
...Happy Reading...
...❤...
Begitu keduanya selesai menunaikan ibadah Shalat zuhur dan asar sekalian, karena begitu mereka selesai berdoa, azan kembali berkumandang. Ezra membalik tubuhnya menghadap sang istri.
Ayu mengulurkan tangannya meminta tangan Ezra, ia mencium tangan lelaki yang kini telah sah menjadi suaminya.
Ezra mengusap puncak kepala Ayu, kemudian mengangkat wajah wanita itu, untuk menatap matanya.
Perlahan ia kecup kening Ayu cukup lama, dalam hati ia bersyukur karena sudah di berikan pendamping kembali.
Ayu menutup matanya, saat merasakan benda kenyal itu di keningnya, merasakan kehangatan yang menjalar sampai ke hatinya.
"Bolehkah?” tanya Ezra, menatap manik bening Ayu.
Mata keduanya terus bertaut, Ayu dapat melihat dengan jelas pancaran cinta penuh damba dan harapan dari manik hitam milik Ezra.
Perlahan Ayu mengagukkan kepalanya samar, membuat sudut bibir Ezra tertarik hingga membentuk lengkungan ke atas.
Mendapat persetujuan dari sang istri, Ezra mengulurkan tangannya, menyentuh lembut pipi merah Ayu, menelusuri setiap inci kecantikan wanitanya.
Ayu menutup matanya, menikmati berbagai rasa yang terjadi dalam tubuhnya.
Ezra membuka mukena bagian atas yang menutupi rambut indah wanitanya, matanya sedikit melebar, saat melihat Apa yang dikenakan oleh Ayu.
Bahu putih mulus, dengan belahan dada rendah langsung menjadi pemandangan indah untuknya. Tersenyum penuh arti, saat menyadari kalau istrinya itu telah menyiapkan diri untuk menyenangkannya.
Mengumpat dalam hati, saat semua itu membuat gairahnya naik hingga tubuhnya terasa panas.
Tangannya beralih pada rambut yang terasa sangat lembut, menunduk sedikit untuk mencium aroma wangi semerbak yang kini sangat ia sukai.
“Kamu cantik, sayang. Aku mencintaimu,” bisik Ezra tepat di depan telinga Ayu, sedikit menghembuskan napas yang terasa hangat.
Ayu membuka matanya, saat mendapat pernyataan cinta dari suaminya, manik mereka kembali bertemu. Mengangguk samar, dengan mata yang mulai berair.
Pandangan Ezra sudah terkunci pada bibir berwarna merah muda milik Ayu yang terlihat begitu manis. Perlahan ia mendekatkan wajahnya, salah satu tangan menahan tengkuk wanitanya, sedangkan tangan satunya lagi berada di pinggang Ayu.
Ayu menutup matanya kembali, saat bibir mereka bertemu. Dengan penuh kelembutan, Ezra mulai memberikan lum@tan kecil, penuh gairah yang semakin lama semakin menuntut balasan.
Lelaki itu dapat merasakan manisnya madu yang memabukkan, ini terlalu gila, tubuhnya sudah bereaksi hanya karena sebuah ciuman, gairahnya melonjak naik hingga ia merasa tidak sabar untuk melakukan hal yang lebih.
Tangannya mulai turun mengusap punggung mulus Ayu, yang sedikit terbuka.
Ayu merasakan gelayar rasa panas yang mulai membakar tubuhnya, perlahan ia mulai membuka bibirnya, mengizinkan Ezra untuk masuk lebih dalam lagi, mengakses setiap inci rongga mulutnya.
Grep ....
Akh ....
Ayu sedikit memekik saat Ezra membawanya ala bridal style, tetapi semua itu tak berlangsung lama, saat lagi-lagi Ezra membungkamnya dengan bibir. Reflek Ayu mengalungkan kedua tangannya pada pundak Ezra, tautan kedua bibir mereka bahkan tak terlepas, walau dalam keadaan berjalan sekalipun.
Suara decakkan yang terdengar erotis, membuat suasana bertambah panas, dan begitu menggairahkan.
