Berbagi Cinta : Antara Kita

Berbagi Cinta : Antara Kita
Bab.60 Masa lalu


__ADS_3


...Happy Reading...


.......❤.......


Ezra sampai ke rumah, ketika hari sudah mulai sore. Dia langsung di sambut oleh Ansel yang sudah menunggunya sejak siang hari.


"Zra, ke mana loe bawa adek gue?" tanya Ansel, tanpa basa-basi.


"Aku gak bisa kasih tau kamu, Sel ... maaf."


"Kenapa? Loe tau, gue khawatir banget sama dia?" Ansel menautkan kedua alisnya, menatap Ezra penuh selidik.


"Karena, gue udah janji sama dia. Sel, loe tenang aja ... dia baik-baik aja di sana." Ezra berusaha menjelaskan secara sabar, kepada sahabatnya itu.


"Loe, percaya sama gue 'kan?" tanya Ezra.


"Dia, butuh menenangkan diri dulu, Sel. Biarkan dia tenang dulu. untuk saat ini, jangan ganggu dia ... nanti kalau dia sudah tenang, pasti loe yang akan di hubunginya untuk pertama kali," kata Ezra panjang lebar.


Ansel memandang mata Ezra, mencari kebohongan dari sana. Tetapi, dia tak menemukannya sedikit pun.


Ansel mengangguk, "Baiklah, gue turutin kemauan dia. Tapi, kalau terjadi apa-apa sama Nindi, loe orang pertama yang akan gue hajar!" ucap Ansel.


Ezra mengangguk, dengan hembusan napas lega dari hidung mancungnya.


Keduanya kembali berbincang bersama. Ansel bercerita tentang pembicaraannya dengan Larry.


"Manurut gue, kalau loe mau tes DNA, loe gak perlu bilang dulu sama Nindi. Lagi pula loe juga udah punya sampel rambut dia 'kan?"


"Tapi, kalau gue boleh kasih saran ... sebaiknya loe jangan lakuin itu."


Ansel terkejut dengan perkataan Ezra, memandang sahabatnya itu dengan alis bertaut.


"Loe mungkin bisa meyakinkan Om Larry, kalau Nindi adalah anaknya. Tapi, setelah Nindi tau apa yang membuat ayahnya mau mengakuinya ... gue gak yakin dia mau menerima Om Larry sebagai orang tuanya."


Ansel membolakan matanya, dengan duduk yang kembali tegak, dia terkejut dengan perkataan yang keluar dari mulut sahabatnya.


Terdiam sesaat, memikirkan apa yang baru saja ia dengar.


"Lalu apa yang harus gue lakukan?" tanya Ansel.


"Loe cukup perlihatkan kenangan keluarga kalian saja. Gue yakin ... sebagai seorang ayah, dia pasti mempunyai naluri dan perasaan yang berbeda kepada Nindi," jelas Ezra


"Kita juga seorang ayah, Sel. Kita tau gimana perasaan menjadi seorang ayah 'kan?" sambung Ezra lagi.


"Gue yakin, Om Larry udah merasakan sesuatu saat bertemu dengan Nindi untuk pertama kalinya. Tapi, rasa benci kepada ibu kamu ... menutupi semua rasa sayangnya kepada Nindi."


"Itu semua terlihat jelas, saat loe bilang dia hanya diam aja waktu loe cerita kemarin 'kan?"

__ADS_1


Ansel kembali mengangguk.


"Itu berarti dia mulai membuka hati untuk mencari tau kebenaran tentang Nindi, hanya saja ... mungkin dia terlalu malu untuk bertanya atau meminta tolong sama loe."


Ezra memandang Ansel penuh, melihat raut wajah sahabatnya yang tengah berpikir sesuatu.


"Thank you, Bro. Loe memang terbaik." ucap Ansel.


"Kita sahabat udah lama, Sel. udah kewajiban gue buat bantuin loe, sebisa yang gue mampu."


Ansel pamit pulang setelah matahari tenggelam di peraduannya, dan langit berganti menjadi gelap dengan kerlip bintang menghiasi.


Ezra menghembuskan napas kasar,setelah mengantarkan Ansel keluar rumah.


Untung saja, tadi dirinya sudah membuat Naura tutup mulut. Kalau sampai anaknya itu bilang di mana keberadaan Ayu, bisa-bisa wanita itu tidak akan percaya lagi padanya.


...❤...


Dua hari telah berlalu, pagi ini Ansel membawa Larry ke rumah Ayu, untuk memberi tau semua kenangan tentang keluarganya yang sudah hancur karena keserakahan kedua orang tua Larry.


Ya, kemarin Ansel langsung menemui Larry di kantor, untuk membicarakan hal ini. Ternyata tak sulit untuk mengajak lelaki paruh baya itu ke rumah Ayu, Larry langsung menyetujui begitu saja saran darinya.


"Ini rumah dia?" tanya Larry saat Ansel baru saja menghentikan mobilnya di halaman rumah Ayu.


