Berbagi Cinta : Antara Kita

Berbagi Cinta : Antara Kita
Bab.50 Selamat datang


__ADS_3


...Happy Reading...


...❤...


Waktu sudah menunjukan pukul sepuluh siang, saat ini Ayu sedang bersiap untuk pulang dari rumah sakit.


Walaupun sebenarnya dokter maupun Ansel belum mengijinkannya pulang. Namun, karena Ayu bersikeras pada sang kakak, membuat Ansel hanya bisa menuruti kemauan sang adik.


Awalnya Ansel mengajak Ayu untuk pulang ke rumahnya, agar dirinya bisa mudah memantau kesehatan sang adik.


Namun, Ayu menolak, dan tetap ingin pulang ke rumahnya sendiri.


Akhirnya Ansel mengijinkan, walau dengan berbagai syarat yang harus Ayu setujui.


Salah satu nya adalah, Ansel akan menempatkan orang yang mengurus rumah, dan sudah sangat dia percaya untuk menemaninya di rumah, dan berbagai peraturan lainnya.


Ayu menyetujui semua yang Ansel lakukan padanya, asalkan ia bisa segera keluar dari rumah sakit.


Biasanya Ayu hanya akan di rawat semalam saja, dan selanjutnya ia akan menandatangani surat persetujuan pulang, walau sebelum waktunya.


Wanita berjilbab itu, sangat tidak suka berada di tempat yang berbau obat itu.


"Ayo," Ansel masuk dengan mendorong kursi roda untuk Ayu.


"Aku masih bisa berjalan, Kak," rajuk Ayu.


"Sudah, jangan banyak protes, mau pulang atau di rawat lagi?" ancam Ansel.


Ayu mendengus tidak suka, namun tak ayal menuruti apa yang di perintahkan oleh sang kakak.


Akhirnya mereka berdua keluar dari rumah sakit bersama, Ansel sudah memarkirkan mobilnya di depan lobby, untuk mempermudah Ayu dan juga dirinya.


Untung saja, rumah sakit tempat Ayu di rawat adalah milik salah satu rekan kerjanya, jadi ia bisa leluasa berada di sana.


Beberapa saat kemudian, Mobil yang di tumpangi oleh Ansel dan juga Ayu, sudah terparkir di halaman rumah Ayu.


"Tunggu di sini," peringat Radit sebelum keluar dari mobil.


Mengambil kursi roda dari dalam bagasi lalu menyimpannya di samping pintu mobil tempat Ayu duduk.


"Kak, aku masih bisa berjalan, aku gak mau pakai kursi roda," rajuk Ayu, tidak mau turun dari mobil,saat melihat kursi roda di hadapannya.


"Kamu masih belum pulih, bahkan tadi pagi tensi kamu turun lagi, jadi jangan banyak membantah, atau kakak bawa kamu ke rumah kakak, hem!" ucap Radit sedikit mengancam.


Ternyata sikap keras kepala sang adik masih sama seperti yang dulu.


"Iya ... iya, aku nurut," cebik Ayu, kesal.


Ansel mengembangkan senyumnya.


"Nah, gitu dong! Itu baru bidadarinya Kakak," ucap Ansel, sumringah.

__ADS_1


"Eh, Den Ansel sama Non Ayu sudah datang?" sepasang paruh baya terlihat menghampiri mereka berdua dengan terpogoh-pogoh.


"Iya Bi Yati, Mang Ujang," jawab Ansel menyapa kedua patuh baya itu.


"Dek, ini Bi Yati sama Mang Ujang, yang akan nemenin kamu di sini," ucap Ansel memperkenalkan kedua paruh baya itu.


Ayu tersenyum ramah.


"Semoga betah ya, Bi ... Mang," ucap Ayu, tersenyum ramah.


Ansel dan Ezra memang sudah merencanakan semua ini sejak Ayu di larikan ke rumah sakit, Bi Yati dan Mang Ujang, adalah penjaga rumah Ezra yang dulu di tempati saat masih ada Diana-ibu dari Naura.


Namun, setelah Diana meninggal, Ezra memilih untuk pindah kembali, bersama kedua orang tuanya.


Setelah memberi arahan pada Bi Yati dan Mang Ujang, Ansel mendorong kursi roda Ayu menuju pintu masuk.


Di belakang mereka ada Bi Yati yang membawa tas perlengkapan Ayu, sedangkan Mang Ujang pamit lagi untuk kembali bekerja.


Ansel membukakan pintu, agar Ayu bisa masuk.


"Selamat datang!!"


Ayu terkejut melihat sudah banyak orang yang menyambutnya di dalam rumah.


Menutup mulutnya yang menganga dengan kedua telapak tangan, matanya pun sudah berkaca-kaca.


