Berbagi Cinta : Antara Kita

Berbagi Cinta : Antara Kita
Bab.66 Media sosial


__ADS_3


...Happy Reading...


.......❤.......


Pagi ini Ayu terlihat sudah baik-baik saja, luka lebam di wajahnya sudah mulai membaik.


Saat ini dirinya sedang bersiap untuk sarapan, bersama dengan Bi Yati dan Mang Ujang. Tetapi suara mobil yang berhenti di halaman rumah, mengalihkan perhatian ketiganya.


"Sepertinya itu suara mobil Den Ezra?" tebak Mang Ujang, sambil berdiri kembali.


Lelaki paruh baya itu langsung berjalan ke luar rumah, dengan di ikuti oleh istrinya - Bi Yati.


"Assalamualaikum ...."


Terdengar suara salam dari pintu masuk. Ayu yang datang paling belakang melebarkan senyumnya, melihat kedatangan bocah kecil kesayangannya.


"Aunty! Rara kangen banget sama Aunty!" Naura berteriak sambil berlari menghampiri Ayu.


Wanita itu berlutut untuk menyambut kedatangan anak dari Ezra itu.


Naura langsung melompat ke dalam pelukan Ayu, dengan tawa bahagia yang menghiasi wajahnya.


"Aunty lama banget sih di vilanya, Rara kan jadinya kangen!" rajuk gadis kecil itu, sambil memanyunkan bibirnya.


Ayu menguraikan pelukannya.


"Maaf ya sayang. Tapi, sekarang kan Aunth udah ada di sini ... jadi Naura bisa ketemu sama Aunty lagi kapanpun Naura mau."


Ayu berkata dengan berbagai ekspresi di wajahnya, sehingga membuat Naura akhirnya mengangguk dan tersenyum senang kembali.


Ezra menghampiri keduanya, setelah tadi berbicara dengan Mang Ujang.


"Apa kabar?" tanya Ezra.


Ayu mendongak, melihat wajah seorang lelaki yang selalu di repotkan, oleh semua masalah yang menimpa dirinya.


"Alhamdulillah ... aku baik." Ayu tersenyum sedikit canggung pada Ezra.


"Naura udah makan belum? Kita makan bareng yuk!" ajak Ayu, mengalihkan pandangannya pada anak di depannya.


"Belum, Rara kangen masakan Aunty,"


Ayu tersenyum lalu berdiri.


"Kalau gitu, yuk kita makan!"


"Asik makan masakan Aunty!" tiang Naura langsung berlari menuju ruang makan, bersama dengan Bi Yati.


"Kamu juga pasti belum sarapan kan? Ayo sarapan bersama," Ayu beralih pada Ezra.


"Masih sakit gini, udah masak? Dasar bandel!" kesal Ezra, melihat luka di wajah Ayu yang masih terlihat, walaupun sudah mulai samar.


"Aku gak papa, badanku malah tambah sakit kalau diem aja," jawab Ayu. Ada rasa hangat yang menjalar di dalam hatinya, saat menerima perhatian dari Ezra.


Namun, wanita itu langsung menepis semua itu, memilih untuk mengacuhkan semua rasa yang ada.


Ezra tersenyum di sela langkahnya, saat melihat semburat merah di wajah Ayu.


Mereka bertiga akhirnya makan bersama, sedangkan Bi Yati dan Mang Ujang memilih sarapan di teras belakang.


"Kami sudah menemukan pelaku penyerangan di vila," ucap Ezra tiba-tiba, saat mereka baru saja menyelesaikan sarapan.

__ADS_1


Ayu reflek langsung memandang Ezra.


"Siapa?" tanya Ayu.


Ezra dapat melihat jelas perubahan raut wajah dan cara bicara Ayu yang menjadi dingin.


"Seorang pembunuh bayaran, yang bergabung dalam organisasi mafia!" jelas Ezra.


Ayu menautkan jari-jarinya di bawah meja, menahan berbagai emosi di dalam dirinya.


"Pembunuh bayaran? Mafia? Aku rasa tidak mempunyai urusan dengan orang seperti mereka!" Ayu mengerutkan keningnya, merasa ada yang janggal.


Ezra mengangguk.


"Kamu memang tidak memiliki masalah dengan mereka, tapi ada seseorang yang membayar dia untuk melukai kamu," jelas Ezra.


"Membayar? Siapa?"


"Sari, mantan mertua kamu!" jawab Ezra.


Ayu menggeleng, tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Enggak mungkin, aku mendengar jelas lelaki itu bilang ... ini semua karena kamu kembali. Sedangkan aku tidak pernah lagi berhubungan dengan Radit." Ayu semakin bingung dengan pikirannya sendiri.


"Tapi pelakunya bilang seperti itu," ucap Ezra.


Ayu terdiam memikirkan apa yang di katakan, oleh lelaki yang sedang duduk di hadapannya saat ini.


"Tapi, aku pikir itu semua tidak mungkin. Dari mana Bu Sari bisa mendapatkan uang untuk membayar seorang profesional? Mengenal suatu


organisasi berbahaya, sepertinya itu sulit aku percaya." ucap Ayu.


