
Gerry kembali bergabung bersama Randy dan Frans yang masih berada di tempat semula. Melihat kedatangan Gerry dengan wajah yang berubah masam, membuat Frans dan Randy hanya saling tatap karena tidak tahu apa yang terjadi pada temannya.
"Kau kenapa? Apa perempuan itu juga menginginkanmu?" Ujar Frans ingin tahu.
"Tidak. . .Dia hanya berkata kasar saja, seperti hanya dia wanita sempurna di dunia ini. . . Aku muak sekali dengannya. . ." Ujar Gerry mendengus kesal.
"Kau seperti baru mengenal dia saja. . .Apa kau baru membuka matamu dengan lebar sekarang??" Frans terkekeh mendengar penjelasan dari Gerry.
"Apakah dia benar-benar belum pernah bertemu dengan isterimu?" Tanya Gerry pada Randy.
"Pernah, saat dia ke Indonesia. . .tapi kami belum menikah dan baru beberapa hari kami berpacaran. Jadi tidak ada orang yang tahu, ada apa? Apa dia membahas soal isteriku?" Tanya Randy.
"Hmm. . Isterimu bernama Jingga?" Tanya Gerry. "Karena dia bertanya nama kepanjangan isterimu Jingga saja. . .Aku mana tahu, karena aku hanya tahu dia Kinan." Ujar Gerry.
"Wah. . Jingga. . pasti orangnya cantik seperti namanya. . " Ujar Frans.
"Isterinya memang cantik Frans, besok kita antarkan mereka ke Bandara ya. . "Ujar Gerry pada Frans.
"Jadi wanita itu hanya tahu isteriku bernama Jingga? Baguslah, setidaknya dia belum tahu nama isteriku secara lengkap." Ujar Randy.
"Dulu dia mengejar-ngejar seorang pengusaha yang sedang naik daun, tapi pengusaha itu memilih untuk menikah dengan gadis Indonesia. Dan sekarang dia sudah meninggal, aku tidak tahu lagi bagaimana kabar isteri dan anaknya. . .Yang aku tahu isteri dan anaknya sekarang tinggal di Indonesia." Ujar Frans.
"Li*ik sekali mainnya, , Lalu dia sebagai model hanya untuk selingan atau bagaimana? Aku tidak menyangka dia akan menjadi seganas ini. Aku pikir dia mendekatiku hanya karena dia menganggapku teman saja. Tapi ternyata dia menganggap lebih dan ada rencana jahat." Ujar Randy.
"Model yang lebih dari dia diluar sana sudah banyak Ran, dia kalah pamor. Dia sedang menuai apa yang dia tanam. Kau tahu, saat terkenal dulu dia begitu sombong dan ingin diperlakukan seperti seorang ratu. Karena keserakahannya lah dia menjadi seperti sekarang ini." Ujar Gerry..
Acara malam ini berjalan dengan lancar, Randy tidak ikut minum seperti teman-temannya yang lain karena dia sudah berjanji pada Kinan dan akan menjadi kepala keluarga yang baik untuk Kinan, Alina dan keluarga kecilnya nanti.
Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, Randy segera berpamitan karena besok siang dia harus kembali ke Indonesia. Saat keluar dari gedung Febby sudah berdiri disana menunggu Randy.
"Ada apa Fe? Kenapa kau diluar?" Tanya Randy berbasa-basi.
"Aku hanya ingin bersamamu. . .Aku ingin kenal dengan isterimu Ran, apa aku boleh ikut?" Tanya Febby.
"Ikut saja. Kau akan berremu besok pagi dan kau tidurlah dengan Sofi malam ini. . ."Ujar Randy sengaja menyebut nama Sofi dengan jelas.
"Oh. . lain kali saja. . aku akan kembali masuk ke dalam. ." Ujar Febby segera berlalu pergi.
Ternyata dia benar-benar takut dengan Sofi. . .Tidak salah aku meminta Sofi untuk ikut kesini. -Batin Randy.
__ADS_1
"Take me Home (antar aku pulang)." Ujar Randy pada William.
"Yes, Sir." Ucap William segera membukakan pintu untuk Randy.
Sementara itu. . .
Setelah kepergian Randy untuk menghadiri acara penutupan bersama rekan bisnisnya. Kinan dan Sofi memilih untuk duduk-duduk di depan TV dan membahas apa saja yang menurutnya menarik. Tiba-tiba muncul dalam otak Kinan untuk menonton film saja supaya mereka tidak tidur cepat malam ini.
"Fi. . .ayo kita nonton film. . ." Ujar Kinan membawa dua kantong plastik ke depan TV.
" Mau nonton apa? Aku siapkan minumnya dulu ya." Ujar Sofi.
"Hmm. . . Mau drakor atau horor?" Tanya Kinan.
"Terserah. . .Aku si apa saja berani." Ujar Sofi.
