Berbagi Cinta : Antara Kita

Berbagi Cinta : Antara Kita
Bab.233 Makhluk Berdarah Dingin


__ADS_3


...Happy Reading...


...❤...


Ezra mengangkat Ayu dan memindahkannya ke ranjang, dia sedikit membuka mata dan mengalungkan tangannya saat merasakan ada yang menggendongnya.


"Mas, jam berapa ini?" tanya Ayu, dia mengira EZra baru saja selesai mengurus pekerjaannya bersama Alvin.


"Baru jam sepuluh, sayang," jawab Ezra, dia ikut merebahkan dirinya di samping sang istri, memeluk erat sambil menyelusupkan wajahnya pada ceruk leher Ayu.


Ayu bisa merasakan, kalau suaminya tidak sedang baik-baik saja, dia langsung berbalik dan membalas dekapan suaminya, membiarkan apa pun yang suaminya itu lakukan untuk menenangkan hati dan pikirannya.


'Ada apa ini? Kenapa aku merasa Mas Ezra sedang memendam kemarahan?' Ayu bertanya dalam hati.


Ezra memang tak memberi tahu istrinya kalau dia sedang mencari tahu orang-orang yang berkata buruk pada Naura.


Ezra menyatukan bibir mereka, dia memberikan sedikit permainan kecil.


Ayu mulai menutup mata, menikmati sentuhan suaminya. Walau akhirnya permainan itu semakin cepat dan menuntut hingga membuatnya kewalahan.


"Mas, aku masih masa nifas," ujar Ayu, mencegah lengan suaminya yang sudah merambat ke segala arah.


Ezra menatap nanar wajah istrinya, kemudian menghembuskan napas kasar dan memeluk istrinya lagi.


"Maaf, sayang. Aku lupa," ujar Ezra, sambil mendaratkan kecupan berulang kali di puncak kepala Ayu.


"Aku merindukanmu, sayang. sangat merindukanmu," ujar Ezra.


Tiga minggu lebih berpuasa, membuatnya merasa sangat merindukan sang istri. itu semua juga berpengaruh pada emosinya yang kadang naik turun.


Ya, selama ini di harus menahan keinginannya dan memilih untuk mengalihkannya pada apa pun, termasuk pekerjaan. Ezra bahkan sering, terbangun di malam hari dan berdiam diri di ruang kerja, hanya untuk meredamkan keinginannya yang satu itu.


Ayu mengeratkan pelukannya di tubuh sang suami, dia merasa kasihan pada Ezra, akan tetapi, dirinya juga tidak bisa melakukan hal lainnya.


"Ada apa, Mas? Apa ada masalah?" Ayu memilih untuk mengalihkan fokus suaminya.


Ezra menghembuskan napas kasar, dia mengurai pelukannya pada Ayu, menatap wajah teduh sang istri dengan senyum tipis di bibirnya.


"Tidak apa, aku hanya sedang banyak pekerjaan saja, makanya aku membutuhkan semangat dari istriku ini," jawab Ezra


Ayu tampak melihat wajah sang suami, dia pun mempercayainya begitu saja, tanpa ada curiga sama sekali.


Tiga puluh menit kemudain, Ezra kembali ke ruang kerja, dengan wajah yang terlihat lebih tenang.


"Bagiamana?" tanya Ezra.


Alvin melihat Ezra yang baru saja duduk di depannya.

__ADS_1


"Sudah, Pak," jawabnya sambil memutar laptopnya untuk menghadap pada Ezra.


Ezra memeriksa pekerjaan asistennya itu, semuanya tampak tersusun rapi, walau ada beberapa yang terlewatkan, mungkin karena dia memberikan waktu terlalu cepat.


Mereka pun akhirnya berdiskusi bersama, mencari motif di balik semua yang mereka lakukan pada Naura dan keluarganya.


......................


Setelah pertengkaran kemarin, sepanjang hari keduanya memutuskan untuk menghabiskan hari itu hanya di dalam kamar.


Riska menjadi tak bersemangat untuk sekedar ke luar dari kamar. Rasa malas untuk bertemu kembali dengan Alana, membuat dirinya meminta Keenan hanya menikmati hari di kamar saja.


Hari ini adalah hari terakhir mereka berada di Bali, Riska sudah bersiap untuk berjalan di tepi pantai sekaligus menunggu matahari terbit di sana.


Rencana kemarin yang berniat untuk menghabiskan waktu untuk bberjalan-jalan, pupus sudah karena pertemuannya dengan Alana, hari ini Riska mengancam untuk menghabiskan waktu di luar sebelum nanti sore mereka harus terbang lagi ke ibu kota.


"Abang, ayo!" Riska menarik tangan Keenan, yang sejak tadi hanya duduk sambil menikmati kesibukan pagi harinya.


"Santai, sayang. Lagi pula matahari terbit masih lama. Ini baru saja jam lima pagi, bahkan laut saja masih gelap," jawab Keenan, bersandar santai di sofa itu.


"Masih lama gimana? Ini sudah jam lima pagi, sedangkan mata hari terbit jam setengah enam, nanti kalau kita terlambat gimana?" gerutu Riska sambil terus menarik tangan Keenan.


