Berbagi Cinta : Antara Kita

Berbagi Cinta : Antara Kita
Bab.289 Mengeluh


__ADS_3

...Happy Reading...


......................


Keenan baru saja menyelesaikan pertemuannya dengan kepala cabang, setelah waktu sudah beranjak sore.


Dalam perjalanan pulang, ponsel di atas dash board mobil terdengar berdering. Keenan tampak melihat sekilas id nama di layar.


Terlihat nama sang kakak yang menghubungi. Keenan pun langsung mengangkat telepon tersebut.


"Ada apa, Kak?" tanya Keenan, setelah menggeser ikon berwarna hijau.


"Kamu di mana?" tanya Ezra dari seberang sana.


"Aku di jalan. Ada apa, Kak?" tanya Keenan lagi.


"Bisa ke rumah dulu? Nindi sudah membuatkan kue yang Riska mau," ujar Ezra.


"Oke, aku ke sana sekarang," ujar jawab Keenan.


Keenan pun langsung memutar kemudianya menuju rumah kakaknya.


Kemarin Riska tiba-tiba ingin makan kue yang biasa di bawa Ayu ke butik.


Keenan pun terpaksa meminta tolong pada Ayu untuk membuatkannya.


Untung saja kakak iparnya itu mau membuatkannya, walaupun dirinya sempat mendapat ocehan, dari Ezra yang sangat posesif pada istrinya itu.


Beberapa saat kemudian, sudah memarkirkan mobilnya di pelataran rumah Ezra dan Ayu.


Seperti biasa, Naura langsung menyambut kedatangannya dengan sikap khasnya yang ceria.


"Uncle!" teriak Naura sambil berlari menghampiri Keenan.


"Assalamualaikum, sayang." Keenan langsung menggendong Naura seperti anak koala.


"Waalaikumsalam, Uncle," jawab Naura, sambil terkekeh geli.


"Pak," sapa Alvin yang berajalan di belakang Naura.


"Kamu juga ada di sini, Vin?" tanya Keenan beralih pada asisten kakaknya itu.


"Om Al, tadi pulang sama Papah." Naura menjawab pertanyaan Keenan.


"Iya, Pak," angguk Alvin membenarkan jawaban dari Naura.


Keenan hanya tersenyum sambil menatap Naura gemas, mereka pun berjalan masuk ke dalam rumah bersama-sama.


"Papah sama mamah di mana, sayang?" Keenan kembali beralih pada Naura.


"Di kamar. Mamah lagi bantuin papah ganti baju," jawab polos Naura.


Keenan mencebik mendengar jawaban Naura. Dia menatap Alvin dengan tatapan miris. "Terus kamu ngapain masih di sini?"


"Ya, nemenin aku main lah, Uncle." Lagi-lagi Naura yang menjawab pertanyaan dari Keenan.

__ADS_1


"Oh gitu yah? Emang kalian lagi main apa?" Keenan akhirnya menimpali ucapan Naura.


"Kasian banget sih kamu, Vin. Mereka asik mesra-mesraan di kamar, kamu yang jagain Naura," bisik Keenan.


Alvin menatap Keenan sekilas, walau kemudian dia menggaruk belakang kepalanya dengan wajah kikuk.


"Kebetulan aku juga senang dengan anak kecil, Pak. Jadi aku senang aja main sama Naura," jawab ALvin, juga sambil berbisik.


Keenan menatap Alvin horor..


"Om Al, lagi ngajarin aku gambar. Iya kan, Om?" jawab Naura, hingga akhirnya Keenan kembali beralih pada Naura.


"Oh, iya kah? Gambar apa?" tanya Keenan lagi.


"Tapi, kamu bukan pedofil kan?" bisik Keenan pada Alvin.


"Astaga, Pak!" Alvin sotak refleks langsung menatap Keenan terkejut.


"Bukan lah, Pak. Aku masih normal ... Bapak, mikirnya suka kejauhan," jawab Alvin


Keenan menghembuskan napas lega, "Syukurlah."


Astaga, Pak Keenan, kok bisa mikir sampe sana sih! gerutu Albin, tidak habis pikir pada adik bosnya itu.


"Om Al, ngajarin aku gambar bebek sedang berenang di kolam," jawab Naura.


"Uncle, aku mau turun," ujar Naura lagi.


Keenan pun menurunkan Naura setelah sampai di dalam rumah.


.


.


"Mas." Ayu yang sudah biasa dengan sikap suaminya itu, hanya tersenyum sambil menangkup tangan suaminya di depan perutnya.


"Aku kangen banget sama kamu, sayang," Ujar Ezra sambil meletakkan dagunya di atas pundak Ayu.


