Berbagi Cinta : Antara Kita

Berbagi Cinta : Antara Kita
Bab.197 Berjanji


__ADS_3


...Happy Reading...


...❤...


Matahari sudah memancarkan sinarnya, menyinari setiap makhluk hidup juga seluruh penghuni di dunia ini. Ayu baru saja keluar dari kamar mandi dengan dipapah oleh Ezra.


Sedangkan anak ke dua mereka sedang bersama dengan Keenan dan juga Riska yang memilih tetap berada di rumah sakit.


Larry dan Elena memilih untuk pulang setelah memastikan kondisi Ayu dan sang bayi yang baru lahir itu baik-baik saja, dan malam semakin larut. Kondisi Larry yang sudah tidak stabil, membuat lelaki paruh baya itu terpaksa harus ikut pulang bersma sang menantu.


Nawang dan Garry pun memilih pulang dan menemani Naura yang belum diperbolehkan untuk datang ke rumah sakit. Anak itu pasti akan rewel atau bahkan merajuk, saat tahu kalau Ayu dan Ezra tidak pulang ke rumah.


Sedangkan Ansel sudah pulang tadi pagi karena ada rapat yang mendesak di kantor pagi ini.


"Mas, sarapan dulu saja sama Keenan, biar aku sama Riska di sini," ujar Ayu, saat dia sudah duduk kembali di atas sofa.


Karena melahirkan secara normal dan tidak terjadi komplikasi apa pun, pemulihan kondisi Ayu pun terlihat cukup cepat.


Ayu bahkan sebenarnya sudah bisa berjalan pelan sendiri, tanpa dipapah oleh orang lain. Hanya saja sikap posesif Ezra, tak mengizinkan Ayu bertindak tanpa sepengetahuan suaminya itu.


Ezra mengangguk, dia akhirnya mau meninggalkan Ayu dengan Riska, setelah di kamar mandi, Ayu menjelaskan maksud dari perkataannya itu.


Awalnya, suaminya itu terus menolak dan tidak setuju untuk meninggalkan Ayu. Akan tetapi, setelah Ayu terus merayunya, Ezra pun akhirnya luluh juga.


"Apa kamu mau menitip sesuatu, hem?" tanya Ezra, sebelum benar-benar pergi.


Ayu tersneyum, melihat suaminya itu masih terlihat berat untuk meninggalkannya.


"Boleh tolong belikan aku susu kedelai?" tanya Ayu, yang langsung diagguki oleh Ezra.


"Tentu saja, sayang. Apa pun untukmu," jawab Ezra mantap.


"Aku pergi dulu, ya. Hubungi aku jika kamu membutuhkan sesuatu," ujar Ezra lagi, sambil memberikan kecupan di kening istrinya.


Ayu mengangguk, kemudian mencium punggung tangan Ezra.


"Ayo, Ken," ajak Ezra, pada Keenan, sambil melangkah menuju ke luar dari ruangan.


Keenan mengangguk pada kakanya itu, lalu beralih pada Riska yang sedang menggendong bayi Ayu dan Ezra.


"Aku ke luar dulu, ya. Kamu mau sekalian dibelikan sarapan apa?" tanya Keenan.

__ADS_1


"Apa aja, Bang," ujar Riska, sambil mencium punggung tangan sang suami.


"Heem, baiklah," ujar Keenan, sambil mengusap puncak kepala Riska.


"Kak, aku ke luar dulu," pamitnya lagi pada Ayu, sebelum keluar dari ruangan itu.


Ayu hanya mengangguk sambil tersenyum sebagai jawaban. Dia kemudian beralih pada Riska, setelah kedua lelaki itu benar-benar keluar dari sana.


"Kemari, Ris. Sepertinya si dede haus," ujar Ayu.


"Iya, Mba." Riska yang sedang berdiri di dekat box bayi, lalu mendekat pada Ayu, dia kemudian memberikan bayi tampan itu yang sedang bermain dengan tangannya sendiri, kepada sang mama.


"Sshhh, anak Mama lapar, ya?" ujar Ayu, begitu dia menggendong anaknya itu, kemudian memosisikan untuk segera ia susui.


"Duduk sini, Ris. Mba mau bicara," ujar Ayu kemudian, setelah memastikan anaknya itu dalam posisi yang sangat nyaman dan sudah meneguk asinya dengan mudah.


Riska mengangguk, lalu duduk di samping Ayu.


"Maaf sebelumnya, jika pertanyaan Mba nantinya akan membuat kamu kurang nyaman. Kamu berhak memilih untuk menjawab atau tidak, oke?" ujar Ayu.


Tubuh Riska menegang begitu melihat raut wajah serius dari Ayu, apa lagi dengan perkataannya barusan. Dia pun mengangguk samar sebagai jawaban.


"Ada apa, Mba? Aku akan mencoba menjawab, semua pertanyaan dari, Mba," ujar Riska.


Riska semakin gelisah begitu


mendengar ucapan dari bos sekaligus kakak iparnya itu. Dia yakin kalau Ayu pasti sudah mengetahui sesuatu tentang masalah rumah tangganya dengan Keenan.


Menghirup napas dalam, kemudian mengehembuskannya, saat dia melihat raut wajah Riska yang menjadi lebih tegang dari sebelumnya.


