Berbagi Cinta : Antara Kita

Berbagi Cinta : Antara Kita
Bab.23 Taman bermain


__ADS_3


...Happy Reading...


...❀...


Sampai di taman hiburan, Ayu bersama kedua anak yang setia berada di sampingnya itu langsung menuju tempat permainan.


Mulai dari ayunan, biang lala, dan berbagai permainan anak telah Bian dan Naura coba.


Ayu sudah seperti seorang ibu dua anak, yang sedang mengasuh kedua buah hatinya seorang diri.


Banyak orang di taman itu, terlihat memperhatikan mereka bertiga, yang sama sekali tidak merasa terganggu dengan semua orang di dekatnya.


Naura dan Bian hanya fokus pada apa yang sedang mereka mainkan, sedangkan Ayu hanya memperhatikan kedua anak itu tanpa perduli sekitarnya.


Ayu menikmati kebahagiaannya, bersama anak-anak yang bahkan baru beberapa kali ia temui. Tapi entah mengapa, sudah terasa sangat dekat dengan dirinya.


" Sudah puas mainnya ?" tanya Ayu ketika Naura dan Bian menghampirinya setelah bermain komedi putar.


" Eum... Rara senang bisa main sama Aunti dan Bian " jawab Naura dengan wajah berbinar ceria.


" Bian juga, udah lama Bian ajak Mami buat main ke sini. Tapi Mami gak bisa terus " curhat anak kecil berusia sekitar enam tahun itu pada Ayu, mengerucutkan bibirnya lucu.


" Sudah, gak usah cemberut gitu, kan sekarang Bian bisa main sama Aunty dan Naura " ucap Ayu mengusap rambut Bian lembut.


" Iya... " angguk Bian kembali tersenyum.


Sekarang Ketiga orang itu sudah berada di salah satu kedai makanan ringan yang ada di pinggir taman hiburan, untuk mengisi perut yang sudah mulai keroncongan.


Sebelum Ayu mengantar pulang keduanya, karena hari sudah mulai petang.


" Assalamualaikum...."


Suara salam dari kedua orang lelaki dewasa yang tiba-tiba saja sudah ada di samping mereka, membuat ketiga orang berbeda usia itu langsung menoleh ke arah sumber suara.


" Papa..."


" Dady..."


Seru kedua anak itu bersamaan.


" Eh, Pak Ansel dan Pak Ezra. Silahkan duduk Pak " Ayu langsung pindah tempat duduk nya lebih dekat dengan anak-anak.


Ezra dan Ansel langsung duduk di depan Ayu.


Tidak lama berselang mereka sudah keluar dari taman tersebut dan malajukan mobil masing-masing menuju tempat makan yang sudah di sepakat.


Beberapa waktu kemudian Ayu sudah memarkirkan kendaraannya di halaman sebuah restoran kecil tapi terlihat nyaman dan ramah untuk anak-anak.


Ya.. Tadi, sebelum keluar dari taman hiburan, Ansel dan Ezra mengajak Ayu untuk makan malam dulu. Sebagai rasa terimakasih karena Ayu sudah mau menemani anak mereka bermain.


Awalnya Ayu menolak, hanya saja rengekan dari Naura dan Bian membuat Ayu dengan terpaksa menerima tawaran dari Ezra dan Ansel.


Dengan syarat dia yang harus menentukan tempatnya.


" Pandai juga dia memilih tempat makan " gumam Ezra dalam hati.

__ADS_1


" Istri idaman banget nih Bro, sayang udah taken " bisik Ansel di telinga Ezra.


Mereka berdua memang tidak ada yang tau kalau Ayu saat ini sedang mengurus proses perceraian dengan sang suami.


Jangankan orang luar, pegawai butik ya juga tak ada yang tau urusan pribadinya.


Ayu begitu pintar menutupi segala masalah di dalam hidupnya.


Ezra mendengus kesal sambil melirik tajam kepada Ansel di sela langkah mereka memasuki restoran itu.


Ansel malah terkikik geli melihat Ezra yang sedang kesal karena godaan darinya.


" Selamat malam Mba Ayu, sudah lama nih gak main ke sini " seorang pelayan yang terlihat masih remaja, menyambut kedatangan mereka dengan sangat ramah.


" Iya nih, lagi agak sibuk akhir-akhir ini, Kak Rea ada?" tanya Ayu


" Ada, sebentar aku panggilan dulu ya Mba " ucapnya kemudian berlalu.


Ayu membawa mereka ke arah belakang restoran, ternyata di sana ada sebuah gazebo yang sangat indah, dengan berbagai macam tanaman di sekitarnya.


Naura dan Bian langsung menarik Ayu agar lebih cepat sampai.



...Visual gazebo.....


" Wah, indah sekali Aunty " semangat Naura dengan mata berbinar dan senyum mengembang di bibirnya.


" Silahkan duduk " Ayu mempersilahkan kedua lelaki dewasa di belakangnya.


" Kamu pintar memilih tempat makan " puji Ansel, menatap sekeliling.


Tak lama berselang, seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik menghampiri mereka bersama beberapa pelayan yang mengikutinya sambil membawa makanan.


" Ayu, lama sekali kamu gak main ke sini " wanita paruh baya itu langsung berpelukan dengan Ayu.