"Iya, ayo! Nindi sudah tidak pulang sejak hari itu, jadi hanya orang yang biasanya membantunya." ucap Ansel, sebelum keluar dari mobil.


Larry tampak memperhatikan setiap sudut dari halaman rumah yang terlihat sangat asri.


Mereka bertemu pertama kali di kampus. Saat itu, Puspa adalah mahasiswi baru yang sedang menjalani OSPEK.


Sedangkan dirinya adalah salah satu mahasiswa senior dan sekaligus anggota BEM, yang bertugas untuk mengawasi jalannya acara OSPEK tahun itu.


Puspa terlihat mencolok, dengan dandanan khas gadis desa yang terlihat sangat sederhana di bandingkan calon mahasiswa lainnya.


Namun, semua itu membuat para mahasiswa senior, menjadikannya bahan ejekan dan bullying.


Dirinya yang sangat tidak suka dengan hal seperti itu, selalu berusaha membantu Puspa untuk keluar dari masalahnya.


Hingga hubungan mereka semakin dekat, satu tahun kemudian dirinya dan Puspa resmi menjalin hubungan.


Namun, ternyata status Puspa yang hanyalah seorang anak petani membuat kedua orang tua Larry tak merestui hubungan mereka.


Dalam perjalanan hubungan mereka, sudah beberapa kali Puspa memintanya untuk menuruti kemauan kedua orang tuanya.


"Lebih baik kita udahan aja, Mas. Kamu gak boleh terus-terusan melawan orang tuamu seperti ini." Itulah perkataan yang di ucapkan oleh Puspa kepadanya, setiap kali dia menyerah.


Namun, dirinya selalu menolak dan mengajak Puspa untuk terus berjuang. Dirinya yakin, suatu saat nanti kedua orang tuanya akan merestui hubungan mereka.


Sikap keras kepala dan perjuangannya, membuat Puspa akhirnya memilih berjuang bersama untuk mendapatkan restu kedua orang tua Larry.

__ADS_1


Hingga tahun ke dua dirinya menjalin hubungan dengan Puspa, tiba-tiba mereka mendapatkan kabar buruk.


Ayah Puspa mengalami kecelakaan yang cukup parah, hingga akhirnya meregang nyawa di rumah sakit.


Sebelum meninggal Ayahnya berpesan, agar Larry segera menikahi anak semata wayangnya.


Larry menyetujuinya, pernikahan itu pun berlangsung saat itu juga, di samping jasad ayah Puspa.


Selama ini, Puspa hidup hanya bersama sang ayah, karena ibunya telah meninggal sedari dia kecil.


Selama empat puluh hari, mereka berada di kampung tempat Puspa di lahirkan.


Kabar pernikahan itu, ternyata sampai kepada kedua orang tua Larry. Sesampainya mereka di kota, mereka langsung di paksa berpisah oleh kedua orang tua Larry.


"Larry, apa yang kamu lakukan! Kamu mau mempermalukan keluargaku kita, dengan menikahi gadis kampung seperti dia, hah?!" Ayahnya langsung murka saat melihat dirinya pulang bersama dengan Puspa.


Perdebatan hebat antara orang tua dan anak pun kembali terjadi, Larry memutuskan untuk keluar dari keluarganya, demi tetap bersama dengan sang istri.


"Kamu apa kan anakku, sampai berani melawan orang tuanya begini, hah? Dasar perempuan murahan, gadis kampung!"


Dirinya masih ingat, kata hinaan yang ibunya layangkan pada Puspa saat itu.


Tak sepatah kata pun keluar dari mulut bergetar perempuan, yang baru sebulan lebih sepuluh hari itu ia nikahi.


Dia hanya tertunduk dalam, dengan air mata yang sudah menganak sungai di wajahnya.


"Pah, Papah!" Ansel berusaha menggoyangkan tubuh Larry yang tak menanggapi panggilannya sejak tadi.


"Hah, i-iya!" linglung Larry.


"Papah ngelamun, ya?" tanya Ansel.


"Tidak ... ayo, katanya sudah sampai." Larry langsung keluar dari mobil, menghindari tatapan penuh selidik dari anak sulungnya.


...🌿...


...🌿...


...Bersambung...


Nama ibu Ayu, Puspa ya, di bab yang sebelumnya, itu aku salah. Nawang itu ibunya Ezra.


Ini hanya sepenggal kisah masa lalu dari kedua orang tua Ayu dan Ansel, kalau gak suka bab ini , aku paksa buat suka🤭


Ini untuk memperjelas alasan di balik masalah keluarga Ayu, ya😁


Dah ah, takut kebanyakan lagi ini omongan gak jelasnya😂


Terima kasih ya, buat yang masih setia nungguin aku up,juga mendukung aku untuk terus meneruskan cerita ini🙏🥰

__ADS_1


Sun jauh buat kalian semua😘😘😘


__ADS_2