Berbagi Cinta : Antara Kita

Berbagi Cinta : Antara Kita
Bab.298 Bikin orang kesal


__ADS_3

...Happy Reading...


......................


"Apa ini?" tanya Riska, sambil duduk di kursi.


"Ini semua makanan yang ada di sekitar sini. coba kamu lihat, ada yang suka gak?" ujar Keenan sambil mulai mengeluarkan satu per satu makanan dari kantongnya.


Riska meringis melihat semua makanan itu lalu berdecak kesal. "Aku gak mau semua ini."


Riska menolak semua makanan yang berserakan di atas meja, dia malah meringis menahan mual, begitu hidungnya mencium bau aneh, dari salah satu jajanan itu.


"Masukin lagi, aku gak kuat sama baunya," ujar Riska sambil menutup mulutnya, menahan rasa mual yang tiba-tiba menyerang.


Ya, walaupun Riska tidak terlalu parah mengalami morning sickness atau yang biasanya disebut juga mual di kehamilan trimesrer awal.


Nawang yang melihat menantunya menahan mual, menghampiri anak dan menantunya.


"Kamu kenapa, Ris?" tanya Nawang.


"Itu, Mah. Abang, bawa makanan banyak banget, aromanya gak enak banget, bikin aku mual," adu Riska, pada mertuanya.


"Kamu ngapain sih, Ken, bawa makanan sebanyak ini?" Nawang mengalihkan perhatiannya pada Keenan.


"Itu, Mah. Tadi katanya Riska mau sesuatu ... tapi, aku lupa. Riska juga gak mau bilang lagi sama aku apa yang dia mau, jadi aku beli aja semuanya," jawab Keenan.


"Lagian, Abang, pake lupa. kan tadi pagi aku udah bilang mau apa!" Mata Riska tampak berkaca-kaca, seperti seorang anak yang sedang disalahkan oleh temannya di depan guru.


"Mah." Riska menatap wajah Nawang, seakan sedang mengadu.


"Heuk." Riska menutup mulutnya, sambil berjalan cepat menuju ke kamar mandi, saat rasa mual di dalam perutnya semakin menjadi.


"Kamu ini, gimana sih, Ken?" Nawang melotot pada anak bungsunya itu, menahan kesal atas kecerobohan yang dibuat oleh Keenan.


"Lah? Kok sekarang, Mama, juga nyalahin aku sih? Aku kan, lupa, gimana lagi?" jawab Keenan.


"Kamu ini, kayak gak tau aja, gimana kalau ibu hamil lagi marah, Ken? Harusnya kamu bisa lebih peka lagi, selama Riska sedang hamil begini," omel Nawang, menatap kesal wajah anak bungsunya itu.


"Sudahlah, kamu mendingan susulin istri kamu. Kasihan tuh," sambung Nawang lagi, melihat ke arah kamar mandi.


Keenan pun tidak menjawab lagi, dia memilih untuk segera pergi menyusul istrinya yang masih terdengar muntah-muntah di kamar mandi.

__ADS_1


Sedangkan Nawang hanya menghela napas pasrah, melihat kelakuan pasangan yang sama-sama sedang melewati fase baru di dalam kehidupan rumah tangganya.


Dia pun memanggil pelayan yang bertugas di sana, dan meminta tolong untuk membereskan makanan yang berserakan di lantai.


Sedangkan di kamar mandi, Keenan menatap prihatin istrinya yang sedang berjuang untuk mengeluarkan isi di dalam perutnya.


"Maaf, sayang. Karena aku kamu jadi kayak gini," ujar Keenan, sambil mengambil rambut Riska yang tampak terurai ke depan, menghalangi wajah istrinya.


Beberapa saat kemudian, Riska pun sudah selesai dengan rasa mualnya. Keenan hendak membantu istrinya itu untuk berjalan ke luar.


Namun, Riska langsung menepis tangan Keenan dan berjalan sendiri. Nawang yang melihat menantunya telah ke luar, langsung memberikan air hangat untuk Riska.


Matanya melihat kesal kepada Keenan, yang tampak ke luar di belakang Riska.


"Sini, kamu duduk dulu. Tenang saja, makanan yang dibeli sama suami kamu udah mama suruh beresin tadi," ujar Nawang lagi.


"Kenapa ini? Kok muka kamu pucat gitu?" tanya Ayu yang baru saja datang.