Ia sudah lama mengenal keluarga itu, walaupun mereka bisa di katakan berada dan tidak kesulitan uang, namun kalau untuk membayar semua itu, sepertinya Ayu sedikit ragu.


Apa lagi dengan peraturan ketat dari Pramono. Mantan ayah mertuanya itu, pasti tidak akan tinggal diam bila istrinya melakukan hal yang mencurigakan.


' Tenyata dia meninggalkan petunjuk' gumam Ezra memikirkan tentang apa yang di katakan Ayu.


Ezra memang lebih tertarik dengan apa yang di katakan pelaku pada Ayu, di bandingkan dengan keraguan wanita itu pada keluarga mantan suaminya.


Ada rasa tidak terima dalam hatinya, saat wanita yang jelas-jelas ia sukai, masih saja membela keluarga lelaki dari masa lalunya itu.


...❤...


Di tempat lain, lebih tepatnya di ruang kerja Keenan. Lelaki yang merupakan kaki tangan dari Ezra itu, mengeriyai saat melihat laporan yang di kirimkan salah satu anak buahnya.


Drrttt ... drrtt ....


Ponsel di atas meja berdering. Dia langsung mengangkat telepon itu, setelah melihat nama yang tertera di layarnya.


"Sebarkan sekarang!" perintahnya, pada seseorang di seberang sambungan teleponnya.


Setelah beberapa saat berbicara, Keenan langsung menutup panggilan tersebut.


"Kalian akan menyesal, karena sudah menyakiti calon kakak iparku," gumamnya, dengan seringai yang selalu menghias wajahnya.


Beberapa saat kemudian, laporan tentang penyelesaian tugas yang ia berikan telah ia terima.


Keenan kembali menghubungi seseorang, yang tak lain adalah kakaknya.


"Semuanya sudah berhasil, sekarang kita hanya tinggal menunggu berita skandal ini menghancurkan mereka secara perlahan." ucap Keenan.


Menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi, dengan helaan nafas puas.

__ADS_1


''Sepertinya kakakku itu sudah sangat jatuh cinta dengan Kak Ayu,'' gumam Keenan berbicara pada dirinya sendiri.


Hufth


hembusan nafas berat terdengar dari mulut pria itu.


''Sepertinya perjuanganmu kali ini cukup berat, kak,'' sambungnya lagi.


...❤...


Sore itu, dunia maya dihebohkan dengan berita skandal seorang model yang berhubungan dengan seorang lelaki beristri.


Berbagai video dan foto kebersamaan mereka tersebar luas, ribuan cacian dan makian dari para pengguna media sosial pun sudah memenuhi kolom komentar.


Dalam sekejap mata sekejap mata, nama baik seorang Kemala dan Radit kini menjadi buruk.


Entah siapa yang menyebarkan itu semua, karena akun yang mengunggah semua itu ternyata akun palsu.


Saat ini, Mala maupun Radit sedang kalang kabut, karena berita tersebut.


Raadit yang sedang dalam perjalanan pulang, ponselnya terus berdering.


''Kamu di mana?'' tanya Radit, dengan nada yang terdengar panik.


''Aku lagi ada di mall xx, kamu jemput aku sekarang.''


Mala, wanita itu tengah berbelanja di salah satu butik, saat tiba-tiba terdengar banyak orang yang berbisik membicarakannya.


dia langsung membeli beberapa perlengkapan seperti selendang dan kaca mata, untuk menutupi wajanya.


Di tengah keterkejutannya, karena baru saja ada yang mengirimkan salah satu video yang beredar sekarang ini.


''Iya, aku ke sana sekarang.''


Radit langsung memacu mobilnya dengan kecepatan penuh, agar cepat sampai di tempat sang istri.


Sedangkan Mala, wanita itu bergegas turun dan mencari toilet untuk tempatnya bersembunyi.


Dalam setiap langkahnya, ia bisa merasakan tatapan tidak suka dari para pengunjung mall.


Untung saja di dalam toilet, tidak ada orang, hingga dia leluasa untuk membuka semua yang ia pakai di wajahnya.


''Sialan! Siapa yang menyebarkan semua ini?!'' teriak prustasi Mala.


Dia baru saja melihat media sosialnya hari ini, dan ternyata semua postingannya sudah penuh dengan komentar hujatan dan cacian dari para pengikutnya.


Wanita itu kembali sibuk mencari akun yang telah menyebar luaskan semua aibnya, namun ternyata akun pertama telah di hapus.


Begitulah kejamnya media sosial pada saat ini. Dalam hitungan jam saja nama baik seseorang bisa hancur dengan sangat mudah.


Dan rekam jejak itu masih beredar luas, walau pengirim pertama sudah menghapus dan menghilangkannya.


...🌿...


...🌿...


...Bersambung...


Hari ini sampai sini dulu ya, kita beri pelajaran buat orang pertama😊😊


Nanti kita sambung maen ditektif-detektifpannya🤭 (salah gak ya nulisnya)


Makasih yang masih setia nunggu kelanjutan ceritanya, sampai jumpa di bab berikutnya ... daaaah👋😘😘😘😘

__ADS_1


Sambil nunggu aku up lagi, boleh baca karya temen aku ya..



__ADS_2