Berbagi Cinta : Antara Kita

Berbagi Cinta : Antara Kita
Bab.292 Menggoda


__ADS_3

...Happy Reading...


......................


"Gak ngapa-ngapin kok, cuman kayak gini aja."


Riska semakin dibuat malu dengan perkataan suaminya itu. Dia menyusupkan wajahnya di dada polos suaminya.


"Ish, sayang, jangan godain aku gini dong. Kalau aku gak tahan gimana?" ujar Keenan dengan seringai jahilnya.


Riska yang masih tersipu malu itu, langsung melepaskan pelukannya san melihat wajah Keenan dengan ekspresi kesal.


"Abang! Siapa juga yang godain? Gee ih." Riska mencubit sedikit perut suaminya.


"Sshh ... ini buktinya, kamu cubit-cubit aku." Keenan mengusap pelan bekas cubitan tangan Riska.


"Udah ah. Dasar suami nyebelin!" ujar Riska yang hendak melarikan diri dari suaminya.


Dia berjalan menuju ke arah lemari untuk mengambil baju ganti untuk Keenan. Sedangkan Keenan malah tertawa melihat sikap malu istrinya.


"Eh, kok malah kabur sih? Padahal aku senang loh kalau, sayang, godain." Keenan berjalan menghampiri istrinya.


"Abang, udah ih. Kenapa jadi begini sih. Tadi waktu mandi gak ketentuan kan kepalanya?" ujar Riska, menahan rasa malu dan kesal di dalam dirinya.


Ini suami gak peka banget sih, aku kan malu dia godain terus! batin Riska.


"Astaga! Kamu tega banget bilang aku kayak gitu ... kan aku cuman mau digodain sama istri sendiri." Keenan menatap Riska dengan wajah terkejut yang dia sengaja buat.


Riska yang kesal akhirnya tersenyum simpul saat mempunyai cara, untuk membalas kejahilan suaminya itu.


Wanita itu berbalik menghadap suaminya, tanpa membawa baju Keenan, dia tersenyum penuh rencana, di pikirannya.


"Oh ... jadi, Abang, mau aku godain ya," ujar Riska sambil menatap Keenan dengan sorot mata berbeda, bahkan dia mengerlingkan salah satu matanya.


"Eh?" Keenan terkejut dengan perubahan istrinya.


Riska melangkah mendekati Keenan, sambil meletakkan tangannya di dada polos suaminya. Dengan seringai jahil Riska membelai lembut dada Keenan.


Kali situasi berbalik, Keenan dibuat kalang kabut saat menerima perlakuan halus dan menggoda Riska.


Astaga, kenapa dia jadi begini? batin Keenan, menahan gelanyar rasa yang mulai terpancing keluar.


"Sayang, jangan begini ya." Keenan menahan tangan Riska yang terus mengelus lembut kulit di daerah dadanya.


Riska melihat Keenan dengan kerutan halus di keningnya, walau di dalam hati dia tersenyum penuh kemenangan.


"Memang kenapa? Bukannya tadi, Abang, yang bilang 'mau aku godain' hem?" tanya Riska, dengan tatapan seolah-olah polos.

__ADS_1


Ya ampun, kenapa aku pake ngomong gitu sih tadi? Keenan menyalahkan dirinya sendiri.


"T–tapi, ini bukan waktu yang tepat, sayang." Keenan berkata dengan sangat lembut.


"Lalu, kapan waktu yang tepat?" tanya Riska, kini salah satu tangannya yang terbebas dia lingkaran di tengkuk Keenan, sambil memberikan usapan halus.


Bulu kuduk Keenan dibuat berdiri, menahan sensasi rasa geli bercampur hasrat di dalam diri yang mulai naik.


"Sayang, nanti kalau aku gak tahan gimana?" Keenan kembali mengambil tangan Riska yang berada di pundaknya.


Setelah kejadian penculikan Riska, Keenan memang sama sekali belum menyentuh istrinya. Dia takut, kalau nanti Riska kembali mengingat kejadian pelecehan yang diterimanya.


"Ya, aku gak tau." Riska mengedikkan bahunya acuh.


"Hah?!" Keenan terkejut dengan jawaban acuh dari istrinya.


Sedangkan Riska malah tersenyum melihat wajah Keenan. Diam-diam dia mengambil baju yang sebelumnya sudah dipisahkan di almari.


Riska lebih dulu mengecup kilas ujung bibir Keenan, dengan seringai manjanya.


"Pake baju dulu! Hahaha!" Riska menutup wajah suaminya dengan kaos di tangannya lalu segera berlari menjauh dari jangkauan Keenan.


