Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Jealous 2


__ADS_3

"Sudah saatnya kita kembali ke kantor."Ujar Haris mengingatkan teman-temannya.


"Oh iya, ayo kita kembali ke kantor. Maya kau ikut denganku saja ya."Ujar Kinan.


"Ok. Aku ikut denganmu." Ujar Maya merasa lega karena Kinan mengajaknya untuk ikut.


"Baiklah aku sendiri saja, ada urusan sebentar."Ujar Revan.


"Hati-hati Van, jangan terlalu lama. Segera kembali setelah urusanmu selesai."Ujar Kinan.


"Baik Kin."Ujar Revan berjalan menuju motornya.


•• *Maaf aku harus mengajak Maya ikut denganku sebelum lautan api menyerang Van. ••


•• hmm. baiklah. Tapi aku tidak tahu apa maksud dari perkataanmu. Terimakasih Kinan*. ••


"May, maaf ya aku harus mengajakmu untuk ikut denganku. Aku tahu kau juga tadi bingung dan merasa tidak enak pada Devi kan?"Tanya Kinan.


"Hmm... aku yang seharusnya berterimakasih padamu Kin. Terimakasih sudah menyelamatkanku."Ujar Maya.


"Kau pikir sedang ada perang kemudian aku menarikmu untuk menghindari peperangan itu?"Ujar Kinan.


Tiba-tiba ponselnya berdering ada panggilan video dari Randy, Kinan bingung harus bagaimana karena ada Maya di sampingnya.


"Angkat saja, aku tidak akan menguping."Ujar Maya.


"Baiklah, sebentar ya."Ujar Kinan.


"Halo Pak, Ada apa?"Tanya Kinan.


"Pak? Kenapa memanggilku seperti itu sayang, kau sedang berselingkuh?"Tanya Randy dari sana.


"Ti...tidak.. Tapi... "Ucap Kinan belum selesai.


"Tapi apa? Coba berikan ponselmu pada Lia."Ujar Randy.


Lia segera menepikan mobilnya dan menerima ponsel Kinan dari belakang.


"Iya Pak?"Ujar Lia.


"Kau sedang dimana?Kinan dengan siapa di belakang? Saya ingin lihat."Ujar Randy.

__ADS_1


"Ta.. tapi Pak."Ujar Lia yang juga bingung.


"Cepat aku ingin melihat siapa yang duduk di samping calon isteriku."Ujar Randy.


Calon isteri... jadi Kinan tunangan Pak Randy? Apa aku tidak salah mendengar? - Batin Maya masih tidak percaya.


"Baik Pak."Lia memperlihatkan wajah Maya yang masih kaget.


"Astaga..... Hai Maya. Khusus untukmu tidak apa kalau kau tahu kebenarannya. Tapi jangan katakan pada siapapun."Ujar Pak Randy dengan tegas.


"Ba...baik Pak. Saya akan tutup mulut."Ujar Maya langsung menutup mulutnya.


"Bagus. Aku akan menaikkan gajimu dua kali lipat."Ujar Randy tanpa berpikir panjang.


"Terimakasih Pak."Ujar Maya masih bingung.


"Ya sudah aku mau bicara dengan calon isteriku."Ujar Randy lagi.


"Ada apa Mas? Sudah tahu kan aku sedang bersama siapa? Ada apa kau menghubungiku?" Tanya Kinan kesal.


"Maaf aku sudah curiga. Ya sudah hati-hati di jalan.""Ujar Randy mengakhiri panggilan.


"Lia, lanjutkan saja. Biar aku yang menjelaskan."Ujar Kinan.


"May, dengarkan dulu penjelasanku. Setelah aku menceritakannya kau boleh mengatakan apapun tentangku."Ujar Kinan memegang kedua tangan Maya yang masih tidak percaya.


"……………"


"Jadi, kau masih ingatkan jumat pagi aku di panggil Bu Sofi untuk menemuinya di ruang kerjanya. Sesampainya disana aku diajak ke ruangan Pak Randy, lalu dia menyodorkan selembar kertas dengan beberapa tulisan yang tertera. Itu adalah surat kontrak untuk aku menjadi pacarnya karena dia tidak mau di jodohkan dengan wanita yang tidak ia cintai. Aku juga tidak tahu kenapa Bu Sofi memilihku, Pak Randy memberiku pilihan menyetujui kontrak itu atau aku harus kehilangan pekerjaan. Aku tidak mungkin meninggalkan pekerjaan begitu saja, aku tahu di luar sana banyak yang menginginkan untuk bisa bekerja di Ardhana Group. Dan aku menyanggupinya karena ini akan menjadi rahasia kami bertiga, setelah aku bertemu dengan keluarga Pak Randy entah kenapa mereka menyuruh kami untuk segera bertukar cincin, dan mungkin sebentar lagi kami akan menikah. Sampai sekarang aku masih bingung, dia melakukan ini karena kontrak atau apa."Ujar Kinan menjelaskan.


