Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Alina's Birthday Party


__ADS_3

"Kau sudah siap sayang?" Tanya Randy pada istrinya yang masih duduk di kursi riasnya.


"Sudah dari tadi Mas, kan MUA nya sudah keluar dari tadi." Ujar Kinan.


"Ah iya. . Ayo kita turun. . .yang lain sudah menunggu di bawah." Ujar Randy.


"Hmm. . .Ayo. . ." Kinan berdiri dan berjalan di samping Randy.


Mereka turun menggunakan Lift karena gaun Kinan panjang menjuntai ke bawah. Semua orang di bawah terpana saat pintu lift terbuka dan terlihat Kinan juga Randy di dalamnya.


Terlihat Alina yang sudah berdandan cantik di gandeng Mamah dan Bunda tersenyum melihat keduanya. Dan Rayna memilih berdiri diantara Sofi dan yang lainnya daripada bersama dengan keluarganya yang tidak ada yang seumuran dengannya.


"Ini seperti mereka yang sedang menikah saja. . " Ujar Devi.


"Kak Dev benar. . aku juga mau mengatakan itu. . hehe" Ujar Rayna.


"Ok. . .setelah mereka keluar kita bersiap dengan tugas masing-masing. . .Lila, Debi dan Rayna di bagian anak-anak ya. Saya dan Maya memantau tamu yang lain, dan kalian berdua di depan menyambut para tamu." Ujar Sofi.


"Oke Kak Sof. . . " Uhar Rayna kegirangan.


"Baiklah. . . seharian ini kita selalu bertiga. . .jadi kita harus kompak ya. . ." Ujar Lila.


"Kita kan memang kompak La. . .jangan sampai anak-anak takut pada kita." Ujar Devi.


"Untuk pengawal yang lainnya apakah sudah bersiap di sana?" Tanya Sofi pada Revan dan Haris yang tadi melihat keluar sebentar.


"Sudah Bu, mereka sudah siaga di depan dan tidka seperti seorang pengawal." Ujar Revan.

__ADS_1


"Bagus. . .Rayna, Revan, Haris kalian pegang HT. Lila dan Devi jika ada apa-apa segera mendekat ke Rayna dan lapor ya." Ujar Sofi.


"Oke oke siap. . .. "Ujar Lila dan Devi.


"Hmm. . .bagus. . .Silakan ke posisi masing-masing." Ujar Sofi.


"Haris jangan lupa cek satu persatu tamu yang datang, pastikan mereka menunjukkan kartu undangannya." Ujar Sofi.


"Baik Bu Sof. . ." Ujar Haris.


Mereka segera ke luar dan menemoati posisi masing-masing sesaui dengan pembagian.


"Anak Mami cantik sekali.. . Ayo sayang." Kinan menggandeng putri kecilnya.


"Mami juga cantik." Ujar Alina.


"Mami kenapa banyak orang di luar?" Tanya Alina.


"Ini untuk kamu sayang. . . Semoga kamu suka ya Nak." Ucap Randy.


"Terimakasih Papi. . " Ucap Alina.


"Sama-sama sayang. ." Ucap Rabdy yang sudah berdiri di samping kanan Alina dan menggandeng tangan kanannya.


Semua mata tertuju pada Randy, Kinan dan Alina yang berada diantara mereka. Mamah,Bunda, Ayah dan Papah berjalan di belakang Randy dan Kinan. Sedangkan Nenek di kamar saja karena harus istirahat dan di titipkan pada Bu Siti untuk menjaganya selama acara berlangsung.


Acara segera di mulai, sebelum menyanyikan lagu ulangtahun dan potong kue, lembawa acara mempersilakan Ransy untuk menyampaikan sepatah dua patah sambutan dan harapan untuk Alina kedepannya.

__ADS_1


"Selamat semua. . Terimakasih saya ucapkan kepada oara tamu undangan yang sudah menyempatkan waktunya untuk hadir di acara ulang tahun anak kami, Terimakasih kepada anak dan isteri saya yang tetap setia mendampingi saya, terimakasih untuk Papah, Ayah, Mamah dan Bunda serta adik saya Rayna yang sudah membantu kami menjaga Alina, dan juga teman-teman saya Sofi, Maya, Revan, Haris, Lila dan Devi yang sudah bekerja sejak oagi untuk mendekor dan mempersiapkan segala sesuatunya. Saya sengaja tidak memesan EO karena saya ingin mereka ikut andil dalam mempersiapkan sebuah pesta kecil-kecilan untuk putri kami tercinta. . Hari ini Putri kecil kami ALINA ODELINE HANS berulang tahun yang ke 4 tahun, besar harapan kami agar Alina tumbuh menjadi anak yang baik, rendah hati, cerdas dan berguna bagi nusa dan bangsa. Sekian dari saya, Terimakasih dan selamat malam." Ucap Randy menutup sambutannya.


