Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Kesal : Bag 1


__ADS_3

"Mas, kemana yang lain?Kok tidak ada?"Kinan mencari-cari ketiga temannya yang tadi mengikutinya di belakang.


"Mereka capek ngikutin kamu sayang."Ujar Randy.


"Hmm. lalu kenapa mas masih ngikutin Kinan? Memang mas tidak capek?"Tanya Kinan.


"Aku tidak akan pernah merasa capek kalau untuk kamu sayang."Ujar Randy.


"Hmm."Kinan hanya bergumam.


Tiba-tiba seorang wanita cantik berkulit putih memanggil Randy dan segera menghampirinya. Tiba-tiba wanita itu memeluk tubuh Randy di depan Kinan tanpa mempedulikan ada orang lain disitu. Kinan hanya diam karena baru pertama kali ini melihat Randy di peluk wanita lain di depan matanya.


"Randy, kau kemana saja?"Tanya wanita itu.


"Aku sibuk dengan pekerjaanku, kau kapan tiba di indo?"Tanya Randy yang membiarkan tangannya masih di peluk wanita itu.


"Baru tadi siang, aku bosan di hotel jadi aku memutuskan untuk keluar saja. Aku kira kita tidak akan bertemu lagi."Ujar wanita itu.


Apa-apaan sih ini? Apa aku tidak terlihat sampai-sampai mereka tidak peduli dengan keberadaanku disini. Lebih baik aku pergi saja agar tidak jadi set*n diantara mereka. -Ujar Kinan pergi begitu saja tanpa Randy sadari.


"Oh, kau dengan siapa?"Tanya Randy lagi.


"Aku sendiri saja. Makanya saat melihatmu aku langsung memanggilmu. Kau dengan siapa?"Ujarnya lagi.


"Aku dengan......."Randy membalikkan badannya namun Kinan sudah tidak ada.


Dimana dia? Kenapa dia pergi tidak pamit padaku? -Batin Randy.


"Ya sudah ayo kita pergi saja. Temani aku ya."Ujarnya memeluk lengan Randy.


"Tapi aku...."Ujar Randy yang langsung di potong olehnya.


"Iya tahu, kamu dari dulu memang sibuk. tapi bisakah malam ini saja temani aku."Ujarnya tidak peduli apa yang akan dikatakan Randy.

__ADS_1


Wanita itu adalah Febby temannya sejak SMP namun saat SMA ikut pindah ke Amerika bersama kedua orangtuanya. Randy dan Febby memang sangat dekat, bahkan mereka masih bertukar kabar. Namun akhir-akhir ini Randy jarang membalas pesan darinya, jadi Febby memutuskan untuk ke Indonesia menemui pria yang telah mencuri hatinya sejak SMP.


"Aku senang akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi Ran, selama ini aku selalu merindukanmu tapi apa boleh buat. Pekerjaan menuntutku hingga aku tidak ada waktu untuk menemuimu. Dan kau tahu, aku rela kabur sebentar cuma buat bertemu denganmu karena akhir-akhir ini kamu tidak membalas pesanku." Ujar Febby yang kini menyandarkan kepalanya pada pundak Randy.


"Seharusnya kau bertanggungjawab atas pekerjaan yang sudah kau ambil Fe. Biar bagaimanapun kau yang sudah memutuskan untuk bekerjasama dengan mereka kan."Ujar Randy yang tahu kalau Febby saat ini telah menjadi model terkenal di sana.


"Ya aku tahu, tapi aku juga butuh waktu untuk memanjakan diri Ran. Aku suntuk selama disana. Aku disini selama seminggu dan aku harap kau bisa menemaniku selama seminggu ya."Ujar Febby.


"Ayo kita pergi nonton."Ajak Febby menarik tangan Randy dengan kuat.


Kinan pergi sendiri mencari teman-temannya yang lain setelah jalan cukup jauh Kinan melihat teman-temannya sedang duduk. Dia segera menghampirinya dan ikut bergabung dengan mereka.


"Hai Kin."Ujar Maya yang melihat Kinan jalan sendiri.


"Hai May, boleh aku ikut bergabung?"Tanya Kinan.


"Tentu saja. Kau kenapa?Kemana Pak Randy?"Tanya Lia yang sejak tadi hanya mendengarkan Sofi dan Maya ngobrol.