"Apapun yang sudah menjadi kalian pilih jalani saja Kin, Siapa tahu cinta diantara kalian berdua akan tumbuh dengan sendirinya. Iya kan Li?"Ujar Maya.


"Hmm. kau Benar."Jawab Lia masih fokus menyetir.


"Kau tidak marah padaku May?"Tanya Kinan.


"Marah? Untuk apa aku marah? Aku tidak menyukainya, dan aku tidak membencimu."Ujar Maya dengan tulus.


"Benarkah? Terimakasih May."Ujar Kinan.


"Sama-sama Kin, aku akan selalu mendukungmu selagi itu tidak merugikan orang lain."Ujar Maya.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan Devi?"Tanya Kinan.


"Dia sudah berpaling, tenang saja."Ujar Maya.


"Lalu bagaimana dengan perasaanmu?"Tanya Kinan.


"Ma..maksud kamu?"Tanya Maya sedikit gugup.


"Kau menyukai Ivan kan? Aku tahu kok dari sorot matamu, Ivan pria yang baik kau tidak tidak akan salah jika memilihnya."Ujar Kinan.


"Aku belum tahu dengan perasaanku saat ini, tapi... dia mengajakku pergi berdua ke pantai, tapi tempatnya masih rahasia kata dia."Ujar Maya malu-malu.


"Hmm... pergi saja sebelum kau menyesal. Aku tidak akan berpihak kepada siapapun, aku hanya ingin kalian menemukan jodoh dengan jalannya masing-masing tanpa menjatuhkan satu sama lain."Ujar Kinan.


"Ya, mau tidak mau aku memang harus pergi dengannya. Karena dia sudah memutuskan tanpa persetujuan dariku."Ujar Maya.


"Ya begitulah Ivan"Ujar Kinan.


"Benarkan jika dia tidak memiliki seorang kekasih? Rasanya tidak mungkin seorang Revan itu single."Ucap Maya.


"Dia memang jomblo May, dia selalu cuek pada wanita yang mendekatinya. Tapi dia akan mengejar satu wanita jika dia yang menyukainya. Kau tidak perlu mengejarnya karena dia yang akan mengejarmu."Ujar Kinan membuat Maya tersipu malu.


"Guys... kita sudah sampai."Ujar Lia seperti seorang youtuber.


"Cepat sekali Li... Padahal kita belum selesai ghibah."Ujar Maya.


"Ghibahnya kita kanjut nanti saja kalau ada waktu dan tempat."Ujar Lia.


Kinan, Maya dan Lia berjalan mendekati lift untuk naik ke lantai 2. Saat pintu lift terbuka, Randy keluar dari lift dan berpapasan dengan Kinan. Mereka tampak gugup, Maya dan Lia yang melihatnya juga bingung. Melihat rombongan Haris sudah tiba Maya segera mengakhiri kegugupan dua insan di hadapannya.


"ehmmm... maaf Pak Randy. Kami harus segera kembali ke ruangan."Ujar Maya menarik tangan Kinan.


"Permisi."Ujar Kinan.


Randy hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum bisa melihat wajah Kinan dari jarak cukup dekat tanpa sengaja. Dia segera berlalu entah kemana dan Maya menarik Kinan juga Lia untuk segera masuk ke dalam lift sebelum pintu lift tertutup kembali.


"Sory aku harus memisahkanmu dengan pangeran, tadi aku lihat mobil Haris baru sampai. Aku takut mereka akan curiga."Ujar Maya saat di dalam lift.


"Benarkah? Kalau begitu aku harus berterimakasih padamu karena telah menyelamatkanku."Ujar Kinan.


"Kau pikir, kau sedang berenang kemudian tenggelam dan aku menceburkan diri untuk menyelamatkanmu?"Ujar Maya membalas ucapan Kinan ketika dimobil tadi.

__ADS_1


Merekapun tertawa bertiga di dalam lift, dan setelah pintu lift terbuka ketiganya bergandengan tangan menuju ruang kerjanya. Kinan sangat senang akhirnya bisa mengenal Maya lebih dekat, ternyata Maya orangnya asyik untuk diajak ghibah. Begitupun dengan Lia yang sudah tidak kaku lagi seperti saat pertama mereka bertemu.


__ADS_2