Di sana, di depannya ada Naura, Bian, Elelna, Ezra, dan semua karyawan butik.


Mereka semua berdiri dengan banyaknya aksesori seperti akan merayakan tahun baru.


"Aunty!" teriakan kedua anak kecil yang berlari menyambutnya membuat senyum di wajah cantiknya semakin melebar.


Merentangkan kedua tangannya, untuk menyongsong kedatangan Naura dan juga Bian.


"Aunty sudah sembuh?" tanya Naura setelah memeluk Ayu.


"Sudah dong, kan udah di rawat sama ganteng dan cantiknya Aunty," kata Ayu mengusap Kedua puncak kepala Naura dan Bian, penuh kasih sayang.


"Selamat datang datang di rumah?" Elena memberi pelukan kilas pada sang adik ipar.


"Terima kasih, Kak," Ayu tersenyum senang.


Ezra hanya melihat kedekatan antara semua orang yang ada di sana, dengan sunggingan senyum tipis di bibirnya.


Hatinya merasa ikut senang, melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah cantik Ayu.


Tadi malam, dia sempat merasa kesal setelah mendapat telepon dari Ansel, tentang kedatangan Lary dan Arumi ke rumah sakit.


Hingga akhirnya dia berbicara kepada sang anak untuk membuat acara kejutan kecil-kecilan untuk menghibur Ayu.


Dan dengan mudahnya, Naura menyetujui ide dari Ezra, lalu menelepon Bian untuk membantu.


"Sebaiknya kamu istirahat dulu, kamu masih belum pulih," Ujar Ezra yang tiba-tiba berada di belakang Ayu, yang sedang membicarakan kondisi butik dengan Riska di ruang keluarga.

__ADS_1


Ayu yang terkejut langsung menoleh menatap penuh wajah Ezra.


"Sebentar, aku sedang berbicara dengan Riska," tolak Ayu.


"Bicara bisa lain kali, yang penting kesehatan kamu!" tekan Ezra, memandang Riska dan Ayu dengan tatapan tajam.


"I-iya Mba, lebih baik Mba istirahat dulu, Aku permisi ke belakang dulu, Mba," ucap Riska dengan sedikit gugup, karena takut pada Ezra, lalu bergegas pergi meninggalkan mereka berdua.


"Ish!" Ayu mencebik kesal, menatap penuh permusuhan pada lelaki yang kini sudah berada di sampingnya.


Ezra mengulas senyum tipis, penuh kemenangan.


"Naik ke kamar sendiri, atau mau aku gendong, hem?" Ezra menggoda Ayu, dengan menaikkan salah satu alisnya.


"Apa sih?!" Ayu langsung berdiri dan berjalan menuju tangga ke lantai dua.


Ezra hanya mengangkat kedua bahunya, sambil terus melihat wanita yang menurutnya sangat menggemaskan, sampai menghilang tak terlihat lagi.


Tersenyum sambil menggelengkan kepalanya sendiri, merasa geli dengan apa yang ia lakukan.


"Kayaknya seneng banget loe, bikin adek gue kesel?" tanya Ansel, yang sebenarnya memperhatikan interaksi antara sahabat dan juga adiknya sejak tadi.


Ezra langsung menormalkan lagi raut wajahnya, saat mendengar suara sang sahabat.


"Apa sih, loe? Sok tau!" ucap Ezra melangkah meninggalkan Ansel.


"Hahaha ... bilang aja loe suka kan sama adek gue?" tanya Ansel mengejar langkah Ezra.


"Dia masih istri orang, Sel!" ujar Ezra tak menyangkal.


"Kalau bukan, berarti Loe mau dong?" Ansel belum puas juga menggoda sang sahabat.


"Enggak tau, Gue!" jawab Ezra salah tingkah.


"Hahaha ... Loe lucu banget kalau lagi kayak gitu, Bro!" Ansel malah menertawakan sang sahabat.


"Loe! Awas ya Loe, Ansel!" Ezra selalu saja tidak sadar kalau sedang di godaan oleh Ansel, kalau sedang berbicara tentang Ayu.


Ansel berlari menjauh, sambil terus menertawakan sang sahabat.


"Si*lan, tuh orang!" umpat Ezra mengacak rambutnya.


...🌿...


...🌿...


...Bersambung...


Sambil nungguin aku up lagi, boleh baca novel karya sahabat Author aku Kak AG Sweetie yang berjudul METAMORFOSA RASA (My Glyn)


Ceritanya bagus banget, di jamin bakalan nagih, nasihat buat minta up maksudnya🤭🤭


__ADS_1


Di tunggu jejaknya ya, like, komen dan hadiah..🤭🤭


Terima kasih semuanya 🙏🥰🥰


__ADS_2