"Ayo ... aku gak mau kalau kali ini sampai gagal lagi," ujar Riska lahi, menarik Keenan sekuat tenaga.


AKhirnya dengan gerakan malas, Keenan berdiri dan melangikuti kemauan istrinya, walau sebenarnya dirinya masih sangat mengantuk dan ingin tidur lagi.


Sebenarnya tadi malam mereka berdua tidak melakukan apa pun, bahkan Riska bisa tidur dengan nyenyak tanpa gangguannya sama sekali.


Flashback


Keenan baru saja terlelap, setelah dari tadi siang, asyik menghabiskan waktu untuk menonton film bersama Riska.


Dengan malas dia merasa nakas di sampingnya, mencari keberadaan ponsel miliknya.


"Ya, siapa ini?" dengan mata masih terpejam, dia berbicara tanpa melihat ID pemanggil.


"Hei, kamu jauh-jauh ke Bali cuman untuk tidur?" Ezra langsung mengejek adiknya, begitu mendengar nada lesu Keenan.


Alvin yang ada di depannya bahkan sampai langsung menatapnya dengan raut wajah terkejut, saat mendengar perkataan canda dari bosnya.


Keenan pun langsung duduk bersandar sambil melihat layar ponselnya.


"Astaga, kenapa dia telepon malam-malam begini?" gumam Keenan, lirih.


"Aku baru saja tidur, Kak. harusnya aku yang bertanya, kenapa, Kakak, telepon aku malam-malam begini?" tanya Keenan, sambil beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju balkon kamar, agar suaranya tak mengganggu tidur istrinya.


"Baguslah, kalau kamu tidak lupa tujuan kamu ke Bali. Aku pikir kamu ke Bali, hanya untuk tidur." Ezra masih saja menggoda adiknya.


'Mimpi apa aku semalam, sampai bisa melihat Pak Ezra berbicara santai begitu?' Alvin menatap takjub bosnya itu.

__ADS_1


"Aku masih laki-laki normal, Kak!" ujar malas Keenan.


"Kalau gak ada yang penting, aku tutup sekarang," ancam Keenan .


"Hei, baru beberapa hari kamu resmi berhenti menjadi asistenku, sudah berani mnegncamku, heh!" kesal Ezra.


"Ya, aku sekarang sudah tidak perlu takut lagi dipotong gaji, jadi kenapa harus takut denganmu, Kak?" ujar congkak Keenan.


"Oh, begitu? Baiklah, biarkan nanti aku suruh istriku memanggil Riska agar pulang besok pagi saja dan langsung bekerja, bagaimana?" ancam Ezra.


"Ish, Kakak ini! Jadi ada apa sebenarnya?" tanya Keenan lagi, dia sudah benar-benar kesal karena mengira Ezra meneleponnya malam-malam hanya untuk mengerjainya saja.


"Aku membutuhkan bantuan kamu," ujar Ezra, dengan nada yang berubah serius.


Keenan pun langsung menegakkan tubuhnya, ikut merubah raut wajahnya menjadi serius, ia sudah bisa menebak, kalau ini bukanlah masalah yang biasa.


"Apa yang bisa aku bantu, Kak?" tanya Keenan lagi.


"Kita ubah menjadi panggilan video dulu, baru nanti kita bicarakan," ujar Ezra yang langsung dibenarkan oleh Keenan.


Mereka pun akhirnya mengubah panggilannya menjadi panggilan video.


"Eh, ada Alvin juga di sana?" tanya Keenan, saat melihat Alvin berada di samping sang kakak.


Ya, kali ini Ezra dan Alvin duduk berdampingan, agar lebih mudah untuk melakukan panggilan video dengan Keenan.


"Selamat malam, Pak," sapa Alvin dengan senyum tipis di bibirnya.


Sebenarnya dia merasa sangat gugup, duduk berdampingan dengan bosnya membuat adrenalin di dalam tubuhnya naik berkali-kali lipat.


Dia bahkan bisa merasakan ujung jari-jari tangannya dingin dan pucat, bagaikan tak ada darah lagi yang mengalirinya.


'Ya Tuhan, kenapa ini terasa lebih gugup, dibandingkan dengan dipanggil oleh guru BK waktu di sekolah, ya?' gumam Alvin, melirik bosnya yang selalu terlihat dingin dan irit bicara, kini tampak lebih hangat dan berbicara santai.


"Santai saja, Vin. Kakakku tidak akan memakanmu atau menghisap darahmu," goda Keenan pada Alvin.


"Kamu pikir aku ini apa, hah?!" tanya Ezra kesal.


"Makhluk berdarah dingin, mungkin, ahahah!" ujar Keenan dengan tawanya.


Sudah lama sekali dia ingin menggejek kakaknya seperti ini, hanya saja selama ini dia selalu dipatahkan dengan ancaman potong gaji dari Ezra.


Sekarang, rasanya dia puas sekali karena sudah tidak takut lagi untuk dipotong gaji oleh kakaknya itu.


"Sialan! Dasar adik kurang ajar!"


Flashback off


...🌿...

__ADS_1


...🌿...


...Bersambung...


__ADS_2