Berbagi Cinta : Antara Kita

Berbagi Cinta : Antara Kita
Bab.31 Mogok


__ADS_3


...Happy Reading...


...❤...


Di tempat dan waktu yang berbeda, Radit baru saja bangun dari tidur panjangnya.


Dia memicingkan matanya, menahan rasa pusing di kepala. Tangannya mengusap tengkuk yang terasa berdenyut.


Beringsut untuk duduk di ujung tempat tidur. Radit menyandar dengan tubuh lemas, berusaha untuk mengingat apa yang terjadi sebelumnya.


Ceklek...


Suara pintu terbuka, mengalihkan perhatian Radit.


Mala masuk dengan membawa secangkir teh di tangannya.


Wajahnya terlihat masam dengan kerutan halus di kening.


Menatap sang suami dengan tatapan tajam penuh intimidasi.


Radit menghebuskan napas kasar, bersiap menerima ocehan sang istri karena kesalahannya.


Tak...


Mala menyimpan gelas di atas nakas dengan gerakan kasar.


"Minum dulu teh madu lemon nya, itu bagus untuk meringankan pusing akibat mabuk" Mala berkata sinis tanpa melihat Radit.


Radit mengambil teh dan menyesap nya perlahan.


""Ngapain kemarin kamu ke butik Ayu?" tanya Mala tajam, ia berdiri dengan tangan menyulam di depan dada.


"A...aku hanya ingin memperingatkan nya agar tak lagi mengganggu pernikahan kita" dalih Radit dengan kata terbata.


"Jangan bohong kamu Mas, aku tau kamu masih merindukan istri pertama kamu itu kan?!" debat Mala.


"Engga sayang, buat apa aku rindu padanya, kalau di sisiku sudah ada kamu" rayu Radit, tangannya terulur ingin menggapai Mala.


Mala mundur satu langkah, untuk menghindar.


"Sayang, aku gak bohong, aku udah gak perduli sama dia, yang aku perduliin sekarang itu cuman kamu dan anak kita" Radit masih saja melempar rayuan nya pada Mala.


"Beneran? Kamu gak bohong kan Mas?" Mala memastikan.


"Enggak sayang, sini duduk deket aku" Radit menepuk tempat tidur di sebelahnya.


"Aku sayang banget sama kamu Mas" manja Mala menyandarkan kepalanya di dada Radit.


"Iya, aku juga sayang sama kamu" Radit mengusap rambut istrinya itu dengan tatapan lurus ke depan.


Pikirannya di penuhi dengan kekhawatiran, bagaimana caranya ia bisa menjelaskan soal penurunan jabatannya kepada Mala.


Hufth....


Radit menghembuskan napas lelah.


.


.


Jam tujuh pagi Ayu sudah pamit kepada Ambu dan Abah untuk kembali ke butik, karena ada beberapa janji dengan pelanggannya.


"Abang antar yah" tawar Galang sambil mengiringi Ayu berjalan ke parkiran.


"Gak usah Bang, aku bisa sendiri" tolak Ayu secara halus.


"Kan Abang juga harus ngurus surat lamaran kerja Abang di rumah sakit tempat kerja Kak Rea dulu" Ayu mengingatkan rencana Galang yang akan ke rumah sakit.

__ADS_1


"Ya udah, tapi nanti Abang boleh mampir kan ke butik?" tanya Galang.


" Boleh dong, Abang tinggal telpon aja, takut nanti aku lagi ada pertemuan di luar" jelas Ayu.


"Oke" Galang mengacungkan kedua ibu jari tangannya di depan dada


Ayu tersenyum cerah, lalu masuk ke dalam mobil, setelah Galang membukakan pintu nya.


Di tengah perjalanan tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang aneh pada mobil nya.


"Ada apa ini?" gumam Ayu menepikan mobilnya di pinggir jalan.


Ayu berjalan mengelilingi mobil, melihat siapa tahu ada yang salah. Tapi dia tak mendapatkan apapun.


Ayu kemudian membuka kap mobil.


Hufth....


"Aku tak mengerti mesin lagi" umpat Ayu kesal. Menutup kembali kap mobil dengan sedikit kencang.


Duduk bersandar dengan wajah yang di tekuk. menoleh ke setiap arah, mencari letak bengkel atau warung yang dekat.


Tapi sayang, jalanan itu terlihat sepi, tak ada satu warungpun yang terlihat, apalagi bengkel.


"Kenapa?" suara berat dari arah belakangnya membuat Ayu berbalik seketika.


"Pak Ezra.." lirih Ayu dengan wajah sangat terlihat kaget.


"Kenapa kamu berhenti di sini?" Ezra mengulang kembali pertanyaan nya.


" Eh, aku..itu, mobil aku.. mogok " gugup Ayu.


"Coba aku lihat" Ezra semakin mendekat.


Ayu melihat Ezra.


"Buka kap nya" perintah Ezra.


Ezra tampak memeriksa dengan seksama, Ayu memperhatikan semua yang di lakukan oleh Ezra.


