Berbagi Cinta : Antara Kita

Berbagi Cinta : Antara Kita
Bab.167 Menggantikan Garry


__ADS_3


...Happy Reading...


...❤...


Satu bulan telah berlalu, kehidupan rumah tangga Riska dan Keenan masih berjalan seperti biasa, tidak ada sentuhan fisik lain selain mencium kening, dan berpelukan, walau kadang Keenan mencuri ciuman di bibir Riska saat gadis itu tertidur.


Benih cinta pun mulai tumbuh di hati kedua pasangan muda itu, hanya saja mereka masih belum menyadarinya. Keenan pun perlahan bisa melupakan perempuan masa lalunya, di dalam hatinya kini mulai tertulis nama sang istri.


Malam ini Keenan ada undangan untuk pesta yang digelar salah satu rekan bisnis Garry. Dia bertugas untuk hadir menggantikan sang ayah yang kini tengah melakukan perjalanan berdua bersama dengan ibunya.


Ezra kini telah lepas tangan, darintanggung jawab mengurus perusahaan Darmendra, kakanya itu saat ini lebih fokus mengurus bengkel dan sang istri yang tinggal menunggu hari untuk melahirkan.


Saat ini Riska tengah berada di salon langganan Ayu dan Nawang, dia sudah melakukan perawatan dan dipersiapkan dari siang hari, hanya untuk mendampingi Keenan, menghadiri pesta bisnis itu.


Hari beranjak malam saat Keenan menjemput Riska di salon itu, dia keluar dari mobil sport Lamborghini Aventador S Roadster dengan tubuh berbalut jas berwarna senada dengan warna gaun sang istri.


Matanya melebar melihat penampakan istrinya yang begitu berbeda, dengan gaun panjang yang tampak menambah kecantikan gadis di depannya itu.


"Cantik." tanpa sadar Keenan bergumam memuji kecantikan istrinya.



Riska 23th, asisten Ayu sekaligus istri dari Keenan.



Anggap baju Keenan sama kayak Riska ya🤭


Riska meremas jari jemarinya, pandangannya jatuh menatap lantai di depannya. Keenan berjalan menghampiri istrinya setelah berhasil mengendalikan diri.


Berdiri di samping Riska lalu mengambil lengan gadis itu dan menggenggamnya.


"Ayo," ajak Keenan yang langsung diangguki oleh Riska.


Keenan membukakan pintu mobil untuk Riska terlebih dahulu, kemudian memutar untuk mencapai kursi kemudi.


Sepanjang perjalanan, Riska tampak tak banyak bicara, dia sibuk mengendalikan dirinya dari rasa gugup yang semakin menjadi.

__ADS_1


Keenan melirik sekilas wajah gusar istrinya, salah satu tangannya menggenggam tangan Riska, membawanya pada pangkuan.


Riska menoleh, menatap wajah Keenan kemudian beralih melihat tangannya yang berada di atas paha suaminya itu.


"Santai saja, anggap saja ini hanya sebuah pertemuan biasa," ujar Keenan, mencoba membuat perasaan Riska lebih baik.


Riska balas tersenyum walau itu terlihat sangat dipaksakan. "Tapi, aku gak bisa gitu. Kalau nanti aku berbuat salah dan bikin malu, Abang ... gimana?"


Keenan tersenyum kemudian mengeratkan genggaman tangannya."Asalkan kamu tetap berada di dekatku, aku akan menjamin keselamatanmu. Kamu hanya perlu mengikuti aku dan jangan pernah jauh dariku, mengerti?"


Riska menatap wajah Keenan yang kini sedang fokus kembali ke jalanan, walau sesekali lelaki itu tampak melirik ke arahanya. Dia mengangguk, lalu menarik napas dalam kemudian menghembuskannya mencoba untuk meredam rasa gugup yang masih ada di dalam dada.


Beberapa saat kemudian, mobil yang dikendarai Keenan sudah sampai di depan sebuah hotel bintang lima, tempat acara itu akan berlangsung.


Riska semakin gugup, dia menatap keluar melihat sekitarnya, di luar terlihat banyak sekali banyak sekali wartawan dengan penjagaan ketat, kilatan cahaya kamera yang saling berlomba untuk mendapatkan foto terbaik terlihat menyilaukan.


"Bang," Riska meremas tangan Keenan yang masih menggenggamnya, dia menatap wajah suaminya dengan mata yang bergoyang.


Keenan melepaskan salah satu tangannya dari setir mobil, dia mengelus pelan punggung tangan Riska, bisa dia rasakan tangan gadis itu begitu dingin menahan rasa gugup.


"Tarik napas dalam, lalu hembuskan perlahan," ujar Keenan yang langsung dilakukan oleh Riska.


Riska menutup matanya mencoba mengendalikan debar jantungnya, menghilangkan rasa gugup dan menggantinya dengan ketenangan.


Dia membuka mata dan langsung melihat ke arah Keenan yang sedang tersenyum padanya, sorot mata itu terlihat teduh hingga sedikit menghilangkan ketakutannya.


"Nah, begitu ... cukup lihat aku, oke?"


Riska mengangguk samar sebagai jawaban.


"Sudah siap?" tanya Keenan lagi.