Semua bertepuk tangan, dan di lanjut menyanyikan lagu Happy Birthday. Terpancar kebahagiaan dari wajah Alina, dia mungkin belum pernah merayakan ulang tahunnya sebesar ini. Dan setelah meniup lilin Kinan dan Randy menciup Pipi Alina secara bersamaan.


"Lihat Bun . . .mereka bahagia sekali malam ini. . ." Ujar Ayah.


"Iya Yah. . . Meski Nana tidak terlahir dari rahim Kinan, tapi mereka memiliki ikatan batin yang kuat. Bahkan keduanya tidak bisa di jauhkan terlalu lama. Lewat perantara Lia, kebahagiaan di dalam keluarga kita terus terpancar ya Yah. . " Ujar Bunda.


"Iya Bun. . . Nana perekat hubungan kita dengan keluarga Randy, dan teman-teman mereka Bun." Ucap Ayah.


Di sudut lain. . .


"Siapa yang taruh bawang disini sih? Mataku perih sekali. aku tidak ingin menangis. . .tapi air mata ini tidak bisa aku tahan. . ." Ucap Lila.


"Sama La. . . Melihat mereka bergandengan saja saat memasuki tempat acara mataku sudah mulai perih. . Di tambah melihat mereka mencium kedua Pipi Nana. . .Astaga. . .kenapa aku jadi cwngeng sih. . ." Ujar Devi memeluk Lila.


Ray juga bahagia seperti kalian, Ray bangga punya Kakak dan Kakak ipar yang baik hati seperti kalian. . .Ray banyak belajar dari kalian. . Tidak mudah, menjalan kehidupan rumah tangga langsung mengurus seorang anak yang bikan darah daging kalian, tapi kalian bahkan tidak pernah mengeluh lelah atau ingin Qtime berdua. Terimakasih Nana, kamu hadir di tengah-tengah kami dan membawakan kebahagiaan yang tidak terkira, menjadikan Nenamu ini menjadi anak yang dewasa. . .-Batin Rayna yang tanpa disadari pipinya telah dibanjiri oleh airmatanya.


Gott sei Dank, dass er unserem Enkelkind eine ganz neue Familie geschenkt hat. Er war heute Abend so glücklich ( Terimakasih Tuhan sudah memberikan keluarga baru yang utuh untuk cucu kami, dia begitu bahagia malam ini) -Batin Oma yang melihat Alina begitu bahagia malam ini.


Vergib Opa Alina. . Opa hat dein Glück gewonnen. . Wenn Opa und Oma zu dieser Zeit nicht egoistisch waren, waren Sie vielleicht noch bei Ihren Eltern. (Maafkan Opa Alina. . Opa telah merenggut kebahagiaanmu. . Mungkin jika Opa dan Oma tidak egois saat ini kamu masih bersama dengan kedua orangtuamu.)- Batin Opa.


Acara demi acara berjalan sesuai rencana, anak-anak terkihat antusias saat melihat pertunjukan sulap di tengah-tengah mereka. Dan ada beberpa playground kecil yang mereka sediakan, karena anak-anak cenderung menyukai playground daripada pesta yang mewah sekalipun.


Rayna, Lila dan Devi tampak sibuk mengawasi anak-anak supaya mereka tidak berlarian jauh dari temoat yang sudah mereka sediakan. Sedangkan Sofi dan Maya tamoak sibuk dengan mengantar serta mengajak berbincang tamu Pak Randy yangbhadir malam itu.


Namun disudut lain, ada sepasang mata yang mengawasi mereka dan tampaknya tidak suka melihat semua ornag yang berada disana bahagia diatas penderitaanya.

__ADS_1


Bersenang-senanglah kalian malam ini. . Sebelum aku mengubah kebahagiaan kalian menjadi tangis kesedihan. . -Batinnya dengan senyum sinis.


__ADS_2