Baiklah. .Yuk Horor. . " Kinan dengan percaya dirinya memilih film horor.
"Kau yakin?" Tanya Sofi.
"Kenapa tidak. . " Ujar Kinan dengan santainya.
" Okey, We will see later. I wish you could sleep well tonight. (Ok kita lihat saja nanti. Aku harap kau bisa tidur dengan nyenyak malam ini)." Ujar Sofi pada Kinan.
"Hmm. . .iya deh iya yang ada mas Randy nya mba Kinan." Ujar Sofi.
"Kau segeralah menikah Fi. . ." Ujar Kinan.
"Aku akan menikah kalau sudah bertemu dengan pria yang baik. . ." Ujar Sofi terkekeh.
"Akupun juga berharap seperti itu." Uajr Kinan.
Sofi menyiapkan air minum mulai dari air putih, Jus, dan fast drink. Sedangkan Kinan prepare di depan TV dan mematikan lampu di ruang tengah untuk menambah suasana sesuai dengan film yang akan mereka tonton.
"Kau yakin mematikan lampunya juga?" Ujar Sofi sambil berjalan membawa nampan berisi minuman.
"Hmm. . .supaya suasana lebih mendukung Fi." Ujar Kinan.
"Tapi sebelumnya kau pernah nonton film horor kan?" Tanya Sofi memastikan.
__ADS_1
"Belum. . tapi aku penasaran." Ujar Kinan.
"Pastikan jantungmu kuat dulu Kin, jangan sampai jantungmu lepas. Kalau kau lihat horor, kau tak akan bisa menikmati cemilanmu itu." Ujar Sofi.
"Benarkah? Oh baiklah. . .kita ganti saja, drakor ya. . ." Ujarnya langsung mencari film yang lain.
Setidaknya malam ini aku aman. . .kalau ada apa-apa dengan Kinan pasti aku yang kena.- Batin Sofi.
Merekapun menonton drakor dan tanpa terasa cemilan satu persatu habis. Saat film telah selesai Sofi mendengar ada yang menangis, dia langsung mengalihkan perhatiannya kepada Kinan yang ternyata suara tangisan itu dari Kinan.
"Kin, kenapa?" Tanya Sofi.
"Apa kau tidak lihat tadi jalan ceritanya bagaimana. . Hatiku ikut sakit saat mereka harus terpisah karena keadaan padahal mereka sama-sama saling mencintai. Mereka kan seharusnya bertahan, bukannya saling melepaskan. . . hik hik hik. . . " Ujar Kinan.
"Sudah. . . sudah. . tapi kan setidaknya mereka bertemu di waktu yang tepat meski salah satunya sudah berkeluarga dan terpisah, lalu mereka kembali lagi kan. Itu hanya film, kau jangan menangis lagi." Ujar Sofi yang sejak tadi memang tidak fokus menonton tapi fokus makan.
"Tapi kalu aku di posisinya tetap saja merasakan sakit Fi, perjalanan cintanya tidak mudah. Banyak sekali cobaan yang mereka hadapi." Ujar Kinan.
" Itu juga terjadi denganmu Kan? Bahkan kau hampir keluar dari Ardhana Group meskipun hanya salah paham. Dan sekarang kau sudah menjadi Nyonya Randy Putra Ardhana. . . " Ujar Sofi.
Ting. . tong. .
"Iya. . sebentar." Ujar Sofi bangun dari dudukmya untuk membuka pintu. Saat dilihat dari monitor ternyata Pak Randy sudah pulang.
"Dimana isteriku? Apa dia sudah tidur?"Tanya Randy.
"Dia sedang menangis karena terbawa suasana dengan drakor Pak. Kinan di ruang TV." Ujar Sofi.
"Astaga. .. kasihan sekali dia menangis. . Pasti dia butuh pelukanku sekarang." Ujar Randy bergegas.
Iya pak iya. . butuh pelukan Bapak. Tapi jangan pamer di depan jomblo dong Pak. -Batin Sofi sambil mengunci pintu apartement.
"Sayang . .kamu kenapa?" Tanya Randy memeluk Kinan.
"Mas. .. jangan tinggalin aku ya. . pokoknya dalam keadaan apapun kita harus bareng-bareng terus. . Aku tidak mau kita terpisah." Ujar Kinan.
"Iya-iya sayang, aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Kita kemana saja harus berdua ya. . " Ujar Randy.
"Bertiga mas. . .Kan ada Nana. . ."Ujar Kinan dengan terisak.
__ADS_1
"Oh iya Nana. . . .Kita harus bertiga, berempat dan seterusnya ya sayang dengan adik-adiknya Nana nanti." Ujar Randy.
Ternyata drakor kalah romantisnya dengan hubungan mereka. . . Kenapa aku jadi nangis gini sih. . .Udah dong Pak. . Kin pekukannya. . .ada aku disini. . -Batin Sofi mengusap air matanya.