" Iya Kak, maaf. Aku agak sibuk akhir-akhir ini " jawab Ayu dengan rasa bersalahnya.


" Oiya Kak, Kenalkan ini Pak Ezra dan Pak Ansel, Kalau ini Naura sama Bian " ucap Ayu memperkenalkan orang yang ikut bersamanya.


" Kalau Ansel, aku sudah kenal, dia salah satu dokter terbaik di rumah sakit tempat aku bekerja dulu " ucap Wanita cantik itu.


Ya... sebenarnya dia adalah psikolog tempat Ayu dan Ibunya temuai waktu Ayu terkena Dysthymia dulu. Tapi karena saat itu Rea masih cukup muda, jadi Ayu memanggilnya sebagai Kakak, walau usia di antara mereka terpaut lumayan jauh.


" Ini dokter Andrea kan ya ? Psikolog terkenal yang sekarang sudah mempunyai klinik sendiri ? " tanya Ansel mengerutkan keningnya.


" Hahaha... bukan lah, aku hanya psikolog biasa " ucap Rea merendah.


Setelah berbincang sebentar, Rea pamit untuk kembali ke ruangannya.


Akhirnya acara makan malam selesai. Ayu, Ezra da Ansel juga para anak-anak yang sudah kelelahan keluar dari restoran.


" Kalau begitu kita berpisah di sini. Terima kasih sudah mau menemani anak-anak bermain, padahal kami tau kamu juga sedang sibuk " ucap Ezra setelah mereka sampai di parkiran mobil.


" Sama-sama Pak, saya senang kok bisa bermain dengan anak-anak " jawab Ayu.


" Baiklah... Selamat malam, hati-hati di jalan " ucap Ezra sebelum masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


" Selamat malam, Bapak juga hati-hati di jalan " jawab Ayu.


" Daaah Aunty !" Seru kedua anak itu dari pintu mobil belakang.


" Daaah... Sayang " Ayu melambaikan tangannya.


Setelah kepergian Mobil Ezra, Ayu baru saja mau masuk ke dalam mobil ketika ada suara yang mengintrupsi dirinya.


" Wah... ternyata begini kelakuan kamu di belakang anak saya ?" ucap sinis perempuan paruh baya yang berdiri di belakangnya bersama dengan seorang wanita.


Ayu menghirup nafas dalam kemudian menghembuskannya kasar, ketika ia tau suara siapa yang masuk ke dalam telinga nya.


Membalikan badannya dengan wajah ramah dan senyum hangat.


" Eh Ibu, Mala. Sedang apa di sini?" tanya Ayu basa-basi.


" Gak usah sok perhatian kamu, harusnya kita yang tanya. Ngapain kamu di sini sama dua lelaki tadi ?!" sentak Sari dengan mata melotot garang.


Ya.. kedua wanita itu adalah Sari dan Mala. Mereka baru saja datang ketika melihat Ayu keluar bersama dua orang laki dan dua orang anak kecil.


" Kenapa memangnya ? Mereka hanya teman saja " ucap Ayu melihat kedua wanita di depannya.


" Heh tak di sangka, ternyata kelakuan kamu di luar itu seperti ini. Pantas saja Radit mencari wanita lain " sindir Sari menatap Ayu jijik.


Mala tersenyum miring melihat mertuanya semakin membenci Ayu. Dan semua itu terlihat jelas dari sudut mata Ayu.


" Memangnya kenapa kalau aku mencari lelaki lain, di saat suamiku juga bermain dengan wanita lain ?" tajam Ayu melirik Mala.


" Kalau lelaki bisa, kenapa perempuan tidak ?" sambung nya lagi, menambah panas hati kedua orang di depannya.


" Terima kasih ya, sudah mau merawat suamiku. Jadi aku bisa bebas melakukan apapun di luar " ucap Ayu menatap Mala dengan senyum meremehkan.


" Kau, dasar istri tak tau di untung, berani nya kau mengkhianati anakku !" sentak Sari tak terima.


" Kalau dia bisa mengkhianatiku lalu kenapa aku tidak bisa berbuat hal yang sama ? " desis Ayu.


" Sudahlah aku capek, selamat malam Ibu mertua, dan istri kedua.." desis Ayu sebelum masuk ke dalam mobil.


Kedua wanita itu mengepalkan tangannya menahan amarah di hati mereka masing-masing dengan segala ucapan Ayu.


" Maaf Bu, semua ini aku lakukan karena aku tidak mau lagi kalian hina dan injak-injak sesuka hati kalian " gumam Ayu saat ia sudah melajukan mobilnya menjauh dari restoran itu.


...🌿...


...🌿...


...🌿...


Hai para Reader yang baik hati, aku datang lagi nih bawa novel terbaru aku yang berjudul : Mafia Story


Jangan lupa mampir dan ramaikan juga ya...


Apalagi kalau di tambah sama like, komen, vote dan hadiahnya...


Akan saya terima dengan senang hati🀭


Terima kasih Kakak-kakak yang baik hati... πŸ™πŸ˜ŠπŸ˜˜

__ADS_1



...πŸ™πŸ˜ŠπŸ˜˜...


__ADS_2