Riska kembali mengangguk. Keenan perlahan melepaskan tangan Riska, dia keluar lebih dulu dari dalam mobil, lalu memutarinya untuk membukakan pintu untuk Riska.


Begitu dia keluar, jepretan kamera langsung menyorotnya, di mana selama ini Keenan sangat jarang menghadiri acara pesta pertemuan bisnis seperti sekarang, kecuali hanya untuk menemani sang kakak yaitu Ezra Darmendra, itu pun tak lagi setelah kakaknya itu menikah lagi dengan Ayu.


Ya, siapa yang tidak mengenal keturunan dari keluarga Darmendra, mereka hanya memiliki dua orang anak lelaki yang keduanya selaku tampak memukau dengan prestasi dan juga ketampanannya.


Semua orang mengira kalau saat ini pun sama, Keenan berperan sebagai asisten dari Ezra, mengingat saat ini istri dari Ezra tengah hamil besar. Mereka menunggu saat-saat pintu penumpang di mobil sport berharga fantastis itu terbuka.

__ADS_1


Namun, apa yang mereka lihat kemudian, membuat semua orang yang ada di sana melebarkan mata, fokus kamera kini teralihkan dengan kehadiran sosok perempuan asing yang keluar dari mobil itu.


Riska menatap wajah Keenan saat lelaki itu membuka pintu mobil untuknya, dia berusaha meraih keberanian dari suaminya itu.


Keenan mengangguk samar, dia mengulurkan tangannya ke depan sang istri untuk membantu Riska keluar.


Seorang istri yang masih gadis itu meraih tangan Keenan dia mulai menjejakkan kakinya di atas karpet merah yang sudah terbentang di depannya. Keluar dengan tangan saling menggenggam dengan Keenan.


Membenarkan sedikit gaun yang ia pakai sebelum akhirnya tangan itu berpindah pada lengan bagian atas Keenan, mata keduanya tampak terpaut sebentar, memberikan rasa tenang pada satu sama lain, lalu mulai melangkahkan kakinya dengan langkah beriringan.


Para pencari berita yang berada di sana tak menghilangkan kesempatan berita besar itu, seorang Keenan Darmendra yang selama ini tidak pernah terlihat bersama dengan seorang gadis, kini mendatangi acara bisnis bersama dengan seorang perempuan, yang satu bulan lalu sempat membuat geger jagat sosial media dengan menyebarnya foto kemesraan mereka bedua, walau itu pun hanya bertahan selama satu hari.


Ya, saat itu Ezra dan para tim IT yang baru saja beristirahat kembali beraksi, demi menutup berita yang tersebar melalui akun sosial media beberapa orang. Riska dan Keenan yang belum siap untuk go publik memilih menutup berita itu, dari pada memberikan klarifikasi.


Keenan dan kedua orang tuanya sempat tak setuju dengan keputusan Keenan dan Riska, karena menurut mereka ini bisa menjadi ajang untuk membuktikan kalau gosip yang beredar kemarin tidaklah benar.


Namun, Keenan dan Riska tetap menolak, mereka yang merasa belum siap, untuk diketahui oleh orang banyak memutuskan untuk tetap merahasiakan pernikahan mereka, setidaknya sampai keduanya terbiasa dan dapat beradaptasi satu sama lain.


Dengan alasan itu, akhirnya Ezra dan kedua orang tua Keenan mengikuti keinginan sepasang pengantin baru itu, pernikahan yang mendadak dan tanpa dilandasi rasa cinta membuat mereka mengerti keadaan Keenan dan Riska.


Sama seperti berita sebelumnya, berita kemesraan Keenan dan Riska saat berbelanja di dalam pusat perbelanjaan pun hilang tanpa jejak, dalam kurun waktu kurang dari satu hari. Para awak media berhasil ditekan untuk tidak mengembangkan berita sudah ada dan mengubur informasi yang ada begitu saja.


Hingga sampai hari ini terjadi, maka dari itu, kini mereka tak kan lagi melewatkan berita tentang keluarga Darmendra, yang sangat jarang terbuka kepada para wartawan juga publik.


"Hanya lihat aku, dan anggap mereka semua orang biasa tanpa status maupun kasta, okey?" bisik Keenan lagi, terus menaikkan kepercayaan diri Riska.


Gadis itu mengangguk samar, dia tersenyum tipis saat berada di tempat khusus untuk para wartawan mengambil foto para tamu, keduanya memberikan beberapa saat untuk para wartawan mengambil gambar. Akan tetapi, tidak untuk menjawab pertanyaan.


Keenan langsung membawa Riska berlalu dan masuk ke dalam tempat acara berlangsung di dalam ballroom hotel mewah tersebut, tanpa menghiraukan pertanyaan dari para pencari berita itu.


Riska melangkah dengan degup jantung semakin memacu, bayangan apa yang akan terjadi di dalam sana kini berputar dalam kepalanya, hingga tak terasa rangkulan di tangan Keenan semakin mengerat, dengan langkah yang semakin berat dan melambat.


Mereka berdiri di pintu besar ballroom utama hotel bintang lima tersebut, dengan dua orang penjaga siap membukakannya untuk pasangan baru itu.


Riska menarik napas pelan dan menghembuskannya, meredakan rasa gugup yang kembali melanda, seiring pintu yang mulai terbuka.


...🌿...


...🌿...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2