
...Happy Reading...
...❤...
Di tempat lain, Ezra menemui sang istri yang kini masih berada di kamar Naura, setelah Keenan pergi dari rumahnya.
Cukup lama dia menahan adiknya itu, berharap jika Keenan bisa mempertimbangkan semua sarannya, untuk masalah yang saat ini sedang dihadapinya.
Saat di perjalanan pulang, Ezra menerima telepon dari salah satu anak buahnya, tentang Keenan yang menolong korban kecelakaan tunggal.
Dia yang memang ditugaskan untuk mengurus mobil Keenan di kantor polisi, langsung memberi kabar pada Ezra, tentang apa yang di alami oleh Keenan.
Terlebih, banyak foto dan video Keenan, saat sedang melakukan evakuasi dengan beberapa orang tak dikenal beredar luas.
Ezra cukup terkejut saat melihat salah satu video Keenan, yang sedang menggendong seorang perempuan yang sangat mirip dengan Luna.
Rasa khawatir langsung menyelimuti hatinya, bukan hanya pada Keenan, melainkan pada perempuan yang kini telah menjadi adik iparnya.
Maka dari itu, dia langsung menyuruh orang untuk mencari Keenan dan membawa ke rumahnya.
Ezra bahkan kini terpaksa harus menceritakan masa lalu Keenan itu pada Ayu, mengingat masalah ini pasti akan melibatkan Riska di dalamnya.
Istrinya itu sempat terkejut mendengar masa lalu Keenan dan apa yang sekarang sedang adik iparnya itu lakukan. Rasa khawatir kepada sang asisten yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri pun ia rasakan.
Terlebih tentang nasib hubungan pernikahan keduanya, entah bagaiman reaksi Keenan saat perempuan masa lalunya itu kini kembali dalam kehidupannya.
Flashback
"Ada apa, Mas?" tanya Ayu, saat Ezra baru saja menutup ponselnya, dengan raut wajah yang berubah.
Ezra sempat terdiam dan hanya melirik sang istri sekilas, sebelum menjawab pertanyaan Ayu.
"Coba kamu buka, lihat foto dan video yang dikirimkan oleh anak buahku." Ezra tak menjawab, dia malah memberikan ponselnya pada Ayu.
Dengan tatapan heran, Ayu menerima ponsel Ezra lalu membukanya. Dia mencari pesan terbaru dari aplikasi whatsapp milik suaminya.
Alangkah terkejutnya, saat dia melihat sebuah mobil yang sudah ringsek, akibat kecelakaan. Memicingkan mata untuk melihat dengan jelas nomor polisinya, dan dia baru saja bisa menghembuskan napas lega, saat merasa itu bukanlah salah satu mobil Keenan atau Ezra.
Jarinya menggulirkan layar ponsel sang suami, demi mencari lebih banyak gambar dan memutar beberapa video yang ada di sana.
Matanya melebar saat melihat Keenan yang berteriak setelah sebelumnya melihat ke arah mobil itu, dan berakhir dengan evakuasi mandiri.
__ADS_1
Sampai di situ, Ayu masih belum mengerti masalah yang terjadi dari semua itu, karena memang tidak ada yang janggal, selain Keenan yang sedang melakukan pertolongan pada mobil yang terlibat kecelakaan.
Hingga tiba-tiba pikirannya mengira kalau kecelakaan itu ada keterlibatan Keenan di dalamnya. Ayu langsung mengalihkan pandangannya pada sang suami dengan mata melebar.
"Mas, apa maksudnya ini? Apa Keenan terlihat dalam kecelakaan ini?" tanya Ayu.
"Bukan, itu hanya sebuah kecelakaan tunggal yang kebetulan terjadi di depan mobil Keenan," jawab Ezra, sambil terus fokus menyetir.
"Lalu, ada masalah apa dengan semua foto dan video ini?" tanya Ayu lagi, dia kembali meneliti satu persatu foto di ponsel suaminya.
"Kamu bisa lihat seorang perempuan yang menjadi korban di dalam kecelakaan itu?" tanya Ezra, yang langsung diangguki oleh Ayu, sambil kembali melihat foto seorang perempuan yang sedang dalam gendongan Keenan.
Matanya memicing saat melihat ekspresi Keenan yang terlihat tidak biasa, matanya memerah dengan wajah yang terlihat begitu khawatir.
"Siapa ini, Mas?" tanya Ayu, kemudian.