"Apa sebelumnya mobil ini sering mogok atau susah untuk menyala?" Ezra menoleh sekilas ke sisi kanannya, tempat Ayu berdiri.


"Em, beberapa hari yang lalu sih sempat agak susah di nyalakan, tapi itu juga cuman sekali" jawab Ayu sambil mengingat-ingat.


"Sepertinya ini Aki nya sudah kurang bagus, dan oli nya juga sudah lama" jelas Ezra sambil menegakkan tubuh nya.


Ayu mengambilkan tisu di dasboard mobil, ketika melihat tangan Ezra yang kotor.


"Terima kasih"


Ezra mengambil tisu dari tangan Ayu setelah menutup kap mobil kembali.


"Aku punya kenalan pemilik bengkel, biar nanti aku telpon untuk mengambil mobil kamu" ucap Ezra duduk bersandar di atas kap mobil Ayu sambil mengelap tangannya yang kotor.


Ayu mengangguk pasrah.


"Lalu aku pulang naik apa?" tanya Ayu merenggut kesal.


Jam 10 nanti dia sudah ada janji dengan klien yang akan memesan baju pengantin kepadanya, tapi sekarang dia masih terjebak di sini.


"Aku bisa mengantarmu" ucap Ezra yang membuat Ayu langsung melihat wajah lelaki di hadapan nya itu.


"Aah... tidak usah, aku bisa pesan ojek online saja" Ayu mengibaskan kedua tangannya di depan dada dengan senyum lebar sampai menampakkan gigi putihnya.


"Ini jam sibuk, akan susah untuk memesan ojek. Lebih baik kamu ikut saja denganku" debat Ezra.


"Eh, tapi aku gak mau ganggu perjalanan Bapak. Bapak pasti sibuk kan?" Ayu masih berusaha menolak.


Expresi muka Ayu yang terlihat tidak enak, malah membuat Ezra gemas.

__ADS_1


"Astaga... Kenapa mukanya malah membuatku ingin mencubitnya?" gemas Ezra dalam hati.


"Siapa yang menyuruh kamu memanggilku Bapak? Kapan aku pernah menikah dengan Ibumu?" ucap Ezra melihat Ayu tajam.


"Hah..." Ayu melihat wajah Ezra dengan mata membulat kaget.


"Ya Tuhan, kenapa dia lucu sekali?" Ezra mati-matian menahan rasa gemas nya pada wanita di hadapan nya itu.


"Trus aku harus panggil apa?" linglung Ayu, kembali menundukan pandangannya.


"Apa saja, asal jangan Bapak, aku belum setua itu untuk di panggil Bapak olehmu" ucap Ezra memalingkan wajahnya dari Ayu.


Ayu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Tapi kan memang Bapak sudah punya anak, jadi pantas dong di panggil Bapak" ucap Ayu dengan ekspresi bodoh nya. Padahal dalam hati ia menahan rasa geli yang menggelitik hatinya.


"Apa kamu bilang tadi?" Ezra menaikkan sedikit intonasi perkataannya dengan mata yang di buat setajam mungkin.


Ffffttt....


Ayu menutup mulutnya menahan tawa yang hampir saja meledak.


Akan sangat tidak sopan kalau dirinya menertawakan seseorang yang bahkan belum terlalu dekat dengannya.


Ezra semakin membulatkan matanya.


Apa ini, kenapa wanita di depannya ini malah menertawakannya?


Padahal selama ini tidak pernah ada yang berani tertawa di hadapan dirinya, kecuali Naura, Keenan dan kedua orang tuanya.


"Mau aku antar atau di sini sampai siang?" ucap Ezra berjalan menuju mobil yang terparkir di belakang mobil Ayu.


"Eh, tunggu..!" Ayu langsung mengambil tas dan kunci mobilnya, lalu sedikit berlari untuk mengejar langkah Ezra.


Dalam langkahnya Ezra menyunggingkan sedikit ujung bibirnya.


"Dasar wanita" gumam Ezra dalam hati.


"Sudah tua tapi begitu saja ngambek" sungut Ayu pelan.


"Aku mendengarnya"


"Astagfirullah..." Ayu mengusap dadanya kaget.


"Peka sekali pendengaran Bapak Ya" ucap Ayu sambil masuk ke dalam mobil.


Ezra langsung melihat Ayu tidak suka.


Ayu terkekeh geli.


" Iya, Pak Ezraaa..." Ayu malah semakin senang menggoda lelaki di sampingnya itu.


Ezra mendengus kesal, memilih untuk segera melajukan mobilnya, bersatu dengan kemacetan yang masih saja setia menghiasai jalanan di waktu pagi menjelang siang itu.


...🌿...


...🌿...


...Bersambung...


Sambil nunggu aku up lagi, boleh baca karya milik senior aku yang pasti bagus dan keren. Pokoknya gak bakal nyesel kok baca nya, atau malah mungkin jadi ketagihan nanti🤭


Judulnya Berbagi Cinta: Pilih aku suamiku karya Kak Navizaa...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya, like, komen, vote dan hadiahnya...


Biar kita tambah semangat nulis nya...


Terima kasih..🥰🥰

__ADS_1



__ADS_2