fakta sebesar ini? Kenapa, Mas?"


"Ck!! Diam, Dewi!!! Apa itu penting bagimu sekarang? Kau lupa bagaimana acuhnya kau terhadap putriku?!!"


Dewi terdiam, tatapan tajam Ardi membuatnya ciut. Menjadi saksi dari pertengkaran kedua orangtua adalah hal lumrah bagi Celine. Bahkan hanya karena masalah kecil, perang dingin antara mereka kerap terjadi.


Pembedaan status antara Radha dan Celine memang terlampau jelas, meski Ardi sadar seberapa buruknya Dewi memperlakukan putrinya tetap saja cinta membutakan matanya. Rasa sayangnya terhadap Celine bahkan sama seperti putri kandungnya, dan dia kerap menutup mata bagaimana keluarga barunya itu menatap Radha.


"Aku harus menghubungi Raka," ujarnya kemudian beranjak pergi, hal ini telah menyangkut harga diri.

__ADS_1


Siapa Radha, dan bagaimana kehidupannya cukup di ketahui beberapa orang penting di lingkungan kerja Ardi. Dan jelas saja ini akan berdampak pada citranya sebagai salah satu dokter terbaik di kotanya.


"Ma?"


Celine masih mengikuti kemana arah Ardi yang kini semakin menjauh. Ia berpindah di sisi Dewi dan tentu saja akan melanjutkan pembahasan yang kini tengah hangat menjadi bahan perbincangan.


"Radha, apa benar itu dia?"


"Kau ini bodoh atau bagaimana, Celine ... kau lihat, apa kau kurang yakin itu dia?"


"Ya yakin sii, Ma tapi kan bisa jadi itu cuma editan," ujar Celine mencari pembenaran, ia tengah menenangkan jiwanya yang kini tengah di hantam keterkejutan luar biasa.


Sejak lama ia mengagumi Haidar, dan bagaimana ia harus menerima fakta bahwa Radha berada sangat jauh di atasnya.


Di balik wajah tenangnya, tersimpan sejuta malu atas kekalahan yang ia terima begitu saja. Tatapan tak suka Dewi kali ini membuatnya terluka, lagi dan lagi ia kalah dan tak bisa membuat Dewi bangga.


"Celine, kau kurang apa sebenarnya ... bahkan satu bulan Mama bisa mengeluarkan puluhan juta hanya untuk merawat kecantikan fisikmu, sampai saat ini tak satupun pria yang menjalin hubungan denganmu bisa membuat Mama tertarik."


Dewi berdecak begitu kesalnya, putrinya cukup cantik bahkan teramat cantik. Tapi entah mengapa, ia merasa putrinya tak seberuntung Radha. Apalagi kini Radha menyandang status sebagai istri Gian yang dahulunya menjadi menantu idaman Dewi.


"Harus apa? Mama sudah mengeluarkan banyak uang agar kau tak kalah dari putri Maya!! Dan bodohnya satu lelaki seperti Gian tak juga berhasil kau dapatkan, Celine."


Dewi merasakan sakit di belakang kepalanya, emosi lantaran putrinya tak dapat memberikan apa yang ia harapkan. Selagi Dewi belum menyetujui, maka Celine akan terus berganti pasangan setiap kencannya.


"Lalu Mama maunya apa? Kak Gian? Sejak dulu aku juga menginginkannya, tapi setelah hari ini aku tau bahwa om Raka memang meminta Radha untuk menjadi menantunya, tidak ada celah untukku masuk dalam hidup mereka."


"Maka dari itu kau harus mendapatkan pria yang lebih baik dari Gian, Celine!! Cantikmu sangat-sangat percuma jika kau tak bisa mendapatkan apa yang kau mau!!"


"Ma!! Aku sudah berusaha, bahkan aku menjalin hubungan dengan banyak pria tapi Mama yang terlalu memilih-milih mereka."


"Mama hanya memikirkan masa depanmu, Celine!! Itu saja."

__ADS_1


Dewi berlalu begitu saja, meninggalkan Celine yang kini mengepalkan tangan lantaran kesalnya. Radha, begitu besar kebenciannya pada pemilik nama itu, ingin sekali ia kembali membuat kacau hidup wanita itu seperti yang selalu ia lakukan sewaktu masih tinggal bersama.


"Kau penyebab hidupku terkekang atas segala yang kau dapatkan, Radha!!"


Tak peduli Ardi akan semarah apa, Celine dengan amarah yang membuncah menghancurkan ruangan itu. Selama ini, Ardi terlalu baik bahkan tak pernah marah sedikitpun padanya, hanya saja ia merasa itu hanya sekadar perlakuan baik tanpa kasih sayang yang sesungguhnya.


"Aaarrrrgggghhh!! Kenapa kau selalu membuatku di posisi sulit, Radhaniaaa ...."


Napasnya memburu, dadanya sesak lantaran amarah dan kebencian bercampur menjadi satu. Semua yang dahulu ia inginkan, semudah itu Radha dapatkan. Tanpa tekanan, Radha hidup sendirian tanpa pembanding yang ia jadikan patokan.


Teriakan itu menggema, bahkan sampai ke telinga Ardi yang kini merasa lega usai menghubungi Raka atas segala masalahnya. Meski sebelumnya ia paham. takkan mungkin Raka hanya diam jika hal ini terjadi pada putranya.


Dengan langkah buru-buru, di matanya Celine adalah anak yang baik dan penurut padanya. Dan hal aneh semacam ini jelas saja megganggu pikirannya, meski ia paham antara putri kandungnya dan Celine memang tak baik-baik saja.


Namun, kembali lagi, Ardi menganggap bahwa itu hanyalah bentuk kecemburuan Radha yang membuat keduanya renggang beriringan dengan waktu dan semakin dewasanya mereka.


"Celine, kau kenapa? Apa yang terjadi, Nak?"


Melihat kacaunya sang putri tirinya, Ardi sepanik itu. Ruang keluarga yang kini berantakan karena ulahnya membuat Ardi menggelengkan kepala. Pria itu duduk di sisi Celine yang kini tertunduk di sofa.


"Papa?"


"Iya, ini Papa, kenapa denganmu?"


Ardi menatap wajah sendu itu, tak mengerti apa yang membuat gadis itu menangis pilu. "Aku putri Papa juga kan?"


Pertanyaan tiba-tiba yang membuat Ardi mengerutkan dahi, pasalnya perlakuannya terhadap Celine begitu baik, lantas apa yang membuat Celine bertanya hal demikian, pikirnya.


"Hm, kenapa kau bertanya seperti itu, Celine?"


"Tidak, Papa milikku kan?" Terlalu erat, Ardi bahkan merasa pelukan itu sedikit sesak. Ia mengusap pelan surai hitam putrinya, walau rasa bersalah terbesit begitu dalam pada Radha kala ia memeluk hangat Celine sedang pada Radha hal semacam ini tak pernah ia berikan sejak lama.

__ADS_1


......... Bersambung


Masalah Haidar dan Radha kelar, mereka liburan nyambi Gian bulan madu kali gatau juga😭


__ADS_2