"Kak, bisa ikut aku sebentar gak? Ada yang harus aku biccarain." Keenan langsung mendekati kakak iparnya itu.


Ayu menatap bingung Keenan, lalu melihat pada mertuanya yang seolah menyuruhnya untuk ikut bersama dengan Keenan.


Melihat itu pun, Ayu mengangguk lalu pergi bersama dengan Keenan.


"Dari tadi pagi, Riska ngambek sama aku, Kak. Gara-gara aku lupa sama permintaannya. Tolong bujuk Riska biar mau mengatakan lagi, apa yang dia inginkan," ujar Keenan seakan sedang mengadu pada kakanya.


Ayu menghembuskan napas kasar, mendengar keluahan dari Keenan. "Ternyata Riska kalau sedang hamil begini, bisa bikin drama juga ya."


"Ya sudah nanti aku bantu, kamu tenang aja ya," jawab Ayu.


"Heh! Kamu lagi ngapain sama istriku?!"


Tiba-tiba suara sewot Ezra, mengejutkan Ayu dan Keenan. Laki-laki dua anak itu tampak menujuk tajam wajah Keenan.


"Aku gak ngapa-ngapain kok, Kak. Cuman minta tolong doang sama Kak Nindi," jawan Keenan.


"Makasih ya ,Kak. Aku yakin Riska bakalan luluh kalau Kak Nindi yang turun tangan," sambung Keenan lagi.


"Apaan sih, aku gak izinkan Nindi bantuin kamu. Enak saja kamu berani nyuruh-nyuruh istriku," sewot Ezra sambil mlingkarkan tangannya di pinggang Ayu.


"Eh, Kak, jangan gitu dong. AKu gak nyuruh Kak Nindi kok, aku cuman minta tolong." Keenan mulai panik lagi, melihat wajah kesal Ezra.

__ADS_1


"Terserah! Itu semua urusan kamu, bukan urusan aku dan istriku ini!" acuh Ezra.


"Iya kan, sayang?" Ezra menatap lembut wajah Ayu.


"Ck, dasar bucin!" decak kesal Keenan, menatap kemesraan suami istri di depannya.


"Iri? Bilang bos!" ejek Ezra, sambil mencuri ciuman di pipi istrinya.


"Gak tau apa, adeknya lagi pusing gara-gara Riska marah? Ini malah mesra-mesraan di depan aku." Keenan merajuk pada Ezra dan Ayu.


Sedangkan Alvin yang baru saja datang, setelah mengerjakan sesuatu di luar, kini malah menatap kesal keadaan di depannya.


Kenapa aku selalu datang di waktu yang tidak tepat sih? gerutu Alvin sambil hendak berbalik untuk menghindari pertengkaran adik kakak itu.


"Sudah, sudah, biar aku lihat Riska dulu," putus Ayu, yang langsung menerbitkan senyuman di wajah Keenan.


Namun, itu tidak untuk Ezra, laki-laki itu tampak merajuk, saat mendengar perkataan istrinya, walau di dalam hati dia tidak melarang Ayu untuk membantu Keenan.


Ayu tersenyum melihat wajah suaminya, dengan menahan malu Ayu memberikan kecupan kilas di bibir Ezra, agar suaminya tidak bisa merajuk lagi padanya.


"Astaga!" Keenan melebarkan matanya melihat adegan mengejutkan di depannya itu.


"Ya Allah!" Alvin malah refleks berbalik menghindari pemandangan yang tidak harus dia lihat itu.


"Mata suciku, tergoda nih kalau lama ada di sini!" ujar Alvin, blingsatan sendiri.


Setelah memberikan kejutan bagi ketiga orang laki-laki yang ada di sana, Ayu langsung berbalik dan berlari menuju ke dapur, untuk menghampiri Nawang dan Riska.


"Haish! Gak suami, gak istrinya. Senang banget bikin orang kesel!" decak Keenan, menatap kesal kakaknya.


Sedangkan Ezra tersenyum, mendapatkan kejutan manis dari istrinya.


"Apa aku harus membuat drama setiap hari, biar istriku yang manis itu ngasih kejutan seperti ini setiap hari?" gumam Ezra.


Keenan memutar bola matanya, jengah mendengar kata-kata berlebihan dari mulut Ezra, begitu juga Alvin yang memilih untuk ke luar lagi dari vila.


...🌿...


Gimana ada yang sama gak kayak Riska, jadi suka sewot gak jelas🤭


...🌿...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2