"Apa, kalian berdua sedang ada masalah? Kenapa aku liat, sejak tadi malam, kamu terlihat berbeda, hem? Apa Keenan berbuat sesuatu padamu?" cecar Ayu. Walaupun dia sudah tahu tentang masalah Keenan, akan tetapi, dia juga ragu kalau Riska sudah mengetahuinya.


Riska terdiam, dia bingung mau menjawab apa. Di satu sisi dia sangat ingin mengeluhkan dan mencurahkan perasaannya pada seseorang dan Ayu mungkin akan cocok untuk itu, di bandingkan dengan orang lain, bahkan ibunya sendiri.


Sedangkan di sisi lain, dia juga takut untuk mengungkapkan kondisi rumah tangganya pada orang lain. Dia takut bila sampai Keenan mengetahuinya, itu akan membuat suaminya marah.


"Eum ... Mba, aku sebenarnya bingung mau jawab apa," ujar lirih Riska.


Ayu mengernyit, dia semakin yakin kalau sebenarnya Riska memendam sesuatu di dalam pernikahannya dengan Keenan.


"Kenapa, Ris? Apa Keenan melakukan sesuatu yang buruk padamu? Bilang sama Mba, biar nanti Mba bantu bicara pada Keenan, kalau kamu gak berani," ujar Ayu, dia sebenarnya sangat mengkhawatirkan asistennya itu, saat mendengar penjelasan tentang kisah masa lalu adik iparnya itu.


Walaupun Ayu tau, Keenan bukanlah orang yang akan berbuat kasar, hanya saja dia tetap saja merasa khawatir dengan Riska.

__ADS_1


Riska menggeleng, Keenan memang tidak pernah memperlakukan dirinya dengan buruk. Hanya saja dia juga tidak pernah memberikan kejelasan padanya, tentang perasaan juga hubungan rumah tangganya.


"Lalu, kenapa?" tanya Ayu kembali. Dia lalu menghembuskan napas panjang, saat tak mendapat jawaban dari Riska.


"Ya, sudah ... Mba gak akan memaksa kamu. Mba kan tadi sudah bilang, kalau kamu berhak tidak menjawab pertanyaan Mba," ujar Ayu kemudian. Dia tahu kalau sepertinya Riska tidak begitu nyaman dengan pertanyaannya saat ini.


"Mba, sebenarnya ... aku–"


.


Di tempat lain, tepatnya di kantin rumah sakit, Ezra dan Keenan tengah menikmati sarapan mereka, di dalam kesunyian. Keduanya tampak terdiam, dengan pikirannya masing-masing.


"Ken," panggil Ezra pada sang adik, setelah mereka cukup lama terdiam.


Keenan mengangkat kepalanya, menatap wajah serius sang kakak.


"Ya, Kak. Ada apa?" tanya Keenan.


"Apa kamu bisa gantikan aku di bengkel beberapa hari ini? Aku ingin mendampingi Nindi, setidaknya selama dia belum pulih," ujar Ezra.


Dia sebenarnya masih mengkhawatirkan adiknya, karena masalah Luna, juga keberadaan Riska saat ini, sebagai istri dari Keenan. Itu pasti akan menambah beban pikiran Keenan. Di mana, dia masih harus menjaga perasaan orang lain saat dia sendiri sedang kacau.


"Bisa, Kak. Kakak tenang saja, aku sudah tidak apa-apa kok," jawab Keenan.


"Kamu yakin, sudah tidak apa-apa?" tanya Ezra memastikan.


"Iya, Kak. Setelah aku berpikir dalam-dalam, aku memilih untuk berdamai dengan masa lalu dan melupakan Luna. Walaupun mungkin itu akan sulit untukku, apa lagi saat mengetahui alasan dia meninggalkan aku," jelas Keenan.


"Aku tau kamu pasti bisa, Ken." Ezra menepuk pundak sang adik, sambil tersenyum bangga atas keputusan yang diambil oleh Keenan di dalam masalah ini.


"Masa lalu itu sudah berlalu sejak sangat lama, Luna pun kini sudah tak ada lagi di dunia ini, lalu untuk apa kamu masih terjebak dengan perasaan yang tak ada artinya lagi. Itu semua hanya kan menjadi sia-sia, Ken." Ezra mulai kembali menasehati Keenan.


"Kamu juga tidak perlu melupakan masa lalu, hanya untuk menghilangkan rasa sakit, Ken. Cukup dengan berdamai dan letakan masa lalu juga kenangan itu di sudut hati yang lain, sebagai pelajaran di dalam kehidupanmu. Lalu kunci dengan rapat, hingga tidak bisa kamu buka kembali, walau orang lain berusaha membangkitkan perasaan itu lagi," sambung Ezra.


Keenan mengangguk, dia berjanji pada dirinya sendiri, untuk bisa berdamai dan mengunci perasaannya pada Luna, sebagai sebuah pelajaran pahit yang tidak akan dia lupakan. Akan tetapi, tidak juga untuk ia ratapi atau kembalikan lagi. Sekarang fokus utamanya adalah untuk membangun rumah tangganya bersama dengan Riska.


...🌿...


...Kira-kira Riska mau cerita gak ya, sama Ayu? Apa Ayu akan menceritakan tentang masa lalu pada Riska, untuk meluruskan masalah Keenan dan Riska? ... Komen👍...


...🌿...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2