__ADS_1
Ezra menaruh Ayu di atas ranjang dengan penuh kehati-hatian, ia bagaikan sedang membawa sebuah kaca yang begitu ringkih, hingga sedikit saja ia melakukan kesalahan maka akan melukainya.
Ayu menghirup udara sebanyak-banyaknya, saat pangutan bibir Ezra terlepas darinya. Ayu memalingkan wajahnya, saat melihat suaminya telah membuka pakaian bagian atasnya, hingga terpampang jelas dada bidang milik suaminya.
Merangkak ke atas tubuh mungil istrinya, tersenyum saat melihat wajah merah Ayu, yang tampak malu.
Pandangan keduanya kembali bertemu, kini terlihat jelas gairah yang memancar dari keduanya, Ezra kembali menyerang bibir Ayu yang mulai terlihat sedikit bengkak.
Tangannya sudah bertengger cantik di atas dada Ayu yang tampak begitu menggoda, mengusap halus, dengan gerakan sensual, hingga membuat tubuh wanitanya menggeliat.
Ayu menggigit bibir bawahnya menahan gejolak gairah yang kian membuatnya tak berdaya.
“Eumhh ....”
Ezra tersenyum saat mendengar, suara indah dari istrinya, membuatnya semakin bersemangat untuk menjelajahi setiap inci dari tubuh wanitanya.
Beralih pada leher jenjang, memberikan beberapa tanda di sana, sebelum ia semakin menurunkan area jelajahannya.
Tangannya masih asyik bermain di atas dua gundukan yang terasa semakin kencang, dan begitu menantang untuk segera ia regup madu di dalamnya.
Satu hentakan tangan, gaun yang menutupi tubuh Ayu, kini sudah terlepas, menyisakan kain penutup dada dan segi tiga kecil di bagian bawahnya.
Ezra dapat melihat semua keindahan yang selama ini tersembunyi di balik pakaian longgar. Kulit putih mulus, dengan bentuk tubuh indah di hias beberapa lakukan yang membuatnya terlihat sempurna.
“Cantik, aku suka,” bisik Ezra, memberikan sedikit gigitan di telinga Ayu.
Dada Ayu naik turun, dengan napas yang memburu, gairahnya sudah terpancing oleh semua sentuhan sensual suaminya.
Tangan Ezra kini mulai merangsek membuka dua penutup aset berharga milik istrinya itu, perlahan ia membuka kedua paha istrinya, memberikan akses untuknya pada tempat surga dunia yang sebentar lagi akan menjadi miliknya seutuhnya.
Ayu meremas rambut Ezra, dengan suara kenikmatan yang tidak bisa lagi ia tahan. Ezra menikmati setiap des@han yang keluar dari mulut istrinya. Itu terdengar sangat indah di telinganya, hingga membuat ia lebih bersemangat, mengalahkan pertahanan Ayu.
“Akh, Mas Ezra hah ... hah!”
"Ya, sayang. Panggil namaku," jawab Ezra, mengangkat kepalanya sekilas, melihat wajah Ayu yang sudah memerah.
Lengan Ayu menekan kepala Ezra, membenamkan wajahnya di belahan dada miliknya, tubuhnya menggeliat, menahan rasa panas yang kian membakar akal sehatnya.
Ia tak tahan, ini terlalu dahsyat, setiap sentuhan yang dilakukan oleh suaminya bagaikan mengandung energi untuk melumpuhkan setiap syaraf di dalam tubuhnya.
Membuatnya tak bisa untuk tidak meminta sesuatu yang lebih, dari apa yang kini terjadi.
Suara lenguhan panjang dengan tubuh yang bergetar, menandakan istrinya telah mencapai puncaknya yang pertama.
Ezra mengangkat tubuhnya, tersenyum menatap wajah merah padam milik sang istri.
“Kini giliranku, sayang,” ucapnya mengecup kening yang terlihat mengeluarkan bulir keringat, dan kembali memulainya dari awal.
Bangkit untuk melepas pakaian bagian bawahnya, dan bersiap untuk menyerang istrinya kembali.