"Dia adalah seseorang yang dulu pernah begitu berarti di dalam hidup Keenan, hingga akhirnya menghilang tanpa jejak," jawab Ezra, memulai ceritanya.
Sepanjang jalan, Ezra menceritakan masa lalu Keenan yang selama ini belum ada yang tau, kecuali keluarga. Masa lalu menyakitkan yang membuat sang adik terpuruk, hingga membuatnya tak mau mencari pasangan lagi.
Ayu mendengarkan dengan seksama, semua ucapan dari suaminya tanpa mau menyela. Terdiam dengan pikiran menerawang dan juga keterkejutan akan informasi yang baru kali ini dia dengar, tentang adik iparnya itu.
Hingga, akhirnya cerita itu berakhir seiring sampainya mereka di pelataran rumah. Ezra keluar terlebih dulu, lalu membukakan pintu sang istri, sebelum mengambil Naura yang tertidur di jok belakang.
Hingga ponsel milik Ezra kembali berdering, dan itu dari nomor anak buah yang tadi memberikan mereka informasi.
Dia memberi tahu kalau Keenan saat ini sedang berada di sebuah makam, yang dicurigai sebagai makam Luna.
"Jadi dia sudah meninggal?" gumam Ezra, setelah mengakhiri sambungan teleponnya.
"Siapa yang meninggal, Mas?" Ayu yang baru saja keluar dari kamar mandi, mendengar sekilas gumaman sang suami.
Ezra mengalihkan pandangannya pada Ayu, dia tersenyum samar lalu menyuruh Ayu mendekat.
"Kemarilah," ujar Ezra sambil menepuk tempat duduk di sampingnya.
Ayu menurut, dia duduk di samping sang suami, yang langsung merangkulnya secara posesif, hingga tubuhnya kini bersandar di dada bidang Ezra.
Ezra mengelus lembut perut buncit sang istri yang dihadiahi sebuah tendangan oleh anaknya yang masih berada di dalam sana.
Tersenyum dengan bibir mengecup kening sang istri, saat ia merasa sedikit terhibur di tengah kekhawatirannya pada sang adik, hanya dengan menerima gerakan halus dari anak di dalam kandungan sang istri.
"Perempuan itu ternyata sudah meninggal," jawab Ezra ambigu, hingga membuat Ayu mendongakkan kepala, demi melihat wajah suaminya.
__ADS_1
"Karena kecelakaan itu, dia meninggal, Mas?" tanya Ayu.
Ezra menggeleng, dia menghadiahkan satu kecupan di bibir sang istrinya yang begitu mengoda itu.
"Dia meninggal sudah beberapa tahun yang lalu," jawab Ezra lagi, yang masih membuat Ayu bingung.
"Lalu, siapa yang ditolong Keenan?" Ayu mengernyit bingung.
Ezra mengusap halus alis sang istri menguraikan kerutan di sana.
"Itu adalah saudara kembarnya," jelas Ezra.
"Hah? Jadi dia mempunyai saudara kembar?" tanya Ayu, yang langsung diangguki oleh sang suami.
"Lalu, bagaiman dengan Keenan?" tanya Ayu, dia khwatir dengan kondisi adik iparnya itu.
"Menurut orang yang melacak keberadaannya, saat ini dia sedang berada di makam perempuan itu," jawab Ezra.
"Aku sudah menyuruh anak buahku untuk mengikutinya, setelah dia pergi dari makam itu," imbuh Ezra lagi.
Ayu mengangguk, dia kemudian menyandarkan lagi kepalanya dan menghirup aroma dari tubuh suaminya yang begitu membuatnya tidak pernah bosan.
Beberapa saat kemudian, Ezra pamit untuk pergi menyusul Keenan, saat anak buahnya memberikan informasi letak mobil Keenan saat ini.
"Aku pamit ke luar sebentar, ya," ujar Ezra sambil bernajak.
Ayu ikut berdiri, dia mengambilkan jaket milik sang suami dan memakikannya.
"Aku antar ke depan, Mas," Ayu menggandeng lengan suaminya yang sudah siap berangkat.
"Tidak usah, kamu tidak usah turun, biar aku saja sendiri," tolak Ezra, dia memberikan kecupan di puncak kepala sang istri.
" Baiklah, kalau gitu aku ke kamar Naura dulu, ya?Jangan terlalu keras sama Keenan, Mas," peringat Ayu.
"Iya, aku tau," angguk Ezra,lalu mereka berdua keluar bersama hingga terpisah di depan kamar sang anak.
Flashback off
...🌿...
...🌿...
...Bersambung...
__ADS_1