Sesekali, Ezra juga mendaratkan ciuman di pipi istrinnya.


Ayu memutar tuubuhnya, hingga kini keduanya berhadapan.


"Kenapa, Mas. Capek ya?" tanya Ayu sambil menatap wajah lelah suaminya.


Ezra mencium bibir istrinya sekilas, lalu kembali menegakkan tubuhnya, dengan tangan masih melingkar erat di pinggang Ayu.


"Enggak kok, cuman lelah sedikit aja. Tadi ada temannya papah yang minta konsultasi di rumahnya. Ternyata anaknya yang mau modifikasi mobilnya, dan kesalnya anakknya itu sama sekali gak ngerti sama modifikasi, jadi aku dan Alvin harus ngejelasin semuanya dari awal," keluh Ezra.


Ayu mendengarkan sambil mulai membuka kancing baju suaminya satu per satu.


"Memang usia anaknya berapa tahun, kok mau modifikasi gak nyari tau dulu?" tanya Ayu.


"Katanya sih baru masuk erguruan tinggi tahun ini," jawab Ezra.


"Terus gimana, jadi modifikasinya?" tanya Ayu lagi, sambil mulai membuka kemeja di tubuh suaminya.

__ADS_1


"Jadi sih. tapi, aku suruh Alvin yang kerjain. Malas aku sama dia," gerutu Ezra lagi.


Ayu tersenyum, dia sudah tau kalau suaminya tidak suka dengan sesuatu yang merepotkan.


"Perempuan ya?" tanya Ayu sambil menatap Ezra dengan sorot mata menggoda.


"Iya, mana cari perhatian terus lagi. Bikin aku gak nyaman saja." Ezra mencuri ciuman sekilas di bibir istrinya sebelum menjawab.


Ayu terkekeh mendengar perkataan suaminya. Selama ini Ezra memang jarang mengeluh kalau pelanggannya itu seorang laki-laki.


Namun, bila itu masalah perempuan maka dia akan langsung mengatakannya pada Ayu. Mungkin dia juga takut bila nanti istrinya itu tau dari orang lain lebih dulu.


"Ya sudah, syukuri saja. Kalau sekarang dia sudah paham kan nanti gak bakal ngerepotin, Mas, lagi. Lagian dia juga jadi modifikasi sama, Mas," ujar Ayu sambil menggantungkan baju kemeja Ezra di tangannya.


"Heem, untung saja dia jadi modifikasi di aku," jawab Ezra sambil membuka jilbab bergo istrinya.


Ayu membiarkan apa yang suaminya itu lakukan, dia mengerti kalau suaminya sedang ingin bersama dengannya.


"Untung ada kamu di samping aku," ujar Ezra sambil mengusap rambut istrinya.


"Kenapa aku gak pernah bosen ya, liat kamu? Malah semakin di lihat kok semakin cantik." Ezra menatap dalam wajah istrinya.


Ayu membalas tatapan wajah Ezra, semburat merah pun tidak bisa lagi dia sembunyikan di wajahnya.


"Apa sih, Mas, gombal terus ih?" ujar Ayu menahan senyunya.


Ezra menatap gemas wajah istrinya yang masih saja suka tersipu bila dia rayu begitu, laki-laki itu pun langsung menyambar bibir istrinya yang sudah menggodanya sejak tadi.


"Mas, jahil banget sih." Ayu memukul pelan dada polos suaminya, setelah Ezra melepaskannya.


Ezra tersenyum puas, melihat semburat merah di pipi istrinya yang semakin jelas. Dalam sekali gerkan laki-laki itu langsung menggendong istrinya ala bridal syle.


"Mas! Turunin ih," ujar Ayu tersentak keget.


"Temani aku mandi," ujar Ezra tanpa basa basi, langsung melangkah menuju kamar mandi.


"Eh, Mas, aku udah mandi," bantah Ayu.


"Tapi, aku belum," jawab Ezra tanpa mau mendengar ucapan Ayu.


Ayu yang sadar keinginan suaminya pun tidak bisa lagi membantah, dia hanya mengalungkan tangannya di tengkuk suaminya.


"Ingat, gak boleh di kamar mandi," peringat Ayu.


"Iya, aku tau. Tapi aku mau mandi dulu, nanti lanjutinnya di tempat lain," jawab Ezra, sambil menutup pintu kamar mandinya.


...🌿...


Ish, Ezra sama Ayu mau ngapain sih?🤭


Ayo siapa yang kemarin bilang kangen sama pasangan Ayu Ezra, awas kalau gak kasih komen ya😂


...🌿...


... Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2