Hingga kini ia sudah dalam posisi siap untuk memasuki tubuh istrinya.
“Siap?” tanyanya.
Ayu mengangguk, sebagai wanita normal, ia tak menampik, bila dirinya juga merindukan sensasi indah surga dunia, yang telah lama ia tak bisa nikmati.
__ADS_1
Perlahan Ezra mulai memasuki tubuh istrinya, mereguk nikmat surga dunia yang telah lama ia lupakan.
"Akh, sayang!" racau Ezra.
Kini kamar itu di penuhi des@han kenikmatan dari dua sejoli yang sama-sama sedang menikmati indahnya bercinta. Kamar besar dengan pendingin ruangan itu terasa panas oleh sahutan suara kenikmatan, dari keduanya yang baru saja menyatukan gejolak cintanya mereka.
“Terima kasih, sayang. Aku mencintaimu.” Ezra mengecup puncak kepala Ayu lama, setelah ia mencapai pelepasannya.
Ambruk dengan tangan memeluk erat tubuh sang istri, keduanya masih dalam keadaan tanpa busana, mereka hanya terhalang selimut yang menutupi tubuh bagian bawahnya.
Ayu mengangguk dalam pelukan sang suami, aroma feromon terasa begitu pekat, mengelilingi kedua insan yang baru saja selesai dengan aktivitasnya.
Setelah mengatur napas yang memburu, Ezra beranjak berdiri kemudian membawa Ayu kembali dalam gendongannya.
“Akh ... Mas?!” Ayu yang sudah setengah sadar, memekik kaget saat merasakan tubuhnya melayang.
“Bersihkan diri dulu, baru istirahat, hem,” ucap Ezra lembut.
Ayu tersenyum, mengalungkan tangannya pada leher Ezra, kemudian menyelusupkan wajahnya pada dada bidang sang suami.
“Jangan menggoda, atau kamu mau lagi, hem?”
Ayu tak peduli dengan perkataan Ezra, ia hanya merasa nyaman berada di dalam pelukan lelaki itu, mendengar detak jantung suaminya yang terasa menenangkan.
“Baiklah, kamu yang meminta, jadi jangan menolakku.” Ezra membelokkan langkahnya menuju sebuah sofa besar yang berada di area kamar.
Mereka berdua kembali mengulang ritual percintaannya di tempat yang berbeda dengan posisi yang berbeda pula.
Hingga akhirnya menjelang magrib keduanya baru keluar dari kamar mandi, setelah membersihkan diri bersama.
Mata Ayu sudah terasa lengket, karena kelelahan oleh ulah Ezra yang membuatnya mencapai puncak berkali-kali. Ditambah malam sebelumnya ia baru saja tidur setelah larut malam.
“Jangan tidur dulu, tunggu shalat magrib dulu, ini minum tehnya, biar lebih segar.” Ezra mengusap lembut rambut Ayu, menyodorkan secangkir teh yang masih mengepulkan uap panas.
Ayu duduk bersandar di ujung ranjang, menerima teh dari tangan suaminya, dengan senyum manis.
“Terima kasih.”
Menghirup wangi uap panasnya, yang terasa menyegarkan.
Ezra duduk di samping Ayu memeluk wanitanya posesif, menghujani puncak kepala Ayu dengan ciuman hangatnya.
Ayu menyandarkan tubuhnya, pada dada bidang suaminya, sore itu mereka berdua lalui dengan suasana romantis bertabur rasa cinta dan kasih sayang di antara keduanya.
...🌿...
...🌿...
...Bersambung...
Semoga kalian semua puas ya, hanya itu yang bisa aku persembahkan🤭🙈
Oh ya, untuk nama panggilan karena yang terbanyak memilih Mas, jadi aku putuskan Mas dan sayang aja ya, tapi kalau di hadapan Naura, masih tetep Mama, Papa.
Terima kasih semuanya yang sudah memberikan dukungan, saran dan juga kritiknya🙏🥰🥰
__ADS_1
Lope-lope buat kalian semua❤❤❤