Berbagi Cinta : Antara Kita

Berbagi Cinta : Antara Kita
Bab.34 Visual


__ADS_3


...Antara Kita...



...Ayunindia Clarissa Ardinata...


Wanita muda yang baru berusia 26 tahun.


Pemilik butik sekaligus perancang busana yang mulai di kenal.



...Ezra Farzan Darmendra...


Pria berusia 30 tahun, berstatus duda satu anak.


Seorang CEO dari Ezan Auto Designs, perusahaan yang bergerak dalam modifikasi mobil-mobil mewah yang sudah ter sebar di hampir seluruh kota besar di Indonesia.



...Raditya Fahreza...


Berusia 28 tahun


Bekerja sebagai manajer di salah satu bang Swasta.



...Kemala Rianti...


Berusia 26 tahun


Model majalah terkenal yang harus berhenti karena kehamilannya.



...Naura Erina Darmendra...


Anak dari Ezra. Berumur 6 tahun



...Arsyl Ivander Ardinata atau Ansel...


Kakak Ayu... profesi Dokter


Berumur 30 tahun



...Keenan Abran Darmendra...


Adik sekaligus asisten Ezra.


Berumur 25 tahun

__ADS_1



...Galang Putra Atmadja...


Kakak Angkat Ayu..


Berumur 27 tahun.



...Abian Riandi Ardinata...


Anak dari Ansel, berusia 6 tahun.


Ini visual menurut aku sendiri, bila kalian ada bayangan sendiri silahkan saja.


Kembali pada alur cerita...


...โค...


Hari ini Ayu memilih menutup butik, untuk membereskan barang yang akan di pindahkan ke rumah barunya.


Riska datang ketika waktu sudah menunjukan pukul delapan pagi.


Ayu sudah hampir selesai mengemas barang di dalam kamar pribadinya.


Tidak banyak yang Ayu bawa, hanya saja karena rumah masih kosong, jadi rencananya hari ini dia juga akan berbelanja interior dan perabotan rumah.


"Wah aku terlambat ya Mba?" tanya Riska saat melihat Ayu sudah mulai mengangkut koper ke bagian depan butik.


"Mba gak papa? Muka Mba agak pucat" tanya Riska memperhatikan wajah bos nya itu.


"Aku gak papa. Tolong bawain kotak yang ada di depan pintu ya, Aku mau membawa sesuatu dulu di dalam" ucap Ayu, berjalan masuk ke dalam ruang kerjanya.


"Siap Mba" ucap Ayu semangat.


"Aunty...!" tubuh Ayu langsung menegang mendengar dua suara teriakan yang sangat ia kenal.


Entah mengapa suara yang tadinya membawa kesenangan untuknya, sekarang menjadi rasa khawatir.


Ayu tersenyum lembut walau di matanya masih tersirat rasa tidak tenang.


"Naura, Bian, kalian gak sekolah? Kok pagi-pagi udah ke sini?" tanya Ayu menurunkan tubuhnya, agar sejajar dengan kedua anak yang sudah berdiri di depan nya.


Tubuh Ayu makin menegang ketika melihat dua orang lelaki yang berjalan di belakang kedua anak itu.


Ezra dan Ansel...


Ya kedua sahabat itu, tampak berjalan dengan gayanya yang mempesona.


Benar-benar visual sweet daddy yang bisa membuat para wanita berteriak histeris, hanya karena melihat dua lelaki itu.


Ayu menatap nanar salah satu di antara keduanya. Walau rasa itu ia sembunyikan sebaik mungkin, namun sorot matanya tak bisa berbohong.


"Kata Papah, Aunty mau liat rumah baru ya, Rara sama Bian boleh ikut gak?" celoteh Naura dengan mata berbinar penuh permohonan.


Ayu melirik sekilas pada Ezra dengan alis bertaut.

__ADS_1


"Dari mana dia tau?" tanya Ayu dalam hati.


"Boleh dong" jawab Ayu, terlihat antusias, walau dalam hati dia merasa tidak nyaman.


"Mana barang yang mau di bawa? Biar kami bantu ambilkan" tawar Ansel, melihat ke arah belakang Ayu, tempat ada beberapa koper dan kotak berada.


Ayu melihat barang bawaannya sekilas.


"Hanya itu saja, Aku tidak membawa banyak barang kok" jawab Ayu


"Ya sudah biar kami masukan ke mobilku saja. Karena nanti pasti anak-anak ingin ikut bersama denganmu" ucap Ezra.


"Eh, tidak usah, biar di mobilku saja" tolak Ayu cepat.


"Memang mau di taruh di mana, mobil kecil begitu" ucap Ezra sedikit mengjek Ayu.


Ezra bisa melihat sikap Ayu yang terlihat tidak nyaman dengan keberadaan mereka di sini.


Dia berusaha mencairkan suasana, walau yang terlihat malah menjadi aneh.


Bagaimana tidak, kalau Ezra berniat bercanda tapi dengan wajah datar yang masih setia menghiasi mukanya itu.


Ayu menggeleng miris, sambil beristigfar dalam hati.


Sungguh, wajah lelaki kaku di depannya ini sangat tidak pantas untuk mengeluarkan kata-kata candaan.


Akhirnya semua barang Ayu masuk ke dalam mobil Alpard milik Ezra.


Ezra sengaja membawa mobil dengan kabin besar, ia mengira Ayu akan membawa banyak barang bawaan. Tapi ternyata tidak.


Mereka pergi meninggalkan butik dengan mobil Ezra mengikuti mobil Ayu dari belakang.


"Loe ngerasa gak, kalau dia sekarang agak berbeda?" tanya Ansel, mengerutkan keningnya.


"Mungkin lagi cape aja kali, namanya juga orang mau pindahan" jawab Ezra santai, di sela terus mengemudikan kendaraannya.


Ansel mengangguk-anggukan kepalanya dengan pikiran yang masih merasa janggal karena sikap Ayu yang lebih terlihat diam, tidak seperti biasanya.


"Udah lah, gak usah di pikirin" ucap Ezra lagi.


...๐ŸŒฟ...


...๐ŸŒฟ...


...Bersambung...


Sambil nunggu aku up lagi bisa mampir di karya keren milik Kak Rini sya, yang berjudul Berbagi cinta: ketulusan hati istri kedua.


Tuh judulnya aja udah menarik apa lagi isinya kan, ayo mampir ya...


Jangan lupa tinggalkan jejak, like, komen dan vote nya ya..


Hadiah juga pasti di terima dengan senang hati๐Ÿคญ


terima kasih kakak-kakak baik hati ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š๐Ÿฅฐ


__ADS_1


__ADS_2