"Lagi pacaran."Jawab Kinan.


"Ya aku calon istri, hanya calon istri kontrak May."Jawab Kinan.


"Pak Randy pergi dengan siapa Kin?"Tanya Sofi.


"Aku tidak tahu Bu Sofi, tapi dia sangat cantik, tinggi berkulit putih. Perfect sekali."Ujar Kinan.


"Panggil nama saja Kin, sekarang kita teman. Dan kau juga May"Ujar Sofi.


"Baiklah. Lalu sekarang siapa yang bersama Pak Randy?"Tanya Maya kesal karena merasa Pak Randy telah menyakiti sahabatnya.


"Aku juga tidak tahu, selama ini Pak Randy tidak pernah cerita mengenai wanita lain, kecuali anak kecil itu."Ujar Sofi.


"Anak kecil siapa?"Tanya Maya.

__ADS_1


"Anak dari sahabat Pak Ardhana, tadi siang dia juga datang ke kantor. Tapi Pak Randy menghindarinya dan dia memilih untuk bersembunyi di pantry pribadinya."Ujar Sofi.


"Apa mas Randy juga berpelukan dengan dia?"Tanya Kinan.


"Tidak, melihat saja dia tidak sudi."Ujar Sofi lagi.


"Berarti wanita tadi spesial untuk Mas Randy, dia memeluk Mas Randy dengan manja dan Mas Randy diam saja."Ujar Kinan menahan air matanya agar tidak turun.


"Benarkah?"Ucap Lia dan Maya secara bersamaan.


"Sudahlah, lebih baik kita pulang saja. Aku tidak enak badan."Ujar Kinan.


"Ok, Sofi kamu ikut dengan kita saja. Daripada kau disini sendirian."Ujar Lia.


Sofi ikut pulang dengan Kinan, Maya dan Lia. Selama dalam perjalanan Kinan hanya diam dan memandang ke arah luar dengan wajah murungnya. Lia, Maya dan Sofi juga diam tidak berani bersuara karena tahu Kinan sedang kesal.


Mereka sampai di tempat Kinan lebih dulu, Sofi dan yang lainnya ikut turun membawakan beberapa papper bag berisi tas yang baru saja dia beli. Setelah pintu terbuka, Bunda mempersilakan ketiganya untuk masuk dan singgah dulu tapi menolak karena sudah malam dan harus mengantar Sofi juga Maya.


Setelah menaruh 15 papperbag di sofa ruang tamu ketiganya pamit untuk pulang. Dan selama dalam perjalanan Maya dan yang lainnya kembali gaduh karena kesal dengan kelakuan Pak Randy yang tidak gentleman. Kali ini Sofi setuju dengan Maya, dia juga ikut kesal dengan atasannya, tapi dia harus tetap melayani keperluan Pak Randy meski dia lakukan setengah hati.


"Lia terimakasih sudah mengantarku."Ujar Maya keluar dari mobil dan membawa beberapa papperbag miliknya.


"Sama-sama May. Selamat berisitirahat "Ujar Lia.


"Aku sependapat denganmu, tapi aku tidak bisa menolak jika Pak Randy memberiku perintah."Ujar Sofi mendengus kesal.


"Sudahlah, kita baiarkan saja dulu. Kecuali kalau Pak Randy sudah mempermalukan Kinan baru aku yang maju paling depan."Ujar Maya.


"Aku di belakangmu May, tenang saja."Ujar Lia.


"Kenapa tidak didepan denganku?"Tanya Maya.


"Karena aku yang akan mendukung dan mendorongmu. Kalau kita di depan siapa yang memberikan kekuatan."Ujar Sofi.

__ADS_1


"Huhh... sana pulang sudah malam."Ujar Maya kesal karena kedua temannya malah menggodanya.


Lia menginjak gasnya dengan pelan dan setibanya di rumah Sofi dia menghentikan mobilnya dan menunggu Sofi membuka pintu belakang untuk mengambil beberapa papperbag miliknya. Setelah Sofi berjalan menjauh, Lia segera kembali melanjutkan perjalanan menuju rumahnya karena jam sudah menunjukkan pukul 9 malam pasti anaknya sudah menunggunya di rumah bersama seorang pengasuhnya.


__ADS_2