Suara tawa bahagia pun tampak bergema di dalam kamar pasangan suami istri itu.


"Sayang, kamu udah bisa jahil sama ku ya sekarang," ujar Keenan sambil membuka baju di wajahnya.


Dengan gerakan kilat Keenan menyusul Riska dan menggelitik pinggang Riska.


"Hahah ... ampun, Bang. Udah, aku gak mau lagi," tawa Riska semakin menjadi.


"Siapa suruh, kamu ngerjain aku, hem?" ujar Keenan lagi.


"Udah, udah ... iya, aku gak akan ngerjain, Abang, lagi," ujar Riska.


Keenan yang takut terjadi apa-apa pada janin yang sedang dikandung Riska pun menyudahi kejahilannya.


Laki-laki itu malah menggendong Riska ala bridal style. Dia membawanya menuju ke ranjang, Riska pun langsung mengalungkan tangannya ke tengkuk suaminya.


"Janji, gak akan ngerjain aku lagi?" tanya Keenan di sela langkahnya.


Riska lebih dulu menenangkan napasnya yang memburu, sebelum menjawab pertanyaan dari suaminya.


"Eum, gimana ya? Aku pikir-pikir dulu deh," jawab Riska dengan kekehan yang masih terdengar mewarnai bibirnya.


"Dasar kamu ya! Bikin aku gemas aja," ujar Keenan.


Keenan menurunkan Riska di tempat tidur, dia pun ikut merebahkan dirinya di samping istrinya.

__ADS_1


Untuk sesaat mata mereka berdua saling bertaut, memancarkan gelora cinta satu sama lain, hingga semakin lama gairah pun semakin menguasai keduanya.


Keenan mengelus puncak kepala Riska dengan penuh kelembutan, wajahnya perlahan semakin mendekat seiring mata Riska yang mulai tertutup.


Bibir keduanya pun mulai bertaut, Keenan bermain di sana sebentar dengan tangan yang mulai nakal.


Hasrat keduanya kini semakin tak tertahankan saat Keenan mulai memberikan berbagai sentuhan di area sensitif Riska.


Namun semuanya harus terhenti saat suara ketukan pintu terdengar.


"Kak Keenan, ada tamu yang nanyain, Kakak!" teriak Rio dari luar.


Keenan memejamkan matanya, dia menggeram marah saat hasratnya yang sudah tidak bisa lagi ditahan kini harus terhenti karena adik iparnya.


Sedangkan Riska tersenyum malu, melihat bajunya yang sudah tak berbentuk lagi.


"Iya, sebentar," jawab Riska.


"Ish, siapa sih yang berani gangguin aku?" gerutu Keenan sambil duduk di samping tubuh istrinya.


Riska ikut bangun, dia membetulkan bajunya yang berantakan lalu mengusap punggung Keenan, berusaha menenangkan emosi suaminya.


"Sudah, semua ini kan bisa diulang nanti ... aku juga kak ke mana-mana," ujar Riska.


Walaupun dirinya sangat malu berkata seperti itu. Akan tetapi, semua itu dia lakukan demi meredam hasrat suaminya.


"Sekarang, Abang, mending temui dulu saja tamunya, sapa tau penting," sambung Riska lagi.


Keenan menatap wajah Riska dengan raut memelas, rasanya sudah sangat sesak di bawah sana. Setelah sekian hari tidak bisa menyentuh istrinya, awalnya dia sudah menyangka akan bisa berbuka puasa.


Namun, semua itu ternyata hanya sebatas harapan. Keenan arus kembali menahan dan mendinginkan hasratnya di tengah perjalanan.


"Gak jadi nih, mainnya?" tanya Keenan.


Riska menatap miris sambil menggeleng kepala samar. Wanita itu memilih untuk beranjak dari tempat tidur.


Sedangkan Keenan hanya bisa menghela napas berat, melihat istrinya yang sudah memilih tamu daripada melanjutkan aktivitas mereka berdua.


"Dasar sial! Awas saja kalau tamu itu gak penting, aku buat dia menyesal nanti," geram Keenan.


Riska pun beranjak mengambil baju milik suaminya yang tadi dilemparkan oleh Keenan, lalu membantu suaminya itu memakainya.


"Yuk, kita temui dulu tamunya," ujar Risak, sambil menggandeng tangan Keenan yang masih saja memperlihatkan wajah cemberutnya.


...🌿...


Siapa ya tamu itu🤔 komen👍

__ADS_1


...🌿...


...Bersambung...


__ADS_2